saya berencana untuk memasang kaca ...

Baca Tips ...
Warta ACC
25 Aug' 09
Astra Sedaya Jajaki MTN

JAKARTA : PT Astra Sedaya Finance (ACC) menjajaki penerbitan obligasi jangka menengah (medium term notes/MTN) senilai maksimal Rp500 miliar dengan tenor 2 tahun yang direncanakan pada tahun ini.

CEO Astra Credit Companies (ACC) Djony Bunarto Tjondro mengatakan rencana Astra Sedaya itu seiring dengan kebutuhan pendanaan untuk ekspansi bisnis pembiayaan.

"Dengan kebutuhan pendanaan untuk ekspansi, kami akan menjajaki rencana penerbitan MTN yang besarnya Rp500 miliar dengan tenor 2 tahun," katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Djony yang memimpin perseroan sejak Januari tahun ini mengungkapkan penerbitan surat utang tersebut merupakan yang kedua kalinya.

Sebelumnya, Astra Sedaya menerbitkan MTN sebesar Rp200 miliar, juga digunakan sebagai sokongan pendanaan ekspansi bisnis.

"Jika berhasil direalisasikan berarti sudah dua kali skema pendanaan ini kami lakukan karena sebelumnya MTN kami Rp200 miliar," katanya.

Pada kuartal pertama tahun ini, Astra Sedaya menerbitkan obligasi senilai Rp900 miliar. Jumlah ini naik dari rencana semula Rp600 miliar. Saat itu, penawaran yang masuk untuk obligasi itu mengalami kelebihan permintaan sebesar 1,7 kali dari Rp600 miliar atau setara dengan Rp1,02 triliun.

Dana hasil penerbitan obligasi digunakan sebagai modal kerja pembiayaan kendaraan bermotor.

ACC merupakan salah satu perusahaan pembiayaan mobil terbesar saat ini. Selain mobil, perusahaan ini juga membiayai pembelian mobil baru dan mobil bekas khususnya untuk merek kendaraan yang diproduksi oleh Astra seperti Toyota, Daihatsu, Isuzu, Peugeot dan BMW.

ACC adalah gabungan dari lima anak perusahaan yaitu Astra Sedaya yang memiliki 25% saham di empat perusahaan yaitu PT Swadharma Bhakti Sedaya Finance, PT Staco Estika Sedaya Finance, PT Astra Auto Finance, dan PT Pratama Sedaya Finance.

Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Hendro Utomo menilai Grup Astra, khususnya Astra Sedaya memiliki likuiditas yang aman.

"Perusahaan juga merupakan salah satu pembiayaan yang terbesar dengan dukungan modal yang kuat dari induk usaha," ujarnya ketika dihubungi kemarin.

Menurut dia ketika terjadi krisis tahun lalu, Pefindo sudah memprediksi Astra Sedaya dan perusahaan di Grup Astra lainnya tidak bermasalah dan sudah terbukti ketika krisis keuangan sudah terlewati.

Hal itu, lanjutnya, juga menunjukkan stabilitas bisnis yang masih terjaga dan usaha yang sudah mapan.

Hendro mengatakan saat ini emiten dan obligasi yang telah diterbitkannya oleh Astra Sedaya mengantongi peringkat idAA-.

Sebanyak 53% saham Astra Sedaya dimiliki Grup Astra melalui PT Astra International Tbk sebesar 44,28% dan PT Sedaya Multi Investama sebesar 8,72%, sedangkan sisanya sebesar 47% dimiliki PT General Electric Services, anak usaha perusahaan multinasional asal AS, General Electric. (21) (tahir.saleh@bisnis.co.id)


Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 25 Agustus 2009
Judul / Title : Astra Sedaya Jajaki MTN
Halaman / Page : f 2
Rubrik / Column : Bursa
Penulis / Writer : M. Tahir Saleh, Bisnis Indonesia