saya berencana untuk memasang kaca ...

Baca Tips ...
Warta ACC
27 Aug' 09
Ekspor Mobil Anjlok Ke Level Terendah

AKARTA : Kinerja ekspor mobil dalam kondisi utuh (completely built-up/CBU) pada Juli kembali melemah ke level terendah sepanjang tahun ini yaitu 2.914 unit, setelah bulan sebelumnya sempat naik mencapai 4.218 unit.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diperoleh Bisnis, volume ekspor pada bulan lalu terpangkas 68% dibandingkan dengan Juli 2008 yang menembus 9.113 unit.

Grafik pertumbuhan ekspor mobil CBU sepanjang tahun ini belum menunjukkan sinyal pemulihan dari dampak krisis, karena realisasi kumulatif hanya mencapai 32.746 unit, anjlok 45,2% dibandingkan dengan periode yang sama 2008 sebanyak 59.790 unit.

Ketua Umum Gaikindo Bambang Trisulo mengatakan ekspor mobil rakitan dalam negeri sampai Juli masih melemah dikarenakan situasi dan kondisi global, khususnya negara-negara importir, belum sepenuhnya pulih dari krisis.

"Di Amerika Serikat dan Eropa memang mulai menunjukkan sinyal pulih, tetapi ekspor kita [Indonesia] lebih ke negara-negara di Amerika Latin, Timur Tengah, dan Asia yang dampak krisisnya dirasakan belakangan," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Dengan total lebih dari 82 negara tujuan ekspor, masing-masing negara memiliki berbagai karakteristik yang berbeda-beda sehingga situasi politik dan ekonomi negara tersebut sulit diprediksi.

Bambang mengatakan volume ekspor mobil produksi lokal relatif kecil dibandingkan dengan konsumsi kendaraan di pasar domestik. Namun, kerusakan akibat resesi global terhadap permintaan mobil di pasar internasional diperkirakan lebih berat dibandingkan dengan koreksi pasar otomotif nasional.

"Ekspor sangat bergantung pada pemulihan kondisi global terhadap dampak resesi. Sampai saat ini, kami masih memperkirakan total ekspor tahun ini hanya sebesar 50.000 unit," katanya.

Apabila pasar mobil domestik ditargetkan mencapai 450.000 unit tahun ini, penjualan mobil CBU ke luar negeri diproyeksikan terpangkas sekitar 50% dibandingkan dengan realisasi ekspor pada 2008 yaitu 100.892 unit. Angka tersebut relatif lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi awal Gaikindo yaitu 70.000 unit.

"Saya perkirakan ekspor mobil CBU akan bangkit pada pertengahan tahun depan," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Johannes Saragih, Marketing Export Department Head PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) mengatakan kinerja ekspor diperkirakan mulai pulih (recover) dari krisis pada awal tahun depan.

"Kemungkinan juga bisa bangkit pertengahan tahun. Kami akan lihat situasi tersebut pada ujung tahun ini," tuturnya.

Kerja sama bilateral
Untuk mendukung pemulihan kinerja ekspor, pelaku industri berharap pemerintah memfasilitasi pengembangan kerja sama dagang secara bilateral dengan negara-negara yang memiliki potensi pasar besar.

"Tinggal bagaimana pemerintah memfasilitasinya, misalnya dengan negara-negara D-8 seperti Iran, Turki dan lainnya. Perlu kerja sama bahu-membahu untuk meningkatkan ekspor, baik oleh pemain ataupun departemen terkait seperti adanya insentif ekspor," papar Bambang.

Johannes menegaskan adanya perjanjian kerja sama ekonomi dengan negara lain, baik dalam kerangka FTA maupun bilateral tentu akan meningkatkan kinerja ekspor produk mobil CBU.

"Biaya mereka membeli mobil akan berkurang karena pajak impor tinggi. Semakin cepat kita punya kesepakatan tentu semakin membantu ekspor kita di negara tersebut. Dengan Australia misalnya, kalau ada FTA, penjualan Suzuki bisa naik," tukasnya.

SIM memproyeksikan total volume penjualan kendaraan ke pasar internasional pada tahun ini turun menjadi 12.000 unit, melorot dibandingkan dengan realisasi 2008 mencapai 25.000 unit. (siti.munawaroh@bisnis.co.id)


Siti Munawaroh
Bisnis Indonesia