Astra Sedaya Naikkan Emisi Obligasi
JAKARTA : PT Astra Sedaya Finance meningkatkan jumlah penerbitan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) I/2009 seri C dan D menjadi Rp600 miliar dari rencana awal sebesar Rp500 miliar.
Presiden Direktur Astra Sedaya Finance Djony Bunarto Tjondro mengatakan kenaikan itu didorong oleh tingkat suku bunga yang kompetitif sehingga diharapkan tidak membebankan perseroan.
"Kuponnya kami nilai cukup murah bagi cost of fund [biaya penerbitan], dan karena ada investor yang berminat serta sesuai dengan kebutuhan perusahaan tentu kami ambil," ujarnya kepada Bisnis, Senin.
Djony tidak bersedia membeberkan berapa nilai kupon yang diberikan kepada investor MTN untuk kedua seri tersebut.
Dia memperkirakan dana dari penerbitan surat utang nonpublik tersebut dapat masuk ke kas perusahaan pada bulan ini dan siap digunakan untuk menyokong pendanaan ekspansi penyaluran kredit.
Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada akhir bulan lalu, penerbitan tersebut terbagi ke dalam dua tranches yaitu seri C senilai Rp400 miliar dan akan jatuh tempo pada Maret 2011, sedangkan seri D bernilai sebesar Rp200 miliar dan memiliki waktu jatuh tempo pada 1 September 2011.
Tunjuk underwriter
Djony mengungkapkan dua sekuritas yang dipercaya menjadi penjamin emisi (underwriter) penerbitan efek utang tersebut adalah PT NISP Sekuritas dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia.
Dia menuturkan sebelumnya perusahaan juga sudah menerbitkan dua seri MTN senilai Rp200 miliar pada Juli. Berdasarkan catatan KSEI, MTN tersebut terbagi ke dalam tranches seri A dan seri B. Seri A senilai Rp110 miliar akan jatuh tempo pada Juli 2010, sedangkan seri B senilai Rp90 miliar akan jatuh tempo pada Juli 2011.
Perusahaan dan surat utang yang diterbitkan, termasuk MTN, mengantongi peringkat idAA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Berdasarkan informasi dari seorang sumber, efek utang tersebut akan dijadikan aset dasar reksa dana oleh kedua sekuritas itu agar dapat dijadikan instrumen investasi yang memiliki potensi investor lebih luas.
Sebelumnya, perusahaan menerbitkan MTN I seri A dan B senilai total Rp200 miliar yang terbagi ke dalam dua tranches pada 24 Juli.
Selain itu, Astra Sedaya pada kuartal I tahun ini baru menerbitkan obligasi senilai Rp900 miliar, naik dari rencana awal senilai Rp600 miliar.
Djony juga membantah penerbitan MTN dan obligasi tahun ini untuk melunasi beberapa seri obligasi perusahaan yang akan jatuh tempo yaitu senilai Rp85 miliar pada akhir tahun ini dan senilai Rp1,15 triliun pada tahun depan.
Dia mengatakan pihaknya berniat melunasi seluruh kewajiban obligasinya dari dana piutang konsumen pembiayaan. Apabila tidak cukup, lanjutnya, pihaknya baru akan menutupinya dengan pinjaman atau dana dari kas perusahaan.
"Jadi, kami baru menerbitkan kalau ada kebutuhan pembiayaan, bukan karena ingin menutup lubang dengan menggali lubang lain."
Pada semester I/2009. Astra Sedaya Finance membukukan laba bersih sebesar Rp195,4 miliar, meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni Rp185,9 miliar.
Sebanyak 53% saham Astra Sedaya Finance dimiliki Grup Astra melalui PT Astra International Tbk sebesar 44,28% dan PT Sedaya Multi Investama sebesar 8,72%.
Sisanya sebesar 47% dimiliki PT General Electric Services, anak usaha perusahaan multinasional asal AS, General Electric. (21/ M Tahir Saleh) (redaksi@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 09 September 2009
Judul / Title : Astra Sedaya Naikkan Emisi Obligasi
Halaman / Page : f 2
Rubrik / Column : Bursa
Penulis / Writer : M Tahir Saleh, Bisnis Indonesia