Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Daihatsu F-Concept: Pengganti Sepeda Motor #2
Kebijakan pemerintah
Pertanyaan yang muncul, apakah F-Concept segera direalisasikan menjadi proyek mobil murah Daihatsu di Indonesia? Sebelumnya, Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran Astra Daihatsu Motor, kepada Kompas.com mengatakan, rencana tersebut sangat tergantung kebijakan yang dibuat pemerintah.
"Kalau konsep mobil eco-friendly atau ramah lingkungan, irit bahan bakar, dan mesin yang kecil, jelas kebijakannya, tentu kita bisa melaksanakannya," tegasnya.
Dalam hal ini tentu saja berbagai dukungan pemerintah, misalnya, insentif berupa potongan berbagai pajak sehingga harganya benar-benar terjangkau atau sesuai dengan yang diharapkan masyarakat bawah!
Apalagi kendaraan ini ditargetkan sebagai pengganti sepeda motor, selain sebagai kendaraan keluarga, juga buat usaha. Di samping itu, dengan konsep seperti ini, transportasi kecil dan murah Indonesia akan menjadi lebih manusiawi!
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Daihatsu F-Concept: Pengganti Sepeda Motor #1
JAKARTA, KOMPAS.com ? Daihatsu F-Concept adalah kendaraan konsep yang ditujukan untuk pasar Indonesia. Inilah debut atau world premiere mobil konsep terbaru Daihatsu diperlihatkan ke publik. Aspek lain yang membuat F-Concept jiwa raganya lebih dekat ke Indonesia, untuk merancang dan merekayasanya, disertakan peran dan pemikiran orang Indonesia. "Ada perancang dari Indonesia ikut mempersiapkan kendaraan ini di Jepang," jelas Yosuke Sakaguchi, Project Manager Styling Div No 1, Daihatsu Motor Co, Ltd, ketika ditemui Kompas.com saat pembukaan pameran.
Dijelaskan pula, konsep rancangan, termasuk dimensi, pemilihan mesin, dan aplikasi kendaraan, F-Concept ditargetkan sebagai pengganti sepeda motor. Sama dengan konsep yang dituangkan Tata pada Nano, tetapi formatnya berbeda. Kalau Nano sebagai mobil penumpang, F-Concept mengarah ke komersial. Ini bisa dilihat dari bentuknya.
Cukup gaya
Daihatsu sendiri mengatakan, F-Concept dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap kendaraan murah. Kendati demikian, faktor penampilan tidak ditinggalkan. Karena itu, penampilan dibuat cukup stylish alias gaya. "Style merupakan faktor penting bagi masyarakat Indonesia dalam menentukan atau memilih sebuah kendaraan," jelas Daihatsu dalam rilisnya, termasuk buat kendaraan komersial.
F-Concept adalah kendaraan serba guna. Selain sebagai alat transportasi sehari-hari, juga bisa buat usaha atau kerja sampai untuk rekreasi. Karena itu pula, dalam rilis yang dibagikan kepada wartawan diperlihatkan beberapa alternatif penggunaan kendaraan ini, terutama bak belakangnya. Antara lain, ditutupi dengan kanvas (soft top) dan juga boks plus rugged type (bak terbuka biasa). Mungkin nanti bisa diubah menjadi minibus, seperti konsep Gran Max.
Supermini
F-Concept sangat kompak dan bisa dikatakan sebagai supermini. Panjang 2.925 mm, lebar 1.295 mm, dan tinggi 1.690 m dengan jarak sumbu roda 1.840 mm. Ukuran bak tidak dijelaskan. Sedangkan untuk mesin hanya dicantumkan 660cc, 3 silinder segaris. Menggunakan roda dan ban 155/70R13.
Berdasarkan spesifikasi yang diberikan, kendaraan mobil ini termasuk lincah dan gesit memanfaatkan ruang kecil. Pasalnya, radius putarnya 3,6 meter dan kabin hanya bisa dimuat dua penumpang. Wakil Presiden Boediono dan Menteri Perindustrian Moh S Hidayat sempat duduk di dalamnya.
Kabinnya juga sederhana dan ruangnya sangat terbatas (tentu saja lebih baik dari sepeda motor). Untuk memberikan ruang kabin yang lega, perancang Daihatsu menempatkan tuas pemindah gigi pada kolom setir dan berada di tengah dashboard (seakan dipaksakan, akibatnya jadi kurang artistik dan justru tambah ribet). Mungkin perancang Daihatsu mencoba alternatif lain?
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota Indonesia Naikkan Kapasitas Produksi
JAKARTA, KOMPAS.com ? Akhir Mei lalu, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia atau TMMIN menyatakan bahwa kapasitas produksi mereka tahun ini akan menyentuh 100.000 unit. Namun, dalam perjalanannya, ternyata jumlah tersebut tidak mencukupi sehingga perlu revisi dengan menaikan jumlah produksi sekitar 10 persen menjadi 110.000 unit per tahun.
Peningkatan produksi ini dinyatakan langsung oleh Wakil Presiden Direktur TMMIN Johnny Darmawan kepada Kompas.com beberapa waktu lalu. "Peningkatan produksi dilakukan mulai Oktober mendatang. Kapasitas produksi akan lebih efektif jika mencapai 108.000-110.000 unit tahun ini," ujar Johnny.
Saat ini, TMMIN memproduksi empat model untuk pasar domestik dan ekspor. Kendaraan-kendaraan tersebut adalah Innova, Fortuner, Avanza, dan Rush.
Lonjakan produksi dilakukan menyusul adanya limpahan ekspor dari Thailand berupa Fortuner berkapasitas mesin 4.000 cc untuk dipasok ke Filipina dan Timur Tengah mulai Agustus 2010. Jumlahnya 10.000 unit sampai akhir tahun.
Selain adanya limpahan, Johnny mengatakan bahwa kenaikan kapasitas produksi ini untuk mempersingkat tag time (waktu produksi) pabrik dari sekitar 2,1 menit menjadi 1,7 menit. Dengan begitu, tak cuma jumlah produksi yang bisa dinaikkan, tapi juga bisa shift kerja.
Selain Fortuner, model yang diekspor TMMIN adalah Avanza dengan tujuan Thailand, Brunei, Afrika Selatan, Meksiko, Filipina, dan Afrika Selatan. Sementara itu, Rush diekspor ke Malaysia. Adapun Innova ke Thailand, Brunei, dan beberapa negara di Timur Tengah. Dari total produksi, sekitar 30 persenan kapasitas ditujukan untuk mengisi sektor eskpor.
Penulis: AGK
Editor: bastian
Sumber :
http://otomotif.kompas.com/read/2010/08/04/10152270/Toyota.Indonesia.Naikkan.Kapasitas.Produksi
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
ATPM Geber Promo City Car
JAKARTA. Supaya penjualan kian terdongkrak, berbagai program promosi pun perlu digeber sekencang mungkin. Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) pun tak mau kalah menerapkan strategi tersebut dalam penjualan kendaraan city car.
PT Kia Mobil Indonesia, misalnya, meluncurkan program special untuk mendorong penjualan Picanto Cosmo. Percaya terhadap kualitas produknya, Kia meluncurkan program garansi kendaraan selama lima tahun atau 150.00 km.
Kiki Swanda Setiadi, Direktur Sales and Aftersales Kia, menuturkan, program tersebut dirancang dengan tujuan agar konsumen makin yakin menggunakan Picanto Cosmo. Masa garansi yang panjang menunjukkan bahwa Picanto Cosmo merupakan produk yang berkualitas. Dengan begitu, konsumen pun bakal tertarik untuk membeli produk tersebut.
Selain program garansi, lanjut Kiki, Kia juga menyediakan armada Kia Guard yang siap sedia membantu pengguna mobil-mobil Kia. Program ini dibuat untuk membantu konsumen yang membutuhkan bantuan teknis di jalan.
PT General Motors Auto World Indonesia (GMAI), distributor tunggal kendaraan Chevrolet, juga tak mau kalah merancang strategi penjualan. Untuk membesut penjualan Chevrolet Spark, GMAI pun agresif untuk memberi kemudahan dan keringanan kredit bagi calon pembeli.
Harry Yanto, Product and Business Planning Manager GMAI, menuturkan, kendaraan perkotaan cukup sensitif terhadap harga. Harga yang terlalu tinggi akan membuat calon pembeli segera pergi. Dan juga, karena segmen konsumen biasanya menengah ke bawah, kebanyakan konsumen biaanya membeli mobil perkotaan dengan cara kredit.
Karena itu, lanjut Harry, GMAI bekerja sama dengan multifinance, menawarkan paket murah untuk pembelian Spark. Harry bilang, hingga akhir tahun nanti, konsumen bisa menikmati pembelian Spark dengan uang muka mulai Rp 15 juta dan cicilan sebesar Rp 4 juta per bulan.
Sementara itu, Suzuki pun juga mengadakan program khusus selama ajang Indonesia International Motor Show 2010. Menurut Johannes Saragih, General Manager Marketing Planning 4W PT Suzuki Indomobil Sales, selama ajang tersebut, pihaknya menawarkan kredit kepemilikian Splash dengan bunga yang lebih rendah ketimbang bunga di pasar.
Johannes menambahkan, selain bunga rendah, uang muka kredit pun juga lebih rendah ketimbang pembelian di luar ajang IIMS. Selain itu, Suzuki juga memberikan hadiah langsung yang menarik bagi pembeli Splash.
Herry Prasetyo
Sumber : http://www.kontan.co.id/index.php/industri/news/42405/ATPM-Geber-Promo-City-Car
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
City Car Diburu, ATPM Gelontorkan Produk Baru #2
Pasar terus berkembang
Menurut Harry, pangsa pasar city car di Indonesia pun terus berkembang. Tahun lalu, pangsa pasar mobil perkotaan ini hanya sekitar 0,9%. sementara hingga pertengahan tahun 2010, pangsa pasar city car telah bertambah menjadi sekitar 1,62%.
Membengkaknya pangsa pasar ini, menurut Harry, disebabkan oleh bertambahnya peminat kendaraan dengan kapasitas maksimal 1.200 cc ini. Harry berpendapat, selain adanya produk baru, peminat terus bertambah karena konsumen mulai sadar mengenai keunggulan kendaraan kecil ini, yakni irit bahan bakar.
Kiki Swanda Setiadi, Direktur Sales and Aftersales Kia, berpendapat, city car tak cuma menawarkan kendaraan dengan mesin kecil dan hemat BBM. Perawatan kendaraan ini pun murah. Selain itu, durabilitas city car bisa diandalkan.
Kiki memperkirakan, pasar city car ke depan akan kian membesar. Apalagi, kalau pemerintah memberlakukan regulasi khusus terhadap mobil tersebut sebagaimana di Jepang dan Korea. Di kedua negara tersebut, masing-masing pmemberlakukan perpajakan yang berbeda secara siginifikan untuk city car. Bahkan, ada insentif pajak untuk kendaraan perkotaan tersebut.
Senada denan Kiki, Harry menilai, adanya perubahan regulasi sebagaimana yang terjadi di Jepang dan Korea akan memberikan kontribusi pertumbuhan penjualan yang cukup besar. Apalagi, selama ini segmen city car cukup tanggung. Target segmen yang disasar biasanya ibu-ibu ataupun mahasiswa.
Sementara itu, Suzuki, yang Maret 2010 lalu meluncurkan city car Suzuki Splash, mengaku tak gentar dengan kehadiran produk baru dari kedua kompetitor tersebut. Johannes Saragih, General Manager Marketing Planning 4W PT Suzuki Indomobil Sales, mengungkapkan, pasar city car yang kian membesar tak akan menggerus pangsa pasar yang dikuasai Splash.
Hingga Juni 2010, penjualan Splash telah mencapai 2.305 unit. Johannes menargetkan, Splash bisa terjual sebanyak 6.000 unit hingga akhir tahun nanti.
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
City Car Diburu, ATPM Gelontorkan Produk Baru #1
JAKARTA. City car alias kendaraan perkotaan kian ngetren di pasar Indonesia. Penjualan kendaraan kecil ini terus melaju seiring minat konsumen terhadap kendaraan. Tak heran, agen tunggal pemegang merek (ATPM) pun gencar meluncurkan produk baru.
Salah satu produk city car yang baru saja meluncur adalah All New Chevrolet Spark 1.2L. Kendaraan yang diluncurkan oleh PT General Motors Auto World Indonesia (GMAI) ini hadir untuk pertama kalinya di Indonesia pada pembukaan ajang Indonesia International Motor Show 2010m akhir pekan lalu.
Spark, yang diboyong secara completely build-up (CBU) dari Korea, merupakan produk perdana dari Chevrolet di segmen city car. Kendaraan bermesin 1.200 cc ini menawarkan desian berbeda dibanding mobil perkotaan yang umumnya menawarkan desain bulat. Keluar dari kebiasaan, Spark justru menawarkan sapuan tajam pada guratan-guratan bodan mobil.
Pemain lama di segmen city car, PT Kia Mobil Indonesia, tampaknya tak mau kalah pamor dengan kehadiran Chevrolet Spark. Pada hari yang sama, Kia turut menghadirkan versi facelift Picanto yakni Picanto Cosmo.
Hartanto Sukmono, Direktur Pemasaran Kia, yakin, Picanto Cosmom yang hadir dengan desain lebih sporty, mampu menarik minat konsumen khususnya orang muda. Karena itu, pihaknya menargetkan, Picanto Cosmo bisa terjual sebanyak 2.000 unit hingga akhir tahun.
Sementara Spark, yang merupakan pemain baru, tak mau berlebihan dalam memasang target penjualan. Harry Yanto, Product and Business Planning Manager GMAI, menargetkan, penjualan Spark hingga akhir tahun bisa mencapai 450 unit.
Para pelaku di industri otomotif yakin, tahun ini merupakan tahun emas bagi penjualan city car. Secara nasional dan global, pasar mobil perkotaan memang sedang meroket. Tengok saja penjualan city car di bulan Juni yang mencapai 1.600 unit, naik hingga 50,37% dibanding bulan sebelumnya.
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Tahun 2025 Indonesia Jadi Basis Produksi Otomotif
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perindustrian MS Hidayat optimistis Indonesia mampu menjadi basis produksi otomotif yang kuat pada tahun 2025.
"Antusiasme produsen otomotif di Indonesia cukup besar. Mereka sendiri yang menyampaikan pada saya bahwa akan mempertimbangkan Indonesia sebagai basis produksi mereka, karena itu saya melihat pada 2025 mimpi kita sebagai basis produksi rasanya semakin nyata," kata MS Hidayat dalam wawancara dengan ANTARA di Jakarta, Senin.
Ia menegaskan bahwa posisi geografis Indonesia yang mudah menjangkau negara-negara lain di dunia menjadi perhitungan tersendiri bagi prinsipal otomotif dunia. Efisiensi biaya produksi hingga distribusi menjadi pertimbangan bagi setiap produsen otomotif, karena itu lokasi pabrik juga menjadi perhatian mereka.
Ia membenarkan bahwa masih ada beberapa hal pendukung yang perlu dibenahi oleh pemerintah agar biaya produksi industri otomotif di tanah air dapat ditekan, sehingga daya saing produksi di dalam negeri semakin meningkat.
Secara kualitatif, pemerintah menargetkan agar Indonesia dapat menjadi basis produksi jenis kendaraan multi purpose vehicle (MPV), sport utility vehicle (SUV), small economical sedan, truk komersial di atas 24 ton, medium size sedan, mobil hybrid, dan mobil premium tahun 2025.
Pemerintah juga menargetkan dapat melakukan 80 persen desain motor mesin 4W untuk medium size sedan, mempoduksi komponen berkualitas untuk kendaraan premium, dan menjadi suplier dari komponen kendaraan premium.
Hidayat menambahkan bahwa dari segi ketersediaan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung perkembangan Indonesia sebagai basis produksi otomotif bukan sesuatu yang mengkhawatirkan mengingat kalangan industrialis otomotif telah mengakui bakat dan talenta SDM Indonesia.
"Sekarang ini ekspor otomotif ke mancanegara ditangani langsung oleh tenaga-tenaga ahli Indonesia," tambahnya.
Karena itu, Hidayat berjanji akan tetap mendukung berkembangnya tenaga-tenaga kerja maupun tenaga ahli otomotif di tanah air, termasuk selalu mendata keberadaan desainer-desainer muda otomotif yang biasa muncul dari Perguruan Tinggi. "Itu tugas Dirjen saya untuk mendeteksi desain-desain baru yang inovatif dari anak bangsa".
Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak mempermasalahkan siapa yang akan memproduksi produk-produk inovatif tersebut karena hal yang terpenting adalah produk dapat diterima masyarakat, harga terjangkau, dan menggunakan teknologi handal. "Tidak masalah siapa produsennya apakah dari Jepang atau Korea yang terpenting diterima masyarakat".
Sumber : http://otomotif.antaranews.com/news/1279615093/tahun-2025-indonesia-jadi-basis-produksi-otomotif
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pemerintah Pertimbangkan Insentif Bagi Mobil Hybrid
Jakarta (ANTARA News) - Semakin berkembangnya penggunaan mobil ramah lingkungan hybrid di dunia membuat pemerintah mulai mempertimbangkan rangsangan yang tepat agar penggunaan jenis kendaraan tersebut semakin diminati di Indonesia.
"Kita juga sedang mendiskusikan soal mobil hybrid. (Mobil ini) keren tapi mahal sehingga penjualannya masih rendah (di dalam negeri)," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta, Senin.
Masih mahalnya harga kendaraan ramah lingkungan tersebut, menurut Hidayat, membuat mobil ini tidak kompetitif di tanah air.
Namun demikian, ia merasa yakin dengan semakin berkembangnya teknologi kendaraan ramah lingkungan ini dan rangsangan yang tepat dari pemerintah maka ada kesempatan jenis kendaraan ini juga dapat berkembang di Indonesia.
"Dari pemerintah saya rasa ada kesempatan. Akhirnya kita melihat produk ini pantas didukung, karena di negara lain juga demikian. Satu waktu nanti kita bisa temukan formulanya (insentif yang tepat) supaya kendaraan hybrid dapat berkembang baik di Indonesia," tambah Hidayat.
Sebelumnya dalam peluncuran program "Toyota Car for Tree", Presiden Direktur PT Toyota Astara Motor (TAM), Johnny Darmawan mengungkapkan kecilnya penjualan salah satu kendaraan ramah lingkungannya, Toyota Prius.
"Kalau melihat produknya sih konsumen ok. Tapi kalau sudah sampai ke bagian harga mereka mundur," ujar dia.
Ia menyayangkan belum adanya dukungan pemerintah terhadap produk-produk otomotif ramah lingkungan seperti Toyota Prius.
Tingginya bea masuk membuat produk-produk ramah lingkungan yang di luar negeri banyak diminati menjadi tidak favorit di dalam negeri.
Sumber : http://otomotif.antaranews.com/news
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Foton bangun pabrik perakitan di RI
Jakarta - Foton yang merupakan pabrikan mobil dari negeri tirai bambu, China siap menginvasi pasar otomotif Indonesia. Foton pun siap membangun pabrik perakitan mereka di Indonesia.
Tidak hanya itu, bila prospek kedepannya memungkinkan, Foton pun berharap bisa menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mereka untuk wilayah ASEAN.
Hal tersebut diungkapkan oleh Vice Presiden Foton Group Wang Xiang Yia di sela-sela pembukaan showroom perdana Foton di Slipi, Jakarta, Rabu (21/7/2010).
"Foton akan membangun pabrik perakitan kendaraan kecil disini dengan kapasitas produksi 3.000 unit," ujarnya.
"Dengan produksi tersebut diharapkan penjualan Foton bisa mencapai 1.000 unit," tambah Wang.
Untuk itu, Foton pun menurut Wang telah mengirimkan 5 ahli mereka untuk memetakan pasar Indonesia.
Dan diharapkan dalam 3 tahun kedepan Foton bisa memproduksi hingga 10 ribu unit mobil di Indonesia.
"Kita harus membangun akar Foton disini agar Foton bisa berkembang menjadi besar," tandasnya.
Untuk menggaet pasar mobil Indonesia, Foton yang baru lahir di China pada tahun 1994 pun menurut Wang akan memberi jaminan 3 tahun atau 100 ribu kilometer untuk setiap kendaraannya.
"Dan kedepan, akan banyak mobil Foton yang berkeliaran di jalanan Indonesia," janji Wang.
Di showroom perdana ini, Foton menghadirkan Midi dan MPX yang belum diluncurkan ke pasar mobil tanah air. Kedua mobil ini menemani Foton View dan armada truk yang sudah beredar terlebih dulu.
Penulis : ( syu / ddn )
Sumber : http://oto.detik.com/read/-bangun-pabrik-perakitan-di-ri
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Start to Green from Daihatsu Club
"Daihatsu Green Driving Programme" terus berlanjut! Setelah menggelar deklarasi Anti Bahu Jalan yang diselenggarakan di Taman Lalu Lintas, Cibubur sebulan lalu, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kembali mengemas sebuah kompetisi untuk menggugah perilaku pengemudi dalam berkendara.
Bila lomba yang kerap dilakukan ATPM berupa lomba irit dalam mengkonsumsi bbm, kompetisi hasil kerja bareng Auto Bild dan Daihatsu ini lebih mengutamakan kepada perilaku berkendara sehari-hari. Makanya, process base diutamakan agar lebih fair dalam penjurian.
Hal ini dilakukan untuk menampung peserta yang masih menggunakan mobil dengan mesin berpasokan bahan bakar karburator, atau belum dilengkapi teknologi pengaturan waktu bukaan katup (VVT-i).
Untuk itu, seluruh peserta diwajibkan mencantumkan konsumsi bbm sehari-hari dengan dibuktikan oleh bon bensin dalam bentuk print selama sebulan terakhir pemakaian. Setelah itu, peserta akan dibekali pengetahuan untuk mengoptimalkan kendaraan serta cara berkendara yang efisien oleh tim Auto Bild.
Optimalisasi kendaraan menjadi topik paling hangat yang dibahas para peserta, seperti yang diutarakan Yogi Anugraha, pemilik Luxio A/T terhadap kebijakan penggantian oli mesin setiap 10.000 km. Tak hanya itu, topik sistem kopling, pemilihan ban Eco, pengetahuan program komputer di mesin injeksi, sampai penggunaan AC menjadi diskusi menarik selama berada di dalam kelas.
Diharapkan, dengan pembekalan ini para peserta dapat mengubah kebiasaan berkendaranya menjadi lebih efisien. Jadi bila sebelumnya konsumsi bbm mobilnya mencapai 8 km/liter, peserta yang mampu mengubahnya menjadi 10 km/liter akan menjadi peserta terbaik. Jika peserta lain hanya mampu mengalami peningkatan tak lebih dari 20%, meski mencatat angka konsumsi bbm yang fantastis.
Sebagai contoh, seorang peserta yang mencatat 12 km/liter namun data awal yang dimilikinya 11 km/liter. Otomatis ia akan kalah dari peserta yang bisa mengubah konsumsi bbm mobilnya dari 8 km/liter ke 10 km/liter.
Sebagai input data untuk penjurian, peserta diminta meng-update konsumsi bbm nya melalui website www.dzone.daihatsu.co.id setiap akhir bulan. Peserta yang terpilih wajib menunjukan bukti bon bensin dan akan dicocokan dengan odometer yang tercatat di panitia.
"Kompetisi menunjukan langkah PT ADM sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada pengguna Daihatsu terhadap lingkungan. Selain itu, ini juga merupakan komitmen Daihatsu untuk selalu membuat mobil-mobil yang ramah lingkungan," tutup Eko Priyanto, Executive Coodinator PT ADM.
Sumber :Auto Bild Magazine 6-19 Juli 2010 edisi 188
Penulis : Dhany Ekasaputra
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Ultah Jakarta dengan Reli Wisata
Tak terasa kota Jakarta telah berumur483 tahun. Untuk menyambut hari jadi kota tercinta ini, Ikatan alumni Kolese Kanisius Jakarta dan Pemerintah Provinsi DKI mengadakan reli wisata yang rutenya menempuh jalan dan tempat-tempat bersejarah di Ibu Kota.
Bertindak sebagai sponsor utama, PT Toyota-Astra motor (TAM) memberi dukungan penuh terhadap berjalannya acara ini. Event bertajuk " Jakarta Toyota Metropolitan Rally "(JTMR) ini merupakan penyelenggaraan yang rutin dilakukan setiap tahun dan telah berjalan untuk yang keempat alinya.
Antusiasme peserta langsung terasa saat berkumpul di titik start di Areal Pasar Seni Ancol (20/6). Sekitar 700 peserta yang tergabung dalam 200 lebih kendaraan tumpah ruah dengan penuh semangat pada hari minggu pukul 8 pagi.
Mengingat tema yang diusung adalah " GO Green, Smart Driving & Enjoy Jakarta " maka reli ini berjalan dengan tetap mengedepankan kepedulian lingkungan sambil berwisata.
Setiap peserta dihimbau untuk memberlakukan smart driving untuk mencapai berkendara efisien dan minim emisi. Lebih dari itu, salah satu menu wajib adalah menanam pohon di pinggir Banjir Kanal Timur.
Beberapa soal yang disajikan panitia kerap menyulitkan peserta. Butuh konsentrasi dan pengetahuan luas untuk memecahkannya karena rata-rata merupakan pengetahuan umum seputar kota Jakarta.
Namun tetap saja keasyikan berjalan-jalan dan tantangan membuat reli ini berlangsung amat seru. Setiap peserta tidak hanya dituntut untuk menjawab pertanyaan, namun juga dinilai ketepatan waktu dan cara berkendara di jalan.
Gubernur DKI Fauzi Bowo, yang hadir saat pengumuman pemenang mengatakan, " Saya gembira dan sangat mendukung adanya reli wisata ini. Kareana ini menjadi kesempatan bagi orang Jakarta untuk lebih mengenal kotanya. "
Sumber : Auto Bild Magazine 6-19 Juli 2010 edisi 188
Penulis : Trybowo Laksono
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Bahu Jalan Hanya Untuk Darurat
Rabu, 16 Juni 2010 09:38 WIB
Bahu jalan sering diasosiasikan sebagai lajur paling kiri di jalan bebas hambatan. Namun sebenarnya bahu jalan merupakan lajur darurat yang tidak hanya ada di sebelah kiri jalan, tetapi juga di sebelah kanan.
Di setiap jalur jalan tol, terdapat setidaknya 2 sampai 4 lajur. Lajur 1 berada di paling kiri, memiliki batasan kecepatan terendah, yaitu 60 km/jam. Sementara lajur paling kanan memiliki kecepatan 80 km/jam untuk ruas tol dalam kota, dan 100 km/jam untuk tol antarkota.
Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah RI nomor 15/2005 tentang Jalan Tol Pasal 5 ayat (2): ?Jalan tol yang digunakan untuk lalu lintas antarkota didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 80 (delapan puluh) kilometer per jam, dan untuk jalan tol di wilayah perkotaan didesain dengan kecepatan rencana paling rendah 60 (enam puluh) kilometer per jam.?
Bahu luar yang terdapat di sebelah kiri lajur 1, merupakan lajur untuk situasi darurat. Bahu jalan lainnya adalah lajur paling dalam di sebelah kanan lajur cepat. Walau lajur ini jarang yang memiliki ruang untuk dilalui, tetap saja dinamakan bahu jalan.
Penyalahgunaan bahu jalan tol umumnya untuk mendahului kendaraan yang ada di depannya. Permasalahan yang sering muncul adalah kendaraan yang berada di lajur cepat sering melaju di bawah kecepatan maksimum. Padahal lajur paling kanan seharusnya hanya berfungsi hanya untuk mendahului.
?Orang cenderung mengabaikan penggunaan bahu jalan sebagai lajur untuk mendahului. Akibatnya sudah jelas dari total 2.048 kecelakaan yang terjadi di 2009, 18,67% kecelakaan terjadi akibat penyalahgunaan bahu jalan,? ungkap Septerianto Sanaf, Kepala Divisi Manajemen Operasi PT Jasamarga.
Dasar penggunaan bahu jalan diatur pada pasal 41 ayat (2), Peraturan Pemerintah RI nomor 15/2005, yang berisi:
a. Bahu jalan digunakan bagi arus lalu lintas pada keadaan darurat
b. Diperuntukkan bagi kendaraan yang berhenti darurat
c. Tidak digunakan untuk menarik/menderek/ mendorong kendaraan
d. Tidak digunakan untuk keperluan menaikkan atau menurunkan penumpang dan/atau barang dan/atau hewan.
Artinya dapat dilewati sebagai jalur penyelamatan maupun evakuasi baik dari pihak rescue jalan tol, polisi, paramedis, maupun lajur untuk evakuasi VIP seperti kepala negara dan wakilnya. Selain itu lajur ini juga tetap dapat digunakan sebagai lajur lalu lintas dalam keadaan darurat dan atas arahan petugas yang berwenang seperti polisi dan petugas jalan tol.
Berhenti di bahu jalan hanya jika kendaraan sudah tidak mampu lagi untuk melaju dengan normal atau mogok. Termasuk jika kendaraan memiliki potensi yang membahayakan jiwa pengemudi maupun orang lain disekitarnya seperti ban pecah, dan penyakit yang menyerang pengemudi secara mendadak.
Dengan 382 kecelakaan yang terjadi di bahu jalan selama 2009, tergambar betapa bahayanya penyalahgunaan lajur tersebut. Walau sebenarnya hal ini terjadi karena ketidaksiapan mental para pengguna jalan tol, yang menggunakan lajur paling kanan bukan untuk mendahului.
Setiap pengemudi bertanggungjawab atas keselamatan penumpang pada mobilnya maupun mobil-mobil lain di sekitarnya. Gunakan bahu jalan hanya sebagai lajur darurat. Jika tidak sangat terpaksa, usahakan untuk menggunakan tempat istirahat terdekat yang lebih aman dibandingkan bahu jalan.
Penulis : Andy Tinggogoy
sumber : http://www.autobildindonesia.com/read/2010/06/16/843/17//6/Hanya-Untuk-Darurat
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Dukung Anti Bahu Jalan
Gerakan Anti Bahu Jalan akan terus digaungkan. Kali ini kami ingin mengajak Anda untuk turut berpartisipasi dalam gerakan Anti Bahu Jalan dengan mengirim foto terbaik.
Caranya, jika Anda menjumpai mobil dengan stiker Anti Bahu Jalan yang ditempel di kaca belakang melaju di jalan tol, Anda dapat memotretnya. Namun dengan catatan, mobil berstiker Anti Bahu Jalan itu berada pada lajur yang benar. Karena tujuan kami adalah mengajak untuk bertindak positif.
Untuk foto terbaik yang terpilih dan kami muat di majalah Auto Bild Indonesia, akan kami apresiasi dengan merchandise eksklusif. Foto terbaik Anda bisa dikirim dengan periode pengiriman 1-30 Juni 2010.
Caranya:
Daftarkan diri sebagai member. Setelah akun Anda memeroleh validasi, klik ikon KIRIM ARTIKEL pada boks member area. Masukkan data pada kolom yang tersedia termasuk file foto yang Anda pilih dan klik SUBMIT. Ukuran foto maksimum adalah 150 KB dengan format file JPG.
sumber : http://www.autobildindonesia.com/read/2010/05/31/646/15/6/Dukung-Anti-Bahu-Jalan
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Utamakan Keselamatan Berkendara, Daihatsu Gelar Deklarasi Anti Bahu Jalan
PT Astra Daihatsu Motor
Utamakan Keselamatan Berkendara, Daihatsu Gelar Deklarasi Anti Bahu Jalan OTOMOTIFNET ? Keselamatan merupakan aspek paling penting* dalam berkendara. Hal itu juga disadari oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM), sebagai salah satu produsen mobil di Indonesia.
Maka, sebagai bentuk rasa tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Pada Sabtu (15/5) ADM bekerjasama dengan komunitas dan majalah Autobild, didukung oleh Dit Lantas POLRI dan Jasamarga, mendeklarasikan program ?Anti Bahu Jalan? yang berlokasi di Taman Lalu Lintas Buperta, Cibubur.
Pada kesempatan* ini, pihak ADM turut mengundang 11 klub dan komunitas Daihatsu. Acara yang dikemas santai ini dibuka dengan rangkaian edukasi perilaku berkendara, serta motivasi dari motivator, Luis Sastrawijaya. Kemudian, acara ini ditutup dengan deklarasi, serta pemasangan stiker ?Anti Bahu Jalan? di mobil secara simbolik.
Selain itu, bagi para anggota komunitas yang membawa serta keluarganya. Juga dapat memberi wawasan tentang lalu lintas kepada si buah hati. Karena panitia juga memberikan kegiatan fun education yang diadakan di arena bermain kepada anak-anak mereka.
Menurut Elvina Afny, Head* Domestic Marketing ADM, ?Acara ini merupakan wujud awal dari total program Daihatsu ?Green Driving?, yaitu program keselamatan berkendara sekaligus mendukung terciptanya green environment,? ujarnya.
Selain itu, tujuan acara ini adalah memberikan edukasi bagi kalangan komunitas. Yang kemudian mengkampanyekan program ?Anti Bahu Jalan? kepada masyarakat luas. Sehingga jumlah kecelakaan yang terjadi dapat diminimalisir.***
Penulis/Foto : Ilham
Sumber : http://forum.gorontalo-online.com/showthread.php?4762-Utamakan-Keselamatan-Berkendara-Daihatsu-Gelar-Deklarasi-Anti-Bahu-Jalan
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Grup Astra Peringati Hari Pendidikan Nasional part.2
Jakarta - Yayasan Astra Bina Pendidikan (YABP) yang selama ini dikenal giat membantu sekolah-sekolah di daerah tertinggal, hari ini resmi menyandang nama baru ?Yayasan Pendidikan Astra ? Michael D. Ruslim?. Perubahan nama ini untuk memberikan penghargaan kepada almarhum Michael D. Ruslim yang semasa menjabat Presiden Direktur Astra dikenal sangat peduli pada aktifitas CSR pendidikan Astra dan selalu hadir di setiap peresmian proyek pendidikan Astra di seluruh pelosok Tanah Air.
Pengembangan program CSR Pendidikan Astra ini sejalan dengan konsep Millennium Development Goals (MDGs), yang menekankan pada Achieving Primary Education dan Pengembangan Proyek Pendidikan yang terintegrasi dalam tiga aspek, meliputi Aspek Software (yaitu pengembangan modul pendidikan, model pembelajaran, kurikulum dan soft skill) Aspek Brainware (yakni pemberian beasiswa dari tingkat SD hingga sarjana serta guru dan dosen, pengembangan kompetensi guru, manajemen sekolah) dan Aspek Hardware (yaitu pembangunan atau renovasi fisik gedung sekolah, penyediaan sarana kelengkapan pendidikan, seperti laboratorium).
Berbagai program CSR yang dilakukan Grup Astra mengacu kepada pendekatan Triple Bottom Line, yakni menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi (profit-keuntungan), dan lingkungan (planet-bumi) dan sosial (people-manusia). Setiap anak perusahaan dituntut untuk menyeimbangkan ketiga unsur ini. ?Intinya, di mana perusahaan atau cabang Astra ada, harus memberikan nilai tambah kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Konsep ini sesuai dengan filosofi Astra : Menjadi Aset yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara dan corporate aim Astra : Sejahtera Bersama Bangsa,? ungkap Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional Grup Astra 2010 juga diramaikan dengan berbagai kegiatan, antara lain :
1. Penyerahan simbolik beasiswa kepada guru, siswa SD, SMP, SMA masing-masing oleh Astra (1000 siswa), United Tractors (406 siswa), YTA (1320 siswa), YABP (37 guru)
2. Penyerahan simbolik bantuan 50 unit komputer kepada SD, SMP, SMA di Jakarta Utara
3. Penyerahan bantuan renovasi 2 fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Jakarta Utara
4. Penyerahan bantuan 1 unit Mobil Pintar oleh PT Toyota Astra Motor
5. Penyerahan simbolik bantuan 54 unit sepeda motor Honda oleh PT Astra Honda Motor;
6. Peresmian Mobil Pintar Daihatsu oleh PT Astra Daihatsu Motor
7. Penyerahan hadiah pemenang Lomba Foto Astra 2010 dengan tema ?Potret Optimisme Pendidikaan di Indonesia? untuk kategori Umum dan Wartawan
Selain itu juga diselenggarakan berbagai lomba yakni Lomba Lukis Layang-layang (untuk SD), Lomba Lukis Mural (untuk SMP), Lomba Tari Tradisional (untuk SD) dan Lomba modern dance (untuk SMA).
Peringatan Hari Pendidikan Nasional tersebut juga dilaksanakan secara serentak oleh seluruh anak perusahaan Astra dan kantor cabangnya di seluruh Indonesia (?Grup Astra?) dengan berbagai kegiatan pendidikan dan juga melibatkan masyarakat sekitarnya.
Jakarta, 18 Mei 2010
Arief Istanto
Chief of Corporate Communications
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Grup Astra Peringati Hari Pendidikan Nasional part.1
Jakarta : Pada hari ini Selasa, 18 Mei 2010, PT Astra International Tbk (?Astra?) menyelenggarakan peringatan Hari Pendidikan Nasional di Taman Mini Indonesia Indah (?TMII?) Jakarta sekaligus meresmikan perubahan nama Yayasan Astra Bina Pendidikan (YABP) menjadi Yayasan Pendidikan Astra?Michael D. Ruslim (YPA-MDR).
Peringatan Hari Pendidikan Nasional ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Fasli Jalal, perwakilan Walikota Administrasi Jakarta Utara H. Bambang Sugiyono SE Msi beserta Muspida dan Muspika Tanjung Priok, perwakilan Bupati Bogor H. Rachmat Yasin beserta Muspida dan Muspika Leuwiliang, jajaran Komisaris, Direksi dan Eksekutif Grup Astra, perwakilan kepala sekolah dan guru sekolah binaan Astra, siswa penerima beasiswa Astra, serta para pemenang lomba berkaitan dengan Hari Pendidikan Nasional. Pada peringatan ini juga ditampilkan berbagai pencapaian program dan kegiatan Corporate Social Responsibility (?CSR?) Astra di bidang pendidikan selama ini.
Sebagai perusahaan publik yang memiliki tanggung jawab sosial dan menjunjung filosofi perusahaan Catur Dharma, Astra menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama aktifitas CSR-nya. Astra aktif bergiat dalam dunia pendidikan turut serta mewujudkan cita-cita kemerdekaan ?mencerdaskan kehidupan bangsa?.
Kiprah Astra dalam dunia pendidikan selama ini dilaksanakan melalui anak perusahaan dan kelima Yayasan Pendidikan yang didirikannya. Semua dilakukan secara terprogram dalam jangka panjang, seperti :
1. Yayasan Toyota-Astra (YTA), berdiri tahun 1974 dan fokus dalam bidang pemberian beasiswa tingkat SD hingga sarjana, pemberian alat peraga serta bidang kebudayaan
2. Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI), berdiri tahun 1995, yang menyelenggarakan pendidikan Politeknik Manufaktur Astra (?Polman Astra?) dengan program D3 bersubsidi dan pemberian beasiswa bagi mahasiswa berprestasi
3. Yayasan Astra Honda Motor (YAHM), berdiri tahun 1995, memberikan pendidikan muatan lokal tingkat STM/SMK, bantuan alat peraga/engine dan beasiswa
4. Yayasan Astra Bina Pendidikan (YABP), berdiri tahun 2005 bergerak dalam bidang pengembangan program pendidikan di daerah-daerah prasejahtera/tertinggal, yang saat ini telah memiliki sekolah binaan : 5 SDN dan 2 SMPN di Leuwiliang, Kab. Bogor 6 SDN dan 1 SMPN di Gunung Kidul dan 3 SDN di Bantul dengan berbagai pencapaian akreditasi nasional
5. Yayasan Karya Bakti United Tractors (YKBUT), berdiri tahun 2008 bergerak dalam penyediaan tenaga ahli mekanik dan operator bersubsidi serta bekerjasama dengan 100 SMK di seluruh Indonesia
Jakarta, 18 Mei 2010
Arief Istanto
Chief of Corporate Communications
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Kredit Impian dari Daihatsu untuk Konsumen Jawa Timur
"SURABAYA, KOMPAS.com ? PT Astra Daihatsu Motor atau ADM selaku ATPM Daihatsu di Indonesia coba membidik konsumennya dari kalangan menengah ke bawah. Caranya, Daihatsu melempar program Kredit Impian dengan menurunkan jumlah uang muka dan cicilan, memperpanjang waktu pembayaran, dan menekan besaran cicilan mobil antara 34 persen hingga 36 persen lebih rendah dari angsuran biasanya.
Hal ini diutarakan oleh Head Domestic Marketing Division PT ADM Elvina Afny di Surabaya, Senin (12/4/2010). Kredit impian?sebelumnya sudah dijalankan di Bandung dan Bali?menurutnya memberikan kemudahan bagi pembeli untuk memiliki mobil dengan cara membayar setengah harga mobil dulu selama tiga tahun. Sisanya dapat dilunasi dalam waktu maksimal empat tahun.
"Dengan sistem ini, pelanggan dapat menikmati angsuran bulanan yang lebih rendah daripada kredit normal. Solusi ini menjawab kesulitan sebagian masyarakat yang merasa kesulitan untuk membeli mobil secara kredit dengan jumlah cicilan yang besar," ucap Elvina.
Elvina mencontohkan, untuk pembelian mobil Xenia tipe Li seharga Rp 125,4 juta, pembeli tinggal menyiapkan uang muka sekitar 15 persen hingga 20 persen dari harga mobil. Setelah itu, setiap bulan pembeli tinggal mengangsur Rp 2,5 juta. Jumlah angsuran ini lebih kecil dibandingkan angsuran kredit biasa yang bisa mencapai Rp 3,9 juta per bulan.
"Jika dikalkulasi, maka total pembayaran satu mobil Xenia selama masa angsuran dengan program ini mencapai Rp 187 juta. Adapun jika menggunakan sistem kredit biasa, maka harganya bisa mencapai Rp 194 juta per unit. Berarti, pembeli dapat menghemat sekitar Rp 6,7 juta," ujarnya.
Daihatsu menerapkan program Kredit Impian untuk pembelian semua jenis mobil Daihatsu. Program yang baru diluncurkan di dua kota, yaitu Bali dan Bandung, ini telah menggaet sekitar 400 calon pembeli. Padahal, target awal pembelian hanya 150 unit per bulan.
Sumber : http://www.kompas.co.id (ABK - Editor: bastian)
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Harga mobil khusus wilayah Jakarta bakal naik 15 sampai 20 persen
"JAKARTA - Harga mobil khusus wilayah Jakarta bakal naik 15 sampai 20 persen. Lonjakan terjadi seiring rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menaikkan pajak kendaraan bermotor (PKB) secara progresif dan bea balik nama (BBN) pada Juni 2010."
DPRD DKI mengusulkan kenaikan enam jenis pajak dan berlaku mulai Juni 2010, seiring diberlakukannya UU No 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).
Dalam UU PDRD terbaru, pajak kendaraan bermotor (PKB) diterapkan secara progresif, yakni 1 persen sampai 2 persen untuk kendaraan pertama. Sedangkan untuk kendaraan kedua dan seterusnya, dikenakan tarif pajak 2 persen sampai 10 persen. Selain itu, DPRD DKI juga mengusulkan kenaikan pajak bea balik nama (BBN) dari 10 persen menjadi 20 persen.
Ketua Umum Gabungan Industri kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman Maman Rusdi mengatakan, pekan lalu pihak Pemprov DKI Jakarta mengajak Gaikindo untuk memberikan masukannya terkait pelaksanaan usulan kenaikan pajak.
"Kemarin yang mewakili Gaikindo itu Edi Sumedi, Sekretaris Gaikindo. Kami sudah menyatakan keberatan kita (Gaikindo, red) pajak diberlakukan pada Juni. Padahal, situasi baru pulih. Kita baru muncul lagi ke permukaan, kini harus tenggelam lagi," ujar Sudirman kepada Kompas.com, hari ini.
Sudirman menjelaskan, dampak utama dari kenaikan pajak adalah harga mobil baru yang terkerek naik. Situasi tersebut bisa memicu konsumen untuk melakukan aksi penghentian pembelian dan ujungnya berdampak pada penurunan penjualan nasional.
"Naiknya bisa 15 persen sampai 20 persen. Pasar pasti akan terkoreksi. Prediksi masih di level 580.000 sampai 600.000 unit tahun ini, tapi kalau ada kenaikan pajak bisa di bawah itu," tukas Sudirman.
Senada dengan Sudirman, Jodjana Jody, Chief Executive Officer PT Astra International-Auto2000, menyatakan hal serupa. "Asumsi saya tahun lalu ketika harga naik 10 persen sampai 12 persen pasar sudah drop 20 persen, kalau ini sih kita bisa tiarap," tegas Jody.
Seperti diketahui, hingga kini Jakarta dan kota sekitarnya, seperti Bogor, Bekasi, dan Tangerang, menyerap sekitar 50 persen dari total penjualan mobil domestik. Selain itu, Jakarta sebagai pusat acuan akan memicu daerah lain menerapkan hal serupa.
"Kalau semua daerah lantas membuat DKI sebagai acuan, pasti parah. Bisa sepertiga pasar mobil turun," jelas Jody.
Penulis: AGK
Editor: bastian
Sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2010/05/18/12212226/Mulai.Juni.Harga.Mobil.di.Jakarta.Naik.20.Persen
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Optimis Sambut Tahun 2010: Toyota Luncurkan 5 Varian Toyota Dyna Baru
Jakarta (11/1) - Setelah berhasil melewati berbagai rintangan dampak krisis perekonomian global selama 2009 dengan mencapai market share 39%, Toyota optimis kinerja tahun 2010 bisa lebih baik. Didukung stabilitas perekonomian nasional yang terus membaik, pasar otomotif pada tahun ini diperkirakan akan meningkat terutama di pasar kendaraan komersial dan Toyota siap mengantisipasinya dengan meluncurkan sekaligus 5 varian Toyota Dyna Baru yang selama ini dikenal sebagai kendaraan komersial yang handal.
"Berdasarkan pengalaman, begitu ekonomi membaik, pasar kendaraan komersial langsung melejit, dan ini kami antisipasi dengan meluncurkan sekaligus 5 varian Toyota Dyna baru, kendaraan jenis truk ringan yang menjadi andalan kami di pasar kendaraan komersial selama ini. Langkah awal tahun ini tidak hanya upaya kami untuk memperkuat posisi di segmen kendaraan niaga, tapi juga sekaligus membantu mendorong pergerakan perekonomian nasional," kata Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan, saat launching Toyota Dyna Baru di Sunter, Jakarta.
Sebagai gambaran, menurut Johnny, perekonomian Indonesia tahun lalu bisa tumbuh sekitar 4,4%, dan tahun ini bisa lebih tinggi. Rupiah yang sempat turun ke posisi 12.000 per dollar AS kini stabil di kisaran 9.500 per dollar AS. Inflasi diperkirakan hanya 2,5%-3% sehingga suku bunga bank berpeluang untuk turun. "Ini sinyal yang bagus bagi prospek 2010, dan kami siap mengantisipasinya," ujar Johnny.
Dia mengatakan, TAM menghadirkan begitu banyak varian Toyota Dyna agar konsumen mempunyai beragam pilihan sesuai dengan kebutuhan keperluan atau usaha mereka. Berbeda dengan kendaraan penumpang, konsumen kendaraan komersial membutuhkan spesifikasi yang lebih beragam sesuai dengan kegiatan usaha masing-masing. Kendaraan yang tangguh dan efisien di lintasan daerah perkebunan belum tentu bisa cocok untuk daerah pedesaan,begitu juga jalan raya antar kota dan dalam kota.
Kini Toyota Dyna hadir dengan berbagai varian yang bisa memenuhi beragam kebutuhan efisiensi konsumen, sebagai sarana transportasi bagi segala jenis usaha dan dapat digunakan di berbagai medan,? katanya.
Melengkapi varian yang sudah ada, Toyota Dyna kini hadir dalam 5 tipe yaitu 130 HT, 130 XT, 110 ET, 110 FT dan 110 ST dengan berbagai varian yang tersedia. Tak hanya semakin nyaman berkat perubahan interior termasuk tersedianya fitur power steering dengan fasilitas tilt telescopic di semua varian, Toyota Dyna juga mengadopsi mesin baru sehingga lebih bertenaga, efisien dan ekonomis.
Sasis dan diferensial yang kuat, dipadu final gear ratio yang tinggi mendukung ketangguhan Toyota Dyna baru. Inovasi pada ekterior menjadikan Toyota Dyna semakin mudah untuk dikonversi oleh pihak karoseri. "Fleksibilitas konversi ini meningkatkan keleluasaan pelanggan untuk mendapatkan Toyota Dyna sesuai yang dibutuhkan bidang usaha masing-masing," tambah Johnny Darmawan. ?Secara keseluruhan, Toyota Dyna baru semakin tangguh dan menguntungkan para partner bisnisnya."
Selama 2009, Toyota Dyna telah terjual sebanyak lebih dari 7.800 unit (Jan-Des, penjualan ritel) dan merupakan salah satu produk utama di pasar kendaraan komersial, khususnya segmen truk 2 Ton.
Sumber :
http://www.toyota.co.id/company/mediarelations/article.php?article_id=3970
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
[INFO] Agenda Giat Masyarakat dan Aksi Unjuk Rasa Hari Rabu 13 Januari 2009
Tanggal : 13-01-2010
Waktu : 09.00 s/d 12.00
Tempat Kejadian : Kantor Mahkamah Konstitusi Jalan Merdeka Barat Jakarta Pusat
Pelaksana : Masyarakat Kelautan Indonesia(LBH JAKARTA, KIARA, YLBHI)
Bentuk Kegiatan : Unjuk Rasa
Tanggal : 13-01-2010
Waktu : 09.00 s/d 21.00
Tempat Kejadian : Hall A Basket Ball Gelora Bung Karno Senayan Jakarta Pusat
Pelaksana : DPP TIDAR
Bentuk Kegiatan : Tidar Cup 2010
Tanggal : 13-01-2010
Waktu : 10.00 s/d 12.30
Tempat Kejadian : Depan Gedung DPR/MPR RI Jl. Gatot Subroto Jakpus
Pelaksana : Komando Buruh Revolusioner
Bentuk Kegiatan : Unjuk Rasa
Tanggal : 13-01-2010
Waktu : 10.00 s/d 14.00
Tempat Kejadian : Kantor Bappenas jalan Taman Suropati Jakarta Pusat
Pelaksana : Assosiasi Asuransi Umum Indonesia
Bentuk Kegiatan : Unjuk Rasa
Tanggal : 13-01-2010
Waktu : 10.20 s/d 14.30
Tempat Kejadian : Depan Istana Negara Jl. Merdeka Utara Jakpus dan Bundaran Hotel Indonesia Jl.M.H. Thamrin Jakarta Pusat
Pelaksana : Solideritas Untuk Radio Era Baru
Bentuk Kegiatan : Unjuk Rasa
Tanggal : 13-01-2010
Waktu : 11.00 s/d 14.00
Tempat Kejadian : Depan Gedung DPR/MPR RI Jl. Gatot Subroto Jakpus
Pelaksana : Front Perjuangan Rakyat Indonesia
Bentuk Kegiatan : Unjuk Rasa
Tanggal : 13-01-2010
Waktu : 13.00 s/d 17.00
Tempat Kejadian : Kantor Dit Lantas Polri jl.Gatot Subroto Jakarta Pusat, MABES POLRI Jl.Trunojoyo Jakarta Selatan, Kantor KPK Jl.HR Rasuna Said Jakarta Selatan
Pelaksana : -
Bentuk Kegiatan : Unjuk Rasa
Tanggal : 13-01-2010
Waktu : 14.00 s/d 16.00
Tempat Kejadian : Kedubes Swiss Jl.H.R Rasuna Said Jakarta Selatan, Kantor Perwakilan PBB Jl.M.H. Thamrin Jakarta Pusat
Pelaksana : GALIAN dan LPIL
Bentuk Kegiatan : Unjuk Rasa
Sumber :
http://www.lantas.metro.polri.go.id/
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Astra Sedaya Naikkan Emisi Obligasi
JAKARTA : PT Astra Sedaya Finance meningkatkan jumlah penerbitan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) I/2009 seri C dan D menjadi Rp600 miliar dari rencana awal sebesar Rp500 miliar.
Presiden Direktur Astra Sedaya Finance Djony Bunarto Tjondro mengatakan kenaikan itu didorong oleh tingkat suku bunga yang kompetitif sehingga diharapkan tidak membebankan perseroan.
"Kuponnya kami nilai cukup murah bagi cost of fund [biaya penerbitan], dan karena ada investor yang berminat serta sesuai dengan kebutuhan perusahaan tentu kami ambil," ujarnya kepada Bisnis, Senin.
Djony tidak bersedia membeberkan berapa nilai kupon yang diberikan kepada investor MTN untuk kedua seri tersebut.
Dia memperkirakan dana dari penerbitan surat utang nonpublik tersebut dapat masuk ke kas perusahaan pada bulan ini dan siap digunakan untuk menyokong pendanaan ekspansi penyaluran kredit.
Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada akhir bulan lalu, penerbitan tersebut terbagi ke dalam dua tranches yaitu seri C senilai Rp400 miliar dan akan jatuh tempo pada Maret 2011, sedangkan seri D bernilai sebesar Rp200 miliar dan memiliki waktu jatuh tempo pada 1 September 2011.
Tunjuk underwriter
Djony mengungkapkan dua sekuritas yang dipercaya menjadi penjamin emisi (underwriter) penerbitan efek utang tersebut adalah PT NISP Sekuritas dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia.
Dia menuturkan sebelumnya perusahaan juga sudah menerbitkan dua seri MTN senilai Rp200 miliar pada Juli. Berdasarkan catatan KSEI, MTN tersebut terbagi ke dalam tranches seri A dan seri B. Seri A senilai Rp110 miliar akan jatuh tempo pada Juli 2010, sedangkan seri B senilai Rp90 miliar akan jatuh tempo pada Juli 2011.
Perusahaan dan surat utang yang diterbitkan, termasuk MTN, mengantongi peringkat idAA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Berdasarkan informasi dari seorang sumber, efek utang tersebut akan dijadikan aset dasar reksa dana oleh kedua sekuritas itu agar dapat dijadikan instrumen investasi yang memiliki potensi investor lebih luas.
Sebelumnya, perusahaan menerbitkan MTN I seri A dan B senilai total Rp200 miliar yang terbagi ke dalam dua tranches pada 24 Juli.
Selain itu, Astra Sedaya pada kuartal I tahun ini baru menerbitkan obligasi senilai Rp900 miliar, naik dari rencana awal senilai Rp600 miliar.
Djony juga membantah penerbitan MTN dan obligasi tahun ini untuk melunasi beberapa seri obligasi perusahaan yang akan jatuh tempo yaitu senilai Rp85 miliar pada akhir tahun ini dan senilai Rp1,15 triliun pada tahun depan.
Dia mengatakan pihaknya berniat melunasi seluruh kewajiban obligasinya dari dana piutang konsumen pembiayaan. Apabila tidak cukup, lanjutnya, pihaknya baru akan menutupinya dengan pinjaman atau dana dari kas perusahaan.
"Jadi, kami baru menerbitkan kalau ada kebutuhan pembiayaan, bukan karena ingin menutup lubang dengan menggali lubang lain."
Pada semester I/2009. Astra Sedaya Finance membukukan laba bersih sebesar Rp195,4 miliar, meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni Rp185,9 miliar.
Sebanyak 53% saham Astra Sedaya Finance dimiliki Grup Astra melalui PT Astra International Tbk sebesar 44,28% dan PT Sedaya Multi Investama sebesar 8,72%.
Sisanya sebesar 47% dimiliki PT General Electric Services, anak usaha perusahaan multinasional asal AS, General Electric. (21/ M Tahir Saleh) (redaksi@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 09 September 2009
Judul / Title : Astra Sedaya Naikkan Emisi Obligasi
Halaman / Page : f 2
Rubrik / Column : Bursa
Penulis / Writer : M Tahir Saleh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Ekspor Mobil Anjlok Ke Level Terendah
AKARTA : Kinerja ekspor mobil dalam kondisi utuh (completely built-up/CBU) pada Juli kembali melemah ke level terendah sepanjang tahun ini yaitu 2.914 unit, setelah bulan sebelumnya sempat naik mencapai 4.218 unit.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diperoleh Bisnis, volume ekspor pada bulan lalu terpangkas 68% dibandingkan dengan Juli 2008 yang menembus 9.113 unit.
Grafik pertumbuhan ekspor mobil CBU sepanjang tahun ini belum menunjukkan sinyal pemulihan dari dampak krisis, karena realisasi kumulatif hanya mencapai 32.746 unit, anjlok 45,2% dibandingkan dengan periode yang sama 2008 sebanyak 59.790 unit.
Ketua Umum Gaikindo Bambang Trisulo mengatakan ekspor mobil rakitan dalam negeri sampai Juli masih melemah dikarenakan situasi dan kondisi global, khususnya negara-negara importir, belum sepenuhnya pulih dari krisis.
"Di Amerika Serikat dan Eropa memang mulai menunjukkan sinyal pulih, tetapi ekspor kita [Indonesia] lebih ke negara-negara di Amerika Latin, Timur Tengah, dan Asia yang dampak krisisnya dirasakan belakangan," katanya kepada Bisnis, kemarin.
Dengan total lebih dari 82 negara tujuan ekspor, masing-masing negara memiliki berbagai karakteristik yang berbeda-beda sehingga situasi politik dan ekonomi negara tersebut sulit diprediksi.
Bambang mengatakan volume ekspor mobil produksi lokal relatif kecil dibandingkan dengan konsumsi kendaraan di pasar domestik. Namun, kerusakan akibat resesi global terhadap permintaan mobil di pasar internasional diperkirakan lebih berat dibandingkan dengan koreksi pasar otomotif nasional.
"Ekspor sangat bergantung pada pemulihan kondisi global terhadap dampak resesi. Sampai saat ini, kami masih memperkirakan total ekspor tahun ini hanya sebesar 50.000 unit," katanya.
Apabila pasar mobil domestik ditargetkan mencapai 450.000 unit tahun ini, penjualan mobil CBU ke luar negeri diproyeksikan terpangkas sekitar 50% dibandingkan dengan realisasi ekspor pada 2008 yaitu 100.892 unit. Angka tersebut relatif lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi awal Gaikindo yaitu 70.000 unit.
"Saya perkirakan ekspor mobil CBU akan bangkit pada pertengahan tahun depan," ujarnya.
Dihubungi terpisah, Johannes Saragih, Marketing Export Department Head PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) mengatakan kinerja ekspor diperkirakan mulai pulih (recover) dari krisis pada awal tahun depan.
"Kemungkinan juga bisa bangkit pertengahan tahun. Kami akan lihat situasi tersebut pada ujung tahun ini," tuturnya.
Kerja sama bilateral
Untuk mendukung pemulihan kinerja ekspor, pelaku industri berharap pemerintah memfasilitasi pengembangan kerja sama dagang secara bilateral dengan negara-negara yang memiliki potensi pasar besar.
"Tinggal bagaimana pemerintah memfasilitasinya, misalnya dengan negara-negara D-8 seperti Iran, Turki dan lainnya. Perlu kerja sama bahu-membahu untuk meningkatkan ekspor, baik oleh pemain ataupun departemen terkait seperti adanya insentif ekspor," papar Bambang.
Johannes menegaskan adanya perjanjian kerja sama ekonomi dengan negara lain, baik dalam kerangka FTA maupun bilateral tentu akan meningkatkan kinerja ekspor produk mobil CBU.
"Biaya mereka membeli mobil akan berkurang karena pajak impor tinggi. Semakin cepat kita punya kesepakatan tentu semakin membantu ekspor kita di negara tersebut. Dengan Australia misalnya, kalau ada FTA, penjualan Suzuki bisa naik," tukasnya.
SIM memproyeksikan total volume penjualan kendaraan ke pasar internasional pada tahun ini turun menjadi 12.000 unit, melorot dibandingkan dengan realisasi 2008 mencapai 25.000 unit. (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Siti Munawaroh
Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Auto2000 Naikkan Target Penjualan
JAKARTA : Auto2000, distributor dan diler utama terbesar Toyota di Indonesia, merevisi target penjualan 2009 sebesar 10,15% atau menjadi 141.000 unit, seiring perbaikan pasar otomotif nasional pada paruh kedua tahun ini.
Pada awal tahun, Auto2000 mematok penjualan hanya 128.000 unit, angka yang relatif rendah karena dampak krisis ekonomi dikhawatirkan akan mengoreksi pasar mobil nasional secara signifikan.
Chief Operation Officer PT Astra International Tbk-Toyota Sales Operation (Auto2000) Jodjana Jody mengatakan melihat permintaan pasar yang terus meningkat pada Juli dan Agustus, perusahaan menaikkan target menjadi 141.000 unit. Sepanjang Januari-Juli, Auto2000 telah membukukan penjualan sebanyak 77.900 unit.
"Kondisi saat ini membaik. Permintaan kendaraan pada semester II tinggi, tidak hanya konsumen ritel tetapi juga fleet [perusahaan]. Perusahaan sektor makanan-minuman, kelapa sawit, batu bara dan perbankan ramai-ramai beli mobil," katanya di sela-sela buka puasa bersama media, Selasa malam.
Dia memperkirakan dilihat dari surat pemesanan kendaraan (SPK), order kendaraan pada Agustus bisa menembus 17.000 unit, naik 11% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Auto2000 mematok angka penjualan pada bulan ini mencapai 15.000 unit, naik 11% dibandingkan dengan realisasi Juli sebanyak 13.508 unit.
"Semua tipe Avanza saat ini inden. Kenaikan sekitar 1.500 unit, kalau kondisi normal permintaan 5.000 unit pada Agustus ini menjadi 6.000 unit-7.000 unit."
Bunga kredit
Jodjana menjelaskan kenaikan permintaan tersebut dipicu oleh kondisi makroekonomi yang terus menunjukkan arah positif, termasuk sentimen bunga kredit yang cenderung turun.
Untuk memperkuat penetrasi di pasar otomotif nasional, Auto2000 berencana menambah tiga unit jaringan diler sampai akhir tahun ini, melengkapi dua unit diler baru yang telah dibuka sepanjang 2009.
Prodjo Sunarjanto, Chief Executive Auto2000 mengatakan ketiga unit diler baru yang akan beroperasi tersebut berada di Samarinda (Kalimantan Timur), Serpong (Jabar) dan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Dua diler yang telah dibangun sebelumnya berada di Sampit (Kalimantan Selatan) dan Jakarta Timur.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 27 Agustus 2009
Judul / Title : Auto2000 Naikkan Target Penjualan
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Agustus Puncak Pasar Mobil 2009
JAKARTA : Penjualan mobil baru pada Agustus diperkirakan mencatat angka tertinggi sepanjang 2009, melampaui posisi bulan sebelumnya yaitu 41.599 unit, dipicu oleh permintaan kendaraan multi purpose vehicle (MPV) yang terus menguat.
Pasar otomotif domestik yang bergairah terlihat dari kenaikan volume pemesanan kendaraan yang terus mengalir ke agen tunggal pemegang merek (ATPM) menjelang Lebaran.
Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto mengatakan sampai pekan terakhir Agustus, permintaan kendaraan yang dilaporkan oleh jaringan diler Toyota masih terus mengalami peningkatan. Produk Toyota yang meraih permintaan cukup besar masih didominasi jenis MPV yaitu Avanza, Kijang Innova, selain Rush, Fortuner, dan Yaris.
"Agustus ini, surat pemesanan kendaraan [SPK] tinggi. Ada kenaikan sekitar 20%-30% dibandingkan dengan Juli. Untuk total pasar diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan Juli, tetapi belum menembus 45.000 unit," katanya Senin malam.
Joko menambahkan lonjakan permintaan yang cukup signifikan pun terjadi untuk model sedan Camry. Permintaan sedan medium Toyota yang diimpor dalam kondisi utuh (completely built-up/CBU) ini melambung 300%, dari sekitar 120 unit.
Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy mengatakan peningkatan penjualan menjelang Lebaran sebenarnya merupakan tren musiman. Namun, tahun ini terjadi lonjakan permintaan cukup signifikan karena penjualan pada semester I rendah.
"Bulan ini lebih tinggi dari Juli. Selain hasil pameran IIMS, yang ikut mendorong adalah konsumen umumnya merealisasikan pembelian setelah menahan untuk membeli kendaraan pada semester I."
Kendati tidak menyebutkan prediksi angka penjualan secara terperinci, Jonfis menegaskan kenaikan produksi yang dilakukan beberapa produsen seperti Toyota, Daihatsu dan Honda tentu memicu peningkatan pasar mobil Agustus.
"Kami naikkan produksi jadi 4.000-an unit, melihat kemampuan perusahaan dan tetap jaga kualitas produk."
Sementara itu, TAM berusaha memacu produksi mencapai 18.000 unit pada bulan ini, kendati hanya naik tipis dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu 17.755 unit.
"Produksi pada September-Oktober tidak bisa berubah cukup tinggi. Untuk periode November-Desember saat ini kami meminta tambahan produksi ke pabrik," ungkap Joko.
Joko mengakui penguatan permintaan oleh konsumen mulai dirasakan pada minggu terakhir Juli. Sentimen positif yang diduga mendorong kondisi tersebut adalah kepastian hasil pemilu presiden.
Sesuai dengan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, penjualan mobil nasional secara wholesales (pengiriman dari pabrik ke diler) pada Juli 41.599 unit, lebih rendah dibandingkan dengan penjualan ritel (distribusi dari diler ke konsumen) 43.334 unit. (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 26 Agustus 2009
Judul / Title : Agustus Puncak Pasar Mobil 2009
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota Tanam Rp160 Miliar Bangun Common Yard
JAKARTA : PT Toyota Astra Motor (TAM) menanamkan Rp160 miliar untuk membangun Common Yard ketiga di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, guna meningkatkan dan mempercepat proses pengiriman kendaraan ke konsumen.
Fasilitas terpadu yang mengintegrasikan aktivitas penjualan dan logistik dalam satu atap tersebut diharapkan rampung pada 2011-2012. Common Yard Cibitung diharapkan melengkapi dua infrastruktur serupa yang telah dibangun di kawasan Karawang dan Sunter dengan nilai investasi masing-masing Rp40 miliar dan Rp50 miliar.
Widyawati Soedigdo, GM Marketing Planing Customer Relation Division PT TAM mengatakan Common Yard ketiga di Cibitung memiliki area yang lebih luas dibandingkan dengan dua infrastruktur lainnya, yakni sekitar 23 ha.
"Untuk pembebasan tanah saja diperlukan dana Rp160 miliar. Saat ini masih proses pembangunan dan kemungkinan baru dapat direalisasikan 2011-2012. Rencananya Common Yard ini untuk menampung unit-unit CBU [completely built-up]," katanya usai peresmian pengoperasian Sunter Common Yard Senin malam.
Common Yard bukan sekadar gudang atau stock yard, tetapi merupakan konsep global Toyota untuk mengintegrasikan aktifitas penjualan dan logistik dalam satu atap. Indonesia menjadi negara ke-3 yang mengadopsi konsep Common Yard, setelah Jepang dan Eropa.
Dengan integrasi ini, proses penjualan dan persiapan logistik berjalan pararel, pengelolaan stok unit menjadi terstandar dan terpusat sehingga masa inden di tiap diler seragam, efisien waktu dan biaya.
Presdir PT TAM Johnny Darmawan Danusasmita mengatakan fasilitas Common Yard dibangun guna meningkatkan kualitas layanan pra dan purnajual kendaraan Toyota, khususnya saat pelanggan mendapatkan kendaraannya. Artinya, masa tunggu menjadi lebih singkat, akurat serta terjaga kualitas kendaraan yang dikirimkan.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 26 Agustus 2009
Judul / Title : Toyota Tanam Rp160 Miliar Bangun Common Yard
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Astra Sedaya Jajaki MTN
JAKARTA : PT Astra Sedaya Finance (ACC) menjajaki penerbitan obligasi jangka menengah (medium term notes/MTN) senilai maksimal Rp500 miliar dengan tenor 2 tahun yang direncanakan pada tahun ini.
CEO Astra Credit Companies (ACC) Djony Bunarto Tjondro mengatakan rencana Astra Sedaya itu seiring dengan kebutuhan pendanaan untuk ekspansi bisnis pembiayaan.
"Dengan kebutuhan pendanaan untuk ekspansi, kami akan menjajaki rencana penerbitan MTN yang besarnya Rp500 miliar dengan tenor 2 tahun," katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.
Djony yang memimpin perseroan sejak Januari tahun ini mengungkapkan penerbitan surat utang tersebut merupakan yang kedua kalinya.
Sebelumnya, Astra Sedaya menerbitkan MTN sebesar Rp200 miliar, juga digunakan sebagai sokongan pendanaan ekspansi bisnis.
"Jika berhasil direalisasikan berarti sudah dua kali skema pendanaan ini kami lakukan karena sebelumnya MTN kami Rp200 miliar," katanya.
Pada kuartal pertama tahun ini, Astra Sedaya menerbitkan obligasi senilai Rp900 miliar. Jumlah ini naik dari rencana semula Rp600 miliar. Saat itu, penawaran yang masuk untuk obligasi itu mengalami kelebihan permintaan sebesar 1,7 kali dari Rp600 miliar atau setara dengan Rp1,02 triliun.
Dana hasil penerbitan obligasi digunakan sebagai modal kerja pembiayaan kendaraan bermotor.
ACC merupakan salah satu perusahaan pembiayaan mobil terbesar saat ini. Selain mobil, perusahaan ini juga membiayai pembelian mobil baru dan mobil bekas khususnya untuk merek kendaraan yang diproduksi oleh Astra seperti Toyota, Daihatsu, Isuzu, Peugeot dan BMW.
ACC adalah gabungan dari lima anak perusahaan yaitu Astra Sedaya yang memiliki 25% saham di empat perusahaan yaitu PT Swadharma Bhakti Sedaya Finance, PT Staco Estika Sedaya Finance, PT Astra Auto Finance, dan PT Pratama Sedaya Finance.
Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Hendro Utomo menilai Grup Astra, khususnya Astra Sedaya memiliki likuiditas yang aman.
"Perusahaan juga merupakan salah satu pembiayaan yang terbesar dengan dukungan modal yang kuat dari induk usaha," ujarnya ketika dihubungi kemarin.
Menurut dia ketika terjadi krisis tahun lalu, Pefindo sudah memprediksi Astra Sedaya dan perusahaan di Grup Astra lainnya tidak bermasalah dan sudah terbukti ketika krisis keuangan sudah terlewati.
Hal itu, lanjutnya, juga menunjukkan stabilitas bisnis yang masih terjaga dan usaha yang sudah mapan.
Hendro mengatakan saat ini emiten dan obligasi yang telah diterbitkannya oleh Astra Sedaya mengantongi peringkat idAA-.
Sebanyak 53% saham Astra Sedaya dimiliki Grup Astra melalui PT Astra International Tbk sebesar 44,28% dan PT Sedaya Multi Investama sebesar 8,72%, sedangkan sisanya sebesar 47% dimiliki PT General Electric Services, anak usaha perusahaan multinasional asal AS, General Electric. (21) (tahir.saleh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 25 Agustus 2009
Judul / Title : Astra Sedaya Jajaki MTN
Halaman / Page : f 2
Rubrik / Column : Bursa
Penulis / Writer : M. Tahir Saleh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Kompensasi Pajak Progresif Disiapkan
JAKARTA : Departemen Perindustrian akan menyiapkan kebijakan baru untuk mengantisipasi penurunan volume penjualan kendaraan menyusul disahkannya ketentuan pajak progresif kendaraan bermotor.
Menperin Fahmi Idris mengatakan pihaknya sedang memikirkan bentuk kebijakan lain yang diharapkan menjadi penyeimbang untuk menekan dampak kenaikan pajak kendaraan bermotor.
"Ya, tentu nanti dari segi fiskal akan ada juga semacam penyeimbang atas penurunan volume dengan pemberian beberapa kemudahan. Akan ada dan sedang dipikirkan. Tentunya dari aspek fiskal. Belum tentu stimulus, tetapi jalurnya dari fiskal," ujarnya seusai mengikuti Pidato Presiden RI tentang Pembangunan Nasional dalam Perspektif Daerah di depan Sidang Paripurna Khusus Dewan Perwakilan Daerah (DPD), kemarin.
Pernyataan Fahmi ini merupakan respons atas disahkannya UU No 34/2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), Selasa lalu.
Menperin menilai pada tahap pertama kenaikan pajak akan berdampak pada penurunan penjualan kendaraan bermotor. Namun, untuk jangka panjang, seiring meningkatnya daya beli masyarakat, pasar otomotif domestik diperkirakan kembali ke kondisi semula.
"Memang untuk tahap pertama akan berpengaruh. Ya, barangkali sampai sepanjang daya beli kita pulih," katanya.
UU PDRD menetapkan kenaikan tarif pajak terhadap berbagai jenis pajak provinsi, yaitu pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) yang sebelumnya masing-masing 5%, 10% dan 5%, diubah menjadi masing-masing 10%, 20% dan 10%. Implementasinya diserahkan pada kebijakan pemerintah daerah yang diatur dalam perda. Pelaku industri otomotif sudah memprotes kebijakan ini sejak masih dalam bentuk RUU.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo mengharapkan implementasi berbagai tarif pajak kendaraan bermotor oleh pemerintah daerah ditunda.
"Kami minta pertimbangan implementasinya, mudah-mudahan daerah menyadari bahwa industri otomotif, di samping merupakan sumber pendapatan daerah juga menjadi alat pengembangan daerah," katanya kepada Bisnis, Selasa lalu.
Dia menilai saat ini penetapan kenaikan tarif perpajakan kendaraan bermotor belum tepat karena industri otomotif nasional sedang berupaya meningkatkan daya saing dan berlomba-lomba menarik investasi.
"Saat ini kami mengharapkan produksi dan penjualan bisa kembali ke angka 600.000 unit. Kami ingin mencapai angka 1 juta unit demi daya saing," ujarnya.
Masuk akal
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia MS Hidayat mengatakan rencana pemerintah untuk menaikkan pajak kendaraan secara progresif memang masuk akal dengan asumsi kalau industri dalam kondisi normal. Dia mendukung langkah Gaikindo yang meminta implementasi pajak kendaraan secara progresif ditunda sampai situasi ekonomi pulih.
"Aturan itu masuk akal, tapi timing-nya saja yang belum tepat."
Dalam pidatonya di hadapan Sidang Paripurna Khusus DPD, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan agar daerah memanfaatkan Undang-Undang PDRD sesuai aturan, sehingga tidak menimbulkan ekonomi biaya tinggi.
Di tempat terpisah, Wakil Ketua Gaikindo Johnny Darmawan mengaku tidak dapat memahami arah kebijakan pemerintah seiring pengenaan pajak kendaraan bermotor secara progresif.
"Semestinya untuk pengembangan industri, kebijakannya dipikirkan jangka panjang. Ayam yang bertelur emas jangan diperas terus. Kalau [harga] mobil dinaikkan, apa orang mau beli?," katanya.
Johnny menuturkan penjualan mobil Vietnam anjlok 30% ketika negara tersebut memberlakukan pajak ownership. Dengan kebijakan ini, volume pasar kendaraan bermotor pada tahun depan dikhawatirkan turun. (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Oleh Siti Munawaroh
Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Hanya Daihatsu Merek Yang Tumbuh Positif
JAKARTA : Di tengah imbas krisis ekonomi global, Daihatsu tercatat menjadi satu-satunya merek yang mampu mencatat pertumbuhan positif sepanjang semester I tahun ini.
Sepanjang periode tersebut Daihatsu membukukan angka penjualan 32.518 unit atau tumbuh 2,61% dibandingkan dengan posisi periode yang sama tahun lalu yang tercatat 31.692 unit. Merek-merek lain mengalami penurunan penjualan dengan kemerosotan terbesar dialami Honda Prospect Motor yang anjlok 36,26%.
Angka penjualan mobil nasional tersebut didasarkan pada data registrasi di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Data ini merupakan angka konkret penjualan mobil yang telah dikirimkan kepada konsumen dan didaftarkan di Kantor Samsat di setiap daerah.
Soeparno Djasmin, Chief Executive Officer Daihatsu Sales Operation-Astra International Tbk, menjelaskan pertumbuhan positif yang diraih Daihatsu disebabkan oleh adanya pergeseran pasar ke segmen pasar mobil yang harganya lebih murah (down shifting).
"Daihatsu selama ini kan fokus memproduksi mobil kompak yang irit bahan bakar dan harganya relatif lebih murah. Di tengah krisis yang menekan daya beli konsumen, Daihatsu memang memperoleh berkah dari kondisi ini karena konsumen beralih ke sana," ujarnya kemarin.
Namun, lanjutnya, pergeseran pasar tersebut bukan merupakan satu-satunya faktor yang membuat penjualan Daihatsu tumbuh positif di tengah penurunan pasar mobil nasional.
Menurut dia, layanan purna jual (sales after service) yang prima, jaminan ketersediaan suku cadang dan kualitas produk yang semakin tinggi membuat konsumen semakin memercayai merek ini.
"Kami terus melakukan upaya peningkatan kepuasan konsumen mulai dari layanan hingga mutu produk. Karena itu meskipun banyak tipe mobil merek lain yang harganya setara, konsumen cenderung memilih Daihatsu," ujarnya.
Chief Operation Officer Daihatsu Sales Operation-AI Tbk Toto Suryana W. menambahkan untuk memacu penjualan menjelang Lebaran, perusahaan menggelar program yang dinamai Daihatsu Tebar Pesona.
Dalam program tersebut, ujarnya, Daihatsu menawarkan bunga kredit yang lebih kompetitif.
Dia mencontohkan untuk model terlaris Xenia yang dibanderol Rp115,3 juta, Daihatsu memberikan bunga mulai 3,55% dengan angsuran mulai Rp2,2 juta.
Sementara itu, untuk model sport utility vehicle (SUV) terlaris Terios yang harganya Rp147,9 juta, bunga yang ditawarkan 4,36% dengan angsuran mulai Rp3 juta.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 20 Agustus 2009
Judul / Title : Hanya Daihatsu Merek Yang Tumbuh Positif
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotf
Penulis / Writer : Chamdan Purwoko, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Laba Multifinance Tetap Kinclong
JAKARTA : Pertumbuhan laba perusahaan pembiayaan pada semester pertama tahun ini dinilai lebih disebabkan oleh banyaknya portofolio pembiayaan pada tahun lalu yang masih dimiliki multifinance.
Pendapatan dari penerusan pembiayaan tersebut dinilai memberikan keuntungan tersendiri meskipun dari sisi permintaan turun.
Pada semester pertama tahun ini, sebagian besar multifinance mencetak laba bersih, sementara sebagian lainnya merugi lantaran sebelumnya sempat memperlambat laju penyaluran kredit akibat imbas krisis ekonomi.
Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Wiwie Kurnia menilai masing-masing perusahaan pembiayaan memiliki kondisi yang berbeda-beda. Pada Semester I/2009, katanya, dampak krisis ekonomi masih ada sehingga wajar apabila terjadi penurunan.
"Perusahaan pembiayaan yang mampu mencetak laba karena selama krisis ekonomi akhir tahun lalu masih memiliki portofolio yang cukup dari pertumbuhan yang signifikan pada 9 bulan pertama tahun lalu," katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.
Sebelumnya, dari 15 laporan keuangan yang diolah Bisnis menunjukkan laba bersih sembilan multifinance naik pesat pada semester I/2009 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sedangkan enam perusahaan merugi.
Kenaikan itu rata-rata dipimpin perusahaan pembiayaan yang bergerak pada segmen pembiayaan konsumen khususnya sepeda motor dan sewa guna usaha (leasing) meski mengalami sedikit kenaikan.
Wiwie mengatakan pencapaian laba itu mengingat dukungan ekonomi nasional yang kian membaik meskipun hingga kini, setelah BI Rate diturunkan, pihaknya belum mendapatkan tingkat bunga pinjaman yang normal untuk mendorong ekspansi bisnis.
"Pinjaman bank saat ini mulai membaik meski belum seperti sedia kala ketika krisis ekonomi belum terjadi. Bank-bank pemerintah harus memulai ini [penurunan bunga]," katanya.
Wiwie optimistis penyaluran kredit perusahaan pembiayaan yang tergabung dalam asosiasi pada tahun ini bisa menembus Rp120 triliun mendekati perolehan tahun lalu yakni Rp140 triliun. (Fahmi Achmad)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 20 Agustus 2009
Judul / Title : Laba Multifinance Tetap Kinclong
Halaman / Page : 5
Rubrik / Column : Asuransi & Pembiayaan
Penulis / Writer : M. Tahir Saleh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Auto2000 Tingkatkan Layanan Purnajual
JAKARTA : Auto2000, distributor dan diler utama terbesar Toyota di Tanah Air, menangkap peluang pasar otomotif yang kembali bergairah pada Agustus dengan menggelar berbagai program purna penjualan secara nasional.
COO PT Astra International Tbk-Toyota Sales Operation (Auto2000) Jodjana Jody mengatakan pihaknya berupaya memberikan program penjualan dan purna jual yang menarik bagi pemilik kendaraan Toyota untuk memanfaatkan pasar otomotif yang mulai bergairah.
"Kami konsisten untuk selalu memberikan kemudahan bagi pelanggan. Tidak hanya menjual mobil semata, kami juga memberi perhatian dan energi pada program purnajual," tukasnya, kemarin.
Menjelang Lebaran, Auto2000 meluncurkan beberapa program purna jual seperti jasa servis perawatan berkala gratis sampai dengan 30.000 km bagi pembelian kendaraan sampai dengan 2008, cash back Rp200.000 bagi servis berkala 40.000 km dan 50.000 km untuk pembelian mobil sebelum 2009.
Dia menilai seiring dengan bergeraknya kembali perekonomian Indonesia, pasar otomotif saat ini mulai menunjukkan adanya geliat permintaan.
"Kami turut merasakan kondisi yang positif ini. Terlihat dari adanya permintaan masyarakat akan kendaraan Toyota yang meningkat, jumlah pembelian kendaraan naik," katanya kemarin.
Secara nasional, ungkapnya, penjualan Auto2000 mencapai 13.508 unit pada Juli dan menjadi angka pencapaian tertinggi selama semester I/2009. Dengan total penjualan 77.946 unit sepanjang Januari-Juli, Auto2000 menargetkan dapat menjual sebanyak 15.000 unit pada Agustus, naik 11% dibandingkan dengan realisasi Juli.
Seiring permintaan konsumen yang menguat, Auto2000 mencatat kenaikan surat pemesanan kendaraan (SPK) untuk sejumlah model andalan seperti Kijang Innova, Avanza dan Camry dan truk Dyna. Volume SPK pada Juli tercatat 16.500 unit, naik dari Juni dan Mei masing-masing yaitu 15.500 unit dan 11.550 unit.
Sejauh ini, penjualan Auto2000 memberi kontribusi sekitar 80% terhadap total penjualan PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen tunggal pemegang merek mobil Toyota di Indonesia.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 19 Agustus 2009
Judul / Title : Auto2000 Tingkatkan Layanan Purnajual
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotf
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota Targetkan Jual 30 Prius
JAKARTA : PT Toyota Astra Motor (TAM) mengharapkan dapat menjual sebanyak 30 unit mobil hibrida Toyota Prius pada tahun ini, kendati permintaan terhadap kendaraan ramah lingkungan ini masih terhadang oleh harga jual yang relatif tinggi.
Rahmat Samulo, Division Head Sales Division and Service Parts Logistic Division PT TAM mengatakan sejak diluncurkan di pameran mobil Gaikindo pada 24 Juli, hingga saat ini Toyota Prius telah terjual dua unit.
"Setiap bulannya kami siapkan stok dua unit-3 unit sampai akhir tahun. Kami harapkan penjualan bisa sekitar 20 unit-30 unit sampai akhir 2009. Kami akan terus edukasi konsumen mengenai produk ini," katanya Selasa.
Dia mengatakan mobil yang menggunakan dua sistem penggerak tersebut menyasar segmen pasar yang unik, yaitu konsumen yang ingin menunjukkan jati dirinya sebagai pecinta lingkungan.
Diimpor dalam kondisi utuh dari Jepang, Prius generasi ke-3 ini dibanderol dengan harga Rp585 juta per unit. TAM mengakui mendapat respons yang cukup banyak dari masyarakat, tetapi calon konsumen menjadi mundur setelah melihat harga jual.
Sebelumnya, Widyawati Soedigdo, GM Marketing Planing Customer Relation Division PT TAM menegaskan harga Prius generasi terbaru menjadi relatif tinggi karena tambahan komponen pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) dan pajak bea masuk (BM).
Masuk kategori kendaraan 4x2 dengan mesin 1.800 cc, Prius dikenai tarif PPnBM 20% dan BM 45%.
Untuk itu, Toyota kembali mengharapkan pemerintah memberikan insentif terhadap pengembangan mobil ramah lingkungan dan hemat bahan bakar di pasar domestik.
"Kalau tanpa dikenai pajak, harganya sedikit di atas harga New Corrola Altis, "ujarnya.
Di pasar global, Toyota Prius sejak diperkenalkan sudah terjual sekitar 1,2 juta unit. Mobil berdapur pacu 1.8 liter ini merupakan andalan Toyota untuk menyasar konsumen yang mendambakan kendaraan ramah lingkungan.
Selain beremisi gas buang yang rendah, mobil berkapasitas lima kursi penumpang ini juga hemat bahan bakar, ramah lingkungan, dan berorientasi memberikan keselamatan bagi pengendaranya.
Beberapa fitur yang disematkan pada kendaraan sedan ini a.l. Airbags, Active Headrest, Electric Power System (EPS), Projector with Manual Levelling Headlamp, dan Crash Safety Body. (Ahmad Muhibbuddin)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 14 Agustus 2009
Judul / Title : Toyota Targetkan Jual 30 Prius
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotf
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Jelang Lebaran, ATPM Naikkan Produksi
JAKARTA : Para agen tunggal pemegang merek (ATPM) mobil terus menggenjot produksi pada Agustus, seiring pesanan beberapa model MPV yang kian menumpuk menjelang Lebaran.
Dua pemain besar industri otomotif yakni PT Toyota Astra Motor (TAM) dan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) telah menaikkan kapasitas produksi sejak Juni dan Juli, serta berlanjut pada Agustus ini. Langkah serupa dilakukan produsen kendaraan penumpang yaitu PT Honda Prospect Motor (HPM) yang menaikkan produksi menjadi lebih dari 3.000 unit per bulan mulai Juli.
Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT ADM mengatakan perusahaan akan menaikkan produksi pada Agustus-September menuju posisi 7.000 unit per bulan.
"Produksi diusahakan digenjot, kami naikkan take time, tadinya tidak ada lembur sekarang lembur, meski masih dua shift kerja.," katanya kepada Bisnis baru-baru ini.
Menurut dia, langkah ini dimaksudkan untuk merespons permintaan konsumen yang terus meningkat, khususnya terhadap model Xenia yang saat ini mencatat inden 1 bulan-1,5 bulan.
Di beberapa daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, inden MPV andalan Daihatsu ini bahkan menembus 2 bulan.
Amelia memperkirakan produksi Daihatsu pada tahun ini diperkirakan menembus 250.000 unit, seiring dengan adanya penambahan jam lembur dan take time produksi.
Permintaan lebih besar
Sementara itu, Presdir PT TAM Johnny Darmawan Danusasmita menuturkan produksi Toyota akan dipacu hingga 18.000 unit pada bulan ini, lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi Juni dan Juli.
"Kami sudah siapkan tinggi [produksi], tetapi permintaan pasar lebih besar lagi. Kami menjaga inden tidak boleh lebih dari 2 bulan, untuk model tertentu ada yang mengarah 2 bulan. Jadi bulan ini kami akan tembus 18.000 unit," ujarnya kemarin.
Direktur Pemasaran PT TAM Joko Trisanyoto mengatakan inden Kijang Innova mencapai 3.000 unit-3.500 unit dan Avanza menembus 8.500 unit?9.000 unit.
Model lain seperti Fortuner, Yaris dan Camry yang juga mengalami kenaikan permintaan.
"Kami negosiasi dengan pabrik untuk naikkan produksi, tetapi masalahnya kami harus perhatikan semua faktor seperti bulan puasa dan komponen mobil impor yang harus disesuaikan."
Pada Juni dan Juli, Toyota sudah menaikkan pasokan masing-masing menjadi 17.070 unit dan 17.783 unit. Sampai Juli, Toyota telah mengantongi pangsa pasar sebesar 39,6% (ritel) dan 38,4% (wholesales).
Pada bulan lalu, penjualan mobil nasional terus meningkat dan menembus angka 41.884 unit secara wholesales ((pengiriman pabrik ke diler) dan penjualan ritel (distribusi dari diler ke konsumen) mencapai angka tertinggi yaitu 43.458 unit.
"Penjualan ritel cukup tinggi didorong oleh kondisi menjelang Lebaran. Kami berharap meraih 40% pangsa pasar, tentunya dengan harapan sisa 5 bulan ke depan bisa meraih market share pada angka tersebut, "jelas Joko. (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 12 Agustus 2009
Judul / Title : Jelang Lebaran, ATPM Naikkan Produksi
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotf
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota Incar Posisi Puncak SUV Medium
JAKARTA : PT Toyota Astra Motor (TAM) berambisi meraih posisi pemimpin pasar sport utility vehicle (SUV) medium seiring dengan langkahnya melengkapi line up SUV-nya dengan merilis Fortuner diesel 2.5 transmisi otomatis.
Presdir PT TAM Johnny Darmawan mengatakan tambahan varian baru yang mengusung mesin diesel 2.500 cc dengan kapasitas tujuh penumpang ini akan menambah pilihan konsumen pencinta mobil SUV di Tanah Air.
"Setelah diesel ini, Fortuner kami paling lengkap di kelasnya. Kami memang meminta model ini ke prinsipal karena ada permintaan. Awalnya Thailand belum produksi, setelah kami minta dan menjalani tes 1 tahun, baru akhirnya keluar," katanya, di sela-sela peluncuran varian baru itu, kemarin.
Dengan tambahan varian itu, ragam pilihan Fortuner saat ini menjadi lima varian, yaitu 4x2 G 2.7, 4x4 V 2.7. Keduanya bermesin bensin transmisi otomatis, serta 4x2 G 2.5 diesel transmisi otomatis dan transmisi manual, plus Fortuner TRD Sportivo Ltd Edition sebagai varian khusus.
Saat ini pasar SUV medium masih didominasi oleh Honda CRV sebagai rival utama Toyota dan Mitsubishi Pajero Sport sebagai pendatang baru.
Johnny menegaskan pihaknya optimistis tambahan varian baru akan memperkuat dominasi Fortuner di segmen kendaraan kelas 4x2 high SUV. Adanya model baru tersebut, diharapkan menggenjot target penjualan dari 750 unit per bulan menjadi 800 unit per bulan sampai akhir tahun.
"Dengan masuknya varian diesel bertransmisi otomatis ini paling tidak kami bisa merajai pasar. Untuk Juli kami sudah memimpin pasar di segmen 4x2 high SUV dengan 33,7% pangsa pasar secara wholesales [pengiriman dari pabrik ke diler]," ungkapnya.
Dibanderol dengan harga Rp369,600 juta per unit, harga Fortuner G 2.5 otomatis lebih mahal Rp10 juta dibandingkan dengan varian sejenis yang menggunakan mesin bensin. Dari aspek eksterior dan interior hampir tidak ada perubahan tampilan. Dengan transmisi otomatis mesin diesel, varian anyar Fortuner tetap menawarkan fitur-fitur unggulan seperti 2 DIN Audio Video System, Dual AC, serta Gate Type Shift Lever masih melekat di dalam kendaraan.
Baru-baru ini, TAM juga merilis Fortuner TRD (Toyota Racing Development) Sportivo yang merupakan limited version di ajang the 17th Indonesia International Motor Show (IIMS) 2009.
Varian khusus tersebut hanya dijual hingga akhir tahun ini dengan banderol harga lebih mahal Rp25 juta dari varian diesel.
Aksesori TRD Sportivo yang melengkapi Fortuner edisi khusus tersebut di antaranya satu set suspensi, bumper depan dan belakang, kaca spion jauh, spion berlapis krom, stiker, emblem, dan muffler cutter.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 12 Agustus 2009
Judul / Title : Toyota Incar Posisi Puncak SUV Medium
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotf
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Penyaluran Kredit Agar Lebih Ekspansif
JAKARTA : Pelaku industri otomotif mendesak penyaluran kredit ke sektor riil pada semester II lebih ekspansif, untuk mendorong pertumbuhan penjualan produk otomotif di pasar domestik.
Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto mengatakan bunga kredit kendaraan bermotor saat ini sudah agak menurun dibandingkan dengan posisi akhir tahun, kendati penurunannya belum sesuai harapan atau sejalan dengan koreksi BI Rate.
"Kendala utama saat ini, bank belum mau melonggarkan kredit untuk kegiatan sektor riil, yang harapannya tentu mendorong penjualan [produk otomotif]. Kalau kredit untuk sektor riil bisa dicairkan, ekonomi bergulir, proyek jalan dan tentunya terjadi pembelian [produk otomotif], "katanya kepada Bisnis, kemarin.
Bank Indonesia sejak Desember 2008 sampai 5 Agustus telah memangkas BI Rate sebesar 300 basis poin menjadi 6,5%. Meski demikian, penurunan BI Rate yang agresif tersebut belum dibarengi respons positif perbankan menurunkan suku bunga dan melonggarkan likuiditas.
Dengan suku bunga acuan di posisi 6,5%, bunga kredit mobil saat ini berada di level 11%-12% (efektif 1 tahun). Bunga kredit pembelian mobil baru tersebut terkoreksi tipis dibandingkan dengan posisi Januari yaitu rata-rata 8%-9% (flat 1 tahun) atau 16%-18% (efektif 1 tahun). Pada Januari, posisi BI Rate berada di posisi 8,75%, turun 50 basis poin dibandingkan dengan Desember 2008 yaitu 9,25%.
"Kredit properti sudah mulai dirilis, sedangkan untuk sektor lainnya seperti manufaktur dan industri lain belum. Kami hanya bisa mengimbau agar perbankan segera mencairkan kredit dan bank BUMN menjadi pionir," ujar Jongkie yang juga menjadi Presdir PT Hyundai Mobil Indonesia.
Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra sebelumnya mengatakan penyesuaian BI Rate saat ini belum mencerminkan penurunan bunga kredit yang sebenarnya. "Suku bunga itu penting, tapi yang menentukan itu bergeliatnya sektor ekonomi," ujarnya.
Masih seret
Jodjana Jody, Chief Operation Officer (COO) PT Astra International Tbk-Toyota Sales Operation (Auto2000), mengatakan penyaluran kredit saat ini masih seret dan diharapkan perbankan menurunkan bunga kredit sejalan dengan koreksi BI Rate.
"Kami berharap pemerintah memerintahkan bank-bank BUMN menjalankan itu [koreksi bunga ke konsumen]," katanya.
Tekanan krisis global dan bunga kredit yang masih mahal dari perbankan dan lembaga pembiayaan belum banyak mengangkat penjualan mobil di pasar domestik pada Januari-April. Pasar otomotif domestik mulai bergerak menembus angka 35.000 unit pada Mei dan 39.000 unit pada Juni dipicu oleh kampanye promosi kalangan agen tunggal pemegang merek yang disertai subsidi bunga ringan.
Pada Mei, bunga kredit belum banyak bergerak turun dan sejumlah agen tunggal pemegang merek (ATPM), termasuk Toyota, meluncurkan program subsidi bunga.
"Kalau mengharapkan bank turunkan bunga, sama saja telur dan ayam. Jadi kami upayakan subsidi dengan bunga 3,5%. Saat itu bunga kredit masih di level 5%-6% [flat]," paparnya.
Jodjana menjealaskan kendati BI Rate kembali turun pada Juni, program bunga murah 3,5% terus dijalankan karena dinilai cukup memacu penjualan. Ke depan, seiring bunga kredit yang cenderung turun, program bunga subsidi akan diperkecil persentasenya. (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 11 Agustus 2009
Judul / Title : Penyaluran Kredit Agar Lebih Ekspansif
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotf
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Multifinance Mulai Panen Pembiayaan
JAKARTA : Pasar pembiayaan kendaraan bermotor diperkirakan mencapai puncaknya pada periode Agustus hingga awal September, sehubungan dengan meningkatnya permintaan menjelang Lebaran, adanya produk baru, dan rendahnya bunga.
Selain itu, kondisi penjualan kendaraan bermotor pada bulan lalu yang terus meningkat dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang mulai naik bersamaan dengan situasi ekonomi domestik yang positif.
Presiden Direktur PT BII Finance Center Alexander mengatakan pembiayaan kendaraan bisa mencapai titik tertinggi pada tahun ini pada periode tersebut mengingat indikasinya terlihat dari tingkat pembelian mobil yang beranjak naik karena faktor harga mulai stabil.
"Selain adanya Lebaran, saat ini banyak orang yang selama ini menunda pembelian sudah mulai berani melakukan transaksi pembelian mobil karena faktor harga yang sudah mulai stabil. Ini yang memicu peak pembiayaan," katanya kepada Bisnis akhir pekan lalu.
Alasan yang sama juga diungkapkan Direktur PT Indomobil Finance Indonesia (IMFI) Gunawan IMFI yang mengatakan pembiayaan kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat akan meningkat seiring dengan Lebaran.
Tidak hanya itu, penggerak meningkatnya pembiayaan juga didorong oleh adanya beberapa produk otomotif baru dengan berbagai merek dan tipe yang masuk ke pasar pada saat ini.
"Kami rasa akan ada peningkatan sehubungan dengan Lebaran dan karena adanya beberapa produk baru yang masuk ke pasar akhir-akhir ini," katanya.
Direktur Pemasaran PT Bussan Auto Finance (BAF) Armando Lung juga optimistis dengan tren kenaikan pada bulan ini yang diperkirakan melanjutkan kondisi yang sama sejak bulan lalu. Namun, dia memperkirakan pascabulan ini, pembiayaan mulai menurun ke level normal.
"Puncak pembiayaan itu Juli-Agustus mengingat banyaknya liburan dan adanya hari raya keagamaan. Setelah Agustus, permintaan akan bisa turun ke level nomal lagi sebagaimana trennya," katanya.
Bisnis mencatat prediksi PT Astra Daihatsu Motor atas penjualan mobil baru secara nasional pada Juli berada di kisaran 41.500 unit secara wholesales (pengiriman pabrik ke diler) dan sekitar 42.000 unit secara ritel (pengiriman dari diler ke konsumen).
Bahkan, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi penjualan pada Juli bisa menembus 42.000 unit melebihi posisi Juni 39.388 unit.
Adapun, penjualan roda dua yang didistribusikan Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) juga diperkirakan melebihi 500.000 unit melebihi posisi Juni yakni 485.244 unit. (Bisnis, 5&6 Agustus)
Subsidi bunga
Alexander menambahkan kenaikan permintaan bukan hanya dipicu oleh kebutuhan hari raya dan produk baru, melainkan juga belakangan ini sejumlah agen tunggal pemegang mereka (ATPM) mobil juga giat mempromosikan penjualan dengan memberikan subsidi bunga sehingga menstimulus pembeli.
Dia juga mengatakan sejumlah perusahaan pembiayaan dengan target pasar menengah ke bawah juga mulai lebih agresif menawarkan paket pembiayaan dengan uang muka (down payment/DP) rendah.
"Kalau orang mau kredit mobil bisa dengan bunga yang cukup murah. Kalau misalnya beli tunai konsumen juga bisa mendapatkan hadiah aksesori tambahan apalagi finance company dengan target market medium low juga sudah mulai lebih agresif menawarkan DP rendah," katanya. (tahir.saleh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 10 Agustus 2009
Judul / Title : Multifinance Mulai Panen Pembiayaan
Halaman / Page : 5
Rubrik / Column : Asuransi & Pembiayaan
Penulis / Writer : M. Tahir Saleh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Auto2000 Targetkan 15.000 Mobil
JAKARTA : Auto2000, distributor dan diler utama terbesar Toyota di Tanah Air, berambisi mengantongi penjualan mencapai 15.000 unit pada bulan ini, naik 11% dibandingkan dengan realisasi Juli yaitu 13.508 unit.
Sepanjang Januari-Juli, Auto2000 melego 78.508 unit kendaraan Toyota ke konsumen. Penjualan Auto2000 memberi kontribusi sekitar 80% terhadap total penjualan PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen tunggal pemegang merek mobil Toyota di Indonesia.
Chief Operation Officer (COO) PT Astra International Tbk-Toyota Sales Operation (Auto2000) Jodjana Jody mengatakan total volume kendaraan yang sudah dikirim ke tangan konsumen sepanjang Januari-Juni sekitar 65.000 unit. Apabila ditambah dengan realisasi Juli 13.508 unit, volume mobil Toyota yang sudah dilego mencapai 78.508 unit.
"Agustus ini kami mencoba untuk menjual 14.500 unit. bahkan kalau bisa kami minta tambahan pasokan menjadi 15.000 unit. Permintaan Juli lebih bagus dari Juni dan bulan ini diharapkan lebih kuat lagi," katanya kepada Bisnis kemarin.
Dia mengatakan peningkatan penjualan dipengaruhi oleh situasi ekonomi dan politik yang positif, tren penurunan suku bunga, dan kurs rupiah yang stabil. Peningkatan permintaan kendaraan Toyota masih didominasi oleh model Avanza, Kijang Innova, Rush, Camry, selain kendaraan niaga, Dyna.
Seiring program subsidi bunga 3,5%, Auto2000 menikmati kenaikan surat pemesanan kendaraan (SPK) untuk sejumlah model yang laris di pasar. Volume SPK pada Juli tercatat 16.500 unit, meningkat dari Juni yaitu 15.500 unit dan 11.550 unit pada Mei.
"Kijang Innova mencatat order taking paling tajam, dari 2.000 unit pada Mei, menjadi 2.800 unit pada Juni dan Juli menembus 3.300 unit. Avanza naik drastis dari 6.900 unit menjadi 8.400 unit dan Juli mencapai 8.600 unit. Camry juga meningkat dari 90 unit pada Mei jadi 200 unit."
Selain mobil penumpang, kenaikan permintaan juga terjadi pada segmen kendaraan niaga. Penjualan truk Toyota Dyna naik dari 380 unit pada Mei jadi 650 unit pada Juli.
Di lain sisi, Jody menjelaskan per 1 Agustus, perusahaan menaikkan harga Kijang Innova tipe V (varian manual captain seat dan automatic captain seat) dan semua varian Rush.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 10 Agustus 2009
Judul / Title : Auto2000 Targetkan 15.000 Mobil
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotf
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Gaikindo Tak Revisi Target Pasar 2009
JAKARTA : Gaikindo menilai tidak ada alasan yang cukup kuat untuk melakukan revisi terhadap target pasar otomotif tahun ini. Angka penjualan 450.000 unit dinilai cukup rasional.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo menegaskan pasar otomotif sejauh ini masih dalam kondisi stabil dan tidak ada peristiwa dahsyat yang dapat mengubah keadaan.
Dia menilai peristiwa bom di kawasan Mega Kuningan hanya berdampak sesaat dan diyakini tidak terlalu menekan pasar otomotif di Tanah Air.
"Kalaupun ada sedikit koreksi pasar akibat dampat bom Kuningan, hal itu bisa diimbangi dengan penambahan penjualan di arena IIMS [Indonesia International Motor Show]. Jadi, ya...tidak ada perubahan kan," ujarnya pekan lalu.
Dia mengakui ada beberapa agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang merevisi target penjualan dengan berbagai alasan. "Namun, secara nasional Gaikindo tetap pada proyeksi semula yakni sekitar 450.000 unit. Kalau pun meleset, selisihnya tidak akan terlalu jauh," tuturnya.
Menurut Bambang, dirinya tidak ingin Gaikindo dianggap sebagai institusi yang plin plan karena sering melakukan revisi terhadap target pasar. "Saya ingin menjadikan Gaikindo sebagai lembaga yang profesional dan akurat dalam memprediksi kondisi pasar."
Dia mengklaim Gaikindo jarang melakukan revisi target pasar karena sebelum menentukan target, asosiasi lebih dulu memperhitungkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi, termasuk mempertimbangkan pengalaman di masa lalu.
Meskipun demikian, dia tidak menutup kemungkinan Gaikindo akan melakukan penyesuaian target jika terjadi peristiwa yang benar-benar dahsyat dan punya dampak yang sangat besar. "Kalau sampai terjadi hal yang luar biasa, tentu Gaikindo akan melakukan adjustment."
Bambang menambahkan pelaksanaan IIMS pada tahun ini dapat menjadi bukti kepada dunia internasional bahwa Indonesia tetap miliki prospek pasar yang sangat baik pada masa mendatang dan mampu menggelar pameran berskala internasional di tengah krisis finansial global.
"IIMS 2009 sekaligus membuktikan bahwa Indonesia tetap aman, meskipun belum lama ini terjadi tragedi bom Kuningan. Beberapa negara ada yang membatalkan pameran mobilnya, tetapi Indonesia justru mampu menyelenggarakannya dengan baik. Ini kan suatu prestasi tersendiri."
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 03 Agustus 2009
Judul / Title : Gaikindo Tak Revisi Target Pasar 2009
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotf
Penulis / Writer : Afriyanto, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pasar Membaik, Isuzu Pacu Penjualan D-Max
JAKARTA : PT Isuzu-Astra Motor Indonesia (IAMI) akan memacu penjualan kendaraan pikap kabin ganda, D-Max, seiring dengan prediksi pasar otomotif, khususnya kendaraan komersial, yang semakin membaik pada semester II.
Wakil Presiden Direktur PT IAMI Johannes Nangoi menilai saat ini harga komoditas perkebunan dan pertambangan cenderung meningkat yang menandakan bisnis mulai kembali bergerak positif setelah sempat tertekan sejak kuartal IV/2008 dan sepanjang semester I/2009.
Situasi bisnis yang kian membaik tersebut, lanjutnya, juga diimbangi dengan tren tingkat suku bunga pinjaman mulai menurun dengan level BI Rate 6,75% dan agresivitas kalangan lembaga pembiayaan (multifinance) yang gencar mengucurkan pinjaman.
"Semua kondisi tadi membuat kami optimistis pasar kendaraan bermotor semester II, terutama segmen komersial, akan lebih membaik. Untuk itu, Isuzu akan memacu penjualan D-Max terutama di wilayah perkebunan dan pertambangan seperti di Sumatra dan Kalimantan," ujar Nangoi di sela-sela The 17th Indonesia International Motor Show 2009, pekan lalu.
Selama ini, pikap D-Max cukup diminati pengusaha tambang dan perkebunan sebagai kendaraan operasional karena dinilai cukup tangguh dan andal untuk menjelajah medan berat.
Pasokan suku cadang
Namun, dia mengakui penjualan pikap D-Max kurang optimal karena terkendala masalah ketersediaan komponen dan suku cadang terutama di kawasan perkebunan dan remote area (wilayah terpencil) sehingga konsumen seringkali ragu untuk membeli kendaraan tersebut.
Untuk itu, lanjutnya, selama berlangsung krisis ekonomi, Isuzu memanfaatkan situasi pasar yang lesu tersebut untuk membenahi sistem stok dan distribusi suku cadang.
"Kami sengaja memanfaatkan kondisi krisis dan kelesuan pasar untuk melakukan pembenahan internal. Sekarang, ketika pasar mulai membaik, Isuzu sudah siap memacu penjualan," katanya.
Direktur Pemasaran PT IAMI Supranoto menjelaskan dengan iklim bisnis domestik yang semakin membaik, pasar membutuhkan lebih banyak kendaraan komersial untuk mendukung usaha berupa truk dan mikrobus.
Menurut dia, menjelang bulan Ramadan dan Lebaran, distribusi barang akan meningkat sehingga membutuhkan lebih banyak truk ringan sebagai kendaraan pengakut. Selain itu, aktivitas biro perjalanan (travel) sehingga permintaan mikrobus ikut meningkat. "Untuk itu, kami juga akan meningkatkan penjualan truk ringan (light truck) dan mikrobus Elf."
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 03 Agustus 2009
Judul / Title : Pasar Membaik, Isuzu Pacu Penjualan D-Max
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotf
Penulis / Writer : Chamdan Purwoko, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pembiayaan Multifinance Diprediksi Turun
JAKARTA : Pembiayaan baru multifinance dari perusahaan anggota Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) diperkirakan hanya Rp100 triliun sampai akhir 2009, turun 28,57% dibandingkan dengan tahun lalu Rp140 triliun.
Menurut Ketua Umum APPI Wiwie Kurnia kendati keadaan ekonomi sudah memberikan indikasi pemulihan, penyaluran kredit baru (booking) pada tahun ini tidak bisa disamakan dengan keadaan tahun lalu.
"Pembiayaan baru kami [APPI] sulit untuk menembus level seperti akhir tahun lalu yang mampu mencapai Rp140 triliun. Oleh sebab itu, tahun ini terkoreksi menjadi Rp100 tirliun," katanya pekan ini.
Menurut ketua asosiasi yang terdiri dari sekitar 116 perusahaan ini, komposisi penyaluran kredit tersebut sebagian besar didominasi sektor otomotif sehingga kontribusi segmen pembiayaan konsumen tentu lebih besar dibandingan dengan tiga segmen lainnya yakni sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan kartu kredit.
Pembiayaan konsumen dan leasing, katanya, lebih sering berfluktuasi dibandingkan dengan kartu kredit dan anjak piutang.
Statistik Bank Indonesia per Mei 2009 menunjukkan total penyaluran pembiayaan multifinance mencapai Rp130,4 triliun, terkoreksi 5,9% dari posisi awal tahun yakni Rp138,1 triliun. Adapun, penyaluran kredit segmen pembiayaan konsumen bergerak naik menjadi Rp80,9 triliun dan leasing mencapai Rp46,5 triliun.
Lebih lanjut Wiwie mengakui pendanaan yang diperoleh multifinance memang masih dari bank sekitar 70% dengan skema joint financing. Dalam skema ini, perbankan memberikan pinjaman kepada multifinance untuk setiap permintaan pinjaman yang diajukan nasabah.
Dengan skema itu, lanjutnya, multifinance memperoleh alternatif pendanaan selain modal sendiri dan obligasi, tetapi membantu bank dalam meningkatkan portofolio pinjaman dengan cepat.
Beda perspektif
Oleh sebab itu, pihaknya mengharapkan kebijakan yang terkait dengan joint financing yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia tidak berperspektif perbankan tetapi multifinance.
"Kami harapkan perspektif mereka [BI] tidak dalam posisi perbankan tetapi juga menyesuaikan dengan industri multifinance sehingga fair. Nah, kalau ini bisa diharapkan pendanaan ada dan dapat mendorong pertumbuhan penyaluran kredit nantinya," katanya.
Wiwie juga mendesak perbankan tidak menyamaratakan industri pembiayaan dengan industri yang rentan dengan krisis sehingga menerapkan pengetatan likuiditas yang menyulitkan pinjaman.
Presiden Direktur PT Trust Finance Indonesia Tbk (Trust Finance) Muhamad Nashir menegaskan meskipun pinjaman utama multifinance dari perbankan melalui joint financing, akan tetapi hingga saat ini bunga murah sulit didapatkan.
Hal itu tentunya akan sulit mengharapkan penyaluran kredit pada tahun ini bisa semaksimal seperti halnya tahun lalu. Dengan adanya pendanaan yang murah, imbuhnya, pembiayaan bisa terdorong.
"Memang joint financing paling banyak, dari mana lagi selain dari mereka [perbankan]. Namun, sekiranya bunga yang mereka terapkan itu tinggi sehingga booking seperti tahun lalu sulit naik," tegasnya kemarin.
Di sisi lain, Deputi Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia (BI) Agusman, dalam makalahnya berjudul Perkembangan Perbankan dan Tantangan Bisnis Joint Financing ke Depan, menyatakan hal yang perlu diperhatikan dalam joint financing ialah ketika perusahaan pembiayaan merupakan anak usaha bank.
Selain itu, dari perspektif perbankan, joint financing perlu diwaspadai guna meminimalisasi kumungkinan risiko. (tahir.saleh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 31 July 2009
Judul / Title : Pembiayaan Multifinance Diprediksi Turun
Halaman / Page : 4
Rubrik / Column : Keuangan
Penulis / Writer : M. Tahir Saleh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Laba Bersih Astra Turun
JAKARTA : Berkurangnya pendapatan menyeret laba bersih PT Astra International Tbk pada semester I/2009 turun 10,75% menjadi Rp4,24 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,75 triliun.
Dalam laporan keuangan yang tidak diaudit, Astra melaporkan sepanjang 6 bulan pertama tahun ini pendapatan bersih turun 3,25% dari Rp46,27 triliun menjadi Rp44,76 triliun.
Beban pokok pendapatan turun 3,03% menjadi Rp34,12 triliun dari sebelumnya Rp35,19 triliun, tetapi beban usaha naik dari Rp4,47 triliun menjadi Rp4,75 triliun. Kenaikan beban usaha ini disumbangkan oleh peningkatan beban penjualan sebesar Rp30 miliar dan beban umum/administrasi sebesar Rp257 miliar. Laba usaha pun anjlok 10,97% dari Rp6,61 triliun menjadi Rp5,89 triliun.
Presiden Direktur Astra Michael D. Ruslim menuturkan bisnis perseroan pada Januari-Juni terimbas efek krisis ekonomi global, sehingga beberapa bidang usaha mengalami penurunan keuntungan, kecuali untuk bidang jasa keuangan, alat berat, dan kontraktor penambangan.
"Kepercayaan konsumen cenderung meningkat seiring dengan perkembangan positif inflasi, suku bunga dan apresiasi terhadap rupiah. Meskipun demikian, perseroan diharapkan tetap dapat menghadapi pasar yang menantang pada semester kedua, terutama di bisnis sepeda motor," kata Michael kemarin.
Untuk per 30 Juni 2009, tanpa memasukkan aktivitas jasa keuangan, perseroan membukukan kas bersih sebesar Rp692 miliar. Hal ini mencerminkan rasio kas bersih terhadap dana pemegang saham sebesar 2% pada akhir Juni.
Secara terpisah, anak usaha Astra yang bergerak di bidang distribusi alat berat yaitu PT United Tractors Tbk membukukan lonjakan laba bersih sebesar 55,22% dari Rp1,21 triliun jadi Rp1,87 triliun.
Penyebab utamanya adalah adanya kenaikan pendapatan bersih sebesar 10,27% menjadi Rp13,88 triliun dibandingkan dengan perolehan semester I/2008 sebesar Rp12,59 triliun.
Beban pokok pendapatan naik Rp526 miliar menjadi Rp10,66 triliun, sedangkan beban usaha naik Rp113,82 miliar menjadi Rp640,81 miliar. Laba kotor masih tumbuh menjadi Rp3,22 triliun dari semula Rp2,46 triliun, dan laba usaha naik dari Rp1,93 triliun menjadi Rp2,58 triliun.
Direktur United Tractors Gidion Hasan menjelaskan kenaikan penjualan didorong oleh peningkatan produksi batu bara dan pemindahan tanah yang dihasilkan oleh anak usaha yakni PT Pamapersada Nusantara.
"Kontribusi pendapatan Pamapersada terhadap total pendapatan bersih perseroan pada tahun ini mencapai 50%." (pudji.lestari@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 31 July 2009
Judul / Title : Laba Bersih Astra Turun
Halaman / Page : f 2
Rubrik / Column : Bursa
Penulis / Writer : Pudji Lestari, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota Jajaki Pasar Model iQ
JAKARTA : PT Toyota Astra Motor (TAM) sedang melakukan survei pasar untuk menjajaki kemungkinan memasarkan mobil superkompak, Toyota iQ, di Indonesia.
Survei pasar tersebut dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada pengunjung ajang Indonesia International Motor Show 2009 untuk mengetahui respons konsumen terhadap model tersebut.
"Hasil survei ini selanjutnya akan dianalisis dan dikompilasikan dengan survei perilaku pasar domestik yang telah kami lakukan sebelumnya," ujar GM Marketing Planing Customer Relation Division TAM Widyawati Soedigdo, di Jakarta International Expo Kemayoran, kemarin.
Menurut dia, animo pasar, khususnya masyarakat perkotaan, terhadap mobil superkompak yang irit bahan bakar semakin tinggi.
Itulah sebabnya, Toyota memperkenalkan model iQ untuk memanfaatkan peluang pasar tersebut.
"Kalau ternyata respons pasarnya bagus, kami segera kirim laporannya kepada prinsipal di Jepang. Biasanya kami butuh waktu sekitar 3 tahun sejak survei pasar dilakukan hingga dipasarkan."
Widyawati mengungkapkan berdasarkan hasil survei perilaku pasar yang dilakukan Toyota, konsumen di perkotaan cenderung menyukai mobil berkapasitas mesin kecil dan hemat bahan bakar.
Toyota iQ yang memiliki panjang kurang dari 3 meter tersebut didesain hanya dapat mengangkut tiga penumpang plus seorang anak kecil. Mobil ini pertama kali diperkenalkan di Frankfurt, Jerman pada 2007 dan saat ini dipasarkan di Eropa dengan harga sekitar Rp350 juta.
Manager Marketing Communication PT TAM Achmad Rizal menambahkan untuk menetapkan level harga iQ yang acceptable untuk pasar Indonesia, kemungkinan besar Toyota akan mengurangi fitur seperti airbags.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 30 July 2009
Judul / Title : Toyota Jajaki Pasar Model iQ
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota Perbarui Tampilan Innova
JAKARTA : PT Toyota Astra Motor (TAM) berupaya memperkuat posisinya di segmen MPV medium dengan merilis dua varian Kijang Innova berpenampilan baru, yaitu G Luxury dan V Luxury.
Tak mau tinggal diam dari gempuran agen tunggal pemegang merek (ATPM) lain, TAM akhirnya mengeluarkan dua varian terbaru Kijang Innova untuk mempertahankan kepemimpinannya di segmen mobil multi purpose vehicle (MPV). Kedua varian ini merupakan hasil penyempurnaan model sebelumnya sehingga terkesan lebih mewah. Penambahan fitur terlihat pada sejumlah aksesori di bagian eksterior seperti, kaca spion dengan signal lamp, spoiler belakang berlampu, emblem berlapis chrome, dan muffler cutter.
?Di segmen ini kami sudah menguasai sebesar 80%. Jadi kalau untuk menambah pangsa ya tak signifikan. Kami lebih memberi pilihan kepada konsumen Innova,? ujar Direktur Pemasaran PT TAM Joko Trisanyoto, kemarin.
TAM mengklaim telah melego 15.449 unit seluruh varian Innova selama Januari-Juni 2009. Hadirnya dua varian anyar ini diharapkan mendongkrak penjualan seluruh varian Innova sehingga menembus 40.000 unit pada tahun ini.
Ditawarkan dalam tiga model utama yakni tipe E, G, dan V, MPV Innova saat ini memiliki 16 varian. Harga dua varian terbaru dibanderol dengan harga Rp228,1 juta Rp272,75juta per unit (on the road Jakarta).
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 29 July 2009
Judul / Title : Toyota Perbarui Tampilan Innova
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Ekspor Mobil CBU Mulai Naik
JAKARTA : Ekspor mobil dalam kondisi utuh (completely built-up/CBU) kembali naik menjadi 4.218 unit setelah turun berturut-turut dalam 3 bulan terakhir.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diperoleh Bisnis, kenaikan ekspor pada bulan lalu telah mendongkrak akumulasi penjualan mobil produksi dalam negeri ke pasar ekspo menjadi 29.832 unit.
Kendati menunjukkan grafik pertumbuhan, ekspor mobil CBU sepanjang semester I/2009 masih jauh lebih buruk karena anjlok 41,1% dibandingkan dengan periode yang sama 2008 sebanyak 50.677 unit.
Ketua Umum Gaikindo Bambang Trisulo menilai kenaikan volume ekspor pada bulan lalu belum menunjukkan adanya pertumbuhan permintaan yang signifikan karena kondisi pasar otomotif global saat ini masih belum sepenuhnya terlepas dari dampak krisis.
"Ekspor ke Thailand lemah dan pasar dunia secara umum masih belum pulih. Saya perkirakan pasar akan mulai bergerak naik pada akhir tahun ini, tapi sulit untuk menyamai pencapaian tahun lalu," katanya kemarin.
Dia menyatakan jika pasar mobil domestik ditargetkan akan mencapai 450.000 unit tahun ini, penjualan mobil CBU ke luar negeri diproyeksikan akan mencapai 50.000 unit atau terpangkas sekitar 50% dibandingkan dengan realisasi ekspor pada 2008 yaitu 100.892 unit. "Ini memang lebih rendah dari proyeksi awal kami 70.000 unit. Namun, kalau tercapai 70.000 unit itu ya kami bersyukur."
Butuh waktu
Dihubungi terpisah, Johannes Saragih, Marketing Export Department Head PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) menyatakan sependapat dengan Gaikindo bahwa pasar ekspor mobil CBU tahun ini diperkirakan terkunci di angka 50.000 unit.
"Sampai akhir tahun diperkirakan sudah kelihatan ada pergerakan. Tapi kembali normal seperti 2008 saya pikir membutuhkan waktu 2 tahun. 2008 menjadi peak performance."
Dia menuturkan untuk mendukung pemulihan kinerja ekspor otomotif, pemerintah diharapkan memberi perhatian serius dengan membantu kelancaran kegiatan ekspor, seperti memperpendek rantai birokrasi, meningkatkan pelayanan bea cukai, dan pembenahan infrastruktur.
"Kami mengharapkan dukungan dari dalam negeri, yakni infrastruktur dipermudah karena satu-satunya akses ke terminal ekspor hanya jalan tol dalam kota yang traffic-nya sangat padat. Akibatnya daya pindah unit per hari berkurang, dari 3-4 rit per hari menjadi 2 rit," paparnya.
Johannes mengungkapkan ekspor kendaraan Suzuki APV sepanjang Januari-Juni hanya sebesar 5.400 unit. Angka ini anjlok 60% dibandingkan dengan periode yang sama 2008.
Seiring tekanan krisis, SIM memprediksikan volume ekspor kendaraan Suzuki pada tahun ini sebanyak 12.000 unit, melorot dibandingkan dengan realisasi 2008 yang hampir mencapai 25.000 unit.
"Kami optimistis bisa tercapai melihat order yang diterima dari Timur Tengah. Untuk pasar Thailand kemungkinan baru bisa melakukan pengiriman pada November, volumenya 400 unit per bulan."
SIM merupakan salah satu produsen mobil yang melakukan kegiatan ekspor, selain PT Toyota Motor Manufacturing Motor Indonesia (TMMIN) dan PT Astra Daihatsu Motor (ADM).
Pekan lalu, SIM mendapatkan penghargaan dari Departemen Perindustrian dan Gaikindo sebagai produsen yang melakukan ekspor dengan negara tujuan terbanyak yaitu 88 negara.
"Kami akan terus mencari negara tujuan baru yang potensial, selain menambah model yang diekspor." (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 28 July 2009
Judul / Title : Ekspor Mobil CBU Mulai Naik
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota Incar 30% Pasar MPV Premium
JAKARTA : PT Toyota Astra Motor (TAM) berambisi meraih 30% pangsa pasar di segmen kendaraan serba guna (multi purpose vehicle/MPV) premium, seiring dengan peluncuran varian baru Toyota Alphard 2.400 cc yang ditargetkan terjual 150 unit sampai akhir 2009.
Varian anyar MPV kelas mewah andalan Toyota ini hadir dalam dua pilihan yaitu Alphard 2.4 X yang dibanderol Rp800 juta dan Alphard 2.4 G seharga Rp900 juta (on the road Jakarta).
Wakil Presiden PT Toyota Astra Motor (TAM) Shinji Fuji mengatakan model Alphard menjadi andalan perusahaan untuk memperkuat posisi Toyota di pasar kendaraan MPV premium di Tanah Air.
"Mobil ini lebih mengusung kemewahan, aspek keselamatan dan lebih menunjukkan mobil masa depan," kata Shinji Fuji dalam peluncuran varian terbaru Toyota Alphard 2.4 di sela-sela kegiatan the 17th Indonesia International Motor Show (IIMS) 2009, kemarin.
Mengusung mesin berteknologi CVT 2.4L VVT-i IL 4 yang mampu menghasilkan tenaga 170 PS pada 6000 rpm dan torsi maksimum 22,4 kgm pada 4.000 rpm, varian baru Alphard ini diharapkan mendongkrak pangsa pasar Toyota di segmen MPV premium menjadi 30% pada tahun ini.
Direktur Pemasaran PT TAM Joko Trisanyoto mengatakan pihaknya menargetkan penjualan Alphard khusus varian 2.400 cc mencapai 150 unit sampai akhir tahun ini, sedangkan target total (2.4 l dan 3.5 l) diharapkan menembus 175 unit-200 unit.
"Kami yakin target itu tercapai karena pasar kendaraan di segmen Alphard ini sekitar 400 unit per tahun. Kami berdasarkan market yang ada, sehingga berani menargetkan tinggi."
Sepanjang semester I/2009, kata Joko, perusahaan telah melego 12 unit model Alphard 3.500 cc, sedikit terkoreksi akibat permintaan yang melemah karena krisis finansial. Realisasi penjualan Alphard pada tahun lalu 44 unit. Berdasarkan registrasi polisi, volume penjualan MPV premium tersebut menembus 600 unit pada 2008, didongkrak oleh penjualan model Alphard Vellfire oleh kalangan importir umum.
"Tahun lalu market share kami relatif kecil, hanya 5%. Peluncuran varian baru di ajang IIMS ini kami lihat sebagai momentum yang tepat."
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 28 July 2009
Judul / Title : Toyota Incar 30% Pasar MPV Premium
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
9 Izin Multifinance Dicabut
JAKARTA : Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK mencabut izin usaha sedikitnya sembilan perusahaan pembiayaan (multifinance) pada semester I/2009.
Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan posisi tahun lalu yang hanya tujuh perusahaan.
Sebagian besar pencabutan terjadi lantaran perusahaan pembiayaan melakukan pelanggaran regulasi yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan, PMK No. 84/PMK.012/2006 tentang Perusahaan Pembiayaan.
Total multifinance yang aktif, setelah dikurangi jumlah perusahaan yang dicabut izin usahanya, mencapai 204 perusahaan termasuk di dalamnya satu perusahaan baru, PT Hitachi Construction Finance, yang mengantongi izin pada awal tahun ini. Namun, jumlah perusahaan pembiayaan tersebut lebih kecil dari tahun lalu yang masih 212 perusahaan.
Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan M. Ihsanuddin mengatakan besarnya jumlah izin usaha multifinance yang dicabut pada semester I/2009 bukan indikasi perusahaan pembiayaan lebih banyak melanggar peraturan yang ada.
Menurut dia, kenaikan jumlah pencabutan izin itu lebih disebabkan pemerintah makin disiplin dalam menegakkan aturan perundangan yang berlaku di industri pembiayaan.
"Baru setengah tahun sudah sembilan perusahaan [dicabut izinnya], sedangkan total tahun lalu hanya tujuh perusahaan. [Namun] ini bukan tanda tahun ini perusahaannya jauh lebih bandel, tetapi good government kami tegakkan lagi. Yang nakal [melanggar regulasi] tidak peduli siapa mereka," katanya kepada Bisnis, kemarin.
Sebaliknya, katanya, penegakan peraturan pada tahun lalu juga bukan lebih lemah dibandingkan dengan tahun ini.
Hal itu disebabkan banyak pembenahan sistem internal guna meningkatkan kembali fungsi lembaga sebagai regulator.
Ihsanuddin mengatakan sebagian besar kesalahan multifinance yang terkena sanksi di antaranya melakukan pelanggaran peraturan seperti tidak memberikan laporan keuangan audit, ketidakjelasan alamat perusahaan dan manajemen, serta peralihan segmen bisnis pembiayaan ke segmen lainnya.
Tattys Miranti Hedyana, Kepala Bagian Lembaga Pembiayaan Biro Pembiayaan dan Penjaminan, menambahkan sebagian besar kesalahan multifinance yang dicabut izin usahanya lantaran tidak mengindahkan peraturan yang ada.
Dengan kebijakan penegakan peraturan ini, katanya, diharapkan biro yang juga mengurusi modal ventura, Lembaga Penjaminan Ekspor Indonesia (LPEI), jasa gadai, dan lembaga pembiayaan lainnya itu bisa menjalankan tugasnya lebih baik lagi.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 24 July 2009
Judul / Title : 9 Izin Multifinance Dicabut
Halaman / Page : 5
Rubrik / Column : Asuransi & Pembiayaan
Penulis / Writer : M. Tahir Saleh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pasar Mobil MPV Meningkat
JAKARTA : Penjualan kendaraan multi purpose vehicle (MPV) pada Juli mengalami lonjakan signifikan dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, seiring dengan permintaan yang menguat dari masyarakat.
Peningkatan permintaan terhadap produk kendaraan yang memiliki kapasitas tujuh penumpang ini setidaknya terlihat pada dua model MPV terlaris saat ini, Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Tren kenaikan pemesanan ini diperkirakan berlanjut sampai pertengahan September.
Chief Operation Officer PT Astra International Tbk-Toyota Sales Operation (Auto2000) Jodjana Jody mengatakan selain tren tahunan pada peak season, peningkatan permintaan kendaraan keluarga saat ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor.
Pertama, banyaknya uang yang beredar sebagai berkah dari pelaksanaan pemilu sehingga meningkatkan kemampuan belanja mobil oleh masyarakat. Kedua, penurunan suku bunga acuan (BI Rate) mencapai level terendah sepanjang tahun yaitu 6,75% yang mendorong tren penurunan suku bunga kredit. Ketiga, indikator makroekonomi yang mendorong tingkat percaya diri pasar semakin membaik.
"Surat pemesanan kendaraan [SPK] untuk Toyota Avanza dan Kijang Innova meningkat cukup tajam. Dari bulan ke bulan pemesanan naik terus. Tren ini kami lihat sudah terjadi sejak Mei," katanya kepada Bisnis, kemarin.
Di tempat terpisah, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan pihaknya juga mencatatkan kenaikan SPK model Xenia dan produk Daihatsu lainnya seperti minibus Gran Max dan Luxio.
"Sampai memasuki Lebaran, perkiraan saya permintaan akan terus naik, mulai Juli, Agustus hingga awal September. Untuk membantu konsumen memiliki kendaraan, saat ini kami kampanye subsidi bunga ringan dan promo lainnya."
Hingga posisi 21 Juli, ADM mencatat SPK Daihatsu Xenia mencapai 3.764 unit. Angka ini naik dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu sekitar 3.744 unit. Untuk keseluruhan produk Daihatsu, ADM membukukan SPK sebanyak 7.650 unit, naik dari bulan sebelumnya yaitu 7.211 unit.
Sementara itu, Auto2000 selaku distributor utama kendaraan Toyota di Indonesia telah mengalami lonjakan pemesanan model Avanza, Innova dan sport utility vehicle (SUV) Rush mulai Mei.
Sesuai data Auto2000, permintaan model low MPV andalan Toyota naik sekitar 25% pada Juni dibandingkan dengan posisi Mei, sedangkan pemesanan MPV medium Innova naik sekitar 20%.
Jodjana menjelaskan pada Mei, SPK Toyota Avanza hanya 6.000 unit, lalu meningkat hampir mencapai 8.000 unit pada Juni dan bulan ini diperkirakan naik 11%. Kondisi yang sama terjadi untuk model MPV medium andalan Toyota, Kijang Innova. Posisi 20 Juli, Auto2000 membukukan kenaikan SPK model Innova sebesar 14% dari rerata pemesanan sebanyak 3.500 unit per bulan.
Tingkatkan pasokan
Merespons kenaikan pemesanan oleh konsumen, lanjut Jodjana, sejak Mei pihaknya telah meminta PT Toyota Astra Motor (TAM) untuk meningkatkan pasokan ke diler sehingga mempercepat inden model MPV ataupun model lainnya.
"Kami meminta sejak Mei, tetapi barang kurang. Kami minta produksi dinaikkan sebisanya karena peningkatan permintaan cukup banyak, sehingga inden tinggal 1-2 bulan. Kami akan all out mengirimkan kendaraan ke tangan konsumen karena mereka menginginkan mudik dengan mobil baru," jelasnya.
Mobil MPV merupakan model yang paling diminati di pasar Indonesia dan segmen ini menyerap pangsa pasar terbesar dari total penjualan kendaraan roda empat nasional.
Sepanjang Januari-Mei, volume pasar kendaraan tipe 4x2 yang dihuni model MPV menembus 117.857 atau meraih 69,5% pangsa pasar domestik. Secara akumulatif, realisasi pasar mobil nasional menembus 169.462 unit (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Oleh Siti Munawaroh
Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Produksi Mobnas Bisa Pakai Pabrik ATPM
JAKARTA : Pengembangan mobil nasional (mobnas) dapat dilakukan dengan menggandeng agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang memiliki fasilitas perakitan umum (general assembler) untuk keperluan produksi.
Ketua umum Gabungan industri kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo mengatakan kalangan pelaku industri otomotif nasional menghargai semangat beberapa pihak yang ingin mengembangkan proyek mobnas.
Dia menilai hal tersebut membuktikan anak bangsa masih memiliki idealisme tinggi dalam mengembangkan industri otomotif di Tanah Air. Oleh karena itu, lanjutnya, mereka patut didukung dengan memberikan peluang kerja sama dengan perusahaan otomotif yang sudah ada.
"Mereka bisa saja bekerja sama dengan perusahaan yang telah memiliki fasilitas pabrik guna memproduksi mobnas tersebut," ujarnya kemarin.
Proyek mobnas sudah pernah dikembangkan oleh sejumlah pihak sejak beberapa tahun lalu. Sebut saja misalnya LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang mengembangkan Marlip (Marmut listrik LIPI), dan PT Dirgantara Indonesia yang menciptakan mobil Maleo.
Akhir-akhir ini juga muncul ide pengembangan mobnas baru dari dunia pendidikan dan swasta seperti Gea, Komodo, Arina, dan Esemka.
Bambang menuturkan saat ini ada beberapa pabrik mobil berstatus general assembler (pabrik yang bisa merakit berbagai jenis kendaraan), salah satunya adalah Gaya Motor. "Pabrik [Gaya Motor] ini saya kira bisa dimanfaatkan oleh mereka [pengembang proyek mobnas]," tuturnya.
Selain Gaya Motor, Kelompok Indomobil juga memiliki fasilitas perakitan yang selama ini digunakan oleh pabrikan di luar kelompok ini.
PT National Assembler yang dimiliki Indomobil sempat merakit beberapa model mobil Kia, selain saat ini merakit beberapa model mobil China, Chery.
Namun, Bambang mengingatkan tidak semua pabrik bisa melakukan hal seperti itu, terutama pabrik yang sebagian besar investasinya berasal dari prinsipal dan telah over capacity. Pabrik Toyota atau Daihatsu misalnya, tentu tidak bisa menjalin kerja sama dengan pihak lain, karena selain tidak akan direstui oleh prinsipal, juga karena pabrik tersebut sangat spesifik hanya dapat memproduksi jenis kendaraan tertentu saja.
Dia berpendapat, proyek mobnas hanya akan berhasil jika ada investor yang kuat dan betul-betul berani mengambil risiko, yang selanjutnya didukung penuh oleh pemerintah melalui kebijakan khusus.
Investor tersebut bisa saja membeli teknologi rancang bangun dari salah satu merek dunia, seperti yang pernah dilakukan oleh Proton Malaysia.
"Sebenarnya dulu Bakrie Group sudah hampir merampungkan proyek mobnasnya. Namun, sayang terhenti di tengah jalan." (Ahmad Muhibbbuddin)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 23 July 2009
Judul / Title : Produksi Mobnas Bisa Pakai Pabrik ATPM
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Afriyanto, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Daihatsu Produksi Pikap Kabin Ganda
JAKARTA : PT Astra Daihatsu Motor (ADM) akan menggarap potensi pasar kendaraan pikap kabin ganda dengan memperkenalkan hasil inovasi pikap Gran Max berpintu empat.
Dengan memadukan konsep people carrier dan pikap, Daihatsu menghadirkan kendaraan berkapasitas lima penumpang dengan nyaman dan tetap leluasa, tetapi mampu memuat barang di bak belakang.
Direktur Pemasaran PT ADM Amelia Tjandra mengatakan pihaknya mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda dari kendaraan kabin ganda pada umumnya, tentu dengan beragam keuntungan dan fungsi, serta harga yang terjangkau.
"Kami sedang test pasar dan sedang melakukan kajian untuk model kendaraan ini. Kami akan tawarkan sesuatu yang berbeda hasil pengembangan special vehicle," katanya, seusai konferensi pers partisipasi Daihatsu dalam The Indonesia International Motor Show (IIMS) 2009, kemarin.
Menggunakan platform Gran Max, model pikap kabin ganda tersebut baru diproduksi satu unit oleh Daihatsu sebagai persiapan unit yang akan dipajang pada IIMS 2009. Dengan pintu geser (sliding door), Gran Max kabin ganda tampaknya ditujukan untuk memperkuat penetrasi produk di pasar kendaraan niaga ringan.
"Kalau model kabin ganda saat ini banyak ditawarkan di kisaran harga Rp270 juta, kami mengharapkan Gran Max kabin ganda ini dapat ditawarkan dengan harga di bawah Rp150 juta."
Model pikap kabin ganda saat ini diisi oleh kendaraan bermesin diesel dengan kapasitas mesin yang relatif besar sehingga harganya pun relatif mahal. Pada kurun 1990-an, model pikap kabin ganda sempat dikembangkan oleh Toyota dengan menggunakan platform Kijang Kapsul. Model pikap ringan berpintu empat juga sempat beredar di pasar yang dikembangkan oleh perusahaan karoseri menggunakan model pikap Suzuki Carry.
Industri karoseri
Chief Executive Officer PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Suparno Djasmin mengatakan inovasi model Gran Max pikap kabin ganda ini membuka peluang bagi industri karoseri untuk melakukan pengembangan yang lebih fleksibel.
"Jadi model ini bisa saja dikembangkan oleh karoseri, tidak hanya Daihatsu. Kami masih mengkaji animo pasar untuk model ini."
Saat ini, Daihatsu memasarkan model dengan dua tipe mesin 1.300 cc dan 1.500 cc ini dalam dua model yaitu minibus dan pikap. Dalam kurun waktu 1,5 tahun kehadirannya di pasar domestik, ADM menilai pencapaian kinerja Gran Max sesuai dengan tujuan awal yaitu menguasai 60% pangsa pasar di segmen minibus dan 30% di segmen pikap.
Sampai Juni, Gran Max minibus telah mengantongi sekitar 70% pangsa pasar dan model pikap meraih sekitar 33%-34% pangsa pasar di kelasnya. (Ahmad Muhibbbuddin)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 23 July 2009
Judul / Title : Daihatsu Produksi Pikap Kabin Ganda
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
BMW Luncurkan Mobil Sport Premium
JAKARTA : PT BMW Indonesia terus memperkuat penetrasi merek dengan meluncurkan roadster terbaru, BMW Z4 dan menambah varian baru Seri 5 rakitan lokal.
Untuk meningkatkan citra merek di segmen kendaraan sport premium, BMW menghadirkan model roadster klasik, BMW Z4, yang diimpor dalam kondisi utuh (completely built-up/CBU) dari Jerman.
Ramesh Divyanathan, Direktur Pemasaran BMW Asia, mengatakan peluncuran model terbaru roadster Z4 menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap potensi pasar Indonesia dan diharapkan memperkuat citra BMW di kelas mobil sport premium.
"Kami tidak mengejar target tertentu. Tidak ada batasan alokasi [kuota] dari Jerman, kami akan penuhi sesuai permintaan konsumen," katanya kemarin.
Untuk Indonesia, roadster pertama dengan atap hardtop otomatis ini hadir dengan dua pilihan mesin, BMW sDrive35i mesin enam silinder teknologi turbo dan BMW Z4 sDrive23i enam silinder berkapasitas 2,5 liter.
BMW Z4 terbaru yang memulai debutnya di dunia pada Detroit Auto Show Januari 2009 dibanderol dengan harga Rp1,15 miliar (Z4 sDrive23i) dan Rp1,65 miliar (Z4 sDrive35i) off the road DKI Jakarta.
Diklaim sebagai kendaraan rendah emisi tetapi berperforma tinggi, BMW Z4 dibekali sistem HiFi professional 14 loudspeaker dan dua speaker ekstra. Z4 menjadi BMW roadster pertama yang memiliki atap hardtop otomatis yang dapat dibuka tutup hanya dalam waktu 20 detik.
Selain merilis Z4, BMW Indonesia memperkuat penetrasinya dengan menambah varian BMW Seri 5 rakitan lokal yaitu 530i. Varian anyar ini memiliki dapur pacu 3.000 cc dengan mesin enam silinder dan dipasarkan dengan harga Rp928 juta.
"Kami menambah varian baru rakitan lokal karena ada permintaan," kata Direktur Komunikasi PT BMW Indonesia Helena Abidin.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 23 July 2009
Judul / Title : BMW Luncurkan Mobil Sport Premium
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pelaku Otomotif Harapkan Transparansi
JAKARTA : Para pelaku industri mengharapkan pemerintahan yang baru meningkatkan transparansi pada setiap proses administrasi dan pelayanan serta memperbaiki koordinasi antardepartemen/intansi.
Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia Gunadi Sindhuwinata mengatakan diperlukan landasan ekonomi yang kuat untuk 10-15 tahun ke depan, sehingga harus ada sinergi antardepartemen/instansi dengan masyarakat.
Sebagai wujud reformasi birokrasi, lanjutnya, pemerintahan baru harus mengedepankan transparansi kepada masyarakat/publik untuk semua proses kegiatan. Menurut Gunadi, transparansi informasi sangat penting sehingga memperpendek rantai birokrasi.
?Proses birokrasi harus diperpendek, misalnya untuk perizinan. Pos-pos yang tidak perlu dihilangkan sehingga menjadi efisien dan efektif,? katanya, kepada Bisnis, kemarin.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Bambang Trisulo menuturkan saat ini koordinasi antardepartemen, khususnya antardirektur jenderal bisa dikatakan hampir tidak ada.
?Ini yang perlu diperbaiki. Paling banyak koordinasinya antardua dirjen saja. Misalnya surat kerja sama tujuh departemen yang kami layangkan mengenai pengembangan eco car sampai sekarang sinkronisasi kebijakan belum berjalan.?
Perpendek proses
Gunadi mengungkapklan perbaikan proses birokrasi itu, tengah dilakukan dengan memperpendek waktu proses pengurusan surat kendaraan dari 21,7 hari menjadi hanya 4 hari. Langkah ini dilakukan dalam kerangka kerja sama produsen otomotif dengan sejumlah instansi, seperti Kepolisian dan Bea Cukai.
Bambang menambahkan diperlukan adanya reformasi birokrasi statistik mengingat rekam data mengenai industri masih lemah, misalnya jumlah tenaga kerja yang terlibat di industri otomotif ataupun angka produksi kendaraan nasional.
?Saat ini belum terdata dengan baik, padahal kalau ada kesamaan angka, potensi industri dapat ditingkatkan lagi.?
Pemerintah, tegasnya, juga harus memiliki rumusan kebijakan yang lebih detail untuk pengembangan industri, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Arah pembangunan industri tersebut harus mendapat persetujuan dari seluruh departemen sehingga implementasinya tidak berbenturan.
?Sekarang sudah ada arah pembangunan, tapi ukuran dan cara mencapainya perlu disamakan. Paling tidak, Kantor Kementerian Ekonomi harus kuat, baik di tingkat staf ahli, dirjen maupun deputi.?
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 22 July 2009
Judul / Title : Pelaku Otomotif Harapkan Transparansi
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Astra Sedaya jajaki MTN Rp200 miliar
JAKARTA : PT Astra Sedaya Finance akan menerbitkan obligasi jangka menengah (medium term notes/MTN) senilai Rp200 miliar untuk mendukung ekspansi pembiayaan.
Tenor dari MTN yang akan diterbitkan ini ditetapkan selama 1 tahun dan 2 tahun.
Sumber Bisnis mengungkapkan dua perusahaan sekuritas telah ditunjuk untuk menangani penjualan MTN yang diterbitkan oleh ASF yaitu HSBC Securities dan NISP Sekuritas.
"Rencana penerbitan MTN ini akan direalisasikan pada kuartal III tahun ini," ujarnya kemarin.
Dia menuturkan surat utang tersebut akan dijadikan underlying asset untuk reksa dana yang akan dibentuk oleh PT NISP Sekuritas dan HSBC Securities. "Terbuka kemungkinan jumlah MTN untuk setiap tranche dibagi rata antardua perusahaan sekuritas tersebut, tetapi sampai saat ini komposisinya belum dipastikan."
Namun, ketika dikonfirmasi Executive Vice President, Network & Distribution NISP Sekuritas Yaduhu Immanuel mengaku belum mengetahui rencana tersebut. "Saya sudah tanyakan kepada bagian investment banking, belum ada yang dapat dikonfirmasi dari mereka."
Direktur Keuangan Astra Sedaya Hugeng Gozali ketika dikonfirmasi Bisnis membenarkan perseroan sedang mengkaji rencana tersebut.
Namun, dia menolak memberikan penjelasan detail mengenai penerbitan MTN oleh perseroan.
"Rencana penerbitan MTN akan direalisasikan ketika situasi pasar keuangan terus membaik. Kami tidak mau terbebani dengan tingkat imbal hasil yang tinggi," tuturnya.
Astra Sedaya pada kuartal I tahun ini baru menerbitkan obligasi senilai Rp900 miliar, naik dari rencana semula Rp600 miliar. Saat itu, penawaran yang masuk untuk obligasi itu mengalami kelebihan permintaan sebesar 1,7 kali dari Rp600 miliar atau setara dengan Rp1,02 triliun.
Dana hasil penerbitan obligasi digunakan sebagai modal kerja pembiayaan kendaraan bermotor.
Saat itu, Astra Sedaya dibantu oleh empat penjamin emisi untuk penerbitan obligasi ini yaitu PT Indo Premier Securities, PT Mandiri Sekuritas, PT ING Securities Indonesia, dan PT HSBC Securities.
Astra Sedaya juga telah melunasi seluruh pokok dan bunga seri A obligasi ASDF IX 2008 yang jatuh tempo pada 11 Maret 2009 senilai Rp312,2 miliar. (21)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 17 July 2009
Judul / Title : Astra Sedaya jajaki MTN Rp200 miliar
Halaman / Page : 1
Rubrik / Column : Finansial
Penulis / Writer : M. Munir Haikal, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pasar sedan semester I turun tajam 57,6%
JAKARTA : Realisasi penjualan mobil sedan nontaksi sepanjang semester I anjlok 57,6% menjadi 6.840 unit dibandingkan dengan periode yang sama 2008, akibat krisis yang menekan permintaan.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada semester I/2008, pasar sedan mencapai 16.158 unit dan menembus 18.000 unit apabila ditambah dengan penjualan sedan untuk taksi.
Penurunan pasar sedan pada paruh pertama tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan laju koreksi pasar otomotif domestik yaitu 28,1%.
Dalam kondisi pasar yang merosot ini, Honda masih mendominasi segmen sedan setelah berhasil melego 2.298 unit atau mengantongi 33,6% pangsa pasar. Toyota membayangi di posisi kedua dengan penjualan 1.364 unit atau 19,9% pangsa pasar.
Johnny Dharmawan Danusasmita, Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan penurunan volume penjualan sedan Toyota pada kuartal II, termasuk Camry akibat jesalh dalam membuat proyeksi pasar pada 2009 seiring krisis global.
?Januari-Februari hampir sama sekali tidak ada impor Camry. Ini karena kesalahan order. Semestinya kami nomor satu, tetapi karena lalai suplai kami tidak ada. Namun, produk mulai masuk pada Juni,? katanya di sela-sela peluncuran Toyota New Camry, kemarin. TAM memperkirakan pasar sedan pada awal tahun khususnya segmen medium, akan mengecil seiring tekanan krisis dan mendorong permintaan bergeser ke mobil dengan harga terjangkau. Namun, lanjutnya, ternyata permintaan tetap tinggi dan TAM tidak bisa melakukan pemesanan tambahan ke pabrik Toyota di Thailand.
Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy sebelumnya mengatakan penurunan penjualan sedan ini sangat terkait dengan nilai tukar rupiah yang membuat harga model ini melonjak tinggi.
Sementara itu, Toyota berambisi memimpin pasar sedan medium dengan menguasai 40%-50% pangsa pasar dengan mengandalkan New Camry yang mengalami perubahan wajah dan interior.
"Kami menargetkan penjualan Camry terbaru sekitar 100 unit-125 unit per bulan atau 800 unit sampai akhir tahun."
Melalui produk anyar ini, TAM optimistis mampu merebut kembali posisi sebagai pemimpin pasar sedan medium yang selama 6 bulan terakhir di kuasai Honda Accord. Sedan medium Honda ini sampai Juni telah terjual 304 unit atau menguasai 21% pangsa pasar.
Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto mengatakan pada Januari-Juni, penjualan Camry telah mencapai 242 unit. Kenaikan penjualan signifikan terjadi pada Juni dibandingkan dengan Mei yaitu naik 180%, dari 46 unit jadi 129 unit.
"Kami tidak menambah pesanan Camry model lama, karena pada awal Juli diproduksi Camry baru. Kami perkirakan pada minggu ke-3 dan ke-4 Juli pesanan New Camry sudah masuk ke Indonesia."
New Camry mengalami perubahan pada griil, headlamp, fog lamp, serta fitur di dalam kabin yang lebih nyaman seperti sistem pemijat pada kursi belakang khususnya untuk tipe (3,5 Q). Camry baru tersebut hadir dalam tiga varian yaitu 3,5 Q (3.500 cc), 2,4 V dan 2,4 G.
Johnny membantah peluncuran New Camry dilakukan untuk memanfaatkan pergantian pemerintahan, yang mana sedan ini menjadi kendaraan dinas menteri Kabinet Indonesia Bersatu. (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 16 July 2009
Judul / Title : Pasar sedan semester I turun tajam 57,6%
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Mobil murah perlu peraturan yang jelas
JAKARTA : Pelaku industri otomotif nasional meminta pemerintah untuk membangun fasilitas infrastruktur dan menciptakan iklim investasi yang friendly sebagai bentuk insentif bagi program pengembangan mobil murah (low cost car) di Indonesia.
Penegasan ini merespons rencana Departemen Perindustrian yang akan merealisasikan paket insentif dalam pengembangan mobil murah pada 2012. Proposal program ini sedang dalam tahap finalisasi dan diharapkan disetujui oleh departemen teknis terkait.
Wakil Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johnny Dharmawan Danusasmita mengakui pihaknya memberi apresiasi atas langkah depperin dengan melemparkan rencana pengembangan low cost car tersebut, meski kelahiran program tersebut terlambat dibandingkan dengan Thailand.
?Semestinya dikeluarkan sebelum Thailand menetapkan eco car. Namun, meski terlambat inisiatif itu akhirnya dikeluarkan. Itu yang kami kehendaki karena membangun industri otomotif tidak bisa short term regulation,? katanya, seusai peluncuran New Camry, kemarin.
Dia mengatakan pemerintah harus memberikan perlakuan khusus dalam bentuk insentif untuk menarik minat investor dalam mengembangkan mobil murah di Indonesia.
Infrastruktur
Hal ini bisa ditawarkan dengan menciptakan iklim investasi yang ramah terhadap aliran modal dan pembangunan infrastruktur.
?Infrastruktur segera dibenahi dan perlunya peraturan yang jelas dan dijalankan konsisten, sebab banyak peraturan yang tidak berjalan. Low cost car ini sudah benar, mudah-mudahan bisa sejalan antara regulasi dan implementasi,? ujarnya.
Johnny menuturkan kebijakan penggunaan bahan bakar alternatif bisa menjadi salah satu daya tarik untuk mengembangkan mobil murah dan ramah lingkungan. Namun, lanjutnya, isu bahan bakar alternatif yang digulirkan oleh pemerintah ini sampai saat ini tidak didukung oleh pembangunan infrastruktur untuk pengisian bahan bakar gas (BBG/elpiji/ CNG).
Selain itu, tambahnya, di sisi lain, pemerintah juga belum menawarkan insentif khusus untuk pengembangan kendaraan teknologi hibrida yang ramah lingkungan dan hemat bahan bakar di Tanah Air.
Dalam rencana depperin, pengembangan mobil murah akan dibagi dalam dua segmen harga yaitu kendaraan dengan harga Rp60 juta-Rp70 juta (low cost car) dan Rp40 juta-Rp50 juta (ultra low cost car).
Johnny menilai kebijakan harga mobil murah tersebut akan mengalami penyesuaian dengan perkembangan inflasi tahun berjalan, sehingga pihaknya tidak dapat memberikan kisaran harga ideal untuk sebuah mobil murah.
Dia menambahkan pengembangan program mobil murah tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 3 tahun, sehingga baru akan terwujud pada 2013-2014.
Sementara itu, Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Depperin Budi Darmadi mengharapkan program ini dapat berjalan pada 2012, setahun lebih cepat dibandingkan dengan kalkulasi pelaku industri.
?Kami proyeksikan adanya tambahan kapasitas produksi sebesar 200.000 unit per tahun yang selanjutnya mendorong kegiatan bisnis di industri-industri penunjang otomotif, seperti komponen dan lainnya.?
Wacana mobil murah ini mulai mencuat ke permukaan setelah belum lama ini, produsen otomotif India, Tata Motors berhasil mengembangkan Nano. (Ahmad Muhibbuddin)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 16 July 2009
Judul / Title : Mobil murah perlu peraturan yang jelas
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Seri 3 Dongkrak Penjualan BMW Indonesia
JAKARTA : PT BMW Indonesia, pada semester I/2009, membukukan kenaikan penjualan 13,8% atau menjadi 378 unit dibandingkan dengan periode yang sama 2008, ditopang oleh permintaan model BMW Seri 3 terbaru.
Direktur Komunikasi BMW Indonesia Helena Abidin mengatakan selama 6 bulan pertama 2009, realisasi penjualan produk BMW melampaui kinerja semester I/2008 yang hanya 332 unit.
Peningkatan penjualan BMW tersebut terjadi di tengah tren penurunan pasar otomotif domestik yang anjlok 28,1% sepanjang semester I/2009 menjadi 210.246 unit.
?Ada kenaikan permintaan untuk model BMW Seri 3 terbaru yang kami luncurkan pada Mei. Perkenalan Seri 3 yang baru mendukung kenaikan penjualan kami,? katanya kepada Bisnis, kemarin.
Dia mengatakan sebanyak 251 unit BMW Seri3 terjual ke tangan konsumen sepanjang Januari-Juni, sehingga model tersebut memberi kontribusi sekitar 66% terhadap total penjualan BMW. Realisasi penjualan Seri 3 ini melonjak 53,9% dibandingkan dengan semester I/2008 yaitu 163 unit.
?Kalau pasar melemah, kami justru melihat pertumbuhan stabil. Selain Seri 3, permintaan Seri 7 juga naik karena modelnya yang baru. Animo masyarakat Indonesia untuk model baru masih tinggi,? ujarnya.
Kendati membukukan pertumbuhan positif, lanjut Helena, perusahaan belum berencana untuk merevisi naik target penjualan tahun ini. BMW masih membidik target pencapaian penjualan 2009 stabil seperti realisasi 2008 yaitu 720 unit.
Pada semester II ini, agen tunggal pemegang merek mobil asal Jerman ini memproyeksi kondisi pasar otomotif terus membaik, seiring dengan agenda pemilu yang berjalan lancar dan kondisi ekonomi nasional yang kondusif.
Untuk memperkuat posisi dan citra merek di pasar domestik, BMW Indonesia berencana meluncurkan model terbaru, BMW Z4, pada pekan depan. Hadir dalam dua tipe mesin yaitu sDrive 23i dan sDrive 35i, BMW Z4 akan menyasar para kolektor mobil.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 16 July 2009
Judul / Title : Seri 3 Dongkrak Penjualan BMW Indonesia
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pasar Mobil Domestik Lewati Titik Terendah
JAKARTA : Pasar mobil domestik dinilai sudah melewati titik terendah (hit the bottom), menyusul realisasi kendaraan roda empat nasional yang terus bergerak naik menembus hampir 40.000 unit pada Juni.
Sesuai dengan data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diterima Bisnis, penjualan mobil dari pabrikan ke jaringan diler (wholesales) di Tanah Air pada Juni mencapai 39.567 unit.
Angka tersebut naik 10,46% dibandingkan dengan posisi Mei yaitu 35.818 unit, meskipun masih terkoreksi 27,6% dibandingkan dengan kondisi Juni 2008.
Ketua Umum Gaikindo Bambang Trisulo mengatakan penjualan pada bulan lalu hampir mencapai 40.000 unit dan pasar otomotif nasional sudah kembali bergerak naik didorong sejumlah indikator makro- ekonomi yang positif.
?Itu mengindikasikan industri ini sudah hit the bottom. Yang penting bagi kami adalah stabilitas indikator makro dalam jangka panjang, sehingga mendukung kegiatan bisnis. Ada kepastian bagi pelaku untuk menetapkan (set up) harga,? katanya, kemarin, dalam Diskusi Visi 2030 & Roadmap 2015 Industri Nasional yang diadakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Industri, Riset dan Teknologi.
Pasar mobil pada Januari yang hanya mencapai 31.624 unit dipastikan menjadi level penjualan terendah sepanjang tahun ini, akibat terpukul oleh krisis ekonomi global yang melemahkan permintaan.
Bambang menjelaskan penjualan kendaraan roda empat pada tahun ini masih diproyeksikan mencapai 450.000 unit dengan volume produksi sekitar 448.000 unit.
Indikator makro
Angka proyeksi tersebut menggunakan asumsi makro (indikator ekonomi) tingkat inflasi pada tahun ini lebih rendah dari 10,5%, produk domestik bruto (PDB) 4%-4,5%, Sertifikat BI jangka 3 bulan pada level kurang dari 8% dan nilai tukar rupiah stabil pada kisaran Rp10.300 per dolar AS serta harga minyak pada level US$60 per barel.
Sepanjang semester I, penjualan mobil menembus 210.246 unit, terkoreksi 28,1% dibandingkan dengan kondisi pada periode yang sama 2008.
Sampai dengan Juni, Toyota masih memimpin pasar mobil nasional dengan mengantongi angka penjualan 17.030 unit atau secara akumulatif Januari-Juni sebanyak 79.029 unit. Daihatsu menempati peringkat kedua dengan volume penjualan 5.171 unit atau akumulatif mencapai 34.511 unit.
Menurut dia, koreksi pasar domestik 28% (year-on-year) sepanjang 6 bulan pertama 2009, diperkirakan lebih rendah dibandingkan dengan penurunan ekspor kendaraan dalam kondisi utuh (completely built-up) yang diprediksi anjlok lebih dari 50%.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 15 July 2009
Judul / Title : Pasar Mobil Domestik Lewati Titik Terendah
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Multifinance Kian Ketat Diawasi
JAKARTA : Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK memperkuat pemeriksaan perusahaan pembiayaan untuk lebih mengembangkan kinerja industri pembiayaan setelah sebelumnya beberapa izin usaha multifinance dicabut.
Selain itu, pemilihan fokus pemeriksaan tersebut juga merupakan strategi dalam menyikapi minimnya sumber daya manusia (SDM) dalam tubuh Departemen Keuangan khususnya bagian pemeriksaan.
Kepala Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK Jongki Artezi mengungkapkan dengan lebih memilih pemeriksaan secara insidental tersebut bukan berarti pemeriksaan secara berkala terabaikan karena alasan minimnya SDM.
"Dengan berkurangnya SDM maka dengan begitu kami fokus pada pemeriksaan yang insidental atau sewaktu-waktu tetapi tidak berarti berkala [pemeriksaan] itu tidak kami lakukan selama ini," katanya kepada pers, kemarin.
Mengacu pada Pasal 4 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 166/PMK.010/2008 tentang Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan, maka sebagai otoritas, pihaknya secara berkala memeriksa minimal satu kali dalam 5 tahun. Multifinance, katanya, juga bisa diperiksa setiap waktu apabila diperlukan (insidental).
Pemeriksaan setiap waktu dilakukan apabila ada perusahaan terindikasi menyimpang dari laporan periodik, tidak menerapkan prinsip mengenal konsumen, atau memang melakukan pelanggaran peraturan.
Pemeriksaan berkala meliputi kebenaran aspek substansi laporan periodik dan kepatuhan terhadap ketentuan di bidang perusahaan pembiayaan.
Jongki mengungkapkan pada intinya ada tiga hal yang menjadi perhatian pemeriksaan yakni aspek operasional, kelembagaan, dan keuangan.
Menurut dia, pemeriksaan yang berujung pada pencabutan izin usaha multifinance sebetulnya bukanlah menghukum perusahaan terkait melainkan lebih pada iktikad baik dalam mengembangkan industri pembiayaan.
Jongki mengungkapkan tahun ini sedikitnya 23 multifinance sudah diperiksa baik terindikasi pelanggaran (insidental) maupun pemeriksaan berkala. Data bagian pemeriksaan menunjukkan pada Januari-17 Juli tahun ini terdapat 19 perusahaan yang diperiksa. Namun, ada tambahan empat perusahaan yang diperiksa kembali sebagai verifikasi perbaikan.
"Yang kami periksa kembali itu memang sebelumnya [2008] sudah diperiksa dan ini sebagai verifikasi apakah mereka sudah melakukan perbaikan," jelasnya.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 14 July 2009
Judul / Title : Multifinance Kian Ketat Diawasi
Halaman / Page : 5
Rubrik / Column : Asuransi & Pembiayaan
Penulis / Writer : M. Tahir Saleh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pasar Mobil Semester I Anjok 28,7%
JAKARTA : Penjualan mobil nasional sepanjang semester I tahun ini anjlok 28,7% menjadi sebesar 208.462 unit, dibandingkan dengan kondisi pada periode yang sama 2008, akibat kondisi pasar yang lesu.
Pasar terkoreksi 28,76% dengan asumsi penjualan kendaraan roda empat pada Juni mencapai angka 39.000 unit.
Secara akumulatif, pada semester I 2008, volume pasar mencapai 292.670 unit. Kendati masih terkoreksi dibandingkan dengan tahun lalu, penjualan mobil di pasar domestik mulai mengalami perbaikan sejak Mei.
PT Toyota Astra Motor (TAM) sebagai pemimpin pasar memperkirakan penjualan mobil secara nasional pada Juni diperkirakan menembus angka 39.000 unit, angka tertinggi sepanjang 6 bulan pertama tahun ini.
Kondisi ini dipicu oleh peningkatan peredaran uang di masyarakat semasa kampanye di samping gencarnya pemasaran oleh kalangan agen tunggal pemegang merek (ATPM) seiring dengan persiapan pameran mobil internasional Indonesia (IIMS 2009).
Dengan asumsi penjualan pada Juni sebesar 39.000 unit, itu berarti pasar meningkat 10,1% dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat 35.412 unit. Namun, apabila dibandingkan dengan kondisi Juni 2008, penjualan mobil domestik melemah 28,7%.
?Pasar Juni kami perkirakan 39.000 unit. Di sini Toyota mampu menjual sebanyak 16.814 unit [ritel sales] dan mengantongi pangsa pasar sebesar 39%,? kata Direktur Pemasaran PT TAM Joko Trisanyoto, pekan lalu.
Secara wholesales (pengiriman dari pabrik ke diler), Toyota meraih angka penjualan yang lebih tinggi yakni sekitar 17.000 unit dengan meraih pangsa pasar 43,8%. Pada bulan lalu, merek terbesar di dunia tersebut meningkatkan produksi beberapa model andalannya seperti Toyota Avanza dan Kijang Innova.
?Pasar terus bergerak membaik. Dengan asumsi kondisi perekonomian nasional terus stabil dan positif, serta tidak ada gejolak yang berarti, kami yakin pasar mobil tahun ini bisa mencapai volume 435.000 unit,? ujarnya.
Dengan kinerja tersebut, Toyota tetap mengukuhkan dominasinya sebagai pemimpin pasar mobil nasional selama semester I/2009 dengan angka penjualan 84.063 unit.
Sementara itu, PT Honda Prospect Motor (HPM) pada bulan yang sama membukukan penjualan sebanyak 2.630 unit, atau secara akumulatif sebanyak 15.254 unit sepanjang tahun ini.
Sementara itu, PT Astra Daihatsu Motor (ADM), memperkirakan penjualan wholesales pada Juni sebanyak 5.100 unit dan 6.000 unit untuk (secara ritel). ?Wholesales rendah karena ada penyesuaian produksi Luxio dan model lain. Hari efektif kerja kami lebih pendek akibat adanya perawatan pada fasilitas produksi,? kata Chief Executive Officer PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Soeparno Djasmin.
Sementara itu, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menyatakan penjualan pada Juni meningkat sekitar 10% dibandingkan bulan sebelumnya, seiring permintaan pikap Elf yang mulai membaik. Pada Mei, merek Isuzu menjual sebanyak 1.202 unit.
Bunga kredit
Untuk menggairahkan pasar, kalangan pelaku industri otomotif mendesak perbankan nasional segera menurunkan bunga kredit, mengingat tingkat suku bunga acuan (BI Rate) kini berada di level 6,75%.
Pekan lalu, Bank Indonesia (BI) kembali memangkas BI Rate sebesar 25 basis poin, sehingga sejak November, suku bunga acuan telah terkoreksi sebesar 275 basis poin.
Namun, langkah bank sentral ini belum dibarengi penyesuaian bunga kredit yang signifikan oleh kalangan perbankan dan lembaga pembiayaan.
Menurut Joko, penurunan bunga kredit saat ini sangat dinantikan oleh pelaku pasar sehingga menggerakkan aktivitas bisnis yang akhirnya mengangkat pasar otomotif nasional. (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 06 July 2009
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota Perkenalkan RiN & IQ
JAKARTA : PT Toyota Astra Motor (TAM) akan menampilkan model RiN dan IQ dalam The 17th Indonesia International Motor Show (IIMS) 2009 yang akan berlangsung pada 24 Juli-2 Augustus 2009.
Model yang langsung didatangkan dari Jepang tersebut diharapkan akan memperkuat citra atas visi Toyota ke depan sekaligus untuk mendukung tema "Auto-life with peace of mind" yang diusung pada pameran internasional itu.
Toyota RiN merupakan kendaraan konsep elektrik yang dikembangkan tidak hanya mengedepankan kesehatan lingkungan, tetapi juga kesehatan pengendara melalui fitur oxygen content conditioner.
Eksterior kendaraan ini mengadopsi desain dari bentuk akar pohon cypress dan menggunakan kaca berwarna hijau yang memungkinkan pandangan pengendara terlibat lebih cerah.
Sementara itu, Toyota IQ merupakan bentuk terobosan dalam desain kendaraan yang kompak, tetapi tetap aman dan nyaman. Kendaraan empat penumpang ini dianggap sebagai solusi transportasi masa depan yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat perkotaan (urban life) dengan desain yang fleksibel.
Selain dua model futuristik itu, Toyota juga menggelar enam model andalan dan lima produk baru sebagai bentuk dari komitmen perusahaan untuk mendukung dan mengembangkan pasar dan industri otomotif nasional.
Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto menegaskan bagi Toyota, mengikuti IIMS 2009 bukan hanya tradisi, melainkan juga sebagai bentuk konsistensi dan rasa optimisme untuk mendukung dunia otomotif yang saat ini sedang terpengaruh krisis.
"Harus diakui, krisis global yang melanda dunia juga membawa pengaruh kepada kami, tetapi itu bukan berarti mengurangi komitmen Toyota terhadap industri otomotif nasional [Indonesia]," katanya, akhir pekan lalu.
Dalam IIMS 2009, katanya, Toyota yang mengusung tema "Auto-life with peace of mind" akan menghadirkan serangkaian produk dan layanan, serta berupaya merealisasikan komitmen kepada lingkungan dan masyarakat melalui IIMS 2009.
Enam model kendaraan yang akan ditampilkan Toyota dalam event otomotif berskala internasional ini di antaranya Vios, Corolla, Camry (dua tipe), Avanza (dua tipe), Yaris dan Rush.
Sedangkan lima produk baru yang dihadirkan Toyota di ajang ini yaitu New Prius 1.8, Alphard 2.4, Hilux G Double Cabin, Kijang G Captain Seat dan Fortuner TRD. Jajaran produk baru ini akan melengkapi line-up Toyota di pasar domestik mulai semester II tahun ini.
Khusus untuk model Prius generasi terbaru, Toyota akan secara resmi memasarkan kendaraan yang mengusung teknologi hibrida tersebut bersamaan dengan peluncurannya di IIMS 2009.
Pabrikan ini akan mengimpor New Prius secara langsung dari Jepang guna memacu pengembangan kendaraan hibrida di Tanah Air.
Berada di area seluas 1.400 meter persegi, booth Toyota pada IIMS 2009 tahun ini diharapkan menjadi pusat perhatian dari teknologi hijau kendaraan bermotor. Secara detail, booth Toyota yang mengadopsi beberapa elemen alam akan dibagi dalam beberapa zona, yaitu hybrid technology zone, image creation zone (area khusus untuk model RiN dan IQ), Toyota value zone (rangkaian fasilitas value chain) dan children palyground.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 06 July 2009
Judul / Title : Toyota Perkenalkan RiN & IQ
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Isuzu Pertahankan Pangsa Pasar
JAKARTA : PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) berupaya mempertahankan perolehan pangsa pasar otomotif nasional 4%, seiring dengan permintaan kendaraan komersial yang belum sepenuhnya pulih dari tekanan krisis global.
Target pangsa pasar tersebut sama dengan realisasi kinerja Isuzu pada tahun lalu dengan volume penjualan sebanyak 25.000 unit. Dengan asumsi pasar mobil nasional tahun ini melemah menjadi kisaran 400.000 unit hingga 420.000 unit, Isuzu berupaya membukukan penjualan sekitar 16.000 unit.
Supranoto, Chief Executive Officer PT Astra International Tbk-Isuzu Head Office mengatakan manajemen berusaha untuk menjaga perolehan pangsa pasar pada tahun ini sama seperti tahun lalu, meskipun secara riil volume pasar nasional menyusut akibat krisis ekonomi.
"Kami akan menjaga penjualan pada angka tersebut, mengingat line-up produk kami pada tahun ini tidak mengalami penambahan dan kami akan berjuang berada di peringkat tujuh pada 10 besar merek terbesar [berdasarkan penjualan]," katanya, seusai pembukaan Isuzu Technical Skill Competition, di Bekasi, akhir pekan lalu.
Sepanjang Januari-Mei, Isuzu meraih pangsa 3,6% di pasar mobil domestik dengan volume penjualan sebanyak 6.208 unit. Penguasaan pangsa pasar tersebut melorot dibandingkan dengan periode yang sama 2008, yang tercatat 4,3%.
Seiring dengan pelemahan permintaan kendaraan, sejak Januari-Mei 2009 penjualan kendaraan di pasar domestik terkoreksi cukup signifikan, tidak terkecuali produk-produk Isuzu. Laju penurunan penjualan kendaraan komersial sepanjang 4 bulan pertama 2009 terkoreksi sekitar 31%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan laju penurunan pasar otomotif domestik yang melemah 28%.
Kenji Matsuo, Presiden Direktur PT IAMI menambahkan penurunan penjualan di segmen kendaraan komersial lebih besar dari total pasar. Penjualan pikap Isuzu Elf misalnya, saat ini turun sekitar 17% (secara year-on-year).
"Kalau roda ekonomi tidak menggeliat [sektor riil melemah], yang terkena dampaknya terlebih dahulu adalah penjualan kendaraan komersial," katanya.
Matsuo mengharapkan kondisi pasar otomotif nasional segera membaik pada semester II, seiring berlangsungnya pameran otomotif skala internasional pada 24 Juli dan semakin membaiknya makroekonomi Indonesia.
"Sepanjang Januari-Februari pasar menyentuh bottom [titik terendah] dan pada April-Maret mulai ada perbaikan, apalagi posisi Mei sudah cukup baik. Kami mengharapkan stimulus pemerintah dapat ikut mendorong gairah pasar otomotif," katanya.
Untuk mempertahankan pangsa pasar, kata Supranoto, manajemen akan berupaya semaksimal mungkin menaikkan penjualan untuk seluruh line-up produk Isuzu, terutama pikap Elf, D-Max, dan minibus Panther.
"Kami punya program-program penjualan untuk masing-masing produk. Kami akan tetap mengejar target yang ditetapkan," ujar Supranoto.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 06 July 2009
Judul / Title : Isuzu Pertahankan Pangsa Pasar
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Daya Beli Lemah, Pasar Mobil di Jepang Turun 6,5%
TOKYO : Penjualan mobil baru di Jepang pada Juni turun 6,5% menjadi hanya 328.376 unit, dibandingkan dengan bulan yang sama 2008, akibat daya beli yang masih lemah.
Data asosiasi diler kendaraan bermotor di Jepang menunjukkan penjualan kendaraan penumpang pada bulan itu merosot 9,2% menjadi 273.039 unit. Laju penurunan segmen ini lebih tinggi dibandingkan dengan koreksi pasar secara nasional.
Surat kabar Kyodo melaporkan penjualan mobil subkompak dengan kapasitas mesin 661 cc hingga 2.000 cc anjlok 12% menjadi 161.850 unit, sedangkan mobil subkompak dengan dapur pacu di atas 2.00 cc melemah 4,8% menjadi 111.189 unit.
Kondisi sebaliknya terjadi di segmen kendaraan komersial. Penjualan truk justru mengalami peningkatkan 10% menjadi 54.079 unit, sementara itu untuk bus naik 4,1% menjadi 1.258 unit. (Bloomberg/smu)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 06 July 2009
Judul / Title : Daya Beli Lemah, Pasar Mobil di Jepang Turun 6,5%
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Transmisi, Otomotif
Penulis / Writer : Bloomberg/smu, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pasar MPV Semibonnet Terus Tertekan
JAKARTA : Penjualan MPV semibonnet dalam 3 bulan terakhir menyusut karena daya beli masyarakat yang melemah sehingga memicu pergeseran ke segmen kendaraan yang lebih rendah.
Chief Executive Officer (CEO) PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Suparno Djasmin mengatakan volume penjualan model-model MPV semibonnet pada tahun ini terkoreksi signifikan dibandingkan dengan tahun lalu.
"Pada saat krisis lebih sensitif harga. Harga kendaraan di segmen ini lebih tinggi, dengan daya angkut lebih besar, ruang kabin yang lega dan nyaman," katanya kepada Bisnis, kemarin.
Model multi purpose vehicle (MPV) semibonnet merupakan kendaraan multiguna yang memiliki bagian depan lebih pendek karena posisi mesin diletakkan di bawah jok kursi depan. Beberapa merek yang saat ini meramaikan segmen ini adalah Daihatsu Luxio (1.500 cc), Daihatsu Gran Max (1.300 cc dan 1.500 cc), dan Suzuki APV (1.500 cc), dan Mitsubishi Maven (1.500 cc).
Suparno memperkirakan permintaan MPV bermoncong pendek ini hidung diperkirakan melemah dibandingkan dengan tahun lalu.
Terkait dengan penurunan penjualan Daihatsu Luxio, Suparno menjelaskan perusahaan melakukan penyesuaian produksi pada Mei, sehingga angka wholesales model ini relatif lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
?Luxio kami baru 3-4 bulan di pasar, masih terlalu dini untuk mengoreksi target. Saya kira 400 unit-500 unit itu masih oke dan kami akan tingkatkan menjadi 750 unit menghadapi Lebaran.?
Dihubungi terpisah, Endro Nugroho, 4W Marketing Department Head PT Indomobil Niaga International mengatakan pengaruh utama penurunan penjualan di segmen ini adalah daya beli masyarakat yang melemah. Akibatnya, beberapa segmen kendaraan terkena imbas dan model kendaraan dengan mesin kecil dan harga yang relatif terjangkau makin diminati.
"Penjualan Suzuki APV pada Mei turun dipengaruhi juga oleh suplai yang berkurang. Di segmen minibus semibonnet kami yakin masih bisa memimpin pasar."
Selain dipengaruhi kondisi krisis, melemahnya penjualan MPV semibonnet saat ini diduga akibat pergeseran konsumen ke kendaraan di kelas harga yang lebih rendah seperti Xenia dan Avanza. Masa tunggu (inden) kedua model ini yang lebih pendek dan kampanye penjualannya yang gencar diperkirakan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penjualan MPV semibonnet pada semester I 2009.
"Itu bisa diperkirakan menjadi salah satu faktor," kata Endro.
Department Head Communication Department PT Toyota Astra Motor Achmad Rizal mengatakan permintaan mobil Avanza saat ini terus menguat, seiring kampanye bunga ringan yang diluncurkan perusahaan.
"Inden Avanza saat ini 1-2 bulan, tergantung tipe dan warna. Masa inden ini sudah lebih rendah dibandingkan tahun lalu."
Sepanjang 5 bulan pertama 2009, Avanza dan Xenia menempati peringkat pertama dan kedua dalam enam model kendaraan terlaris dengan volume masing-masing 37.417 unit dan 15.911 unit.
Sementara itu, Suzuki APV meraih peringkat keempat kendaraan terlaris di pasar domestik dengan volume total 4.898 unit. (ahmad muhibbuddin) (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 01 July 2009
Judul / Title : Pasar MPV Semibonnet Terus Tertekan
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Penjualan Ritel Juni Diprediksi Lebih Rendah
JAKARTA : Pengiriman mobil dari diler ke konsumen atau retail sales pada Juni diperkirakan 39.000 unit atau lebih rendah dibandingkan dengan penjualan wholesales atau pengiriman dari pabrik ke diler sebesar 40.000 unit.
Pasar mobil nasional pada Juni diperkirakan terus bergerak naik meski telah memasuki periode liburan dan tahun ajaran baru sekolah yang dikhawatirkan melemahkan permintaan kendaraan baru.
Chief Executive Officer (CEO) PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Suparno Djasmin memperkirakan penjualan wholesales pada Juni mencapai 39.000 unit- 40.000 unit dan angka ritel yang lebih rendah yaitu di kisaran 39.000 unit.
?Kampanye bunga murah yang dilakukan kalangan ATPM [agen tunggal pemegang merek] memengaruhi pasar mobil di Juni,? katanya kepada Bisnis, kemarin.
Apabila terealisasi, penjualan mobil pada Juni menjadi angka tertinggi sepanjang 6 bulan pertama tahun ini.
Setelah menyentuh titik terendah pada Januari yaitu 31.624 unit, penjualan wholesales terus merangkak naik mencapai titik tertinggi pada Mei yakni 35.818 unit.
Proyeksi Daihatsu tersebut relatif lebih tinggi dibandingkan dengan prediksi Toyota yang memperkirakan volume penjualan mobil bulan lalu di kisaran 36.000 unit. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan gencarnya promosi ATPM, agenda pemilu dan kegiatan pameran besar akan mendorong pasar Juni-Juli mencapai 40.000 unit.
?Saya prediksi lebih baik [Juni-Juli] dari Mei, hanya apa bisa mencapai 40.000 unit per bulan? Kalau tembus 40.000 unit, proyeksi tahun ini 450.000 unit itu tercapai,? kata Ketua Umum Gaikindo, Bambang Trisulo.
Berbeda dengan kondisi pasar secara umum, Suparno memperkirakan penjualan ritel Daihatsu pada Juni mencapai 6.000 unit. Sementara itu, angka wholesales diprediksi di kisaran 5.100 unit, lebih rendah dibandingkan dengan realisasi Mei karena adanya penyesuaian produksi sejumlah model.
?Wholesales rendah karena ada penyesuaian produksi Luxio dan model lain. Selain itu hari efektif kerja kami lebih sedikit karena adanya perawatan di fasilitas produksi.?
Berbeda dengan Daihatsu, Toyota pada Juni diperkirakan membukukan penjualan sebanyak 16.000 unit, naik 13 % dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu 14.202 unit.
"Kami terus menggenjot produksi, mengantisipasi lonjakan permintaan memasuki Lebaran,? kata Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor Joko Trisanyoto.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 01 July 2009
Judul / Title : Penjualan Ritel Juni Diprediksi Lebih Rendah
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Kompetisi Segmen MPV Kian Panas
JAKARTA : Persaingan di segmen kendaraan MPV medium dipastikan semakin ketat.
Kondisi ini terjadi seiring dengan langkah PT Honda Prospect Motor (HPM) merilis Honda Freed rakitan lokal dan upaya PT Toyota Astra Motor (TAM) untuk mempertahankan dominasinya.
Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM Jonfis Fandy PT HPM menyatakan target penjualan model multi purpose vehicle (MPV) terbarunya ini 6.000 unit hingga akhir tahun atau 1.000 unit sebulan.
Dengan harga ini, debutan honda ini akan berada di segmen MPV medium kendati menggunakan mesin 1.500 cc yang juga dipakai Honda Jazz.
MPV medium adalah segmen kendaraan yang berada di kelas harga di atas Rp150 juta. Kelompok ini dihuni oleh sejumlah merek seperti Toyota Innova, Nissan Grand Livina 1.8 L, Isuzu Panther, Hyundai Trajet, hingga Mitsubishi Grandis.
Sebagai perbandingan, Toyota Kijang Innova dipasarkan dengan harga Rp198,05 juta ? Rp285,1 juta, Toyota Avanza 1.5 L (Rp158,4 juta- Rp168,4 juta), dan Nissan Grand Livina 1.8 L (Rp179 juta?Rp241,5 juta).
Hingga peluncurannya kemarin, ungkap Jonfis, pihaknya sudah mengantongi order 2.688 unit Honda Freed. HPM menargetkan dapat mengirim pesanan ini paling lambat September.
?Tren mobil saat ini dan ke depan mengarah pada kendaraan bermesin kecil, sehingga kami memilih mesin 1.500 cc untuk Freed,? ujarnya, saat peluncuran Honda Freed, kemarin.
Presdir PT HPM Yukihiro Aosima mengatakan model Freed membidik keluarga baru yang memiliki cara berpikir modern terhadap nilai dan gaya hidup.
MPV berkapasitas 7 penumpang ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung Honda dalam melakukan penetrasi di segmen MPV.
Jonfis menambahkan kehadiran Honda Freed diharapkan tidak hanya menstimulasi bisnis Honda di Indonesia, tetapi juga industri otomotif nasional sehingga lebih cepat mengalami pemulihan tahun ini.
Dominasi Innova
Secara terpisah, Direktur Pemasaran PT TAM Joko Trisanyoto menyatakan kendati semakin banyak pesaing, Toyota Kijang Innova masih mampu mempertahankan dominasi di segmen MPV dengan menguasai 80% pangsa pasar.
Pada Januari penjualan wholesale Innova hanya 2.100 unit. Namun, angka itu naik jadi 2.525 unit pada Februari dan sepanjang Mei tercatat 2.488 unit. Dalam 5 bulan pertama tahun ini penjualan MPV 2.000 cc ini mencapai 11.716 unit.
Selain promosi yang cukup gencar, katanya, kinerja penjualan Toyota Innova itu juga didukung oleh kenyataan bahwa daya beli konsumennya relatif kuat dan fanatik.
?Saat ini Toyota menggencarkan kampanye Back to Family. Toyota mengajak setiap orang kembali kepada keluarga dan memberikan yang terbaik,? ujarnya di sela-sela acara peringatan Hari Keluarga Nasional, kemarin.
Terkait dengan kehadiran Honda Freed dia mengatakan Toyota tidak memiliki strategi khusus untuk menghadapi persaingan pasar. ?Pasar akan diuntungkan karena mereka memiliki lebih banyak pilihan sehingga diharapkan pasar bisa semakin bergairah.?
Deputi Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Nissan Motor Indonesia Teddy Irawan menilai hadirnya pemain MPV baru kian memacu Nissan untuk meningkatkan produk dan kualitas layanan.
Dia optimistis mampu mengantongi 20% pangsa pasar MPV medium melalui model andalannya Grand Livina 1.8 L, meski volume pasar domestik. (siti.munawaroh@ bisnis.co.id/chamdan@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 30 Juni 2009
Judul / Title : Kompetisi Segmen MPV Kian Panas
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh & Chamdan Purwoko, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Permintaan Mobil Bekas Naik 20%
JAKARTA : Permintaan mobil bekas diperkirakan meningkat sekitar 20% dibandingkan bulan sebelumnya kendati pada pertengahan tahun ini terdapat musim liburan dan tahun ajaran baru.
Secara tren tahunan, permintaan mobil umumnya melemah karena konsumen menunda pembelian kendaraan dan mengalihkan anggaran untuk biaya pendidikan dan liburan.
Leovan Widjaja, General Manager Mobil88 Jakarta Selatan (anak perusahaan Astra International Tbk) mengatakan pada bulan ini permintaan mobil bekas meningkat sekitar 20% dibandingkan dengan Mei.
Pada bulan lalu, Mobil 88 mencatat penjualan mobkas secara nasional sebanyak 563 unit dan saat ini naik menjadi 750 unit.
?Secara nasional laporan dari cabang di berbagai kota menyatakan ada kenaikan. Permintaan masih bagus,? katanya kemarin.
Dia memperkirakan tren peningkatan permintaan akan berlangsung sampai memasuki masa lebaran. Tahun ini, peningkatan permintaan konsumen sebagai persiapan lebaran datang sebulan lebih cepat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
?Biasanya mereka melakukan pembelian lebih awal pada Juli, tetapi sekarang mulai Juni.?
Model kendaraan yang masih diminati konsumen yakni mobil MPV seperti Avanza, Innova, dan Xenia. Model MPV memberi kontribusi sekitar 65% terhadap total mobil yang terjual, sedangkan sisanya dipasok oleh model sedan dan yang lain.
Terkait dengan harga, Leovan menjelaskan saat ini harga jual mobil bekas relatif stabil dan tidak mengalami fluktuasi lagi.
?Titik normal harga sudah berjalan sejak Mei dan saya perkirakan bertahan sampai Juli. Bulan depan, saya khawatirkan permintaan yang tinggi dibandingkan suplai akan memengaruhi harga.?
Seiring pasar mobil bekas yang bergairah, Mobil 88 menargetkan penjualan sebanyak tahun ini 9.000 unit.
Pasar mobil bekas yang menjanjikan membuat PT Astra Daihatsu Motor belum lama ini membuka gerai khusus yang menangani tukar tambah dan penjualan mobil bekas.
Konsep yang disinergikan dengan jaringan Mobil88 ini diharapkan dapat memberi nilai tambah kepada konsumen.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 30 Juni 2009
Judul / Title : Permintaan Mobil Bekas Naik 20%
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pasar Pikap Medium Kian Ketat
JAKARTA : Persaingan di segmen pikap medium akan semakin ketat menyusul langkah sejumlah agen tunggal pemegang merek (ATPM) meluncurkan varian baru kendaraan niaga ini.
PT Ford Motor Indonesia (FMI) berambisi kembali meraih posisi pemimpin pasar di segmen kendaraan yang dihuni oleh model pikap kabin ganda dan kabin tunggal ini, menyusul langkahnya meluncurkan 13 varian terbaru New Ford Ranger. Enam di antara Ranger baru ini merupakan jenis pikap double cabin.
"Peluncuran New Ranger ini diharapkan menjadi momentum kami untuk meraih kembali posisi nomor 1 di segmen kabin ganda," kata Will Angove, Presdir PT FMI dalam peluncuran New Ford Ranger dan New Ford Everest, kemarin.
Pangsa pasar Ford Ranger secara perlahan tergerus, sejak Mitsubishi merilis Strada Triton ke pasar domestik pada 2007. Penjualan Mitsubishi di segmen kabin ganda terus meningkat sehingga pada 2008 melalui Strada Triton, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) mampu menguasai sekitar 52,6% pangsa pasar.
Sampai dengan Mei tahun ini, ATPM Mitsubishi ini telah menjual kabin ganda Strada Triton sebanyak 2.225 unit dan 4.502 Mitsubishi L300 D yang berpenggerak roda 4x2. Pada periode yang sama FMI hanya mampu melego 1.234 unit Ford Ranger kabin ganda dan kabin tunggal.
Sebagai pemimpin pasar di segmen pikap medium ini, KTB mengandalkan yang memiliki 10 varian Strada Triton dengan varian terbarunya Exceed bertransmisi otomatik. Varian ini diproyeksikan untuk konsumen individu yang doyan berpetualang.
"Varian yang ada saat ini sudah kami anggap cukup. Tidak hanya untuk kendaraan proyek, tetapi Strada juga banyak dipakai di perkotaan. Kami optimistis mampu mempertahankan dominasi Strada Triton," ujar Rizwan Alamsyah, Direktur Pemasaran PT KTB.
Toyota siapkan New Hilux
Di lain sisi, PT Toyota Astra Motor (TAM) yang sebelumnya sempat menjadi seteru berat bagi KTB di segmen pikap medium melalui model Kijang Pikapnya, juga tidak tinggal diam.
Direktur Pemasaran PT TAM Joko Trisanyoto mengakui penjualan Toyota Hilux saat ini belum banyak bergerak karena kendala pasokan unit kendaraan yang terbatas dari Thailand. Pemimpin pasar mobil domestik ini ke depan akan lebih fokus menggali potensi pasar fleet.
Untuk mendongkrak penjualan, TAM berencana meluncurkan varian baru Toyota Hilux yang lebih mengedepankan fitur keselamatan. Varian anyar ini rencananya dirilis pada ajang The 17th Indonesia Intenational Motor Show 2009.
"Untuk Hilux, kami belum banyak bergerak. Suplai dari Thailand masih rendah."
Sementara itu, New Ford Ranger mengusung beberapa perubahan tampilan dan tambahan fitur baik pada eksterior maupun interior, yang terlihat pada desain grill, headlamp, desain yang kini lebih banyak memiliki lekukan. Bagian dalam mobil terdapat beberapa perubahan a.l. pada lampu panel serta tambahan aux input jack untuk pemutar mp3.
Angove menyatakan kendati mengalami sejumlah perubahan, pihaknya tidak menaikkan harga varian baru Ranger. Kebijakan ini diharapkan dapat mendongkrak daya saing New Ford Ranger di segmen mobil kabin ganda di mana terdapat pesaing yang cukup kuat yaitu Mitsubishi Strada Triton.
Dia menjamin meski harga tetap, varian anyar tersebut tidak mengalami penurunan kualitas atau pengurangan fitur.
"New Ford Ranger hadir dengan penampilan yang baru dan segar, sehingga memiliki daya tarik tersendiri." (ahmad.muhibbuddin @bisnis.co.id/siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 26 Juni 2009
Judul / Title : Pasar Pikap Medium Kian Ketat
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Ahmad Muhibbuddin & Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Penjualan Mobil Juni Diprediksi Naik
JAKARTA : Penjualan mobil pada Juni diperkirakan menembus angka 36.000 unit, naik tipis dibandingkan dengan realisasi Mei dipicu oleh kampanye penjualan agen tunggal pemegang merek dan situasi ekonomi yang membaik.
Pada Mei, penjualan mobil secara wholesales (pengiriman pabrik ke diler) di pasar domestik mencapai 35.818 unit, tertinggi sepanjang 5 bulan pertama 2009.
Wakil Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johnny Darmawan Danusasmita mengatakan penjualan mobil akan terus membaik pada semester II karena sejumlah indikator perekonomian nasional yang terlihat positif.
"Sinyalnya membaik. Bulan ini diperkirakan sekitar 36.000 unit-37.000 unit. Sampai akhir tahun, pasar nasional diperkirakan di kisaran 450.000 unit dibandingkan dengan tahun lalu," katanya kemarin.
Dia menilai empat faktor yang memengaruhi permintaan mobil di pasar domestik, yaitu likuiditas, suku bunga, nilai tukar rupiah, dan pergerakan sektor riil saat ini terus mengalami perbaikan.
"Harga komoditas perkebunan seperti minyak sawit terlihat kembali naik. Banyak perusahaan sudah beroperasi normal."
Koreksi pasar otomotif nasional, lanjutnya, selama 5 bulan pertama 2009 ternyata lebih rendah dari proyeksi awal kalangan pemain di industri ini.
Semula pelaku bisnis otomotif memperkirakan penjualan mobil turun sekitar 30%-35%, tetapi kenyataannya turun 28,2%.
Di tempat terpisah, Presdir PT Ford Motor Indonesia Will Angove menuturkan perusahaannya menaikkan target penjualan dari 5.000 unit menjadi 6.000 unit pada 2009. Total penjualan Ford di Tanah Air pada Januari-Mei mencapai 2.300 unit.
"Saya menilai kondisi otomotif Indonesia cukup baik dibandingkan dengan negara lain. Gaikindo pun optimistis, karena itu kami menaikkan menjadi 6.000 unit tahun ini."
Angove memperkirakan penjualan mobil pada paruh kedua tahun ini lebih baik karena beberapa sentimen positif, terlebih lagi pemilihan umum berlangsung aman.
"Situasinya sangat berbeda kalau kita melihat pasar otomotif di Singapura atau negara lain."
Direktur Pemasaran PT TAM Joko Trisanyoto memperkirakan penjualan mobil Toyota pada Juni menembus angka 16.000 unit, naik 15% dibandingkan dengan April yaitu 14.202 unit.
"Kami terus menggenjot produksi, mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Lebaran. Permintaan Avanza tiap bulan sekitar 8.000 unit dan saya perkirakan permintaan untuk semua model akan terus meningkat sampai menjelang Lebaran."
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 26 Juni 2009
Judul / Title : Penjualan Mobil Juni Diprediksi Naik
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota Ambisi Rebut Pasar Jazz
JAKARTA : PT Toyota Astra Motor (TAM) berupaya mengimbangi dominasi Honda Jazz di segmen kendaraan hatchback dengan memperkuat penetrasi model Yaris melalui sejumlah kampanye penjualan.
TAM kembali mengadakan even modifikasi khusus untuk model mobil ini, yaitu Yaris Show Off 2009. Kegiatan yang digelar di lima kota besar ini dimaksudkan untuk mendukung aktivitas anak muda dalam memodifikasi model Yaris. TAM mengharapkan kompetisi modifikasi ini diikuti lebih dari 50 peserta yang akan dilangsungkan mulai Juli- November.
Sepanjang 5 bulan pertama tahun ini, penjualan Toyota Yaris tertinggal jauh dari pesaing terberatnya yaitu Honda Jazz.
Hingga Mei, realisasi penjualan mobil hatchback Toyota ini hanya 1.587 unit, sedangkan generasi kedua Jazz memimpin segmen ini dengan volume 6.418 unit.
Andalan Toyota di segmen sedan lima pintu ini bahkan harus rela terpelanting ke posisi ketiga segmen ini karena tersalip oleh Suzuki Swift yang membukukan angka lebih tinggi yaitu 1.902 unit.
Johnny Darmawan Danusasmita, Presdir PT TAM mengatakan Toyota Yaris sebenarnya memiliki potensi untuk mengungguli Honda Jazz, tetapi model ini masih tertinggal dibandingkan dengan pesaingnya.
"Secara clear, kami lengah. Sekarang bagaimana kami mendekati dominasi Honda Jazz. Itu adalah tugas dan pekerjaan rumah bagi kami," katanya kemarin.
Dia mengakui selama ini perusahaan tidak terlalu fokus menggarap potensi pasar Toyota Yaris, mengingat banyaknya line-up produk yang dimiliki pemimpin pasar otomotif domestik ini.
Kondisi ini berbeda dengan pesaingnya [PT Honda Prospect Motor] yang menjadikan Honda Jazz sebagai tulang punggung penjualan.
Berdasarkan data Gaikindo, Honda Jazz masih menjadi penyumbang tertinggi penjualan Honda pada Mei, dengan volume 1.422 unit. Secara total, Honda Jazz menguasai 53% pangsa pasar dan menjadi market leader di kelas mobil hatchback.
Banyaknya varian produk dan harga jual Toyota Yaris yang lebih kompetitif dibandingkan dengan Honda Jazz diyakini Johnny menjadi potensi untuk mematahkan dominasi Honda Jazz, kendati saat ini optimismenya belum terwujud.
Saat ini, TAM memasarkan Toyota Yaris dalam delapan varian produk mulai dari tipe J manual hingga tipe S manual yang merupakan varian terbaru. Sementara itu, Honda Jazz memiliki varian produk yang lebih sedikit, yaitu hanya empat.
Di lihat dari harga, Toyota Yaris yang mengusung mesin 1.5 1NZ-FE VVT-i diklaim lebih kompetitif dibandingkan dengan Honda Jazz. PT HPM membanderol Honda Jazz dengan harga mulai Rp196 juta-Rp221,5 juta (posisi April). TAM menawarkan Toyota Yaris dengan harga lebih rendah, yaitu mulai Rp173,35 juta- Rp207,45 juta.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 26 Juni 2009
Judul / Title : Toyota Ambisi Rebut Pasar Jazz
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pasar AS Masih Belum Pasti
TOKYO : Toyota Motor Corp memproyeksikan pasar otomotif Amerika Serikat (AS)-yang secara tradisional menguntungkan-masih menunjukkan ketidakpastian.
"Saat ini, kami melihat pemulihan di beberapa pasar, tapi di AS, masih belum jelas," kata Presiden TMC Katsuaki Watanabe yang akan digantikan oleh Akio Toyoda, awal pekan ini." (Bloomberg/smu)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 26 Juni 2009
Judul / Title : Pasar AS Masih Belum Pasti
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Transmisi, Otomotif
Penulis / Writer : Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Astra Tambah Jaringan Diler 20%
JAKARTA : PT Astra International Tbk menargetkan pertumbuhan jaringan penjualan untuk merek mobil dan motor yang diageninya bertambah 15%-20% per tahun dalam 5 tahun ke depan.
Seiring dengan tekanan krisis ekonomi, perseroan memutuskan untuk fokus pada konsolidasi dan pengembangan/peningkatan kualitas gerai kendaraan roda empat dan roda dua, ketimbang ekspansi kapasitas produksi.
Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto mengatakan kapasitas pabrik mobil dan motor saat ini masih mencukupi sehingga pada tahun ini tidak ada peningkatan kapasitas produksi.
"Kami lebih banyak konsolidasi dan penyempurnaan outlet. Pada semester II ini banyak yang dicanangkan karena pasar domestik mulai bergerak naik. Tahun lalu pun kami tidak pernah berhenti membuka outlet," katanya kepada Bisnis, kemarin.
Astra saat ini memasarkan beberapa merek mobil yaitu Toyota, Daihatsu, Isuzu, Nissan Diesel, BMW, dan Peugeot. Perseroan menggarap bisnis roda dua melalui merek Honda.
"Outlet yang dimiliki sendiri (di luar diler) saat ini 200 unit untuk mobil dan 90 unit untuk motor. Pengembangan outlet ini sesuai dengan pertumbuhan penjualan tiap-tiap merek itu."
Sayangnya, Prijono enggan menjelaskan nilai investasi yang dikucurkan perseroan untuk ekspansi jaringan penjualan produk otomotif setiap tahunnya. Nilai investasi yang ditanamkan perseroan ini diperkirakan lebih dari Rp645 miliar per tahun, dengan asumsi jumlah gerai yang dibuka 30 unit-40 unit untuk mobil dan 13 unit-18 unit gerai motor. Asumsi besaran investasi untuk satu outlet diperkirakan Rp15 miliar-Rp20 miliar.
"Selama ini pengembangan outlet masih didominasi di Pulau Jawa dan Bali, tapi dengan otonomi daerah dan pertumbuhan ekonomi daerah, ada pergeseran. Peluang ekspansi di Sumatra dan Kalimantan tidak kecil."
Sepanjang kuartal I 2009, pangsa pasar mobil di bawah bendera Astra naik dari 49% menjadi 58%. Astra mengantongi 48% pangsa pasar motor nasional melalui merek Honda.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 19 Juni 2009
Judul / Title : Astra Tambah Jaringan Diler 20%
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
SDM Otomotif Unggul di Asean pada 2015
JAKARTA : Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan industri otomotif nasional baru akan unggul dalam hal daya saing sumber daya di Asean pada 2015 dan menjadi pasar mobil terbesar di kawasan dalam 2-3 tahun ke depan.
"Kalau menguasai Asean dari aspek sumber daya diharapkan tercapai 2015. Ini tantangan jadi mari kita buat mapping dengan Thailand dan Malaysia sebagai benchmark," ujar Ketua Umum Gaikindo Bambang Trisulo, pada seminar bertema Merebut Posisi Puncak di Pasar Asean, kemarin.
Bambang mengusulkan agar pemerintah memberikan skala prioritas pengembangan industri komponen agar menjadi basis produk dan pengembangan desain. Hal ini diperlukan untuk mendongkrak daya saing industri di tengah persaingan global yang makin ketat.
"Selain itu disarankan adanya integrasi regulasi, pengembangan SDM dan produk menuju riset and development."
Gustav A Husein, Direktur PT Astra Otoparts Tbk, menuturkan persaingan di industri komponen tidak hanya terjadi di Asean, tetapi juga lintas kawasan. Hal ini terjadi karena produsen otomotif mengambil pasokan produknya berdasarkan kualitas dan daya saing. Menurut dia, tantangan terbesar di industri komponen saat ini adalah memproduksi mesin-mesin secara mandiri sehingga ada ruang inovasi dan efisiensi.
"Banyak material komponen dibeli dari luar negeri. Ini membutuhkan perbaikan untuk mendukung industri komponen tetap bertahan di tengah persaingan supply chain industri otomotif global."
Butuh visi terarah
Presdir PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan Danusasmita mengatakan pelaku industri mengharapkan adanya visi dan misi pemerintah yang terarah, jelas dan konsisten.
Menperin Fahmi Idris mengatakan Indonesia bisa menjadi pemain besar di industri otomotif di Asean, mengingat hanya Thailand yang menjadi pesaing terdekat, sedangkan Malaysia mengalami fluktuatif.
"Masalahnya, melihat posisi puncak itu dari sebelah mana? Apakah dilihat banyaknya mobil yang dijual? Menurut saya, kalau kita kuat di industri komponen dengan mudah kita kalahkan Thailand, siapa pun akan melirik Indonesia."
Untuk bersaing di pasar Asean dan global, Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Eddy Putra Irawadi menegaskan industriawan di sektor otomotif diharapkan menyinergikan strategi korporasi dengan regulasi pemerintah.
"Sering kali korporasi tidak sinergi dengan kebijakan yang disiapkan. Ada beberapa pendekatan yang kami lakukan mulai dari menjaga daya saing, daya tahan, hingga daya beli. Kami harapkan ada sinergi." (ahmad muhibbuddin/23) (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 18 Juni 2009
Judul / Title : SDM Otomotif Unggul di Asean pada 2015
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Potensi Pasar Mobil Murah 600.000 unit
JAKARTA : Potensi pasar mobil murah dengan kisaran harga Rp30 juta- Rp80 juta yang belum diharap oleh pelaku industri otomotif nasional mencapai 300.000 unit-600.000 unit per tahun.
Presdir PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan Danusamita mengatakan pasar low cost car ini belum ada yang menggarap padahal ceruk pasarnya cukup besar.
"Kalau kita bisa membuat terobosan itu tentu bagus sekali. Ini tantangan. Indonesia punya potensi, baik dari populasi penduduk maupun basis produksi," katanya kemarin.
Johnny tidak menyatakan secara tegas apakah Toyota berencana menggarap segmen ini. Dia hanya menegaskan pemerintah perlu membuat kebijakan yang jelas dan konsisten sehingga mampu menarik investasi.
"Kalau grand design jelas dan tidak berubah-ubah, saya pikir semua pemain dipastikan mau untuk menggarap ceruk pasar low cost car yang belum terisi ini."
Dia menilai dilihat dari tahapan pengembangan industri, Indonesia memiliki potensi dan peluang sama dengan China dan India. Kedua negara ini diprediksi segera memasuki tahap motorisasi mengingat China dan India memiliki low cost car. Motorisasi ini menjadi parameter berkembangnya industri otomotif yang dilihat berdasarkan rasio kepemilikan mobil per 1.000 orang.
Presdir PT Indomobil Sukses International Tbk Gunadi Sindhuwinata menambahkan mobil murah memiliki potensi yang besar di Indonesia dan kehadirannya tinggal menunggu waktu.
Menurut dia, hal ini dipengaruhi oleh harga kendaraan roda empat yang semakin tidak terjangkau oleh masyarakat. Saat ini, pasar mobil nasional didominasi oleh kendaraan low MPV dan MPV medium dengan persentase 40%.
"Saat ini kita terus tingkatkan daya saing, sehingga ketika pendapatan per kapita penduduk meningkat, konsumen motor bisa membeli mobil."
Terkait dengan munculnya sejumlah merek mobil yang dirakit oleh kalangan swasta termasuk sebuah sekolah menengah tingkat atas, Gunadi menilai hal itu sebagai karya yang harus dihargai.
Namun untuk pengembangan lebih lanjut, pemerintah perlu menyiapkan lanskap industri yang lebih konkret untuk mendukung pengembangannya. (ahmad muhibbuddin)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 18 Juni 2009
Judul / Title : Potensi Pasar Mobil Murah 600.000 unit
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota Optimis Produksi Lexus Hybrid 25.000 Unit
Amerika Serikat ? Trend mobil dunia dengan semakin meningkatnya pemakaian mesin-mesin berkapasitas CC kecil dengan tingkat efisiensi yang tinggi, tanpa harus mengorbankan performa, menjadi peluang emas bagi mesin-mesin berteknologi hybrid dari Toyota. Pabrikan otomotif terbesar dari Jepang itu optimis akan mampu memproduksi dan mengirimkan Lexus hybrid sebanyak 25.000 unit di tahun ini.
?Dapat dipastikan harga bahan bakar minyak dunia akan semakin tinggi di masa mendatang, dan di sinilah peluang akan semakin bertambahnya mesin-mesin hybrid dari Toyota,? ujar Jack Nerad, executive market analyst di Kelley Blue Book, California, Amerika Serikat.
Dengan peluang besar tersebut, Toyota diperkirakan akan mampu menjual Lexus hybrid lebih banyak hingga akhir 2009 nanti. Beragam model telah disiapkan, khususnya peluncuran terbaru dari Lexus HS 250h.
Kendati penjualan Lexus hybrid akan mengalami peningkatan, Toyota pun tetap serius menggarap pasar mobil hybrid melalui Prius. Terlebih pemesanan Toyota Prius generasi ketiga semakin bertambah, hingga memaksa beberapa pabrik perakitan Toyota harus bekerja ekstra keras dengan menambah jam lembur. (*)
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Mobil Murah Hanya Mimpi (bag...1)
Konsumen otomotif Indonesia pernah beberapa kali menikmati kehadiran mobil baru murah. Pertama, pada 1990 ketika kelompok Indomobil merilis Mazda MR (singkatan dari mobil rakyat). Kedua, ketika pemerintah meluncurkan program mobil nasional (mobnas) pada 1996.
Saat itu mobil Timor (di negara asalnya Korea Selatan bernama Kia Sephia) dibanderol dengan harga Rp35 juta per unit. Ketiga, pada awal 2004 ketika Toyota dan Daihatsu berkolaborasi meluncurkan mobil kembar Avanza dan Xenia, yang saat itu dipatok di bawah Rp100 juta per unit.
Selebihnya, konsumen harus mengernyitkan dahi untuk bisa memiliki sebuah mobil baru. Harga mobil dari hari ke hari terus melangit, apalagi dalam kondisi sekarang di mana nilai tukar rupiah cenderung melemah terhadap dolar AS dan yen.
Sebuah angin segar berhembus pada April tahun ini ketika Departemen Perindustrian (Depperin) melontarkan gagasan untuk mengembangkan proyek mobil murah. Kriteria dan regulasinya tengah disiapkan. Khusus untuk insentif, akan mengacu pada PP No.62/2008 dan PP No.1/2007, di samping bea masuk ditanggung pemerintah (BM DTP).
Rencana tersebut sebenarnya cukup positif. Namun sayangnya, konsep mobil murah ini pakai "embel-embel" ramah lingkungan. Kalau sudah bicara ramah lingkungan, tentunya harus ada investasi tambahan, sehingga tentu saja harga jadi naik. Dengan demikian, tidak akan ada yang namanya mobil murah.
Kita bisa berkaca para Amerika Serikat (AS) yang bulan lalu menggelontorkan kebijakan baru terkait dengan program "mobil hijau" berupa pemangkasan emisi gas buang kendaraan (karbondioksida/ CO2) sebesar 30%, sekaligus efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Presiden AS Barack Obama bahkan menegaskan bahwa program ini bakal memaksa konsumen menambah biaya pembelian kendaraan sedikitnya US$1.300 (sekitar Rp13 juta) per unit, sebagai kompensasi atas investasi teknologi yang dikeluarkan produsen untuk menghasilkan mobil yang ramah lingkungan, sekaligus irit BBM.
Pernyataan Obama ini secara jelas menerangkan bahwa kebijakan mobil ramah lingkungan akan menimbulkan risiko pada semakin tingginya harga jual mobil. Dengan demikian, konsep mobil murah ramah lingkungan versi Depperin sebenarnya suatu hal yang hampir mustahil bisa diwujudkan. Yang mungkin bisa dilakukan adalah, mengembangkan program mobil murah, atau mengembangkan mobil ramah lingkungan yang irit BBM.
Kalau fokus pada mobil murah, jiplak saja cara Tata Motor-produsen mobil asal India-membuat model Nano yang menggunakan spesifikasi paling sederhana/standar, tetapi tanpa mengesampingkan aspek keamanan (safety) pada kendaraan tersebut.
Tata Nano sangat menghebohkan industri otomotif karena harganya paling murah di dunia saat ini. Di India, mobil ini dipasarkan dengan harga 100.000 rupee atau sekitar Rp24 juta. Mobil dengan panjang 3,1 meter dengan mesin dua silinder, 624 cc ini memiliki konsumsi BBM 20 km/liter dengan kemampuan mengangkut 4-5 penumpang dan kecepatan maksimum 105 km/jam.
Bisa juga mencontek cara China yang mengobral insentif kepada produsen, sehingga mereka bisa menghasilkan kendaraan dengan biaya murah. Sebaliknya, jika fokus pada mobil ramah lingkungan yang irit BBM, ikuti saja cara Obama.
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Mobil Murah Hanya Mimpi (bag...2)
Arah pengembangan
Tapi sebelum memilih, ada baiknya pemerintah menentukan terlebih dahulu ke mana arah pengembangan industri otomotif nasional. Jika arahnya pada volume, kembangkanlah mobil murah. Tapi kalau arahnya pada kualitas, lebih baik mengembangkan "mobil hijau" yang irit BBM.
Melihat kondisi di Tanah Air saat ini, terutama Jakarta, di mana jalan-jalan sudah sesak dengan kendaraan, ditambah dengan polusi udara yang sudah parah, sebaiknya pemerintah lebih fokus pada pengembangan kendaraan ramah lingkungan. Lupakan mobil murah.
Bisakah Anda bayangkan, seperti apa kondisi kemacetan di Ibu Kota jika nantinya hadir mobil murah seharga Rp30 juta-Rp50 juta? (afriyanto@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 17 Juni 2009
Judul / Title : Konsumen otomotif Indonesia pernah beberapa kali menikmati kehadiran
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Afriyanto, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pasar Mobil Akan Tembus 40.000 unit
JAKARTA : Permintaan mobil baru pada Juni dan Juli diprediksi menembus 40.000 unit terdorong oleh gencarnya promosi ATPM dan dua kegiatan pameran besar.
Jika ini terjadi, pasar mobil nasional tahun ini diperkirakan menembus 450.000 unit.
Sepanjang 5 bulan pertama tahun ini, volume pasar mobil domestik mencapai 170.679 unit atau rerata penjualan per bulan 34.000 unit. Penjualan tertinggi terjadi pada bulan lalu yaitu 35.818 unit.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo memprediksi pasar mobil pada Juni dan Juli akan lebih baik dibandingkan dengan Mei.
"Saya prediksi lebih baik [Juni-Juli] dari Mei, hanya apa bisa mencapai 40.000 unit per bulan? Kalau tembus 40.000 unit, proyeksi tahun ini 450.000 unit itu tercapai," katanya kepada Bisnis kemarin.
Optimisme Gaikindo ini didasarkan pada banyaknya program promosi penjualan yang digelontorkan kalangan agen tunggal pemegang merek (ATPM). Kegiatan Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2009 yang saat ini berlangsung dan ajang The 17th Indonesian International Motor Show bulan depan diprediksi mampu mendongkrak pasar.
"Ada harapan semester II lebih baik. Kami masih tetap mematok target 450.000 unit tahun ini."
Secara terpisah, Rudjojo Nirjana, Direktur Penjualan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan peningkatan penjualan mobil pada Mei belum terlalu signifikan, sehingga tidak dapat dijadikan patokan kembali bergairahnya pasar otomotif.
"Juni-Juli, pasar berada dalam periode yang menentukan karena dua bulan ini ada liburan anak sekolah dan tahun ajaran baru. ATPM saat ini fokus pada kampanye penjualan."
Dia mengungkapkan mulai awal Juni hingga akhir Juli Suzuki menggelar program utama yakni pemberian cash back untuk pembelian model low end dan bunga ringan 3,7% untuk model high end.
Toyota menarik minat konsumen dengan meluncurkan program easy ownership, bunga ringan 3,5% untuk Camry dan Avanza pada Mei. Daihatsu mendorong penjualan model Luxio dengan bunga ringan mulai 3,5% yang dikemas dalam promo Luxio Lucky Program.
"Kampanye suku bunga ringan ini untuk mengangkat pasar," kata Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto. (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 17 Juni 2009
Judul / Title : Pasar Mobil Akan Tembus 40.000 unit
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
TAM Godok Harga Prius
JAKARTA : PT Toyota Astra Motor (TAM) tengah menggodok harga jual Toyota Prius, seiring dengan rencana perusahaan merilis mobil hibrida Toyota generasi ke-3 ini di pasar domestik pada bulan depan.
"Kami sedang mengkaji harga Prius, tetapi terus terang sekarang kami bingung. TMC [Toyota Motor Corp] hanya memberikan harga khusus untuk pasar Jepang dan Amerika Serikat dan pemerintah tidak memberi insentif mobil hibdrida," ujar Joko Trisanyoto, Direktur Pemasaran PT TAM kepada Bisnis, di sela-sela workshop Teknologi Hybrid Toyota, baru-baru ini.
Dia mengungkapkan TAM saat ini terus melakukan negosiasi dengan prinsipalnya sehingga memungkinkan menjual Prius dengan harga yang terjangkau dan menarik minat konsumen.
Di Jepang, Prius generasi baru ini dipasarkan dengan harga mulai 2,2 juta yen atau US$22.000 per unit. Untuk pasar AS, Toyota menurunkan harga kendaraan ini menjadi US$21.000 agar dapat bersaing dengan rivalnya Honda Insight yang dijual US$20.000 per unit.
Widyawati Soedigdo, GM Marketing Planing Customer Relation Division PT TAM mengatakan apabila masuk ke Indonesia, harga Prius generasi terbaru dipastikan lebih mahal karena tambahan komponen pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) dan pajak bea masuk (BM).
Masuk kategori kendaraan 4x2 dengan mesin 1.800 cc, Prius dikenai tarif PPnBM 20% dan BM 45%. Harga mobil ini diperkirakan mencapai Rp600 juta per unit. "Kalau tanpa dikenai pajak, harganya sedikit di atas harga New Corrola Altis," katanya.
Saat ini, TAM membanderol harga Corrola Altis terbaru sebesar Rp372,5 juta.
Di AS, lanjut Widyawati, harga Prius generasi ke-3 bisa menyamai harga Toyota Camry tipe V atau Q dikarenakan mendapat insentif kendaraan ramah lingkungan dari pemerintah.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 17 Juni 2009
Judul / Title : TAM Godok Harga Prius
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Daihatsu Genjot Promo Luxio
JAKARTA : PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menggelar kampanye penjualan mobil multi purpose vehicle (MPV) Luxio melalui kegiatan yang dikemas dalam Luxio Happy Program.
ADM berupaya mendekatkan Luxio ke semua kalangan, baik masyarakat maupun karyawannya melalui Program yang terdiri dari tiga kegiatan utama, yakni Luxio Happy Holiday, Luxio Happy Caravan, dan Luxio Lucky Program.
"Kami percaya pengalaman mengendarai Luxio akan membuktikan kenyamanan dan kelegaan Luxio sebagai mobil keluarga" ujar Sudirman MR, Vice President PT ADM, kemarin.
Dalam kegiatan ini, konsumen dapat memakai Luxio untuk liburan di Taman Safari Indonesia Bogor, Green Hill Sibolangit (Sumatra Utara), dan Ciputra Waterpark Surabaya. (Bisnis/smu)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 16 Juni 2009
Judul / Title : Daihatsu Genjot Promo Luxio
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Transmisi, Otomotif
Penulis / Writer : Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Isuzu Fokus Ke Layanan
JAKARTA : Isuzu tahun ini cenderung bersikap konservatif dengan mengandalkan lini produk yang ada dan lebih memfokuskan diri pada peningkatan pelayanan kepada konsumen.
General Manager Pemasaran PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Indra Putra mengatakan pihaknya tahun ini masih tetap konsentrasi pada lini produk yang sudah ada, dan tidak akan jor-joran menghadirkan produk baru.
"Kami akan memperkuat segmen yang selama ini kami geluti, yakni kendaraan komersial, terutama truk ringan dan pikap," ujarnya, kemarin.
Dia mengatakan sikap konservatif Isuzu ini didasarkan pada prediksi permintaan kendaraan niaga bakal meningkat pada kuartal II tahun ini seiring dengan membaiknya harga komoditas perkebunan dan aktivitas pertambangan.
Terkait dengan rencana menghadirkan model SUV (sport utility vehicle) MU7, menurut Indra, hal itu tetap akan dilaksanakan tetapi hanya untuk dipamerkan pada IIMS (Indonesia International Motor Show) pada Juli sebagai produk contoh yang bertujuan melihat respons pasar.
"Kami belum ada rencana menjual Isuzu MU7 tahun ini. Kami akan menampilkannya di IIMS, tetapi hanya sebagai show unit. Akan tetapi jika respons pasar cukup bagus, tidak menutup kemungkinan pada masa datang akan masuk ke Indonesia. Akan tetapi yang pasti tidak tahun ini."
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 12 Juni 2009
Judul / Title : Isuzu Fokus Ke Layanan
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Afriyanto, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Lonjakan Impor Tak Cerminkan Kondisi Pasar
JAKARTA : Kalangan pelaku industri otomotif menilai lonjakan impor kendaraan bermotor dan komponen sebesar 30,86% pada April tidak mencerminkan kondisi pasar yang baru bergairah.
Data sementara Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis awal bulan ini menunjukkan impor kendaraan dan bagiannya pada April naik 30,86% atau menjadi US$213,3 juta dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu US$163,0 juta.
Peningkatan impor komponen kendaraan bermotor sebesar US$50,3 juta tersebut menjadi kenaikan terbesar dari 10 golongan barang utama impor nonmigas Indonesia.
Ketua II Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto menilai lonjakan impor yang cukup besar ini belum bisa dijadikan indikasi telah terjadi kenaikan permintaan di pasar domestik.
Dia menjelaskan seiring penurunan pasar otomotif nasional, produsen menurunkan volume importasi atau bahkan tidak melakukan impor barang karena stok yang relatif banyak.
"Walaupun sekarang penjualan di kisaran 32.000 unit per bulan, kami tetap butuh komponen. Namun, ini [kenaikan impor] belum tentu [menggambarkan] pasar bangkit kembali. Ada lonjakan [impor] benar, tetapi bukan berarti ada lonjakan permintaan," katanya kepada Bisnis, Selasa.
Dia menjelaskan barang yang masih diimpor oleh produsen otomotif nasional dari prinsipalnya kebanyakan produk berteknologi tinggi dan pembuatannya membutuhkan biaya produksi yang mahal.
"Untuk jenis barang yang diimpor lain-lain, tingkat ketergantungan perusahaan terhadap barang impor berbeda-beda. Misalnya model Avanza dengan mobil Mercedes berbeda karena lokalisasinya lain-lain. Menghilangkan ketergantungan terhadap barang impor di sektor ini sulit."
Lancarkan produksi
Jongkie menambahkan semakin menipisnya persediaan stok bahan baku dan komponen di pabrik mendorong produsen otomotif mulai meningkatkan pembelian pada kuartal II tahun ini. Kondisi tersebut dimaksudkan untuk memperlancar proses produksi mengingat masa pemesanan dari prinsipal perusahaan membutuhkan waktu 3 bulan (merek Jepang dan Korea) dan 6 bulan (merek Eropa).
Secara terpisah, Direktur Alat Transportasi Darat dan Kedirgantaraan Departemen Perindustrian Panggah Susanto menuturkan setelah mengalami penurunan permintaan akibat daya beli yang melemah, pasar otomotif nasional saat ini mulai menunjukkan tren kenaikan.
"Setelah produksi turun karena krisis, sekarang trennya mulai naik," katanya.
Sepanjang Januari-April 2009, nilai impor kendaraan dan bagiannya anjlok 60% menjadi US$ 791 juta dibandingkan dengan periode sama 2008 sebanyak US$ 1,9 miliar. Penurunan impor ini disebabkan oleh pasar mobil nasional yang turun akibat krisis likuiditas dan koreksi harga kendaraan. (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 11 Juni 2009
Judul / Title : Lonjakan Impor Tak Cerminkan Kondisi Pasar
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pasar Mobil Mei Naik Tipis
JAKARTA : Realisasi penjualan mobil nasional pada Mei hampir menyentuh 36.000 unit, naik tipis 3,7% dibandingkan dengan bulan sebelumnya terdorong oleh program promosi kalangan agen tunggal pemegang merek (ATPM).
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan mobil secara wholesales (pengiriman dari pabrik ke diler) pada April 34.611 unit sedangkan pada bulan berikutnya 35.894 unit. Artinya, volume mobil yang didistribusikan oleh produsen ke jaringan dilernya pada bulan lalu bertambah 1.283 unit.
Kendati terjadi kenaikan tipis secara month to month, pasar otomotif pada Mei masih merosot 29,2% jika dibandingkan dengan bulan yang sama 2008, yaitu 50.718 unit.
Suparno Djasmin, CEO PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation mengatakan kampanye pembelian mobil baru dengan suku bunga yang lebih murah oleh ATPM memberi dampak peningkatan pasar Mei.
"Pasar Mei lebih stabil setelah market shock adanya kenaikan harga pada bulan sebelumnya. Kampanye bunga lebih murah seperti yang dilakukan Daihatsu dan Toyota juga memberi satu rangsangan untuk pasar," katanya kemarin.
Daihatsu menggelar kampanye bunga murah sekitar 3,5% untuk model Avanza dan Xenia. Sementara itu Toyota berusaha mendorong penjualan dengan paket bunga ringan, Toyota Avanza 3,5%, Mitsubishi menawarkan bunga 0% untuk produk truknya.
Bunga ringan
Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto mengatakan peningkatan penjualan Toyota pada Mei tidak terlepas dari program bunga ringan untuk pembelian Avanza dan Camry.
Di lain sisi, Suzuki menawarkan cash back sekitar Rp4 juta dan berbagai gimmick langsung untuk pembelian produknya. Namun, langkah yang ditempuh merek ini belum mampu mendongkrak penjualan, mengingat penjualan ritelnya lebih rendah dibandingkan dengan wholesales yakni 2.896 unit.
Suparno memperkirakan dengan kondisi pasar saat ini, diharapkan pasar semester II/2009 dapat lebih baik. Dia berharap pemilu presiden lancar, kurs rupiah stabil, dan tren penurunan suku bunga kredit terus berlanjut. (ahmad muhibbuddin) (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 10 Juni 2009
Judul / Title : Persaingan Multifinance Ketat
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota Pangkas Biaya Produksi
TOKYO : Toyota Motor Corp (TMC) menargetkan dapat memangkas biaya produksi mobil kecil sampai dengan 100 miliar yen (US$1,0 miliar) pada 2012.
Tanpa menyebutkan sumber informasinya, surat kabar berpengaruh di Jepang, Nikkei, melaporkan pemangkasan biaya produksi tersebut akan diperoleh dengan cara memperbanyak penggunaan sasis dan komponen yang sama untuk berbagai model Toyota.
Nikkei menyatakan perusahaan itu juga tengah mempertimbangkan untuk menggunakan sasis dan komponen yang sama untuk 1 juta mobil kecil yang diproduksi di pabrik Toyota di Jepang, termasuk model Corolla dan Vitz. Saat ini, TMC yang tercatat sebagai produsen mobil terbesar di dunia berupaya meningkatkan laba dari penjualan mobil kecil yang hemat bahan bakar ke pasar global.
Pada tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2009, TMC membukukan rugi operasi 461 miliar yen, akibat anjloknya penjualan mobil mewah dan kendaraan berkapasitas mesin besar seiring dengan krisis global. (Bloomberg/smu)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 09 Juni 2009
Judul / Title : Toyota Pangkas Biaya Produksi
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Transmisi, Otomotif
Penulis / Writer : Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Multifinance Diawasi Ketat
JAKARTA : Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK kian memperkuat lini pengawasan dengan menggodok peraturan pemeriksaan perusahaan pembiayaan (P4) yang ditargetkan selesai tahun ini.
Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan M Ihsanuddin mengungkapkan untuk sementara pihaknya masih menggunakan petunjuk pelaksanaan (juklak) pemeriksaan lama yang mengacu pada peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan Peraturan Kepala Bapepam-LK guna membedah kesehatan perusahaan pembiayaan.
"Untuk sementara ini pemeriksaan masih pakai juklak yang lama oleh karenanya kami sedang menyelesaikan P4 yang ditargetkan tahun ini selesai tersebut untuk mendukung bagian pemeriksaan kami lebih terarah," katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.
Sebagai pedoman utama, katanya, Biro Pembiayaan menggunakan patokan pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 166/PMK.010/2008 tentang Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan. Peraturan tersebut juga disokong oleh PMK No. 84/ PMK.012/2006 tentang Perusahaan Pembiayaan yang terbit lebih dahulu.
Kepala Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan Biro Pembiayaan dan Penjaminan Jongki Artezi mengatakan dengan mengacu pada Pasal 4 PMK No.166 tersebut maka sebagai otoritas, pihaknya secara berkala memeriksa minimal satu kali dalam 5 tahun. Selain itu, multifinance juga bisa diperiksa setiap waktu apabila diperlukan.
Dia mengatakan pemeriksaan berkala meliputi kebenaran aspek substansi laporan periodik dan kepatuhan terhadap ketentuan di bidang perusahaan pembiayaan, sementara pemeriksaan setiap waktu dilakukan apabila ada yang menyimpang dari laporan periodik atau tidak menerapkan prinsip mengenal konsumen (know your customer).
Sebelumnya Ihsanuddin mengungkapkan 29 multifinance sudah terkena surat peringatan pertama (SP) di mana tiga perusahaan diperiksa karena melanggar peraturan, sementara 26 perusahaan terlambat menyampaikan laporan keuangan setelah audit per 30 April. Sepanjang tahun ini, katanya, tujuh perusahaan dicabut izinnya sedangkan satu perusahaan dibekukan.
"Selain itu, ada 23 perusahaan yang mau kami periksa. Kebanyakan mereka itu terlambat laporan, modal disetor minimum, tidak mampu menyalurkan pinjaman di atas 40% dari aset, hingga mengembalikan izin usaha lantaran ingin beralih ke bisnis lain," katanya.
Ihsanuddin tetap optimistis dengan perkembangan industri meskipun regulasi diperketat layaknya perbankan dan ada kemungkinan banyak multifinance yang akan terkena sanksi. (23) (redaksi@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 09 Juni 2009
Judul / Title : Multifinance Diawasi Ketat
Halaman / Page : 5
Rubrik / Column : Proteksi, Asuransi & Pembiayaan
Penulis / Writer : Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
ASF Bidik Rp10,5 triliun
JAKARTA : PT Astra Sedaya Finance (ASF) optimistis target penyaluran kredit yang naik menjadi Rp10,5 triliun pada tahun ini bisa tercapai dengan membaiknya dukungan perekonomian nasional.
Direktur Keuangan ASF Hugeng Gozali mengatakan kepada Bisnis pada akhir pekan lalu, perusahaan membukukan pendapatan pada kuartal I/2009 yang menggembirakan sehingga pada tahun ini pihaknya yakin dengan patokan target yang dicanangkan tersebut.
ASF membukukan pendapatan pembiayaan konsumen pada kuartal I/2009 mencapai Rp348,4 miliar atau naik 7,3% dari periode yang sama tahun lalu yakni hanya Rp324,4 miliar. (Bisnis/23)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 09 Juni 2009
Judul / Title : ASF Bidik Rp10,5 triliun
Halaman / Page : 5
Rubrik / Column : Proteksi, Asuransi & Pembiayaan
Penulis / Writer : Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
PPnBM Mobil Mewah Dibahas Pansus DPR
JAKARTA : Rencana kenaikan tarif penjualan atas barang mewah (PPnBM) hingga 200% untuk mobil dengan kapasitas mesin besar yang sedang dibahas pansus DPR, hampir dipastikan menyebabkan pasar mobil premium anjlok.
Tidak hanya itu, setoran pajak yang diterima negara dari bisnis mobil mewah juga ikut menyusut.
Kekhawatiran di kalangan agen tunggal pemegang merek (ATPM) dan importir umum mobil mewah tersebut muncul setelah pemerintah dan panitia kerja (panja) DPR menyepakati rancangan undang-undang PPN dan PPnBM yang di dalamnya mengatur pengenaan tarif PPnBM sampai dengan 200%.
Kesepakatan yang dicapai pada akhir Mei itu sedang dalam pembahasan di tingkat panitia khusus (pansus) dan dijadwalkan dibawa ke sidang paripurna sebelum masa reses DPR pada akhir bulan ini.
Seorang pebisnis mobil mewah merek Eropa yang enggan disebutkan jatidirinya mengatakan apabila pemerintah benar-benar menaikkan pajak barang mewah (luxury tax) sampai dengan 200%, permintaan mobil premium nasional pasti langsung merosot tajam.
Menurut dia, tarif pajak merupakan komponen terbesar terhadap struktur harga mobil premium di Indonesia.
Saat ini, mobil jenis sedan berkapasitas mesin di atas 3.000 cc (bensin) dan 2.500 cc (diesel) dikenai tarif PPnBM 75% dan bea masuk impor mobil utuh (completely built-up/CBU) 55%.
Di beberapa negara dikawasan Asean, tarif PPnBM dikenai bervariasi seperti Thailand maksimum 50%, Malaysia 100%, dan Filipina paling tinggi 60%.
Direktur Jenderal Pajak Departemen Keuangan Darmin Nasution menegaskan rencana pengenaan tarif PPnBM sebesar 200% tersebut hanya akan diberlakukan untuk mobil.
"Itu [pengenaan tarif 200%] benar-benar hanya untuk barang yang sangat-sangat mewah. Biasanya orang membelinya hanya sekadar untuk gengsi-gengsian, bukan karena fungsinya," ujarnya saat ditemui di kantornya, akhir pekan lalu.
Soal gengsi
Pada dasarnya, lanjutnya, usulan tarif PPnBM 200% tersebut hanya untuk mempertegas dan memperjelas perbedaan tarif antara barang biasa dan barang yang benar-benar mewah.
Darmin memastikan barang, termasuk mobil, yang banyak digunakan masyarakat tidak akan dikenai PPnBM sampai dengan tarif 200%. "Kalau harganya bermiliar-miliar, saya kira itu hanya memenuhi gengsi. Kalau pakai barang mewah seperti itu produktivitas kan juga nggak nambah," ujarnya.
Pada dasarnya, lanjut Darmin, arah kebijakan PPnBM saat ini adalah mengurangi jumlah jenis barang yang dikenai pajak guna menggairahkan pasar dalam negeri dan mengurangi penyelundupan.
Sementara itu, Ketua Pansus DPR untuk RUU Perpajakan, Melkias Markus Mekeng, menjelaskan DPR menyetujui usulan pemerintah mengenakan tarif PPnBM 200% karena barang mewah hanya digunakan sekadar untuk pencitraan gaya hidup orang kaya. "Ini sebenarnya untuk memenuhi rasa keadilan saja kok." (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 08 Juni 2009
Judul / Title : PPnBM Mobil Mewah Dibahas Pansus DPR
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh & Achmad Aris, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Rupiah Menguat, Toyota Pertahankan Harga Jual
JAKARTA : PT Toyota Astra Motor (TAM) berupaya mempertahankan harga jual kendaraan, setidaknya selama 3 bulan ke depan guna mendorong penjualan seiring dengan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Direktur Pemasaran PT TAM Joko Trisanyoto menjelaskan perusahaan tengah melakukan negosiasi dengan pabrikan, agar harga mobil produksi lokal maupun diimpor secara utuh (completely built-up/CBU) tetap stabil hingga September.
"Kami masih bernegosiasi dengan TMMIN [PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia] dan pabrik di Thailand agar harga tidak naik lagi pada bulan depan. Tentu. Kami juga ingin harga tidak naik sehingga permintaan pasar bisa terdongkrak," katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.
Saat ini, ujar Joko, perusahaan akan mengkaji ulang harga kendaraan setiap 3 bulan sekali yang disesuaikan dengan perkembangan pasar, berbeda dengan langkah sebelumnya yang dilakukan hampir setiap bulan.
Patokan kurs
Saat ini, patokan kurs yang digunakan Toyota untuk menetapkan harga jual berkisar Rp10.200 hingga Rp10.500 per dolar AS. Level kurs tersebut lebih rendah dari pada kurs normal pada saat mobil diproduksi yakni di bawah 10.000 per dolar AS.
Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada 5 Juni, terus bergerak menguat di posisi Rp9.930 per dolar AS, menyusul derasnya dana asing yang masuk ke pasar modal dan pasar uang Indonesia.
Kurs rupiah sempat mencapai titik tertinggi yakni Rp12.213 per dolar AS pada 2 Maret 2009.
Terkait dengan penjualan, pada Mei tahun ini TAM berhasil melego sebanyak 14.399 unit. Angka ini merupakan penjualan tertinggi bagi perseroan secara bulanan sepanjang 5 bulan terakhir.
"Semoga hal ini menjadi sinyal positif dari perkembangan pasar otomotif nasional yang juga mencerminkan kondisi makroekonomi nasional," kata Presdir PT TAM Johnny Darmawan Danusasmita.
Sesuai dengan data TAM, Avanza masih bertahan sebagai model yang menjadi tulang punggung dan pencetak penjualan terbesar bagi Toyota. Sebanyak 8.956 unit Avanza beralih ke tangan konsumen pada Mei, atau naik 30% dibandingkan dengan kondisi bulan sebelumnya.
Model kendaraan multiguna kelas medium yakni Kijang Innova membukukan kenaikan penjualan 5%, dengan volume 2.419 unit, sedangkan Yaris berkontribusi 389 unit, atau naik 53,8 % dibandingkan dengan pencapaian bulan sebelumnya.
Sementara itu, di segmen sport utility vehicle (SUV), Toyota Rush meraih peningkatan penjualan 8% dengan volume 911 unit, sedangkan Fortuner 4x2 terjual 396 unit pada Mei.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 08 Juni 2009
Judul / Title : Rupiah Menguat, Toyota Pertahankan Harga Jual
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Penjualan Toyota tembus lebih dari 14.000 unit
Jakarta - Penjualan Ritel Toyota di bulan Mei 2009 ini berhasil menembus angka 14.399 unit dan tetap menempatkan Toyota sebagai pemimpin pasar otomotif di Indonesia. Angka penjualan ini merupakan angka penjualan tertinggi dalam 5 bulan terakhir. Kontribusi penjualan terbesar tetap dipegang oleh Avanza dengan penjualan 8.956 unit disusul Kijang Innova dengan penjualan 2.419 unit.
Di kelas 4x2 compact, kendaraan anak muda yang Groovy, Toyota New Yaris berhasil mencatatkan angka penjualan sebesar 389 unit meningkat 53,8% dibandingkan penjualan bulan sebelumnya. Setelah peluncuran New Yaris bulan Maret lalu, permintaan New Yaris selalu mengalami trend yang positif.
Sedangkan di kelas MPV, mobil terlaris Indonesia tetap diraih oleh Avanza dengan angka penjualan sebesar 8.956 unit, meningkat sekitar 30% dibandingkan bulan sebelumnya, angka ini juga merupakan penjualan tertinggi selama tahun 2009. Selain itu, mobil keluarga Indonesia yaitu Toyota Kijang Innova juga meraih hasil yang positif dengan berhasil mencatatkan angka penjualan sebesar 2.419 unit, meningkat sekitar 5% dibandingkan bulan sebelumnya.
Di kelas SUV, Toyota Rush juga mengalami peningkatan penjualan sebesar 8% dengan berhasil mencatatkan penjualan di bulan Mei sebesar 911 unit. Sedangkan Fortuner 4x2 berhasil meraih angka penjualan sebesar 396 unit.
Pada kelas kendaraan komersial, Truk Dyna juga meraih peningkatan penjualan dengan angka penjualan Dyna 4 tire sebanyak 81 unit atau meningkat 84,1% dibandingkan bulan lalu. Sedangkan Dyna 6 tire berhasil mencatatkan penjualan sebesar 464 unit atau meningkat 19% dibandingkan bulan sebelumnya.
?Hasil pada bulan Mei ini adalah penjualan tertinggi dalam 5 bulan terakhir, semoga hal ini merupakan sinyal positif dari perkembangan pasar otomotif nasional yang juga mencerminkan kondisi makro ekonomi nasiona. Untuk terus meningkatkan kepuasan pelanggan, Toyota selalu memberikan yang terbaik baik produk dan layanan bagi pelanggan setia Toyota di Indonesia,? ujar Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor.
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
23 Multifinance Akan Diperiksa
JAKARTA : Setelah mencabut izin usaha tujuh perusahaan pembiayaan (multifinance) sepan jang tahun ini, Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK berencana memeriksa 23 multifinance yang ditengarai melakukan pelanggaran peraturan.
Selain itu, otoritas lembaga keuangan nonbank tersebut juga mengirimkan surat peringatan pertama bagi sedikitnya 29 multifinance yang melanggar aturan dan terlambat memberikan laporan keuangan.
Kepala Biro Penjaminan dan Pembiayaan M Ihsanuddin mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mendisiplinkan industri multifinance. (Bisnis/23)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 05 Juni 2009
Judul / Title : 23 Multifinance Akan Diperiksa
Halaman / Page : 5
Rubrik / Column : Proteksi, Asuransi & Pembiayaan
Penulis / Writer : Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Isuzu Hadirkan Model MU-7
JAKARTA : Isuzu berencana menghadirkan model terbaru, MU-7 untuk memperkuat penetrasi di segmen kendaraan penumpang di pasar Indonesia, khususnya sport utility vehicle (SUV).
Kendaraan dengan kapasitas tujuh penumpang tersebut akan diluncurkan secara resmi pada Indonesia International Motor Show (IIMS) yang digelar Juli tahun ini.
Supranoto, Chief Executive Officer PT Astra International Tbk-Isuzu Head Office, mengakui segmen SUV di Indenesia tidak terlalu besar. "Pasarnya memang relatif kecil, tetapi pemainnya juga tidak banyak. Jadi, persaingan di segmen ini menjadi sangat menarik," ujarnya baru-baru ini.
Bagi Isuzu, segmen SUV merupakan lahan baru mengingat selama ini hanya bermain di kelas kendaraan serbaguna (multi purpose vehicle/MPV) melalui model Panther, truk Elf, dan pikap lewat D-Max.
Dia berharap kehadiran MU-7 ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap total penjualan Isuzu.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan kendaraan SUV di pasar domestik pada 2008 mencapai 77.842 unit. Untuk periode Januari-April tahun ini, penjualan SUV tercatat 15.551 unit.
Menurut rencana, Isuzu MU-7 akan diimpor secara utuh (completely built-up/CBU) dari Thailand. Kendaraan yang mengusung mesin 3.000 cc turbo diesel tersebut menggunakan basis desain D-Max.
Model ini diklaim memiliki fungsi dan kenyamanan MPV, tetapi memiliki performance SUV.
MU-7 yang diperkirakan dibanderol dengan harga berkisar Rp300 juta hingga Rp350 juta itu, dan akan bersaing dengan Toyota Fortuner. Saat ini Isuzu belum mematok target penjualan untuk model ini.
Siapkan facelift
Supranoto menambahkan selain MU-7, Isuzu juga akan menghadirkan produk facelift (produk lama dengan tampilan baru). "Kami tidak akan terlalu ngotot meluncurkan kendaraan yang sama sekali baru, karena kendaraan generasi terdahulu masih cukup digemari konsumen. Jadi kami cenderung menampilkan produk facelift saja," tuturnya.
Selama periode Januari-April 2009, Isuzu membukukan angka penjualan 5.006 unit, atau turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 8.115 unit.
Untuk tahun ini, Isuzu mematok target penjualan 16.000 unit. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan realisasi penjualan tahun lalu yang tercatat 25.000 unit, akibat penurunan daya beli.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 04 Juni 2009
Judul / Title : Isuzu Hadirkan Model MU-7
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Afriyanto, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Kondisi Pasar Otomotif Jepang Masih Parah
TOKYO : Pasar otomotif Jepang hingga Mei 2009 masih mengalami kondisi yang cukup parah, ditandai dengan penurunan penjualan 19,4%, menjadi hanya 178.503 unit dibandingkan dengan bulan yang sama 2008.
Data Asosiasi Diler Kendaraan Bermotor Jepang menunjukkan penjualan Toyota (tidak termasuk Lexus) anjlok 23,7% menjadi 80.503 unit. Koreksi penjualan juga dialami merek Nissan (-9,1%), Mazda (-34,3%), Mitsubishi (-14,1%), Isuzu (-55,3%), Fuji (-20,2%), Suzuki (-26,3%), dan Hino (-56,1%).
Beberapa merek yang masih mampu membukukan pertumbuhan positif adalah Lexus yang meningkat 16,4%, Honda (4,5%) dan Daihatsu (17,9%). (Bloomberg/smu)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 04 Juni 2009
Judul / Title : Kondisi Pasar Otomotif Jepang Masih Parah
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Transmisi
Penulis / Writer : Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pasar Mobil Mei Diprediksi Membaik
JAKARTA : Realisasi penjualan mobil pada Mei diperkirakan mulai membaik dibandingkan dengan kinerja bulan sebelumnya, kendati belum ada perubahan kondisi makroekonomi secara signifikan.
Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan secara umum tidak ada peningkatan permintaan yang signifikan pada bulan tersebut dibandingkan dengan April.
Namun, dia memperkirakan penjualan mobil pada Mei secara wholesale (pengiriman dari pabrik ke diler) bisa mencapai 35.000 unit, sedangkan secara ritel (pengiriman dari diler ke konsumen) berkisar 32.000 unit.
"Bagi kami yang terpenting adalah penjualan ritel karena angka inilah yang benar-benar mencerminkan penyerapan pasar," katanya baru-baru ini.
Dia mengungkapkan Daihatsu pada Mei berhasil mengirimkan 5.550 unit mobil ke konsumen, sedangkan pengiriman dari pabrik ke diler hanya 5.300 unit.
Chief Executive Officer PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Soeparno Djasmin memprediksi pasar otomotif pada Mei tidak beda jauh dengan bulan sebelumnya. Hal ini terjadi karena belum ada perubahan berarti dalam 2 bulan terakhir yang dapat memicu pembelian.
"Pasar wholesale sepanjang Mei saya perkirakan naik sedikit dari April, di angka 34.000 hingga 35.000 unit," ujarnya.
Pada bulan-bulan berikutnya, pasar otomotif nasional tidak akan jauh beranjak dari angka ini, kecuali terjadi peristiwa luar biasa, misalnya, perbankan ramai-ramai menurunkan suku bunga secara tajam.
Lebih selektif
Soeparno menilai di tengah krisis finansial saat ini, konsumen akan lebih selektif dalam membeli kendaraan. Mereka cenderung memilih kendaraan yang lebih efisien dengan harga yang lebih terjangkau.
Meskipun hingga 5 bulan pertama Daihatsu mampu bertengger di peringkat kedua di bawah Toyota, Soeparno tidak berani menjamin posisi tersebut akan terus bertahan hingga akhir tahun ini.
"Memang peringkat kami naik dari ketiga pada tahun lalu menjadi peringkat kedua. Namun, yang kami kejar bukan peringkat, melainkan peningkatan layanan kepada konsumen."
Secara terpisah, Chief Operation Officer PT Astra International-Toyota Sales Operation (Auto 2000) Jodjana Jody mengatakan secara wholesales pasar otomotif nasional pada Mei diperkirakan masih berkisar 35.000. "Penjualan ritel diperkirakan sedikit meningkat ke arah 32.500 unit," katanya.
Secara keseluruhan, katanya, kondisi Mei sedikit membaik karena ada rangsangan program penjualan dari masing-masing agen tunggal pemegang merek (ATPM). ATPM berusaha mendorong penjualan dengan berbagai paket bunga ringan, seperti Toyota Avanza dengan bunga 3,5%, truk Mitsubishi ditawarkan dengan bunga 0%, dan Suzuki menawarkan cash back Rp5 juta.
Dia memprediksikan kondisi tersebut akan tetap berlanjut sampai dengan menjelang hari raya Lebaran, sehingga pasar diproyeksikan akan lebih baik dalam beberapa bulan ke depan. (Siti Munawaroh/ Afriyanto) (ahmad.muhibbuddin@ bisnis.co. id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 03 Juni 2009
Judul / Title : Pasar Mobil Mei Diprediksi Membaik
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Ahmad Muhibbuddin, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Astra Fokus ke Segmen Mobil Kompak
JAKARTA : PT Astra International Tbk semakin berkonsentrasi pada pengembangan segmen pasar kendaraan yang efisien bahan bakar dengan level harga yang lebih terjangkau (mobil kompak) untuk mendongkrak kinerja penjualan.
Menurut Presiden Direktur PT Astra International Tbk Michael D. Ruslim sejak jatuhnya Lehman Brothers pada Oktober 2008, manajemen menyusun program kerja untuk mempertahankan penjualan, a.l fleksibilitas pembiayaan dan segmentasi pasar.
"Yang penting bagi kami adalah program berkesinambungan yang dapat mengakselerasi pasar, tentunya tidak mengambil risiko atau subsidi yang terlalu besar. Dengan strategi ini pangsa pasar kami pada kuartal I meningkat meski kue [volume pasar] berkurang," katanya baru-baru ini.
Prijono Sugiarto, Direktur PT Astra International Tbk menambahkan sejak akhir 2008, perusahaan sudah mengantisipasi kondisi pasar 2009 yang melemah. Untuk itu, perusahaan membidik segmen kendaraan yang tepat dan meningkatkan kerja sama dengan perusahaan pembiayaan.
Sepanjang kuartal I/2009, pangsa pasar mobil Grup Astra meningkat dari 49% pada kuartal I/2008 menjadi 58%.
Pada saat yang sama, porsi penjualan enam merek mobil Grup Astra terkoreksi 13% menjadi 58.000 unit, atau lebih rendah dibandingkan dengan penurunan pasar otomotif nasional yang sebesar 26% dengan volume 100.000 unit.
Selain Toyota, merek-merek mobil yang dipasarkan di bawah bendera Grup Astra adalah Daihatsu, Isuzu, Nissan Diesel, BMW, dan Peugeot.
"Kami sudah memprediksikan pasar akan bergeser ke mana. Selama 4 bulan terakhir pangsa pasar merek-merek mobil kami meningkat menjadi 58%. Untuk kendaraan roda dua, pangsa pasar Astra meningkat menjadi 48%," katanya.
Johnny Darmawan Danusasmita, Direktur PT Astra International Tbk, menjelaskan perusahaan lebih berkonsentrasi pada segmentasi kendaraan menengah ke bawah, yang harganya affordable di samping hemat bahan bakar, seperti Kijang Innova, Xenia, dan Avanza. "Meskipun kondisi krisis, kami akan selalu update model, dengan mengeluarkan produk atau varian baru. Itu salah satu strategi kami. Jadi perubahan tampilan, termasuk minor change, akan kami terus dilakukan," kata Johnny yang juga menjabat Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM).
Melalui sejumlah strategi itu, Grup Astra berambisi mengantongi 46% pangsa pasar kendaraan roda dua dan 55% pangsa pasar kendaraan roda empat, meskipun penjualan produk otomotif pada tahun ini melemah akibat krisis likuiditas dan kenaikan harga.
Pasar motor
Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Julius Aslan menjelaskan meskipun pasar motor nasional menyusut menjadi sekitar 5 juta unit, perusahaan berupaya meraih 46% pangsa pasar.
Pada tahun lalu, volume pasar motor Honda mencapai 2,874 juta unit, atau 46,2% dari total pasar roda dua yang menembus 6,21 juta unit.
"Volume motor yang didistribusikan ditargetkan sebanyak 2,3 juta unit. Kami terus memantau situasi ekonomi dan daya beli masyarakat dan periode Mei ini penjualan kami diperkirakan lebih tinggi dari posisi April yang relatif rendah 155.789 unit," katanya.
Michael menambahkan kendati penjualan secara absolut akan menurun, perseroan optimistis pangsa pasar (market share) Astra di segmen otomotif akan lebih baik.
Kendati tidak mengeluarkan prediksi secara resmi mengenai pasar kendaraan roda dua dan roda empat, Astra berupaya mempertahankan dominasinya di industri otomotif nasional.
Michael mengatakan penjualan otomotif pada tahun ini sulit untuk menyamai realisasi pasar tahun lalu yang meningkat signifikan akibat daya beli konsumen yang cukup bagus.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 03 Juni 2009
Judul / Title : Astra Fokus ke Segmen Mobil Kompak
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Daihatsu Operasikan Layanan Diler Terpadu
JAKARTA : PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) menanamkan modal Rp30 miliar untuk mengoperasikan layanan diler terpadu untuk penjualan mobil baru dan bekas Daihatsu.
Chief Operation Officer PT AI-DSO Suparno Djasmin mengatakan gerai layanan penjualan terpadu yang juga menyatukan layanan penjualan mobil bekas resmi Daihatsu ini merupakan yang pertama dibangun Daihatsu di luar Jepang.
Dia memaparkan selain menjual mobil baru, gerai yang berlokasi di Bintaro, Sektor 7, Tangerang ini memberikan jasa perbaikan dan tukar tambah kendaraan bekas dengan mobil baru.
"Total investasi yang kami tanam sebesar Rp30 miliar sudah termasuk aset bangunan dan tanah [3.600 m2]," ungkap Chief Operation Officer PT AI-DSO Toto Suryana, kemarin.
Dia menuturkan semua dana yang ditanam pada diler berkonsep baru ini berasal dari kas perseroan. Namun, dalam operasionalnya akan melibatkan divisi usaha mobil bekas yang sudah lama beroperasi dengan menggunakan merek Mobil88.
Leovan Widjaja, General Manager Divisi Mobil Bekas PT AI menjelaskan dengan konsep penjualan terpadu ini, Daihatsu U-CAR Mobil88 ini nanti akan menerima mobil bekas konsumen yang ingin ditukar dengan mobil baru. Jika bukan merek Daihatsu, mobil bekas nantinya akan dijual kembali melalui jaringan Mobil88 yang tersebar di Indonesia.
"Di sini nantinya hanya menjual mobil bekas dan baru merek Daihatsu, tetapi kami menerima jika ada yang mau trade in meski mobilnya bukan merek Daihatsu."
Sudirman MR, Vice Presdir PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menyatakan gerai Daihatsu terpadu pertama di luar Jepang ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dalam melayani masyarakat Indonesia.
Direktur Pemasaran PT ADM Amelia Tjandra menuturkan seiring dengan peningkatan penjualan Daihatsu di Indonesia, pihaknya akan lebih berkonsentrasi untuk meningkatkan mutu layanan setelah beberapa tahun lalu fokus pada penambahan diler dan ruang pamer.
"Sepanjang 2005-2008, kami menambah kuantitas sangat cepat sehingga bisa mengoperasikan 162 diler hingga saat ini. Saatnya kami meningkatkan kualitas layanan, termasuk dengan membangun outlet terpadu ini."
Dia menambahkan dengan peningkatan mutu layanan, pihaknya berharap penjualan Daihatsu dapat terus tumbuh. Tahun ini, pihaknya menargetkan dapat mengantongi 15% pangsa pasar mobil nasional yang diprediksi mencapai 420.000 unit.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 02 Juni 2009
Judul / Title : Daihatsu Operasikan Layanan Diler Terpadu
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Ahmad Muhibbuddin, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Gaikindo: Pasar Mobil Semester II Diprediksi Stagnan
JAKARTA : Gaikindo memproyeksikan pasar mobil di Tanah Air pada semester II tidak akan lebih baik dibandingkan dengan semester I. Sejauh ini belum terlihat adanya faktor yang mampu menggairahkan pasar.
Menurut Bambang Trisulo, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dalam 5 tahun terakhir angka penjualan mobil pada semester II selalu lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian semester I, kecuali pada 2005.
Namun, pada tahun ini pasar cenderung anomali, di mana kinerja semester II kemungkinan tidak lebih baik dari semester I. "Proyeksi pesimistisnya adalah semester II lebih rendah. Namun, proyeksi optimistisnya, tidak lebih baik atau cenderung sama," ujarnya pekan lalu.
Jika mengacu pada realisasi penjualan selama 4 bulan pertama tahun ini yang rerata sekitar 34.000 unit, Gaikindo memperkirakan total pasar semester I berkisar 200.000 unit.
Dengan demikian, lanjutnya, angka penjualan semester II diprediksi tidak jauh berbeda dengan semester I. "Jadi, sesuai dengan proyeksi semula, saya memperkirakan total penjualan mobil hingga akhir tahun ini hanya sekitar 400.000 unit," tuturnya.
Kondisi anomali pasar otomotif Indonesia ini disebabkan oleh adanya krisis ekonomi global, sehingga tidak ada faktor positif yang bisa mengangkat kinerja pada semester II.
Bahkan, lannjut Bambang, Lebaran tahun ini tidak banyak berpengaruh terhadap peningkatan permintaan pasar. Begitu pula dengan pelaksanaan Indonesia International Motor Show (IIMS) yang akan digelar pada Juli tahun ini, diprediksikan tidak cukup signifikan mendongkrak penjualan pada bulan tersebut. "Selain itu, penyelenggaraan pemilu presiden juga tidak serta-merta mendongkrak permintaan konsumen."
Sebaliknya, faktor kenaikan harga jual akibat pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan yen, Jepang semakin menekan perkembangan pasar, karena kondisi tersebut membuat konsumen cenderung bersikap menunggu.
Kendati demikian, kata nya, kondisi industri otomotif Indonesia lebih baik dibandingkan dengan negara lain di Asean.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 01 Juni 2009
Judul / Title : Gaikindo: Pasar Mobil Semester II Diprediksi Stagnan
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Afriyanto, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Ekspor Mobil CBU Anjlok
JAKARTA : Ekspor mobil dalam kondisi utuh (completely built-up/CBU) pada bulan lalu hanya 3.813 unit, merosot 63,7% dibandingkan dengan April 2008 yaitu 10.528 unit.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diperoleh Bisnis sepanjang 4 bulan pertama tahun ini ekspor mobil produksi dalam negeri 21.931 unit atau anjlok 35,1% dibandingkan dengan periode yang sama 2008 yakni 33.811 unit. Krisis ekonomi global yang menimpa negara tujuan ekspor membuat permintaan mobil dari pasar internasional tertekan.
Penurunan penjualan mobil CBU ke sejumlah negara di luar negeri periode Januari-April ini lebih tinggi dibandingkan dengan koreksi pasar mobil domestik yang melemah 27,4%.
Prijono Sugiarto, Direktur PT Astra International (AI) Tbk mengatakan penurunan ekspor mobil nasional saat ini diperkirakan sama atau bahkan lebih tinggi sedikit dibandingkan dengan pelemahan pasar otomotif domestik sebesar 28%.
"Yang sakit tidak hanya Indonesia, pasar luar negeri juga sakit. Ekspor Toyota dan Daihatsu juga ikut terpengaruh karena permintaan dari sejumlah negara tujuan seperti Timur Tengah, Meksiko, Venezuela yang melemah," katanya, seusai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT AI Tbk, kemarin.
Saat ini, perseroan mengantongi kepemilikan saham sebesar 5% di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang memproduksi beberapa model mobil Toyota. Selain itu, perseroan memiliki 31,87% saham di PT Astra Daihatsu Motor (ADM) yang memproduksi Daihatsu dan beberapa model mobil Toyota.
TMMIN dan ADM merupakan dua pabrikan yang melakukan ekspor mobil CBU ke pasar internasional, selain PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) yang merakit model-model Suzuki.
Pasar domestik
Dalam kesempatan sama, Johnny Darmawan Danusasmita, Direktur PT AI Tbk menambahkan sesuai dengan prediksi para pengamat, penurunan penjualan otomotif Indonesia tidak seburuk seperti di luar negeri yang terpukul resesi ekonomi.
"Kalau pasar mobil domestik turun 28%, penurunan ekspor kemungkinan sekitar 30%. Kondisi kita [Indonesia] masih lebih bagus dari luar negeri," kata Johnny yang juga Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM).
Seiring dengan kondisi krisis, Prijono menjelaskan volume ekspor mobil CBU oleh Grup Astra pada tahun ini diperkirakan melemah, dari 45.000 unit pada 2008 menjadi sekitar 30.000 unit.
Pada tahun lalu, lanjutnya, ADM memproduksi 220 000 unit dan sekitar 20% di antaranya untuk pasar ekspor, baik dengan menggunakan merek Toyota maupun Daihatsu. Untuk tahun ini, volume produksi ADM diperkirakan menjadi 190.000 unit dengan persentase ekspor sekitar 17%-18%.
Sementara itu, ekspor mobil Suzuki sepanjang Januari-April terkoreksi 42,7%, dari 8.371 unit pada 2008 menjadi hanya 4.792 unit. Khusus pada April, ekspor Suzuki anjlok 64,9% menjadi 792 unit (secara year-on-year/yoy) dan menjadi angka terendah sejak awal tahun ini. Tahun lalu, SIM membukukan volume ekspor 25.888 unit.
"Permintaan masih lemah. Untuk tahun fiskal ini kami memprediksikan ekspor akan tertekan menjadi 8.200 unit dan angka ini merupakan proyeksi terendah," kata Johannes Saragih, Marketing Ekspor Department Head PT Suzuki Indomobil Motor (SIM).
Sebelumnya, Ketua Umum Gaikindo Bambang Trisulo mengatakan penjualan mobil CBU ke luar negeri terus merosot sejak krisis ekonomi. (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 28 Mei 2009
Judul / Title : Ekspor Mobil CBU Anjlok
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Harga Mobil Bekas Akan Naik
JAKARTA : Harga mobil bekas berpotensi naik lagi jika kalangan agen tunggal pemegang merek (ATPM) kembali menyesuaikan harga produknya, sementara harga sejumlah model kendaraan bekas diketahui lebih mahal dibandingkan saat dirilis pertama kali ke pasar.
Leovan Widjaja, General Manager Mobil88, divisi usaha mobil bekas Grup Astra, mengatakan harga mobil bekas (mobkas) telah mengalami beberapa kali penyesuaian, seiring dengan adanya kenaikan harga kendaraan baru. Dibandingkan dengan 2008, penyesuaian harga mobkas sepanjang tahun ini mencapai 10% dan relatif stabil pada akhir bulan lalu.
Selain mendongkrak harga mobkas, lanjutnya, kenaikan harga mobil baru ini ikut mendorong pertumbuhan permintaan mobil seken kendati pada saat yang sama harganya juga naik.
Dia memperkirakan pada Juni atau Juli akan terjadi peningkatan permintaan seiring dengan berlangsungnya masa panen di sejumlah daerah dan berakhirnya pemilu.
Dengan penjualan sebanyak 8.000 unit pada 2008, Mobil88 berharap volume kendaraan yang terjual tahun ini di ruang pamernya minimal sama dengan realisasi pada tahun lalu.
Sementara itu, di pasar mobkas terdapat beberapa model kendaraan yang harga jualnya lebih mahal dibandingkan dengan harga saat diluncurkan ke pasar pertama kali, seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia.
Leovan mengungkapkan Avanza produksi 2004 yang harga barunya sekitar Rp80 juta, harga bekasnya saat ini sekitar Rp105 juta. Adapun harga varian barunya per 1 Mei dibanderol mulai Rp132,1 juta-Rp168,4 juta (E manual hingga S otomatis).
"Mobil ini sangat fenomenal. Avanza menjadi dewa penyelamat sehingga menahan kejatuhan harga mobil bekas lainnya," katanya, baru-baru ini.
Di kalangan pedagang mobkas, Avanza masih menjadi mobil paling dicari konsumen. Dia menggambarkan dari total penjualan Mobil88 sebanyak 500 unit-650 unit per bulan, sekitar 27% merupakan kontribusi Avanza.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 28 Mei 2009
Judul / Title : Harga Mobil Bekas Akan Naik
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Astra Kaji Opsi Beli Kapal
JAKARTA : PT Astra International Tbk menjajaki pembelian kapal untuk mendukung pengangkutan hasil produksinya.
Saat ini, dua perusahaan yang tergabung dalam Grup Astra menangani pengangkutan hasil produksi kelompok usaha tersebut yaitu PT Harmoni Mitra Utama dan PT Toyofuji Serasi Indonesia.
?Kami melihat peluang, kemungkinan itu terbuka,? ujar Presiden Direktur Astra International Michael D. Ruslim, kemarin.
Direktur Keuangan United Tractors Gidion Hasan mengaku pembelian kapal akan menimbulkan efisiensi operasional angkutan produk perseroan.
?Kami baru membeli kapal senilai Sin$5 juta yang mempunyai kapasitas mengangkut batu bara sebanyak 8000 ton. Kapal tersebut dioperasikan oleh Harmoni Mitra.?
Michael juga memproyeksikan kinerja perseroan pada 2009 akan menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menurut dia, penurunan bisnis Astra terpengaruh efek dari penurunan ekonomi global dan pengaruh lemahnya daya beli masyarakat.
"Tahun ini merupakan tahun yang sulit dan kami tidak bisa memprediksi pasar, tetapi sudah pasti penjualan tidak akan bisa meningkat seperti tahun lalu," ujarnya.
Penjualan, tuturnya, dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni likuiditas, suku bunga, nilai tukar, dan kondisi sektor riil.
"Namun, kami tetap optimis bahwa pangsa pasar akan meningkat walaupun secara absolut, tingkat penjualan akan menurun."
Melemahnya kinerja terlihat dari penjualan pada kuartal pertama 2009 yang menurun 26% menjadi 100.000 unit.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 28 Mei 2009
Judul / Title : Astra Kaji Opsi Beli Kapal
Halaman / Page : f 2
Rubrik / Column : Bursa
Penulis / Writer : M. Munir Haikal, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
ATPM Tuntut Insentif Untuk Mobil Hibrida
JAKARTA : Kalangan agen tunggal pemegang merek (ATPM) mendesak pemerintah memberikan insentif fiskal dan nonfiskal guna mendukung pengembangan pasar mobil berteknologi hibrida yang ramah lingkungan.
Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan Danusasmita menilai tarif perpajakan yang cukup tinggi menjadi faktor penghambat pengembangan mobil hibrida, selain infrastruktur yang kurang memadai dan kurangnya edukasi terhadap masyarakat.
"Volume mobil hybrid susah besar kalau tidak ada insentif," katanya, awal pekan ini.
Di pasar otomotif domestik, terdapat dua model mobil hibrida yang sudah diperkenalkan ke masyarakat, yakni Honda Civic dan Toyota Prius. Karena bea masuk (BM) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang tinggi, harga kedua model yang didatangkan secara completely built-up (CBU) dari Jepang ini menjadi kurang kompetitif.
Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor mengatakan tren kendaraan hibrida saat ini memang melanda Amerika, Eropa, dan Jepang. "Saya belum melihat ada market potential di segmen ini," katanya kemarin.
Edukasi konsumen
Dia menuturkan pengembangan pasar mobil hibrida membutuhkan dukungan infrastruktur, seperti jalan, peningkatan kualitas bahan bakar, dan edukasi konsumen untuk berpindah dari teknologi konvensional ke hibrida.
"Tentu insentif pajak menjadi komponen yang penting."
Saat ini, pemerintah Jepang berniat mengucurkan dana sebesar US$4 miliar untuk subsidi otomotif, termasuk insentif pembelian kendaraan ramah lingkungan. Subsidi semacam ini juga diberikan AS dan sejumlah negara maju di Eropa.
Kendati belum ada insentif khusus bagi mobil hibrida, Johnny mengungkapkan pihaknya akan memasarkan Toyota Prius generasi terbaru dengan meluncurkannya pada the 17 Indonesia International Motor Show 2009, pada Juli.
Kepala Divisi Penjualan PT TAM Jodjana Jody menambahkan agar penjualannya besar, harga ideal mobil ini, Rp300 juta-Rp400 juta.
Sementara itu, Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Depdiknas berupaya terus mengembangkan kemampuan siswa di bidang otomotif. (Hilda Sabri Sulistyo) (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 27 Mei 2009
Judul / Title : ATPM Tuntut Insentif Untuk Mobil Hibrida
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pasar Kendaraan Niaga Diprediksi Segera Membaik
BEKASI : Permintaan kendaraan niaga, khususnya truk diprediksi meningkat pada kuartal II tahun ini seiring dengan kian membaiknya level harga sejumlah komoditas perkebunan dan aktivitas di sektor pertambangan, khususnya batu bara.
Meskipun belum dapat memprediksikan pertumbuhan permintaan pasar terhadap truk, Vice President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Johannes Nangoi berpendapat penjualan kendaraan niaga akan menunjukkan grafik menanjak.
Selama ini, truk Isuzu Elf banyak digunakan oleh pengusaha perkebunan dan pertambangan, di samping dibuat mikrobus.
Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan pasar, Isuzu yang saat ini semakin fokus menggarap segmen pasar kendaraan komersial, terutama truk ringan dan pikap, menanamkan modal Rp24 miliar untuk membangun pusat pelatihan (Isuzu Training Centre/ITC) di Bekasi, Jawa Barat. "Dana investasi ini tidak termasuk tanah seluas 11.000 meter persegi," ujarnya di sela-sela peresmian penggunaan ITC, kemarin.
Pembangunan sarana pelatihan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan purnajual, khususnya kemampuan teknisi, guna mendukung sejumlah program yang sudah digulirkan sebelumnya antara lain program penyediaan suku cadang dalam tempo 1x24 jam, penambahan jumlah bengkel, jaringan suku cadang, dan layanan di kawasan terpencil (remote area).
"Isuzu meyakini tanpa layanan yang baik, konsumen tidak akan memperoleh kepuasan yang optimal. Tanpa kepuasan konsumen, pasarnya sulit berkembang. Karena itu, mempersiapkan sumber daya manusia dan teknisi yang berkualitas menjadi faktor yang sangat penting untuk memberikan kepuasan pelanggan," katanya.
Menurut dia, membangun pusat pelatihan pada saat berlangsung krisis ekonomi merupakan bagian dari strategi Isuzu untuk antisipasi kenaikan permintaan pada saat pasar mulai pulih. "Jika nanti pasar mulai pulih kami langsung siap meresponsnya dengan layanan yang jauh lebih baik."
Transformasi bisnis
Nangoi menambahkan sejak sekitar 2 tahun lalu, Isuzu mulai melakukan transformasi bisnis dari semula fokus menggarap segmen kendaraan penumpang melalui model kendaraan serbaguna Panther, bergeser ke segmen komersial melalui pikap Panther dan truk Elf. "Saat ini komposisinya 50%:50%."
Transformasi bisnis tersebut berhasil mengantarkan truk ringan empat roda Isuzu Elf sebagai pemimpin pasar pada Kuartal I/2009 dengan menguasai pangsa 45,5%, melampaui Mitsubishi yang menguasai 45,2%, Toyota Dyna 6,9% dan Hino 2,4%. Pada periode itu, total penjualan truk empat ban tercatat 1.816 unit atau 16% dari total pasar truk ringan (light truck) yang mencapai 11.400 unit.
Khusus tahun ini, ujar Nangoi, Isuzu menargetkan dapat menjual 16.000-18.000 unit, atau lebih rendah dibandingkan dengan pencapaian pada tahun lalu yang sebanyak 25.000 unit. "Ambisi kami adalah menjadi nomor 1 di segmen niaga." (Siti Mumawaroh)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 26 Mei 2009
Judul / Title : Pasar Kendaraan Niaga Diprediksi Segera Membaik
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Chamdan Purwoko, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Astra Buana Gelar EduCare
JAKARTA : PT Asuransi Astra Buana mengusung Astra Peduli Situ Gintung lewat program EduCare yakni program mendukung perkembangan anak korban Situ Gintung pascabencana.
Program itu digelar bersama perusahaan Astra Financial Service lainnya seperti Bank Permata, PT Federal International Finance, PT Komatsu Astra Finance, PT Surya Artha Nusantara Finance, PT Toyota Astra Financial Service, dan PT Astra Credit Company. Untuk memuluskan program itu mereka menggandeng Rumah Zakat Indonesia.
"Semoga program ini dapat sedikit meringankan beban korban Situ Gintung," tutur Suryanto, perwakilan Rumah Zakat Indonesia, akhir pekan lalu. (Bisnis/hap)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 25 Mei 2009
Judul / Title : Astra Buana gelar EduCare
Halaman / Page : 5
Rubrik / Column : Asuransi & Pembiayaan
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
20% Pekerja Sektor Otomotif Dirumahkan
JAKARTA : Pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor otomotif dan industri pendukungnya diperkirakan mencapai 20% dari total jumlah pekerja seiring dengan penurunan permintaan kendaraan bermotor yang terjadi sejak Agustus tahun lalu.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo mengatakan PHK dilakukan perusahaan otomotif kepada para pekerja kontrak dan paruh waktu, sementara pekerja tetap sementara ini belum dirumahkan.
"Jumlah pegawai kontrak di perusahaan itu maksimum 20% dari total karyawan, tapi bergantung pada skala perusahaannya, kecil atau besar. Melihat penurunan produksi sepanjang tahun ini, PHK sudah dilakukan sebagian besar untuk pekerja kontrak plus over time Sabtu Minggu," katanya, kemarin.
Kendati tidak menyebutkan jumlah pekerja kontrak dan paruh waktu yang telah dirumahkan, dia memperkirakan pengurangan tenaga kontrak terjadi pada perusahaan skala kecil seperti pemasok komponen otomotif tier-3 dan tier-4 yang sudah tidak mampu bertahan di tengah krisis.
Perusahaan skala menengah dan besar, menurutnya, berupaya bertahan melalui efisiensi dan mempertahankan karyawan tetap. Langkah ini sejalan dengan komitmen anggota Gaikindo yang menjadikan PHK sebagai pilihan terakhir perusahaan.
"Sampai sejauh ini [peusahaan otomotif di bawah] Astra misalnya, tidak ada pegawai tetapnya yang dikurangi. Setiap perusahaan memiliki strategi sendiri untuk menghadapi situasi krisis."
Bambang menuturkan pengurangan tenaga kontrak dan paruh waktu terjadi sebagai dampak produksi kendaraan yang menurun sejak kuartal IV tahun lalu. Secara rata-rata, produksi mobil saat ini terpangkas 50% dibandingkan dengan posisi tertinggi pada Juli 2008.
Dia memperkirakan seiring dengan krisis ekonomi, penjualan mobil nasional pada tahun ini diperkirakan hanya 400.000 unit- 450.000 unit.
Pemilihan presiden
Memasuki semester II, Bambang berharap pasar otomotif akan kembali naik. Namun, hal ini akan ditentukan oleh kesuksesan pemilihan presiden.
"Pasar yang akan merespons. Siapa pun presidennya kalau tidak ada trust, tidak diterima pasar, ekonomi akan goyah, dan penjualan dapat turun."
Khusus penjualan pada bulan ini, dia memperkirakan tidak bergerak banyak dari kisaran 34.000 unit-35.000 unit. Hari kerja yang lebih banyak pada bulan ini diperkirakan mengangkat pasar otomotif Mei sedikit lebih baik dibandingkan dengan April.
Secara terpisah, Direktur Pelayanan dan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengatakan penjualan mobil pada Mei ini hampir sama dengan April.
"Angka belum melebihi 35.000 unit untuk total pasar. Penjualan akan stagnan dan baru mulai naik Juli."
Dia menambahkan melemahnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menyebabkan sebagian konsumen menunda pembelian karena mengharapkan harga kendaraan akan turun.
Berbeda dengan Jonfis, Agus Prajitno Kepala Divisi Pemasaran Auto2000, main dealer Toyota di Indonesia, menambahkan pasar mobil pada Mei akan sedikit bergairah karena pesanan kendaraan yang meningkat. (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 25 Mei 2009
Judul / Title : 20% Pekerja Sektor Otomotif Dirumahkan
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
3 Asosiasi Satukan Pameran Otomotif Tahun Depan
JAKARTA : Gaikindo akan berkolaborasi dengan AISI dan GIAMM untuk menggelar pameran terpadu mulai tahun depan yang diharapkan menjadi event terbesar sepanjang sejarah pameran otomotif di Tanah Air.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo mengatakan kolaborasi tiga asosiasi di sektor otomotif ini dalam menyelenggarakan pameran baru pertama kali dilakukan.
"Agar gaungnya terlihat lebih besar, kami sepakat untuk menggelar pameran secara bersama-sama. Ini sekaligus menunjukkan kepada dunia, paling tidak di tingkat Asean, bahwa industri otomotif Indonesia beserta industri pendukungnya punya kekuatan yang patut diperhitungkan," ujarnya, Rabu.
Dia berpendapat pameran otomotif terpadu ini akan melibatkan pelaku industri dari hulu hingga hilir sehingga jumlah peserta dan ragam produk yang ditampilkan bervariasi.
Ketiga asosiasi, ungkapnya, juga sepakat memilih Kemayoran sebagai lokasi pemeran karena dinilai cukup representatif. Selain tidak mengganggu pengguna jalan, Jakarta International Expo Arena PRJ Kemayoran memiliki area yang sangat luas, sehingga peserta bisa leluasa memamerkan produknya.
Terkait dengan penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS) tahun ini, Bambang menegaskan kegiatan ini akan tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal yakni 24 Juli-2 Agustus, meski banyak agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang absen pada kegiatan ini.
"Pameran IIMS tetap sesuai jadwal. Memang ada beberapa ATPM yang tidak ikut, tapi kami berharap gaung IIMS tidak surut hanya lantaran ketidakikutsertaan mereka."
Hingga kini sedikitnya 12 ATPM telah menyatakan absen mengikuti IIMS, a.l. Suzuki, Nissan, Chevrolet, BMW, Peugeot, Ford, Isuzu, KIA, Renault, Mazda, Volvo, dan Mercedes-Benz. Beberapa ATPM yang sudah positif berpartisipasi a.l. Toyota, Honda, Mitsubishi, dan Daihatsu.
Bambang menjelaskan IIMS sudah menjadi agenda resmi dan masuk dalam kalender internasional, sehingga tidak mungkin dibatalkan.
"Justru kini saatnya menunjukkan industri otomotif Indonesia masih eksis di tengah krisis."
Dia membantah isu bahwa salah satu alasan absennya sejumlah ATPM itu akibat tarif sewa ruang yang terlalu mahal. "Enggak benar itu. Justru tarif di Kemayoran lebih murah dibandingkan dengan tarif di JCC [Jakarta Convention Center]."
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 22 Mei 2009
Judul / Title : 3 Asosiasi Satukan Pameran Otomotif Tahun Depan
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Afriyanto, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Repackage ACC XENIA
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pasar Mobil Niaga Rontok
JAKARTA : Penjualan kendaraan niaga sepanjang 4 bulan pertama tahun ini anjlok 35,3% dibandingkan dengan periode yang sama 2008. Penurunan ini melampaui koreksi di pasar mobil domestik yang hanya 27,9%.
Berdasarkan data anggota Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), permintaan kendaraan di segmen niaga selama Januari-April hanya 40.288 unit, padahal pada periode yang sama tahun lalu tercatat 62.309 unit.
Segmen niaga diisi oleh model kendaraan yang digunakan untuk menopang kegiatan bisnis di berbagai sektor usaha. Masuk dalam ketegori ini a.l. model mobil pikap, minibus & mikrobus, truk & bus, serta taksi.
Selain melampaui penurunan pasar mobil domestik, anjloknya penjualan mobil niaga ini juga jauh lebih besar dibandingkan dengan yang terjadi di segmen kendaraan penumpang yang dihuni oleh model multi-purpose vehicle (MPV), sport-utility vehicle (SUV), sedan, dan 4x4. Penjualan kendaraan kategori ini tercatat 94.580 unit atau hanya turun 24,3% dibandingkan dengan Januari-April 2008.
Ketua Umum Gaikindo Bambang Trisulo mengatakan penurunan di segmen kendaraan niaga ini merupakan salah satu dampak dari kondisi ekonomi nasional yang terkena dampak krisis ekonomi global.
"Memang ekonomi kita [Indonesia] dalam keadaan berat. Ekspor komoditas kita menurun, tentu hal ini memengaruhi permintaan kendaraan niaga karena aktivitas ekonomi di daerah menggunakan kendaraan jenis ini," katanya kepada Bisnis, kemarin.
Sesuai dengan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia pada kuartal I 2009 tercatat hanya US$22,9 miliar, turun 32,13% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.
Namun, data BPS menunjukkan ekspor pada Maret meningkat 20,64% menjadi US$7,2 miliar dibandingkan dengan posisi Februari. Kenaikan ini terjadi setelah hampir 10 bulan nilai ekspor Indonesia terus-menerus mengalami penurunan.
"Saya memprediksikan situasi ekonomi akan kembali bergerak membaik pada semester II ini. Kalau ekonomi membaik, permintaan mobil termasuk kendaraan niaga akan ikut naik," kata Bambang.
Faktor harga
Widyawati GM Marketing Planning & Customer Relation Division PT Toyota Astra Motor menilai penurunan penjualan di segmen niaga terkait erat dengan dua faktor, kenaikan harga akibat fluktuasi nilai tukar rupiah dan ketatnya likuiditas.
"Saat krisis yang terkena duluan adalah pasar komersial. Kalau ekonomi membaik, yang pulih lebih dulu juga segmen ini."
Dia menjelaskan konsumen di segmen niaga banyak yang menunda pembelian karena adanya kenaikan harga selama Januari-April. Kondisi ini menyebabkan kalkulasi pebisnis terhadap tingkat balik modal tidak lagi sesuai dengan perhitungan.
"Untuk penurunan pangsa pasar truk Dyna saat ini sama dengan koreksi pasar di segmen truk dua ton," katanya.
Sementara itu, akibat krisis yang menekan permintaan kendaraan komersial, peringkat Mitsubishi yang selama ini dikenal sebagai raja mobil niaga terpental ke posisi tiga besar nasional, disalip oleh Daihatsu.
"Fluktuasi bulan ke bulan memang terjadi, tetapi kami menargetkan penjualan tahun ini terjaga di kisaran 60.000 unit," kata Direktur Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor Rizwan Alamsyah. (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 19 Mei 2009
Judul / Title : Pasar Mobil Niaga Rontok
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota Ambisi Jual 10.000 Prius
TOKYO : Toyota Motor Corp (TMC) mulai memasarkan model baru Prius di Jepang dengan target penjualan 10.000 unit per bulan.
Target tersebut lebih besar dibandingkan dengan target penjualan Honda Insight, 5.000 unit. Namun pada bulan lalu Honda berhasil menjual 10.481 Insight atau dua kali lebih besar dibandingkan dengan targetnya.
Generasi ketiga mobil hibrida milik Toyota ini dipasarkan dengan harga mulai 2,05 juta yen (US$21.600), sementara harga Honda Insight mulai 1,89 juta yen-2,21 juta yen.
President TMC Akio Toyoda mengungkapkan pihaknya sudah mengantongi pesanan model terbaru Prius ini sebanyak 80.000 unit. (Bloomberg/amu)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 19 Mei 2009
Judul / Title : Toyota Ambisi Jual 10.000 Prius
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Transmisi, Otomotif
Penulis / Writer : Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Mobil Murah Butuh Dukungan Komponen Lokal
JAKARTA : Sejumlah kalangan meminta pemerintah meningkatkan daya saing klaster industri komponen otomotif dalam memproduksi suku cadang pendukung mobil murah untuk mempercepat realisasi wacana ini.
Wacana mobil murah mendorong banyak kalangan mengembangkan teknologi dan rekayasa desain mobil agar harganya lebih terjangkau. Beberapa mobil ini dipamerkan pada Pameran Produk Indonesia yang berakhir kemarin. Namun, masa depan mobil alternatif ini belum memiliki kejelasan karena terkendala pasokan suku cadang yang bermutu dan penerimaan oleh konsumen.
Widya Aryadi, pemrakarsa mobil Ar-mada Indonesia (Arina) sekaligus dosen Universitas Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang (Unnes) Widya Aryadi mengatakan pemerintah diharapkan menjadi penghubung industri komponen kendaraan bermotor lokal skala IKM (industri kecil menengah) dengan industri inti otomotif.
"Dukungan pemerintah diharapkan lebih ke arah pengembangan kualitas dan kuantitas produk-produk komponen lokal," katanya kepada Bisnis, kemarin.
Dia mengungkapkan IKM komponen otomotif di Jawa Tengah yang selama ini memasok kebutuhan suku cadang Arina hingga saat ini belum memiliki peralatan khusus untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. Kondisi ini tentu akan memengaruhi masa dengan pengembangan mobil Arina.
Mobil Arina dikembangkan pertama kali sekitar 3 tahun lalu. Bermula dari program kreativitas mahasiswa (PKM) yang dibiayai perguruan tinggi yang akhirnya dibiayai penuh oleh Depperin.
"Klaster komponen Jateng memang sudah dibina oleh Depperin. Pemerintah diminta memberdayakan, memberi bantuan peralatan khusus ke industri tersebut, sehingga suplai Arina terjamin. Kalau itu ada, saya yakin daya saing kita melebihi industri di China." jelasnya.
Di bawah Rp30 juta
Widya menegaskan pihaknya akan terus mengembangkan mobil Arina, yang diharapkan dapat diproduksi perdana pada pertengahan 2010. Mobil berkapasitas 150 cc ini akan menggunakan bodi berbahan fiber. Pintu belakang akan dibuat model hatchback dan ditambahkan AC. Arina yang hanya memiliki kapasitas dua tempat duduk ini diklaim mampu dipacu dengan kecepatan hingga 70 km/jam. Dengan bahan bakar bensin, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak 40 km dengan hanya 1 liter bensin.
"Melihat segmen yang disasar, kebijakan harga Arina di bawah Rp30 juta, untuk semua jenis mesin, termasuk 200 cc kalau bisa harganya di bawah Rp30 juta."
Terkait dengan rencana produksi, Widya menjelaskan untuk tahap awal pihaknya akan memproduksi sebanyak 2.000 unit Arina selama 1 bulan. Produksi akan dilakukan di bawah bendera Armada Indonesia di kawasan industri Terboyo, Semarang. (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 18 Mei 2009
Judul / Title : Mobil Murah Butuh Dukungan Komponen Lokal
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota Alphard Vellfire Dominasi Pasar Mobil CBU
JAKARTA : Model MPV berbadan bongsor Toyota Alphard Vellfire mendominasi permintaan pasar mobil CBU yang diimpor oleh importir umum kendaraan bermotor.
Ketua Umum Asosiasi Importir Kendaraan Bermotor Indonesia (AIKI) Tommy R. Dwiandana mengatakan permintaan mobil yang diimpor dalam kendisi utuh (completely built up/CBU) yang relatif stabil sampai saat ini berasal dari model kendaraan serba guna (van keluarga) seperti Toyota Alphard Vellfire 2.4 seri terbaru. Permintaan untuk model ini diperkirakan mencapai 150 unit hingga 200 unit per bulan, khusus di wilayah Jakarta.
"Model lain yang permintaannya masih lumayan yakni Toyota Harrier, tapi permintaannya sepi karena di Jepang sudah diganti menjadi Lexus RX350," ujarnya, kepada Bisnis belum lama ini.
Menurut Tommy, permintaan mobil yang relatif stabil sampai saat ini berasal dari model kendaraan serba guna (van keluarga) seperti Toyota Alphard Vellfire 2.4 seri terbaru. Permintaan untuk model ini diperkirakan mencapai 150 unit hingga 200 unit per bulan, khusus di wilayah Jakarta.
"Model lain yang permintaannya masih lumayan yakni Toyota Harrier, tapi produknya sepi (minim) karena di Jepang sudah diganti menjadi Lexus RX350," tukasnya.
Toyota Alphard Vellfire 2.4 dipasarkan dengan harga sekitar Rp800 juta. Model kendaraan MPV berbadan besar ini belakangan cukup menyita perhatian masyarakat karena kabinnya yang lapang. PT Hyundai Mobil Indonesia memilih merakit model Hyundai di dalam negeri agar menambah daya saing dan mendongkrak harga jual mobil MPV asal Korsel ini.
Di segmen MPV berbanderol di atas Rp300 juta, selain Toyota Alphard Vellfire 2.4, konsumen memiliki pilihan lain seperti Volkswagen Caravelle, Volkswagen Transporter, dan Mercedes Bens Vito.
Low MPV
Penampilan jajaran MPV premium ini belakangan menginspirasi pabrikan mobil domestik untuk mempercantik tampilan low MPV, seperti Suzuki Arena yang didandani menjadi Suzuki APV Luxuri dan Daihatsu Luxio yang menggunakan platform model Gran Max.
Tommy menyatakan sepanjang tahun ini pihaknya tidak mencatatkan penjualan mobil impor bermesin kecil dan kendaraan tipe sedan, seiring permintaan konsumen yang melemah untuk kategori itu.
Kenaikan harga kendaraan CBU yang signifikan, khususnya sedan, dikhawatirkan memengaruhi permintaan masyarakat, sehingga pelaku usaha cenderung berhati-hati menyikapi kondisi pasar.
"Sedan sama sekali tidak jalan. Kami sebenarnya mau saja mengimpor tapi takut uang menjadi mandek di showroom karena barang tidak terjual."
Tommy menambahkan selain mengandalkan permintaan Toyota Alphard Vellfire, tahun ini pihaknya mengharapkan penjualan model mobil baru Amerika yang akan dimasukkan ke pasar domestik. Sejumlah model itu seperti Hummer H3, Jeep Wrangler Unlimited seri terbaru dan Land Cruisser 4.6.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 18 Mei 2009
Judul / Title : Toyota Alphard Vellfire Dominasi Pasar Mobil CBU
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Penjualan Sedan Anjlok 56,3%
JAKARTA : Pasar sedan pada bulan lalu hanya 1.399 unit, anjlok 56,3% turun dibandingkan dengan April 2008. Penurunan ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan koreksi pasar mobil domestik yang hanya 32,3%.
Selain merosot lebih tajam dibandingkan dengan pasar mobil secara keseluruhan, penjualan sedan (termasuk untuk armada taksi) secara wholesale (pengiriman dari pabrik ke diler) pada April ini juga masih berada di bawah pertumbuhan penjualan kendaraan niaga yang turun hanya 31,4% menjadi 33.212 unit.
Jodjana Jody, Kepala Divisi Penjualan PT Toyota Astra Motor (TAM) menilai melemahnya permintaan di segmen ini karena kenaikan harga pada jenis kendaraan ini yang relatif besar.
"Bisa dilihat saat ini sudah tidak ada lagi harga sedan di bawah Rp200 juta. Harga mobil sedan naiknya sangat tinggi. Misalnya, New Corolla Altis yang baru kami luncurkan harganya di atas Rp300 juta," katanya kemarin.
TAM memasarkan sedannya dengan harga mulai Rp204,4 juta (All New Vios 1.500 cc E Manual) hingga Rp630,5 juta (Camry 3.500 cc Q Automatic). Adapun, pesaing terberatnya di segmen sedan yaitu PT Honda Prospect Motor (HPM), bahkan mematok harga terendah sedannya dengan harga yang lebih mahal, yaitu mulai Rp258 juta (All New City S Manual) hingga Rp705 juta (Honda Accord V6).
Pilih SUV
Akibat harga yang melambung, saat ini terjadi fenomena pergeseran pasar dari sedan ke kendaraan sport-utility vehicle (SUV). Konsumen yang awalnya berniat membeli kendaraan sedan akhirnya beralih memilih mobil SUV, mengingat range harga sedan tidak terpaut jauh dengan model-model SUV.
"Ada fenomena seperti itu, konsumen sedan lari ke SUV. Mereka yang memiliki dana Rp300 juta akhirnya lebih memilih membeli model-model SUV."
Sepanjang Januari-April, penurunan segmen sedan mencapai 42%, dari 11.841 unit pada periode yang sama 2008, melorot menjadi 4.878 unit. Adapun penjualan yang masih cukup tinggi tercatat di segmen nonsedan yakni 129.990 unit, hanya turun 35% dibandingkan dengan penjualan Januari-April 2008 yaitu 175.405 unit.
Berdasarkan versi wholesale, HPM meraih penjualan tertinggi di segmen sedan pada Januari-April lalu setelah menjual 1.470 sedan. Adapun sedan Toyota hanya terjual 1.288 unit. Angka ini pun sudah termasuk untuk armada taksi. Khusus April, Honda menjual sebanyak 430 sedan sementara sedan Toyota terjual 454 unit di mana 400 di antaranya untuk taksi.
Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT HPM, mengatakan perusahaan tidak hanya mampu meningkatkan penjualan, tetapi juga memimpin seluruh segmen yang di dalamnya ada produk Honda.
Menanggapi dominasi sedan Honda, Jodjana menegaskan saat ini Toyota lebih fokus pada penjualan ritel (pengiriman dari diler ke konsumen) dan tidak terlalu mengejar angka wholesales. Hingga April, Toyota mengklaim menguasai sekitar 39,5% penjualan ritel mobil secara nasional.
"Untuk sedan, yang masih leading adalah model Vios dan Camry hampir mendekati. Kalau Altis memang sedikit dan Yaris kami kalah," katanya. (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 15 Mei 2009
Judul / Title : Penjualan Sedan Anjlok 56,3%
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pembiayaan Astra Sedaya Naik
JAKARTA : PT Astra Sedaya Finance (ASF) membukukan pendapatan pembiayaan konsumen pada kuartal I/2009 mencapai Rp348,4 miliar atau naik 7,3% dari periode yang sama tahun lalu.
Dalam laporan publikasi belum diaudit, pendapatan pembiayaan konsumen ASF pada kuartal I/2008 hanya mencapai Rp324,4 miliar.
Presiden Direktur ASF Djony Bunarto Tjondro sebelumnya mengatakan pihaknya terus melakukan pengembangan pasar pembiayaan melalui kerja sama dengan distributor dan diler otomotif. Laba bersih ASF pada kuartal I/2009 naik 16,8% menjadi Rp97,2 miliar. (Bisnis/23)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 15 Mei 2009
Judul / Title : Pembiayaan Astra Sedaya Naik
Halaman / Page : f 3
Rubrik / Column : Mediasi, Finansial
Penulis / Writer : Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Kebijakan Mobil Murah Diragukan
JAKARTA : Sejumlah kalangan meragukan pengembangan mobil murah dapat dilakukan di Indonesia karena terdapat sejumlah kendala besar yang berpotensi menghambat realisasi kebijakan ini.
Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan mengatakan salah satu kendala untuk merealisasikan pengembangan mobil murah ini adalah minimnya insentif yang dijanjikan pemerintah bagi kebijakan ini. Di sisi lain, tarik-menarik antara kepentingan pengembangan industri dan menggenjot penerimaan pajak juga masih menghantui rencana pengembangan pasar otomotif domestik melalui penyediaan mobil murah.
"Kebijakan kita harus lebih kompetitif dari Thailand. Namun, kalau Depperin sebagai instansi teknis sudah menyiapkan konsepnya tapi dimentahkan oleh Depkeu, percuma saja," ujarnya, seusai pembukaan pameran produksi Indonesia (PPI), kemarin.
Peneliti pada Lembaga penyelidikan ekonomi dan masyarakat (LPEM) FE-UI Riyanto menuturkan potensi benturan kepentingan antara Depperin dan Depkeu tidak dapat dinafikan, khususnya dalam hal keringanan bea masuk (BM).
Dia menambahkan kendala lain pengembangan mobil murah ini adalah Indonesia kurang pengalaman dalam hal rancang bangun kendaraan bermotor. Selain itu, kebijakan ini akan terkendala oleh sikap prinsipal otomotif jika pemerintah bermaksud menggandeng merek tertentu untuk mewujudkan konsep mobil murah.
8 Prinsipal
Johnny mengungkapkan saat ini sudah ada delapan prinsipal otomotif global yang mengajukan permohonan insentif untuk pengembangan mobil murah dan ramah lingkungan. "Beberapa di antaranya adalah Toyota, Honda, Ford."
Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Depperin Budi Darmadi menuturkan beberapa prinsipal seperti Toyota, Daihatsu, dan Suzuki juga sedang gencar mengembangkan prototype jenis kendaraan tersebut. "Dalam 3 tahun ke depan kami harap mereka sudah bisa berproduksi komersial."
Budi menambahkan Indonesia masih dapat memberikan paket stimulus yang jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan Thailand.
"Indonesia bisa lebih menarik daripada Thailand, kalau mampu memberikan insentif pajak bagi prinsipal yang mampu memproduksi eco car dan low cost car di bawah 50.000 unit."
Depperin sedang merumuskan konsep pengembangan mobil murah ramah lingkungan (low cost plus eco car) yang akan diproduksi secara massal dan memenuhi permintaan masyarakat menengah ke bawah. Pemerintah menyiapkan kriteria dan regulasi, dan insentif untuk rencana ini.
Pengembangan mobil murah akan diarahkan ke model 4x2 dengan tingkat konsumsi bahan bakar di atas 20 km per liter.
I Nyoman Jujur, Koordinator Rusnas Engine Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengharapkan pengembangan mobil murah ramah lingkungan yang tengah dirumuskan Depperin akan memanfaatkan mesin kendaraan hasil riset unggulan strategis nasional (Rusnas).
"Kalau dari segi mesin kita sudah kuasai, jangan lagi menggunakan mesin dari luar," katanya.
Engine Rusnas yang menggunakan bahan baku alumunium ini lolos uji keandalan selama 100 jam tanpa henti dan mengantongi sertifikasi laik jalan dari Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Serpong, Tangerang.
Mesin 500 cc ini kini masuk tahap percobaan produksi dengan target menghasilkan mesin berkualitas yang tidak jauh berbeda dengan prototipenya. (ahmad.muhibbuddin@bisnis.co.id)
Reportase: Afriyanto, Siti Munawaroh, Yusuf Waluyo Jati
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 14 Mei 2009
Judul / Title : Kebijakan Mobil Murah Diragukan
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Ahmad Muhibbuddin, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota Pangkas Produksi 28%
JAKARTA : Toyota Motor Corp (TMC) akan memangkas produksi globalnya 28% pada tahun ini karena permintaan kendaraan dunia yang turun signifikan.
Hideaki Homma, juru bicara TMC, mengatakan produksi global produsen mobil terbesar dunia ini akan turun dari 9,24 juta unit pada tahun lalu menjadi hanya 6,68 juta unit. Angka ini merupakan yang terendah dalam 7 tahun terakhir.
Adapun, penjualan mobil kelompok Toyota, termasuk dua anak perusahaannya Daihatsu dan Hino, diperkirakan turun 18% menjadi 7,34 juta unit, termasuk dua anak anak perusahaannya Daihatsu dan Hino oleh anak perusahaan (Daihatsu Motor Co dan Hino Motors Ltd).
Dia menjelaskan perusahaan berencana memproduksi 5,8 juta unit mobil Toyota dan Lexus pada tahun ini, turun 29% dibandingkan dengan 2008. Penjualan kedua merek ini diperkirakan terkoreksi 19%, menjadi 6,5 juta unit pada tahun ini.
"Turunnya pasar otomotif Amerika Serikat (AS) berdampak besar terhadap Toyota. Perusahaan pesimistis dalam memproyeksikan kondisi pasar," kata Hitoshi Yamamoto, Chieff Executive Officer Fortis Asset Management Japan Co yang berbasis di Tokyo, seperti dikutip Bloomberg, kemarin.
Toyota yang memiliki kapasitas produksi 10 juta unit per tahun, telah menurunkan produksi di Jepang dan AS yang selama ini menjadi pasar terbesarnya. Akibat krisis, 3 dari 11 line produksi pabrik mesin di Jepang akan ditutup untuk sementara waktu pada pertengahan 2009.
Jodjana Jody, Kepala Divisi Penjualan PT Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan pengurangan produksi global ini tersebut tidak akan menggangu pasokan kendaraan untuk pasar Indonesia.
Keputusan prinsipal ini lebih berdampak terhadap pasar mobil AS, Eropa dan Jepang karena permintaan mobil baru di tiga wilayah ini memang turun signifikan.
"Langkah TMC itu tidak akan berdampak ke RI, karena suplai kendaraan kita dipenuhi dari pabrik di Thailand dan pabrik di dalam negeri. Untuk pabrik di Thailand, sejauh ini kami mendapat informasi tetap berencana menaikkan produksi."
Sejalan dengan rencana peningkatan produksi di Thailand, lanjutnya, perusahaan juga akan meningkatkan pasokan model CBU (completely built-up) mulai bulan ini dan Juni.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 14 Mei 2009
Judul / Title : Toyota Pangkas Produksi 28%
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pasar Mobil Bergantung Pada Bunga Kredit
JAKARTA : Penurunan suku bunga kredit kendaraan bermotor dinilai menjadi faktor penentu untuk mendongkrak pertumbuhan pasar mobil tahun ini karena indikator lain tidak akan mampu berperan signifikan mendorong peningkatan permintaan konsumen.
Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FE-UI Riyanto mengatakan hasil penjualan mobil selama April yang stagnan pada angka 34.000-an menunjukkan bahwa pasar otomotif sudah "kehilangan tenaga".
"Satu-satunya faktor yang bisa mengangkat kinerja pasar mobil adalah penurunan suku bunga kredit kendaraan bermotor," ujarnya, kemarin.
Jika bunga kredit benar-benar turun, lanjutnya, pada semester II kemungkinan pasar dapat meningkat. Namun jika tidak, angkanya akan tetap bertengger pada 34.000-an.
Berdasarkan data penjualan wholesale (pengiriman dari pabrik ke diler) anggota Gaikindo, pasar mobil pada April tercatat 34.611 unit, atau naik tipis dari bulan sebelumnya sebesar 34.127 unit. Pada April angkanya juga tidak jauh berbeda, yakni 34.506 unit. Adapun, pada Januari hanya 31.624 unit.
Menurut Riyanto, jika kondisi pasar terus stagnan, pasar mobil hingga akhir tahun ini akan sulit menembus angka sebesar 400.000 unit.
Faktor lain
Riyanto menuturkan terdapat faktor lain yang memengaruhi permintaan pasar seperti Lebaran, pameran mobil IIMS (Indonesia International Motor Show), dan pemilu presiden.
Namun, dia menilai faktor-faktor ini tidak akan terlalu banyak berkontribusi terhadap peningkatan penjualan mobil pada semester II.
Alasannya, menurutnya, tidak ada korelasi positif antara keinginan membeli mobil dan suksesnya pilpres. Keinginan memiliki mobil dipengaruhi oleh daya beli, bukan karena kondisi politik.
Demikian pula faktor Lebaran, di mana pengalaman tahun-tahun sebelumnya tidak ada lonjakan permintaan yang cukup berarti pada hari raya umat Islam ini.
"Sedangkan pameran Gaikindo [IIMS], memang pasti ada penjualan, tetapi angkanya tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan angka penjualan bulanan."
Oleh karena itu, dia berharap perusahaan pembiayaan dapat menurunkan suku bunga kredit mobil sehingga masyarakat berani membeli mobil.
"Harus diingat bahwa 80% pembelian mobil di Tanah Air dilakukan melalui kredit, dan hanya 20% yang tunai. Jadi, jika suku bunga kredit masih tinggi, sulit rasanya pasar otomotif bakal terdongkrak," tutur Riyanto.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 14 Mei 2009
Judul / Title : Pasar Mobil Bergantung Pada Bunga Kredit
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Afriyanto, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Multifinance Butuh Juklak Dana Cadangan
JAKARTA : Pelaku multifinance mendesak pemerintah segera menerbitkan petunjuk pelaksanaan (juklak) dari PMK No. 81/PMK.03/2009 yang mengatur tentang pemupukan dana cadangan yang boleh dikurangi sebagai biaya.
Wiwie Kurnia, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), mengatakan pelaku usaha sangat menyambut baik ketentuan baru tersebut. Namun, rumitnya birokrasi pada saat pembayaran pajak menjadi persoalan yang bisa menghambat penerapan regulasi tersebut apabila juklak belum diterbitkan.
"Peraturan menteri tersebut adalah sesuatu yang cukup baik bagi kami karena ini memang kebutuhan bagi multifinance, tapi harus segera didukung dengan peraturan pelaksanaan perpajakan," kata Wiwie Kurnia, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), kepada Bisnis, pekan ini.
Pada 22 April 2009, pemerintah menerbitkan juklak UU pajak penghasilan (PPh) yang mengatur tentang ketentuan, besarnya dana cadangan, dan syarat-syarat pembentukan atau pemupukan dana cadangan yang boleh dikurangkan sebagai biaya.
Juklak tersebut tertuang dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 81/PMK.03/2009 tentang Pembentukan Atau Pemupukan Dana Cadangan Yang Boleh Dikurangkan Sebagai Biaya.
PMK tersebut berlaku surut sejak 1 Januari 2009. Penerbitan PMK tersebut sekaligus mencabut PMK No. 83/PMK.03/2006 tentang Besarnya Dana Cadangan Yang Boleh Dikurangkan Sebagai Biaya.
Dalam regulasi tersebut dinyatakan besaran maksimal cadangan piutang tak tertagih yang bisa dijadikan biaya bagi multifinance di segmen pembiayaan konsumen, sewa guna usaha (leasing), dan anjak piutang (factoring). Jumlah kelebihan cadangan tersebut diperhitungkan sebagai penghasilan.
Besarnya cadangan piutang tak tertagih untuk perusahaan pembiayaan konsumen ditetapkan paling tinggi sebesar 5% dari rata-rata saldo awal dan saldo akhir piutang.
Adapun bagi multifinance sewa guna usaha dan anjak piutang, besaran cadangan piutang tak tertagih masing-masing sebesar 2,5% dan 5%.
Presiden Direktur PT Mandala Multifinance Tbk Harryjanto Lasmana menilai angka 5% sudah cukup relevan untuk mengantisipasi kondisi perekonomian saat ini, karena rata-rata piutang yang tidak tertagih saat ini pada perusahaan pembiayaan masih di bawah 5%.
"Ini baik bagi perusahaan pembiayaan, angka maksimal itu tidak perlu ditambah, karena rata-rata piutang yang tidak tertagih masih di bawah angka tetapan itu," katanya.
Positif
Presiden Direktur PT Astrido Pasific Finance Edhi Moeljono menganggap terbitnya regulasi baru itu mendukung multifinance karena selama ini cadangan piutang tak tertagih tidak ditetapkan sebagai biaya. "Ini posistif karena dulu tidak ada fiskal 5% itu dari cadangan piutang."
Dia mengungkapkan multifinance sebagai lembaga keuangan tidak mau mencadangkan piutang tak tertagih terlalu besar. Hal itu, lanjutnya, merupakan pertanda baik tidaknya kinerja perusahaan. Edhi mengatakan jika cadangan piutang multifinance itu besar, kinerjanya meragukan dan harus dievaluasi.
Di sisi lain, cadangan piutang tak tertagih selayaknya tidak terlalu kecil besaran dananya akan digunakan sebagai dana bagi. Saat ini, kata Edhi, cadangan piutang tak tertagih Astrido sekitar 1,5%-2%.
Dia mengatakan dalam hal cadangan piutang tak tertagih yang tidak seluruhnya dipakai untuk menutup penghapusan piutang, maka jumlah kelebihan cadangan tersebut harus diakui sebagai penghasilan. (23) (redaksi@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 14 Mei 2009
Judul / Title : Multifinance Butuh Juklak Dana Cadangan
Halaman / Page : 5
Rubrik / Column : Asuransi & Pembiayaan
Penulis / Writer : Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pasar Mobil Akan Tembus 35.000 Unit
JAKARTA : Penjualan mobil nasional diperkirakan naik menembus 35.000 unit per bulan mulai semester II, seiring dengan berakhirnya pemilu dan kondisi makroekonomi yang diyakini semakin membaik.
Selama 3 bulan terakhir, realisasi penjualan mobil secara wholesales (pengiriman produk dari pabrik ke diler) stagnan pada volume 34.000 unit, kendati angka ini masih lebih baik dibandingkan dengan posisi Januari yaitu 31.000 unit. Sampai April, pasar mobil domestik tercatat 134.868 unit, anjlok 39% dibandingkan dengan periode yang sama 2008, yakni 187.246 unit.
Wakil Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Rizwan Alamsyah mengatakan sesuai dengan proyeksi, penjualan mobil pada kuartal I kurang menggembirakan akibat krisis ekonomi. Pada kuartal II diasumsikan akan terjadi kenaikan secara perlahan.
"Mulai Juli, setelah pemilu, penjualan diproyeksi naik lebih besar. Sentimen lain yang mendorong penjualan adalah bunga kredit yang cenderung turun dan makroekonomi sudah baik," katanya kemarin.
Pascapemilu
Dia menuturkan pelaku ekonomi, termasuk industri otomotif saat ini terus mengamati perkembangan transisi peralihan kekuasaan. Mereka baru akan meningkatkan aktivitas bisnis pascapemilu.
"Saya menilai setelah pemilu pasar akan mulai bergerak. Kami masih melihat bagaimana pergantian pimpinan saat ini," ujar Rizwan yang juga Direktur Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, ATPM Mitsubishi di Indonesia.
Pada bulan keempat tahun ini, Daihatsu, Mitsubishi dan Isuzu merupakan tiga pabrikan yang mencatatkan penurunan penjualan wholesales dan ritel.
Rizwan menegaskan penjualan mobil Mitsubishi turun pada April lalu, baik ritel maupun wholesales karena penyesuaian produksi seiring dengan kenaikan harga yang melemahkan daya beli.
"Kondisi pasar ritel turun 10% bulan lalu, otomatis kami menyesuaikan dengan stok yang ada, sehingga wholesales Daihatsu disesuaikan," kata CEO PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Suparno Djasmin. (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 13 Mei 2009
Judul / Title : Pasar Mobil Akan Tembus 35.000 Unit
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Ekspatriat Minati Daihatsu Luxio
DENPASAR : Sebanyak 40% penjualan ritel Daihatsu Luxio di Bali diserap oleh warga asing (ekspatriat) yang tinggal dan bekerja di Pulau Dewata karena mereka menyukai kabin kelapangan MPV ini.
Kepala Cabang PT Astra International Tbk-Daihatsu Bali Oka Raidana mengatakan selain kabin yang lapang, kalangan ekspatriat meminati Luxio karena ruang bagasi yang luas dan akses keluar masuk lebih mudah.
"Varian otomatik dan mewah yang paling diminati," ujarnya, kemarin.
Dia mengungkapkan sejak diluncurkan di Bali 2 bulan lalu pihaknya telah menjual 50 unit yang sebagian besar pembelinya adalah biro perjalanan wisata. Saat ini pihaknya juga serius menggarap pasar ritel kerena terdapat kecenderungan peningkatan permintaan dibandingkan dengan pasar korporasi.
Pada saat kondisi pariwisata lesu, lanjutnya pengusaha pariwisata menahan diri untuk pengadaan mobil baru. Namun, dia melihat hal ini tidak terjadi di kalangan masyarakat umum, terutama keluarga muda dan mapan, yang menjadi incaran potensial bagi produk seperti Luxio.
Oka menuturkan penjualan Luxio bisa mencapai 20-40 unit per bulan. Dia optimistis angka ini dapat terus ditingkatkan apalagi saat ini, khusus untuk peminat Luxio terdapat kredit dengan bunga 2% selama setahun.
Model kendaraan Daihatsu yang terlaris masih Xenia yaitu 140 unit per bulan, diikuti model lain seperti GranMax pikap 30 unit dan minibus 15 unit.
Secara keseluruhan, ungkapnya, pasar mobil di Bali mengalami penurunan penjualan mobil sejak awal tahun.
Penjualan mobil rata-rata per bulan di Pulau Dewata pada tahun lalu 1.334 unit. Namun, pada Januari 2009 tercatat 1.313 unit dan sempat naik pada Februari menjadi 1.397 unit dan kembali merosot pada Maret 1.027 unit. "Jika dibandingkan dengan tahun lalu, turun 10%, tetapi melihat posisi Februari ke Maret anjlok sekitar 25%".
Dia menambahkan hingga akhir tahun ini, Daihatsu berambisi dapat menggeser Suzuki di Bali yang saat ini berada di posisi kedua setelah Toyota. (k2)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 13 Mei 2009
Judul / Title : Ekspatriat Minati Daihatsu Luxio
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
BMW Indonesia Naikkan Harga
JAKARTA : PT BMW Indonesia akan menaikkan harga sekitar 2,2% untuk seluruh model kendaraan mulai bulan depan mengingat nilai tukar rupiah terhadap euro yang digunakan perusahaan belum merefleksikan kurs di pasar.
Direktur Komunikasi PT BMW Indonesia Helena Abidin mengatakan kenaikan harga per 1 Juni merupakan koreksi harga pertama yang dilakukan perusahaan sejak Januari 2008.
"Kalau kompetitor dan merek-merek Jepang sudah menyesuaikan harga, selama ini kami tidak naikkan harga. Sama sekali belum naik sejak awal tahun lalu. Kami tahu suatu saat harga pasti naik dan tunggu momentum yang tepat," katanya kepada Bisnis, kemarin.
Langkah pabrikan berlambang baling-baling pesawat ini tampaknya mengikuti jejak pesaingnya, Mercedes Benz Indonesia yang menaikkan naik harga kendaraannya sekitar 2,4% mulai 1 Maret.
Adapun, merek-merek Jepang telah menyesuaikan harga jual secara bertahap sejak Januari hingga April lalu dan menghentikan penyesuaian harga untuk sementara pada bulan ini.
Dia mengatakan kurs euro yang digunakan perusahaan saat ini belum mencapai nilai tukar di pasar. Per 6 Mei lalu, nilai tukar rupiah terhadap euro mencapai Rp13.954.
Dengan penyesuaian harga sekitar 2,2%, harga BMW Seri 320i akan naik dari Rp479,9 juta menjadi Rp490 juta sedangkan BMW Seri 335i coupe naik dari Rp848 juta menjadi Rp860 juta.
Sementara itu, BMW Seri 523i akan dipasarkan dengan harga baru, Rp784 juta dari sebelumnya dari Rp769 juta menjadi. Harga sedan papan atas BMW Seri 740Li akan naik menjadi Rp2,127 miliar dari harga sebelumnya Rp2,120 miliar. Seluruh harga tersebut masih off the road untuk area Jakarta.
Helena mengakui permintaan masyarakat diperkirakan akan terganggu mengingat kenaikan harga akan menimbulkan efek psikologis konsumen untuk sementara waktu, apalagi tidak seluruh konsumen kendaraan premium kebal terhadap masalah harga.
"Tetapi kami akan berupaya memacu penjualan dengan berbagai program, seperti bunga 0% atau mengenalkan paket Seri 523 Executive, dengan harga sama akan mendapat tambahan aksesori dan fitur-fitur menarik."
Selain itu, BMW Indonesia juga berupaya menggenjot pasar dengan melengkapi dua produk baru yakni seri 750Li dan 740Li yang baru diluncurkan awal 2009.
Berbagai langkah itu, sambung Helena, untuk menstimulus konsumen agar melakukan pembelian. Kendati pasar kendaraan premium tahun ini diprediksi turun, BMW berupaya mempertahankan kinerja penjualan sama dengan pencapaian tahun lalu yakni 720 unit.
"April lalu kami mencatat penjualan sebanyak 49 unit, lebih kecil dua unit dibandingkan dengan posisi Maret yang mencapai 51 unit. Jadi sepanjang tahun ini kami telah mengirim sebanyak 204 unit kendaraan ke tangan konsumen," paparnya.
Dari target penjualan 720 unit tahun ini, sekitar 81% diharapkan berasal dari model sedan, yakni 583 unit. Sisanya 137 unit berasal dari mobil nonsedan.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 11 Mei 2009
Judul / Title : BMW Indonesia Naikkan Harga
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Multifinance Desak Bunga Bank Turun
JAKARTA : Pelaku multifinance mendesak bank-bank milik negara (BUMN) segera menurunkan suku bunga kredit sehingga dapat menjadi patokan bagi bank swasta. Sumber dana multifinance masih didominasi utang dari bank.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Wiwie Kurnia mengatakan anggotanya berharap perbankan bisa secepatnya menyesuaikan diri dengan penurunan BI Rate yang kini mencapai 7,25%.
"Kami berharap bank BUMN bisa memulai duluan untuk hal itu [penurunan bunga], setelah itu bank swasta bisa mengikuti. Ini kan untuk kemajuan ekonomi bersama," katanya kepada Bisnis, kemarin.
Wiwie mengungkapkan pinjaman perbankan bagi multifinance lebih didominasi oleh bank swasta dibandingkan dengan bank BUMN. Namun, keberadaan bank BUMN juga menjadi penunjang laju bisnis multifinance.
Dia menilai jika bank BUMN yang nota bene dimiliki oleh negara tidak menjadi pionir dalam penurunan beban bunga tersebut, maka fungsinya tidak berbeda jauh dengan bank swasta. "Kalau mereka [bank BUMN] tidak memelopori, maka sama saja dong."
Tingginya bunga membuat banyak multifinance menunda pencairan pinjaman dari bank. Data Bank Indonesia memperlihatkan turunnya utang multifinance dari perbankan pada Maret dibandingkan dengan 2 bulan sebelumnya.
Penyaluran pinjaman bank dalam negeri turun 2,5% dari Rp51,5 triliun pada Februari menjadi Rp50,2 triliun pada Maret. Adapun pinjaman bank luar negeri juga turun 3,7% menjadi Rp45 triliun dari Februari yakni Rp46,7 triliun.
Kondisi itu berbeda karena pada Januari dan Februari pinjaman dari bank bagi industri pembiayaan sempat meningkat yang memberi indikasi membaiknya kredit.
Pada Januari, pinjaman bank dalam negeri mencapai Rp51,4 triliun, naik menjadi Rp51,5 triliun, sementara pinjaman bank luar negeri pada Februari juga naik menjadi Rp46,7 triliun dari Januari yakni Rp44,1 triliun.
Pada 2008, pinjaman bank dalam negeri terbesar pada Oktober yang mencapai Rp54,8 triliun, sedangkan pinjaman bank luar negeri pinjaman terbesar pada November senilai Rp115,7 triliun.
Presiden Direktur PT Trust Finance Indonesia Tbk Muhamad Nashir mengatakan pihaknya mengalami proses yang panjang hingga 5 bulan dalam hal perpanjangan pinjaman dari perbankan.
"Bayangkan begitu lama kami ingin memperpanjang pinjaman, padahal sebelum krisis itu tidak terjadi. Ini sangat membuang waktu, entah dioper ke risk management dan lain-lain," katanya. (23)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 12 Mei 2009
Judul / Title : Multifinance Desak Bunga Bank Turun
Halaman / Page : 4
Rubrik / Column : Keuangan
Penulis / Writer : Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pembiayaan Konsumen Terkoreksi 6%
JAKARTA : Tren penurunan penyaluran kredit konsumen multifinance berlanjut setelah pada Maret tahun ini pencapaiannya hanya Rp80,6 triliun atau terkoreksi 6% dari pencapaian tertinggi pada Oktober 2008 yakni Rp85,5 triliun.
Statistik Bank Indonesia menunjukkan posisi penyaluran pembiayaan konsumen tersebut juga lebih kecil dari perolehan pada Januari dan Februari yakni Rp82,5 triliun dan Rp81,3 triliun atau melorot 2,3% dan 0,8%.
Kondisi ini berbeda jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu di mana pada penyaluran kredit konsumen pada 3 bulan pertama justru mengalami peningkatan dari Rp68,6 triliun menjadi Rp70,6 triliun pada Maret 2008.
Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Wiwie Kurnia mengatakan penurunan tersebut dipengaruhi oleh penjualan kendaraan bermotor yang turun.
Selain itu, katanya, terjadi peningkatan pembelian kendaraan bermotor dengan cara tunai ketimbang kredit melalui multifinance. "Memang turun karena penjualan mobil tidak naik dan konsumen yang beli cash untuk motor juga naik meski kami belum tahu data detailnya," katanya kepada Bisnis, kemarin.
Presiden Direktur PT Astrido Pasific Finance Edhi Moeljono mengatakan pembiayaan konsumen terus menurun karena penjualan mobil turun hingga 30%. Selain itu, ujarnya perbankan belum menurunkan beban bunga kepada perusahaan pembiayaan menyusul penurunan BI Rate pada level 7,25%.
"Bagaimana mau naik penjualan multifinance jika krisis masih menyelimuti kondisi otomotif kita, sementara bank enggan menyesuaikan diri dengan bunga acuan Bank Indonesia," tegasnya.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil sedan dua merek yakni Toyota dan BMW juga turun pada Maret.
Penjualan total sedan Toyota hanya 27 unit, jauh dibandingkan dengan Februari yang mencapai 372 unit. Adapun penjualan sedan BMW turun dari 64 unit pada Februari menjadi 49 unit pada Maret.
Leasing Turun
Di sisi lain, penyaluran sewa guna usaha (leasing) multifinance turun dari Rp52,5 triliun pada Februari menjadi Rp51 triliun, sementara anjak piutang juga bernasib sama yakni turun menjadi Rp2,1 triliun dari Rp2,2 triliun pada Februari.
Total outstanding multifinance dari keempat segmen tersebut pada Maret mencapai Rp134,8 triliun, turun dibandingkan dengan posisi Januari yakni Rp138,1 triliun, bahkan lebih rendah dari Desember tahun lalu yakni Rp137,2 triliun.
Dia menegaskan secara umum multifinance menginginkan beban bunga (cost of fund) bisa diturunkan setelah BI Rate pada level terendah sepanjang sejarah.
Pasalnya, katanya, bunga yang diberikan perbankan kepada perusahaan pembiayaan pada kisaran 16%-17% untuk efektif sehingga masih memberatkan sebagian besar multifinance dalam memberikan bunga seimbang kepada konsumen.
Edhi mengatakan ada beberapa bank yang sudah lancar mengucurkan pinjaman kepada multifinance dengan bunga rendah, tetapi hal itu belum diikuti oleh bank lainnya.
Dengan kondisi tersebut, kata Edhi, penerbitan obligasi juga belum bisa menjadi alternatif pembiayaan karena sulitnya menentukan bunga di tengah krisis ekonomi. (23)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 11 Mei 2009
Judul / Title : Pembiayaan Konsumen Terkoreksi 6%
Halaman / Page : 5
Rubrik / Column : Asuransi & Pembiayaan
Penulis / Writer : Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Gaikindo Desak Bank Turunkan Bunga
JAKARTA : Kalangan industri otomotif nasional mendesak perbankan agar menurunkan bunga kredit kendaraan seiring dengan penyesuaian suku bunga acuan menjadi 7,25%, supaya sektor riil bergerak lebih cepat dan memacu penjualan mobil.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo mengatakan penurunan bunga kredit kendaraan oleh perbankan dan lembaga pembiayaan (leasing company) merupakan satu hal yang sangat dinantikan.
"Kalau bank-bank BUMN bisa langsung bergerak [menurunkan bunga kredit], tentu menolong kegiatan ekonomi dan pasar mobil terbantu. The whole economy bergerak lebih baik dan membuat tarikan ke industri otomotif," katanya kepada Bisnis, kemarin.
Pada 5 Mei, Bank Indonesia kembali menurunkan tingkat bunga BI Rate menjadi 7,25% atau menyentuh level terendah dalam 4 tahun terakhir. Akhir 2008, tingkat BI Rate masih berada di posisi 9,25% dan turun 50 basis poin (bps) menjadi 8,75% pada 7 Januari.
Secara perlahan dan bertahap, acuan bunga perbankan nasional ini terkoreksi 50 bps menjadi 8,25% (4 Februari), kemudian turun lagi 50 bps hingga 7,75% (4 Maret), melandai lagi 25 bps menjadi 7,5% (3 April) dan terakhir di posisi 7,25% pada Selasa.
Bambang mengatakan penyesuaian BI Rate menjadi 7,25% belum diikuti oleh penurunan bunga kredit kendaraan, sehingga penjualan otomotif belum bergerak naik, masih bertahan di angka 34.000 unit.
Pembiayaan
Di hubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Wiwie Kurnia mengatakan laju penurunan bunga kredit tidak sejalan dengan kecepatan koreksi BI Rate oleh bank sentral.
"Kami melihat perlu ada pengorbanan dari perbankan. Saat ini momentum bagi bank-bank untuk agresif menggarap otomotif dengan memberi bunga yang menarik. Perlu ada pemikiran agar lebih market oriented, karena potensi kita sudah ada," ujarnya.
Dia mengungkapkan tingkat bunga kredit kendaraan roda empat sebelum krisis ekonomi berada di kisaran 5%-6% (flat per tahun) dan akhir tahun berada di posisi 7%-8%. Bunga kredit kendaraan roda empat kembali naik pada awal 2009 menjadi 8%-9% atau 30%-32% untuk kredit motor (efektif per tahun). Kendati telah turun, dia menilai besarannya belum signifikan.
Sekjen APPI Dennis Firmansyah menambahkan kecepatan perbankan menurunkan bunga dan menyalurkan dana kepada lembaga pembiayaan menjadi kunci penyesuaian tingkat bunga oleh multifinance.
"Penjualan masih tidak terlalu baik [flat], padahal kalau [bunga kredit] turun lebih cepat, otomotif bisa bergerak lebih baik."
Hal senada disampaikan oleh Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra dan Kepala Divisi Penjualan PT Toyota Astra Motor Jodjana Jody.
"Kami harapkan pasar akan mulai bergairah pada bulan ini, karena beberapa bank dan perusahaan pembiayaan sudah menurunkan suku bunga kredit di akhir April," ujar Amelia.
Koreksi bunga kredit, termasuk kredit kendaraan bermotor (KKB) saat ini baru dilakukan oleh BCA menjadi 5,5% flat atau 11% efektif.
Sementara itu, selisih tingkat bunga KKB BCA [BCA Finance] dengan lembaga pembiayaan lainnya sekitar 1%-2%.
Bambang melanjutkan dampak penurunan BI Rate menjadi 7,25% diperkirakan baru akan dinikmati sekitar 2-3 bulan mendatang. (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 08 Mei 2009
Judul / Title : Gaikindo Desak Bank Turunkan Bunga
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Depkeu Awasi Multifinance
JAKARTA : Setelah mencabut sedikitnya empat multifinance hingga Maret tahun ini, Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK terus melakukan penyisiran terhadap seluruh multifinance terdaftar untuk meningkatkan pembinaan dan pengawasan.
Kepala Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan Biro Pembiayaan Jongki Artezi menyatakan penyisiran tersebut menitikberatkan pada tiga aspek yakni kelembagaan, keuangan, dan kegiatan operasional multifinance.
"Tujuannya dari langkah ini yang sifatnya berkala ini untuk membina dan mengawasi. Tentu ada temuan yang negatif tetapi belum bisa kami ungkapkan ada saja dan siapa saja perusahaan itu," katanya kemarin. (Bisnis/23)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 07 Mei 2009
Judul / Title : Depkeu Awasi Multifinance
Halaman / Page : 5
Rubrik / Column : Asuransi & Pembiayaan
Penulis / Writer : Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pasar Mobil April Stagnan
JAKARTA: Realisasi penjualan mobil pada April terkunci pada angka sekitar 34.361 unit, bahkan penurunan retailsales (pengiriman dari diler ke konsumen) lebih rendah dibandingkan dengan wholesales (distribusi produk dari pabrik ke diler).
Berdasarkan data penjualan beberapa agen tunggal pemegang merek (ATPM) anggota Gaikindo yang diperoleh Bisnis, dalam 3 bulan terakhir penjualan secara wholesales terpatok di angka 34.000-an. Khusus pada bulan lalu, jika dibandingkan dengan April 2008, pengiriman mobil dari pabrik ke diler anjlok 33,5%.
Secara retailsales, penjualan mobil pada April hanya sebesar 31.132 unit atau terdapat selisih 3.229 unit dibandingkan dengan wholesales.
Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan pasar mobil pada bulan lalu secara wholesales hampir sama dengan posisi Maret, tetapi penjualan secara ritel turun 10%.
"Banyaknya ATPM menaikkan harga membuat banyak konsumen yang menunda pembelian, apalagi pada April rupiah mulai menguat. Konsumen mengharapkan penurunan harga. Itu sebabnya pasar agak stagnan pada bulan lalu," katanya kemarin.
Dia mengungkapkan harga mobil Daihatsu masih memakai patokan harga yang jauh di bawah kurs rupiah saat ini, sehingga tidak akan ada penurunan harga. Perusahaan, lanjutnya, akan mempertahankan harga saat ini dengan tetap memperhatikan kondisi makroekonomi dan daya beli masyarakat.
Keputusan Daihatsu tersebut melengkapi langkah beberapa ATPM lain yang sebelumnya menyatakan tidak akan menaikkan harga mobilnya pada bulan ini, seperti Toyota, Honda, dan Suzuki.
Wait and See
Kepala Divisi Penjualan PT Toyota Astra Motor (TAM) Jodjana Jody mengatakan penjualan ritel turun pada April diperkirakan beberapa faktor seperti berakhirnya efek pemilu legislatif dan sikap wait and see konsumen terhadap penurunan nilai tukar sebelum membeli kendaraan.
"Konsumen ingin mendapatkan better deal, sehingga mereka melihat waktu yang tepat."
Dia menilai fakta penurunan retailsale yang lebih besar dibandingkan dengan wholesales terjadi karena beberapa ATPM memilih menghabiskan stok kendaraan pada bulan lalu dengan beragam program penawaran.
Kelebihan stok mobil di jaringan diler ini, menurutnya, terjadi karena pelaku industri salah membaca kondisi pasar April. Sebagian produsen memperkirakan permintaan April bergerak membaik dan meningkatkan produksi, setelah melihat penjualan kuartal I di kisaran 34.000 unit hingga 35.000 unit per bulan.
Direktur Penjualan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Rudjojo Nirjana mengatakan belum ada satu indikator yang bisa meningkatkan penjualan pada saat ini, mengingat penurunan bunga acuan belum dibarengi koreksi suku bunga komersial, dan konsumen masih wait and see.
"Kami harapkan ada kenaikan pada Juli, 10%-15%."
Dibandingkan dengan realisasi Maret, tiga merek mencatat penurunan penjualan secara wholesales, yaitu Daihatsu, Mitsubishi, dan Isuzu. Angka penjualan Daihatsu turun dari 7. 385 unit menjadi 5.682 unit. Mitsubishi berkurang dari 5.116 unit menjadi 4.603 unit, sedangkan Isuzu terkoreksi dari 1.332 unit menjadi 1.206 unit. (Ahmad Muhibbuddin) (siti.munawaroh@ bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 07 Mei 2009
Judul / Title : Pasar Mobil April Stagnan
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota Raih Order 4.000 Taksi Limo
JAKARTA : PT Toyota Astra Motor (TAM) mengantongi pesanan 4.000 unit sedan Limo dari 3-4 operator taksi nasional pada tahun ini.
Kepala Divisi Penjualan PT TAM Jodjana Jody mengatakan order tersebut diharapkan dapat mempertahankan posisi Toyota sebagai pemimpin pasar di segmen sedan untuk taksi yang tahun ini diperkirakan hanya 5.000 unit.
Sebanyak 4.000 unit sedan Limo ini akan dikirim secara bertahap kepada perusahaan pemesan hingga akhir tahun ini.
"Kami sudah mulai melakukan pengiriman sejak bulan lalu, volumenya sebanyak 400 unit. Untuk pengiriman bulan ini diperkirakan 300 unit, namun akan kami tingkatkan secara bertahap," katanya kemarin.
Jodjana mengakui pengiriman sedan taksi ke operator taksi pada bulan ini relatif lebih rendah dibandingkan April karena 1 line pabrik Toyota di Thailand digunakan untuk memproduksi beberapa model lain, seperti Camry, Yaris, Limo, dan Corolla.
Peningkatan pengiriman akan dilakukan TAM, seiring langkah penyesuaian produksi secara agresif pabrik Toyota Thailand mulai semester II.
Dia mengakui permintaan sedan Limo dari konsumen sebenarnya cukup besar, tetapi pembelian kendaraan jenis ini terkendala masalah pembiayaan dari lembaga keuangan atau perbankan.
Lembaga keuangan, sambungnya, cukup berhati-hati untuk memberikan fasilitas kredit kepada perusahaan taksi jika tidak didukung oleh kinerja bisnis dan pembukuan yang baik.
"Untuk 4.000 unit tersebut pembiayaannya sudah clear, padahal potensinya lebih dari angka tersebut. Jadi perkembangan pasar taksi kuncinya terletak pada pendanaan."
Kendati telah meraih order 4.000 unit Limo, lanjutnya, TAM tetap melayani permintaan dari perusahaan taksi untuk pemesanan pada semester II. Meski tidak membukukan penjualan pada kuartal I 2009, TAM optimistis sedan Limo masih akan memimpin segmen kendaraan taksi di pasar nasional tahun ini.
"Awalnya kami targetkan hanya 2.000 unit Limo pada 2009, tetapi sekarang kami targetkan menjual sekitar 4.000 unit atau memimpin market share."
Tahun lalu, dari total pasar sedan taksi yang hampir mencapai 6.000 unit, TAM menguasai lebih dari 90% pangsa pasar setelah melego 5.103 unit sedan Limo.
Terkait harga, Jodjana melanjutkan perusahaan kemungkinan akan menaikkan harga jual Limo, mengingat sedan 1.500 cc ini menggunakan platform Toyota Vios, yang harganya sudah naik cukup signifikan sebelumnya.
"Secara bertahap harga Limo naik. Kenaikan [harga] belum selesai. Koreksi harga sekarang mendekati 30 juta."
Saat ini, sedan Toyota Limo dipasarkan dengan kisaran harga Rp174 juta per unit. Harga ini terpaut relatif jauh dibandingkan dengan Toyota Vios yang dibanderol dengan harga mulai Rp204,4 juta (E/Manual) on the road Jakarta per Mei 2009.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 07 Mei 2009
Judul / Title : Toyota Raih Order 4.000 Taksi Limo
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Harga Mobil Akan Stabil
JAKARTA : Laju kenaikan harga mobil baru diperkirakan melambat atau kemungkinan terhenti, jika stabilitas nilai tukar rupiah terjaga di kisaran Rp10.500 per dolar AS.
Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto mengatakan harga mobil di pasar otomotif domestik tidak mungkin turun kecuali nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali ke Rp9.300. Namun, harga mobil baru juga berpotensi stabil jika kurs rupiah menguat dan terpaku pada level tertentu.
"Apresiasi rupiah pengaruhnya akan memperlambat laju kenaikan atau kalau stabil di Rp10.500 per dolar AS, ya kenaikan itu bisa berhenti," ujarnya, akhir pekan lalu.
Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada 4 Mei, terus bergerak menguat di posisi Rp10.520, setelah sehari sebelumnya berada pada Rp10.630. Kurs rupiah sempat mencapai titik tertinggi yakni Rp13.000 per dolar AS pada 21 November 2008.
Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy menegaskan stabilitas nilai tukar [rupiah] merupakan satu hal penting yang diharapkan pelaku industri otomotif saat ini, selain penurunan suku bunga kredit kendaraan bermotor oleh lembaga pembiayaan.
"Kalau rupiah stabil di kisaran Rp10.500 per dolar AS, kemungkinan hanya akan ada satu kali kenaikan lagi."
Dia menuturkan faktor kenaikan harga kendaraan tidak hanya dipengaruhi oleh fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar AS, tapi juga rupiah terhadap yen yang terdepresiasi 40%.
TAM memutuskan menghentikan penyesuaian harga untuk sementara waktu pada Mei dan Juni, seiring dengan nilai tukar rupiah yang relatif stabil di bawah Rp11.000 per dolar AS. "Sementara kami ambil nafas dulu."
Joko mengungkapkan perusahaan kemungkinan baru akan menaikkan lagi harga kendaraan Toyota pada Juli atau Agustus. TAM akan mengkaji kembali harga jual produknya, mengingat kurs patokan yang digunakan perusahaan belum mencapai kurs normal.
Kurs acuan yang digunakan TAM masih berada di kisaran Rp10.200 hingga Rp10.500 per dolar AS.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 05 Mel 2009
Judul / Title : Harga Mobil Akan Stabil
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Kenaikan Harga Tekan Pasar Mobil
JAKARTA : Volume penjualan mobil di Tanah Air pada April diprediksi hanya berkisar 32.000-34.000 unit, anjlok dibandingkan dengan penjualan pada bulan yang sama pada tahun lalu yang mencapai 51.643 unit.
Prediksi tersebut lebih rendah dari realisasi Maret yang sempat menyentuh angka 34.117 unit.
Chief Executive Officer PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Soeparno Djasmin mengungkapkan prediksi penurunan penjualan pada April didasarkan pada beberapa faktor. Pertama, kenaikan harga jual kendaraan yang kian memberatkan konsumen.
Kedua, banyaknya hari libur (long week end), seperti pelaksanaan pemilu legislatif sehingga hari kerja pemasaran menjadi lebih pendek. Ketiga, penurunan suku bunga kredit mobil belum signifikan sehingga konsumen cenderung bersikap menunggu. "Faktor-faktor ini menekan penjualan mobil pada April," ujarnya kemarin.
Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia Jongkie D. Sugiarto mengatakan hampir semua agen tunggal pemegang merek (ATPM) menghadapi tekanan penjualan sebagai dampak dari kenaikan harga jual kendaraan dan tingginya tingkat suku bunga kredit.
"Penjualan mobil pada April saya kira hanya berkisar di 32.000 sampai 34.000 unit. Kita berharap Mei pasar otomotif akan menguat kembali," paparnya.
Baik Soeparno maupun Jongkie sependapat bahwa konsumen cenderung bersikap menunggu sampai kondisi pasar membaik, terutama terkait dengan penurunan suku bunga kredit kendaraan bermotor.
Mobil Bekas
Sementara itu, harga mobil bekas (used car) berpotensi kembali menguat karena selisih kenaikan harga antara mobil bekas dan mobil baru, cukup besar. Selisih kenaikan harga yang mencapai 10% secara tidak langsung ikut mendongkrak permintaan mobil bekas.
Seperti halnya kendaraan baru, mobil bekas juga telah beberapa kali mengalami penyesuaian harga. Penyesuaian harga mobkas sepanjang tahun ini mencapai 10% dan relatif stabil pada akhir April.
"Kenaikan harga mobil bekas sangat bergantung pada permintaan karena harga dibentuk oleh besarnya demand. Kalau permintaan menguat atau kebutuhan di daerah meningkat, praktis harga mobil ikut naik," kata Leovan Widjaja, Kepala Cabang Mobil 88 Jakarta Selatan, kepada Bisnis, kemarin.
Dia mengatakan fluktuasi nilai kurs tukar tidak berdampak sifnifikan terhadap pasar mobil bekas. (siti.munawaroh@bisnis.co.id/afriyanto@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 04 Mel 2009
Judul / Title : Kenaikan Harga Tekan Pasar Mobil
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti munawaroh & Afriyanto, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota Prius Hybrid Segera Dipasarkan Di Indonesia
JAKARTA : Toyota New Prius Hybrid, kendaraan yang mengombinasikan penggunaan mesin konvensional dan motor listrik, akan dipasarkan di Indonesia mulai tahun ini.
Prius yang diimpor secara completely built-up (utuh) dari Jepang oleh PT Toyota Astra Motor (TAM) tersebut menggunakan teknologi hibrida generasi terbaru yang dinamai Toyota Hybrid System II. Menurut rencana peluncuran mobil ini akan dilakukan di ajang the Indonesia International Motor Show (IIMS) yang akan digelar pada Juli 2009.
Dengan rencana itu, Indonesia tercatat menjadi negara kedua di regional Asean sebagai pasar Prius Hybrid, setelah Singapura. Namun, TAM belum bersedia menjelaskan harga Prius Hybrid.
"Generasi terbaru Prius Hybrid ini menggunakan mesin 1.800 cc. New generation ini lebih irit dan energi yang dihasilkan setara Camry 2.400 cc. Kami ingin memperkenalkan mobil ini sebagai produk dengan teknologi terdepan dari Toyota," kata Kepala Divisi Penjualan PT TAM Jodjana Jody, kepada Bisnis, pekan lalu.
Toyota mengklaim kendaraan ini hanya menghasilkan emisi gas buang 50 mpg dengan konsumsi bahan bakar bensin 4,7 liter untuk setiap jarak tempuh 100 km. Mobil ramah lingkungan ini mampu menghasilkan daya hingga 98 tenaga kuda (horse power).
Saat ini, TAM memiliki enam unit mobil Prius Hybrid, tetapi tidak dijual dan hanya menjadi sarana untuk memperkenalkan teknologi Toyota, di samping menjajaki respons pasar.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 04 Mel 2009
Judul / Title : Toyota Prius Hybrid Segera Dipasarkan Di Indonesia
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Impor Mobil CBU Anjlok 86,8%
JAKARTA : Realisasi impor mobil dalam kondisi utuh (completely built-up/CBU) sepanjang kuartal I/2009 anjlok 86,8% menjadi hanya 2.661 unit karena permintaan pasar domestik yang merosot.
Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Dharmawan mengatakan merosotnya impor mobil CBU pada 3 bulan pertama tahun ini dialami oleh semua merek karena penjualan mereka yang melemah di pasar domestik.
Penurunan terbesar terjadi pada kendaraan sedan karena di pasar domestik permintaan model ini anjlok lebih dari 50% pada Januari-Maret.
"Kami sudah suplai banyak pada Oktober-November dan Desember. Kami proyeksi pasar turun, khususnya segmen sedan anjlok lebih dari 50%, sehingga Januari-Februari kami hanya order rata-rata 10 unit-15 unit," katanya kemarin.
Kepala Divisi Penjualan PT TAM Jodjana Jody menyatakan penurunan ini tidak terkait dengan kondisi politik di Thailand yang merupakan negara pemasok mobil CBU terbesar ke Indonesia.
"Faktor lain, banyak model-model Toyota yang run-out sehingga ordernya dikurangi cukup besar, seperti Yaris dan Corolla Altis yang berganti model dan varian. Akibat run- out itu, banyak model CBU kami yang habis."
Jodjana melanjutkan kenaikan harga kendaraan CBU yang cukup signifikan akibat melambungnya nilai tukar rupiah dikhawatirkan memengaruhi permintaan masyarakat, sehingga pelaku usaha cenderung berhati-hati menyikapi kondisi pasar.
Naikkan pasokan
Johnny menambahkan pasokan kendaraan ke diler, termasuk mobil CBU akan dinaikkan secara perlahan pada semester II, seiring dengan persiapan menghadapi masa lebaran yang diperkirakan dapat mendorong permintaan.
Sementara itu, penjualan mobil nasional secara wholesales (pengiriman pabrik ke diler) pada April diprediksi hanya 32.000 unit-34.000 unit, anjlok dibandingkan bulan yang sama 2008 yang mencapai 51.643 unit. Prediksi ini juga lebih rendah dari realisasi Maret yang sempat menyentuh angka 34.117 unit.
Chief Executive Officer PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Suparno Djasmin mengatakan prediksi penurunan penjualan pada April disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, kenaikan harga jual kendaraan yang kian memberatkan konsumen. Kedua, banyaknya hari libur, seperti saat pemilu legislatif sehingga hari kerja pemasaran menjadi lebih sempit. Ketiga, penurunan suku bunga kredit kendaraan bermotor belum sepenuhnya terjadi sehingga konsumen cenderung bersikap menunggu. (ahmad muhibbuddin) (siti.munawaroh@bisnis.co.id/afriyanto@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 01 Mel 2009
Judul / Title : Impor Mobil CBU Anjlok 86,8%
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota Tambah Varian Altis
JAKARTA : PT Toyota Astra Motor (TAM) menambah varian sedan Corolla Altis dengan menghadirkan mesin 2.000 cc yang mengusung teknologi Dual VVT-i dengan target 250 unit/tahun.
Kehadiran New Corolla Altis 2.0 V ini melengkapi varian sedan medium Toyota yang sebelumnya hanya mengandalkan mesin 1.800 cc. Dengan adanya varian baru ini, agen tunggal pemegang merek Toyota di Indonesia ini tidak lagi menjual Corolla Altis 1.8 V.
Presdir PT TAM Johnny Darmawan Danusasminta mengatakan kendati penjualan otomotif sedang turun, pihaknya menargetkan dapat melego 750 unit Corolla Altis pada tahun ini, di mana 250 unit diharapkan berasal dari varian baru ini.
"Pasar sedan turun lebih dari 50%, tidak hanya Toyota, tetapi semua merek dan daya beli konsumen turun. Namun, kami yakin produk baru ini terserap pasar, karena memiliki berbagai keunggulan," katanya, di sela-sela peluncuran sedan New Corolla Altis V 2.0, kemarin.
Dengan dapur pacu Corolla Altis yang lebih besar, Toyota membidik eksekutif muda yang mapan dan menggemari kendaraan dengan kapasitas mesin lebih besar. Mobil yang diimpor dalam kondisi utuh (completely built-up/CBU) dari Thailand ini dipasaran dalm satu varian bertransmisi otomatik dengan harga Rp372,5 juta (on the road Jakarta).
Di pasar domestik, pesaing utama New Corolla Altis adalah Honda New Civic. Harga sedan debutan baru Toyota ini lebih murah dibandingkan dengan New Honda Civic 2.0 I-VETC AT yang dibanderol Rp398 juta.
Selain dapur pacu yang lebih besar, varian baru ini tidak memiliki perbedaan signifikan pad tampilan eksterior selain desain grill depan. Konsumsi bahan bakar sedan baru ini diklaim lebih irit dari pesaingnya karena mampu menempuh 10-11 kilometer/1 liter.
Hingga kuartal I 2009, model Corolla Altis menguasai 43,5% pangsa pasar sedan medium secara ritel dengan penjualan 271 unit. Adapun, Honda New Civic menggenggam 38,7% pangsa pasar dengan volume 241 unit.
Selain dua merek ini, segmen sedan medium saat ini dihuni oleh Mitsubishi Lancer EX dengan pangsa pasar secara ritel 7,5%, diikuti Proton Waja (4,5%), Ford Focus (2,9%), dan Chevrolet Optra (2,1%).
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 01 Mel 2009
Judul / Title : Toyota Tambah Varian Altis
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh & Ahmad Muhibbuddin, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Peugeot Akan Luncurkan New 407
JAKARTA: PT Astra International Tbk-Peugeot Sales Operation (AI Tbk-PSO) akan meluncurkan varian New 407 sebagai pengganti model terdahulu yang product lifecycle-nya (usia produk) dinilai telah habis.
Chief Executive Officer PT AI Tbk-PSO Constantinus Herlijoso mengungkapkan sedan Peugeot New 407 akan diluncurkan pada Juni.
"Peugeot 407 pertama kali diluncurkan di Indonesia pada 2005 dan kini product lifecycle-nya sudah habis, sehingga perlu dilakukan regenerasi," ujarnya, baru-baru ini.
Dia mengatakan Peugeot 407 baru nanti tidak banyak mengalami mengalami perubahan dibandingkan dengan generasi pendahulunya. "Tidak ada perubahan mendasar. Lebih kepada perubahan facelift saja."
Herlijoso belum bersedia mengungkapkan harga dapat memastikan, bergantung pada pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS. Sebagai gambaran, harga Peugeot 407 generasi terdahulu adalah Rp450 juta per unit.
Kehadiran New 407 ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penjualan Peugeot di pasar domestik yang kini terpukul akibat dampak krisis ekonomi global.
Menurut Herlijoso, penjualan Peugeot selama triwulan I tahun ini berjumlah sembilan unit, atau anjlok 44% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 16 unit. Adapun, total penjualan Peugeot sepanjang tahun lalu mencapai 59 unit.
Meski penjualan pada triwulan I terseok-seok, dia tetap optimistis dapat meningkatkan penjualan tahun ini menjadi 85 unit.
"Umumnya pasar otomotif akan meningkat memasuki semester II setiap tahun. Olah karena itu, kami tetap optimistis target penjualan tahun ini bakal tercapai."
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 01 Mel 2009
Judul / Title : Peugeot Akan Luncurkan New 407
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Afriyanto, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Produksi Mobil Jepang Anjlok 50%
TOKYO : Produksi kendaran bermotor oleh 12 produsen mobil di Jepang pada Maret 552.071 unit, merosot 50% dibandingkan dengan bulan yang sama 2008.
Penurunan produksi otomotif ditempuh oleh para produsen, seiring melemahnya permintaan akibat krisis ekonomi global.
Data Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA) menunjukkan produksi kendaraan penumpang anjlok 50,7% menjadi hanya 468.469 unit, sedangkan truk melorot 44,5% menjadi 77.856 unit. Koreksi produksi yang paling besar terjadi pada kendaraan bus yakni 57,4% (Bloomberg/smu)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 01 Mel 2009
Judul / Title : Produksi Mobil Jepang Anjlok 50%
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Transmisi
Penulis / Writer : Bloomberg, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota Luncurkan Corolla Altis 2.0
JAKARTA - Siang ini, PT Toyota Astra Motor (TAM) akan resmi meluncurkan varian terbaru Toyota Altis. Berbeda dari generasi sebelumnya, sedan tersebut akan menggunakan mesin 2.0 Liter.
Sebelumnya, Toyota Motor Philippines Corp. (TMP) telah lebih dulu memperkenalkan Altis 2.0 pada 29 Januari lalu. Varian Altis ini ditawarkan dengan harga 1,1 juta Peso (Rp 244 juta).
Tampilan eksteriornya tidak banyak berubah. Mungkin hanya grill saja yang sedikit berbeda dari generasi sebelumnya. Yang paling menonjol tentu dari segi kapasitas dapur pacu.
Toyota kini membekali Altis dengan mesin 3ZR-FE empat silinder segaris 16 katup DOHC 2.0 liter. Dengan mesin ini, Altis baru dapat memproduksi tenaga 140 hp (104 kW) pada 5600 rpm dan torsi 189 Nm pada 4400 rpm. Teknologi Dual VVT-i membuat mesin tetap irit dan ramah lingkungan.
Di Tanah Air, segmen sedan 2.0 liter diisi oleh Honda Civic 2.0, Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT, dan Ford Focus. Jadi, mampukah Toyota juga unggul di segmen ini seperti produk-produknya yang lain? Kita tunggu saja.
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Kualitas Kredit di Tengah Krisis
Bank Indonesia mengungkapkan pada 2 bulan pertama 2009 kredit bermasalah perbankan nasional melonjak signifikan menjadi 4,2% dibandingkan dengan posisi pada akhir 2008 di level 3,8%. Padahal, pada akhir 2008 kinerja perbankan biasanya membaik, karena laporan keuangannya dipoles untuk laporan tahunan.
Rasio kredit bermasalah perbankan nasional yang mendekati level psikologis 5% itu tentu sangat mengkhawatirkan. Kondisi ini terjadi akibat tekanan krisis yang membuat kualitas angsuran nasabah merosot, khususnya dari subkontraktor eksportir, karena terjadinya perlambatan ekspor.
Peningkatan rasio kredit bermasalah perbankan nasional diprediksi baru akan melandai pada semester II/2009, setelah mencapai puncaknya pada kuartal I bersamaan dengan perbaikan kinerja ekonomi. Situasi ini terjadi seiring dengan ekonomi global yang butuh pemulihan, sehingga kondisi perbankan normal kembali mulai kuartal III.
Hal itu menunjukkan sebab-akibat antara kondisi ekonomi dan kualitas kredit perbankan. Selama ekonomi tumbuh, kualitas kredit akan tetap terjaga baik. Apabila ekonomi terpuruk, rasio kredit bermasalah pun meningkat.
Namun, semuanya kembali pada para bankir yang menjalankan lembaga keuangan. Bankir harus berpikir holistik atas kondisi ekonomi, tidak berpikiran sempit hanya demi mencari keuntungan.
Menurunkan suku bunga dalam jangka pendek akan mengurangi profit margin bank, tetapi secara jangka panjang justru akan memperbaiki mutu kredit. Kualitas angsuran nasabah akan membaik apabila bunga kredit duturunkan. Untuk itu, bankir harus bersama-sama menurunkan suku bunga demi kebaikan semua pihak dalam jangka panjang.
Kendati krisis melanda, tidak berarti bank harus menghentikan ekspansi kredit. Di tengah likuiditas yang ketat dan merosotnya produksi, perusahaan justru membutuhkan darah segar agar tetap berproduksi dan menembus pasar baru.
Sementara itu, ekspansi kredit juga akan meningkatkan daya beli masyarakat di tengah harga barang yang meningkat. Hanya saja ekspansi kredit harus dilakukan secara selektif dan untuk hal-hal yang produktif.
Menjaga kualitas kredit lebih utama dijalankan melalui penerapan prinsip good corporate governance di setiap bank. Berdasarkan pengalaman, runtuhnya industri perbankan lebih disebabkan oleh perilaku bankir yang serakah dalam mencari keuntungan, sehingga tidak mengindahkan prinsip kehati-hatian, seperti yang terjadi di Amerika Serikat belakangan ini.
Pada saat krisis pasti ada peluang yang bisa dimanfaatkan. Untuk itu, sikap pantang menyerah, hati-hati, tidak serakah, dan menjalankan etika bisnis yang baik akan menjadi dasar yang kokoh dalam membangun usaha, termasuk menjalankan sebuah bank.
Apalagi di tengah berkurangnya tekanan ekonomi dan perbaikan kinerja ekonomi yang diprediksi terjadi mulai sementer II/2009, tidak ada alasan lagi bagi bankir untuk bersikap egois dengan tujuan menjaga profit margin. Sikap picik dan serakah, serta berpikir jangka pendek justru akan meningkatkan rasio kredit bermasalah.
Tajuk, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota Akan Rilis Varian New Altis
JAKARTA : PT Toyota Astra Motor (TAM) berupaya memperkuat posisinya di pasar sedan dengan melempar ke pasar model terbaru Corolla Altis 2.000 cc pada Kamis, pekan ini.
Kepala Divisi Penjualan PT TAM Jodjana Jody mengatakan perusahaan memutuskan untuk menambah varian sedan Altis setelah melihat permintaan kendaraan dengan mesin 2.000 cc yang cukup baik di pasar domestik.
"Kami akan tambah varian Corolla Altis 2.0 pekan ini. Kami akan melengkapi line up, jika merek lain memiliki varian 2.000 cc, kami juga sama," katanya ketika dihubungi Bisnis, kemarin.
TAM akan mendatangkan Corrola Altis 2.000 cc ini secara utuh (completely built up/CBU) dari Thailand, sehingga line up sedan mediumnya bertambah menjadi empat, selain model 1.800 cc yang sudah ada saat ini dengan varian J, G, dan V.
Di segmen sedan 2.000 cc, debutan baru Toyota ini akan diadang dengan model yang sudah dipasarkan sebelumnya seperti New Honda Civic, Mitsubishi Lancer EX, Mazda3 2.0, dan Subaru Impreza 2.0.
Terkait dengan harga, TAM belum bersedia mengungkapkan secara tegas. Tiga varian Corolla yang dipasarkan saat ini dibanderol dengan harga mulai Rp320,5 juta-Rp358,2 juta.
Harga Corolla Altis 2.000 cc diperkirakan di kisaran Rp370 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan New Honda Civic 2.000 cc seharga Rp361 juta.
"Permintaan di pasar 2.000 cc ini ada, khususnya fleet customer. Harga pastinya naik dibandingkan dengan varian Altis yang dipasarkan sekarang, tetapi kami masih menghitungnya."
Jodjana mengakui pasokan sedan Corolla Altis saat ini relatif tipis, menyusul langkah penyesuaian produksi di Thailand guna menghindari kelebihan pasokan di pasar. Perusahaan baru dapat meningkatkan suplai kendaraan sedan ini pada semester II, seiring dengan penambahan tenaga kerja di pabrik di Thailand dan peningkatan produksi.
"Unit belum banyak, suplai sekitar 10 unit hingga 20 unit. Kami akan melihat respons pasar, dan suplai baru bisa kami naikkan pada Juni atau Juli."
Meskipun saat ini terkendala pasokan, Jodjana optimistis pangsa pasar Toyota di segmen kendaraan sedan di pasar domestik pada tahun ini akan tetap stabil di kisaran 35%-36%.
"Kuncinya akan dikejar di semester II," katanya.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 27 April 2009
Judul / Title : Toyota Akan Rilis Varian New Altis
Halaman / Page : i 2
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
1 Izin Multifinance Akan Dicabut
JAKARTA : Departemen Keuangan mengungkapkan jumlah multifinance yang akan dicabut izinnya bertambah satu menjadi enam pada pekan ini, menyusul pencabutan satu izin akhir bulan lalu.
Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK M Ihsanuddin mengatakan perusahaan yang akan dicabut tersebut dinilai rendah dalam piutang pembiayaan yang sesuai dengan peraturan minimal piutang pembiayaan 40% dari asset.
"Pekan ini akan bertambah satu lagi yang akan kami cabut izinnya, nama perusahaan belum bisa diberitahu karena SK [surat keputusan] belum turun," katanya di Jakarta, akhir pekan lalu.
Dia mengatakan pencabutan tersebut dilakukan setelah perusahaan terkait dengan kesediaannya mengembalikan izin usaha operasional perusahaan kepada otoritas pengawas tersebut.
Pengembalian izin usaha secara sukarela juga terjadi pada 31 Maret ketika pemerintah mencabut izin usaha PT Sahabat Multifinance yang merupakan perusahaan pembiayaan mikro, karena yang bersangkutan mengembalikan izin usaha setelah mengubah segmen bisnis dan tidak lagi menjadi perusahaan pembiayaan.
Ihsanuddin menegaskan pihaknya terus melakukan pemetaan terhadap sejumlah perusahaan pembiayaan yang bermasalah baik mengenai keterlambatan laporan keuangan maupun kurangnya piutang pembiayaan di bawah 40%.
"Tidak hanya laporan keuangan, laporan operasional juga bermasalah, apalagi ada beberapa perusahaan pembiayaan yang piutang pembiayaannya masih jauh dari ketentuan," ungkapnya.
Dia mengatakan multifinance perlu melakukan perbaikan agar dapat memenuhi kriteria sebagaimana digariskan dalam peraturan menteri keungan (PMK) No. 84/PMK.012/2006 tentang Perusahaan Pembiayaan.
Dalam beleid tersebut, katanya, multifinance mampu memenuhi setoran modal secara bertahap. Selain itu, perusahaan juga wajib memiliki piutang pembiayaan sekurang-kurangnya 40% dari total aktiva.
Ihsanuddin menambahkan perlu juga multifinance melakukan pemantauan yang terus-menerus guna menjaga agar rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) tidak melampaui 5%.
Hingga Maret tahun ini, Departemen Keuangan telah mencabut sedikitnya empat multifinance yakni PT Sahabat Multifinance, PT Primarindo Finance Corporation, PT Tridana Pratama Finance, dan PT Inti Karya Megah Finance.
Pencabutan tersebut dilakukan setelah para pelaku pembiayaan tersebut tidak mengindahkan peraturan yang ditetapkan otoritas.
30 Multifinance
Satu sumber Bisnis di Departemen Keuangan mengatakan ada sekitar 30 multifinance yang bermasalah sehingga kini dalam tahap perhatian khusus untuk ditertibkan. Dari jumlah tersebut, katanya, multifinance sektor anjak piutang (factoring) yang terbanyak.
"Ada sekitar 30-am dari total keseluruhan multifinance yang masih diperhatikan secara khusus. Tidak semuanya dicabut tetapi akan dipetakan keputusan apa yang akan diterapkan," kata sumber tersebut.
Dikonfirmasi mengenai jumlah pelaku usaha tersebut Ihsanuddin menegaskan dirinya belum mengetahui secara detail informasi tersebut.
"Jangan saya yang bicara, karena regulasi tidak ada pengawasan khusus," katanya.
Ihsanuddin mengatakan pihaknya terus melakukan penegakan hukum guna menciptakan suatu industri pembiayaan dan penjaminan yang sehat. Salah satu penegasan ialah dengan memberikan surat peringatan yang berujung pada pencabutan izin usaha.
Pada Februari, dia mengatakan sebanyak 21 perusahaan pembiayaan dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut karena bermasalah dengan alamat perusahaan sehingga menyulitkan pihak otoritas memberikan surat peringatan. (23) (redaksi@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 27 April 2009
Judul / Title : 1 Izin Multifinance Akan Dicabut
Halaman / Page : 5
Rubrik / Column : Asuransi & Pembiayaan
Penulis / Writer : Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Ekspor Mobil CBU Anjlok 22%
JAKARTA : Realisasi ekspor mobil dalam kondisi utuh selama kuartal I/2009 anjlok 22% menjadi hanya 18.118 unit dibandingkan dengan periode yang sama 2008 akibat krisis ekonomi global yang menekan permintaan sejumlah negara importir.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo mengatakan penjualan mobil dalam kondisi completely built-up (CBU) terus merosot sejak krisis ekonomi menerpa sejumlah negara tujuan ekspor kendaraan buatan negeri ini.
Akibat krisis, lanjutnya, permintaan mobil dari sejumlah negara terus melemah, dari 7.088 unit pada awal tahun melorot menjadi 5.913 unit pada Februari dan turun lagi menjadi 5.117 unit pada Maret.
"Kami perkirakan ekspor tahun ini terkoreksi sekitar 30% dari realisasi 2008 yang mencapai 101.000 unit," katanya, kepada Bisnis, kemarin.
Dia menuturkan dengan proyeksi penurunan sekitar 30%, volume ekspor mobil CBU sepanjang tahun ini diperkirakan hanya 70.700 unit.
Pada kuartal I 2009, ekspor PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) merosot cukup signifikan dibandingkan dengan dua pabrikan pengekspor mobil lain, yaitu PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Ekspor perakit kendaraan Suzuki pada 3 bulan pertama tahun ini anjlok 34,5%, menjadi hanya 4.000 unit dibandingkan dengan periode yang sama 2008, sebanyak 6.112 unit.
Order Thailand
Johannes Saragih, Manajer Penjualan dan Pemasaran Departemen Ekspor PT SIM mengungkapkan koreksi permintaan terbesar berasal dari Thailand yaitu anjlok 70%, dari 800 unit hingga 900 unit menjadi hanya 100 unit hingga 200 unit per bulan.
"Sejak Januari mereka menunda order. Feeling saya sampai akhir tahun ini tidak ada order dari Thailand, padahal kontribusi negara ini cukup besar bagi Suzuki. Stok di sana masih banyak, bahkan order tahun lalu sekitar 1.300 unit masih disimpan."
Irwan Priyantoko, Head of Corporate Planning PT TMMIN memaparkan volume ekspor Toyota pada Februari 3.484 unit, turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu 3.952 unit.
"Untuk Maret, datanya belum ada. Dari total ekspor 3.484 unit di Februari, model Avanza masih yang terbanyak yakni 1.803 unit, sedangkan Innova 793 unit, Fortuner 502 unit, dan Rush 386 unit," paparnya.
Di tengah tekanan kirisis yang mengimpit negara tujuan ekspor, PT ADM menjadi satu-satunya perakit mobil di Indonesia yang berhasil mencatat rekor penjualan mobil di luar negeri setelah membukukan lonjakan 239,5%, dari 1.139 unit pada kuartal I 2008 menjadi 3.867 unit pada periode yang sama tahun ini.
Melemahnya permintaan baru dari luar negeri ini membuat aktivitas pengapalan mobil melalui terminal khusus mobil di Tanjung Priok pada triwulan pertama 2009 anjlok 50% dibandingkan dengan periode yang sama 2008. Data PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II menunjukkan kegiatan bongkar muat mobil di terminal ini pada periode itu hanya 23.919 unit. (k1) (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 24 April 2009
Judul / Title : Ekspor Mobil CBU Anjlok 22%
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Kenaikan Harga Mobil Ubah Segmentasi Pasar
JAKARTA : Kenaikan harga jual mobil hingga 25% sepanjang tahun ini mengubah segmentasi pasar mobil nasional ditandai dengan membesarnya pasar di kelas B-Mav (multi activity vehicle) menjadi 32% sehingga menyebabkan terkikisnya segmen lain.
Segmen B-Mav merupakan kelompok kendaraan serbaguna dengan kapasitas tujuh penumpang atau lebih dikenal sebagai kendaraan MPV (multi purpose vehicle).
Segmen ini dihuni a.l. Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Adapun segmen B-Car merupakan kombinasi kelompok mobil berpintu empat atau lima, seperti Toyota Vios, Honda Jazz, Toyota Yaris, dan Suzuki Swift.
Direktur Pemasaran PT Ford Motor Indonesia Davy Tuilan mengatakan penyesuaian harga secara bertahap oleh kalangan agen tunggal pemegang merek (ATPM) saat ini menimbulkan fenomena "sticker shock" (terkejut melihat harga jual yang tertera pada stiker atau harga on the road) dari konsumen.
"Fenomena ini berdampak bagi industri otomotif, segmentasi kendaraan berubah. Pasar kendaraan di kelas B-Car seperti Honda Jazz, Toyota Yaris dan Suzuki Swift saat ini turun, sedangkan segmen share kelas B-Mav naik menjadi 32% tahun ini," katanya di sela-sela media gathering Ford, kemarin.
Dia memaparkan, berbeda dengan kenaikan kontribusi segmen B-Mav, volume pasar kendaraan di kelas B-Car pada kuartal I 2009 turun menjadi 7% dibandingkan dengan periode yang sama 2008 yaitu 12,6%.
Koreksi yang lebih dalam terjadi di segmen kendaraan SUV (sport utility vehicle) yakni menyusut 60% sepanjang kuartal I/2009.
Hingga akhir 2009, segment share kendaraan di kelas B-Car akan meningkat secara perlahan-lahan menjadi 9%, seiring dengan koreksi harga di kelompok Avanza dan Xenia.
Faktor Rupiah
Menurut dia, depresiasi kurs rupiah terhadap dolar AS dan yen Jepang sekitar 30%-35% menyebabkan nilai jual kendaraan di atas Rp200 juta melambung signifikan.
Harga mobil yang naik puluhan juta, lanjutnya, menyebabkan konsumen lebih loyal terhadap harga, bukan terhadap body atau engine kendaraan.
"Orang mengetahui dulu harga Jazz Rp150 juta, sekarang Rp200 juta, sehingga yang tadinya mau membeli kendaraan di kelas itu turun memilih mobil di harga Rp160 juta hingga Rp170 juta seperti Avanza dan Xenia."
Ford sendiri karena faktor rupiah yang melemah, telah menaikkan harga jual setiap tipe kendaraannya sejak Januari-April, mulai 10% hingga 15%. Saat ini, Ford Escape dipasarkan dengan harga Rp330 juta, naik dari periode Desember 2008 yakni Rp270 juta.
Davy menilai fenomena sticker shock akan menekan penjualan Ford tahun ini karena merek mobil AS ini tidak memiliki line up produk dengan harga di bawah Rp200 juta.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 22 April 2009
Judul / Title : Kenaikan Harga Mobil Ubah Segmentasi Pasar
Halaman / Page : i 2
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Depperin Siapkan Regulasi Mobil Murah (bag..1)
JAKARTA : Departemen Perindustrian tengah merumuskan konsep pengembangan mobil murah ramah lingkungan (low cost plus eco car) agar dapat diproduksi secara massal dan memenuhi permintaan masyarakat menengah ke bawah.
Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Depperin Budi Darmadi mengatakan pihaknya mendorong untuk pengembangan mobil murah, tetapi tetap memiliki aspek ramah lingkungan sehingga menjembatani keinginan pengendara motor untuk memiliki kendaraan roda empat.
"Kami siapkan kriteria dan regulasi, untuk insentif yang ditawarkan tentu sesuai fasilitas yang ada di PP No 62 2008 atau PP No 1 2007, selain bea masuk ditanggung pemerintah (BM DTP) dan sebagainya," katanya kepada Bisnis, kemarin.
Depperin menginginkan low cost plus eco car yang akan dikembangkan nantinya masuk ke segmen kendaraan 4x2 dan tingkat konsumsi bahan bakar di atas 20 kilometer per liter. Untuk kapasitas angkut, harga dan teknologi mesin saat ini belum diputuskan secara pasti.
"Apakah bisa mengangkut 4-6 orang belum ditentukan. Desain teknologi mesin benar-benar berbeda, karena kalau menggunakan engine yang ada sekarang tidak akan mengejar konsumsi diatas 25 km per liter."
Untuk mendapatkan desain teknologi mesin yang baru dibutuhkan waktu pengembangan selama 3 hingga 4 tahun. Dia menegaskan desain mesin kendaraan itu diharapkan dapat dilakukan bersama-sama dan diproduksi di dalam negeri.
"Kalau diproduksi tahun ini kisaran harga kendaraan Rp50 juta hingga 60 juta, tapi kalau menggunakan engine yang benar-benar baru, harganya tentu mengikuti kurs dan inflasi saat itu, ya sekitar Rp60 juta hingga Rp70 juta."
Selain konsumsi bahan bakar yang irit, aspek eco car pada kendaraan diharapkan diperoleh dari proses produksi, misalnya pengecatan dengan menggunakan teknologi water base yang ramah lingkungan.
"Saat ini semua merek, kecuali merek mobil premium, menyatakan berminat."
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Depperin Siapkan Regulasi Mobil Murah (bag..2)
Bersama Gaikindo
Direktur Alat Transportasi Darat dan Kedirgantaraan Depperin Panggah Susanto mengungkapkan kajian pengembangan mobil murah ini dilakukan oleh tim dari Depperin bekerja sama dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Hasilnya akan ditawarkan kepada investor, baik lokal maupun asing.
" Kami coba formulasikan dan harapannya tahun depan sudah ada investasi yang masuk."
Dia mengatakan kajian di tingkat tim saat ini sudah selesai dan segera diajukan ke pimpinan ke pihak yang lebih berwenang di lingkungan Departemen Perindustrian. Setelah itu, pihaknya akan membicarakan kerja sama dengan in-stansi lain, seperti Dephub, Depkeu, Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan Kementerian Negara Riset dan Teknologi.
Dihubungi terpisah, Ketua Umum Gaikindo yang juga President Federasi Otomotif Indonesia (FOI) Bambang Trisulo memperkirakan kajian yang sedang digodok oleh pemerintah itu merupakan tindak lanjut atas usulan asosiasi mengenai pengembangan mobil kecil yang murah, hemat energi dan ramah lingkungan.
Sebelumnya, FOI (organisasi yang mewadahi sejumlah asosiasi yang berhubungan dengan sektor otomotif) mendesak pemerintah segera menyusun kebijakan konkret dan komprehensif dalam pengembangan eco car.
"Kalau mau [mengembangkan] mobil murah banyak kendala yang harus dikonfirmasi, seperti kesiapan infrastruktur energi, standar emisi, volume dan insentif yang lain perlu dibicarakan."
Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto menegaskan pengembangan mobil murah merupakan ide bagus untuk meningkatkan volume pasar domestik dan ekspor. Namun hal ini harus didukung dengan sebuah cetak biru kebijakan yang terintegrasi dan penerapan yang konsisten.
"Perlu disiapkan insentif, infrastruktur yang tidak hanya berupa jalan, peningkatan kapasitas industri komponen lokal, atau misalnya kesiapan bahan baku seperti material baja. Kalau semuanya jelas dan potensial, saya yakin investor akan berminat." (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 21 April 2009
Judul / Title : Depperin Siapkan Regulasi Mobil Murah
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Penjualan Yaris Anjlok 76,4%
JAKARTA : Penjualan model hatchback Toyota Yaris sepanjang Januari-Maret anjlok 76,4% dibandingkan dengan periode yang sama 2008 akibat keterbatasan stok di jaringan diler.
Penjualan Toyota Yaris secara wholesales (pengiriman mobil dari pabrik ke diler) pada triwulan I tahun ini tercatat hanya 603 unit dibandingkan dengan periode yang sama 2008, sebanyak 2.555 unit.
Khusus bulan lalu, bahkan penjualan mobil ini merosot tajam 97,2%, dibandingkan dengan Maret 2008 yakni 1.196 unit, menjadi hanya 33 unit.
Manajer Komunikasi Pemasaran PT TAM Achmad Rizal mengatakan untuk mengerem penurunan penjualan, mulai bulan depan stok Yaris di jaringan diler Toyota akan ditingkatkan mengingat permintaan konsumen terhadap kendaraan ini masih cukup baik.
"Demand tinggi, masih sekitar 500 unit, tapi stok kami turun. Jadi suplai masih akan ditambah. Inden Yaris sekarang ini 1-2 bulan," katanya, di sela-sela kegiatan One Groovy Day with New Yaris, Kamis lalu.
Direktur Pemasaran PT TAM Joko Trisanyoto menambahkan stok kendaraan yang tipis menjadi faktor utama turunnya penjualan Toyota Yaris.
Tidak hanya model bermesin 1.500 cc ini yang turun, bahkan karena persoalan stok produk di diler ini membuat penjualan model Toyota lainnya juga terkoreksi pada bulan lalu.
Dia menilai kondisi ini terjadi karena koreksi pasar otomotif domestik pada 3 bulan pertama 2009 relatif lebih rendah dibandingkan dengan prediksi perusahaan.
"Prediksi kami pasar akan turun sekitar 30% atau 40%, dan ternyata pada kuartal I penurunannya 26%. Selain itu, prinsipal juga cukup berhati-hati untuk diajak menjual banyak."
Akibat stok yang menipis, penjualan wholesales Toyota di pasar domestik pada Maret hanya 11.162 unit atau turun 7,2%, dibandingkan dengan dari perolehan 12.032 unit pada Februari.
Sementara itu, seteru Toyota Yaris, yaitu Suzuki Swift pada kuartal I 2009 mampu membukukan penjualan yang lebih tinggi yaitu 1.161 unit. Kendati demikian, volume penjualan model ini juga terkoreksi 54% dibandingkan dengan kuartal I/2008 yaitu 2.529 unit.
Adapun, Honda Jazz terus mengukuhkan dominasinya di segmen mobil hatchback ini dengan mengantongi 56% pangsa pasar hingga Maret lalu. Pada bulan tersebut, penjualan Honda Jazz naik 36%, dari 1.106 unit pada Februari menjadi 1.505 unit. Sepanjang kuartal I 2009, PT Honda Prospect Motor (HPM) telah melego sebanyak 3.675 unit.
"Peningkatan penjualan kami bulan lalu didukung oleh permintaan Honda Jazz dan CRV yang masih bagus. Produksi akan disesuaikan dengan kondisi pasar, dan kami mengamatinya dari bulan ke bulan," kata Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT HPM Jonfis Fandy.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 21 April 2009
Judul / Title : Penjualan Yaris Anjlok 76,4%
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Izin 4 Multifinance Dicabut
JAKARTA : Departemen Keuangan telah mencabut empat multifinance selama kurun waktu Januari hingga Maret tahun ini, setelah para pelaku pembiayaan tersebut tidak mengindahkan peraturan yang ditetapkan otoritas.
PT Sahabat Multifinance melengkapi multifinance yang dicabut izinnya setelah dibekukan berdasarkan surat Menkeu No.S-122/MK.10/2009 tanggal 27 Januari 2009.
Ketiga multifinance lainnya yakni PT Primarindo Finance Corporation, PT Tridana Pratama Finance, dan PT Inti Karya Megah Finance.
Pada 31 Maret, pemerintah akhirnya mencabut izin usaha Sahabat Multifinance yang merupakan perusahaan pembiayaan mikro karena yang bersangkutan mengembalikan izin usaha setelah mengubah segmen bisnis dan tidak lagi menjadi perusahaan pembiayaan.
Kepala Biro Penjaminan dan Pembiayaan Bapepam LK M Ihsanuddin mengatakan pihaknya terus melakukan penegakan hukum guna menciptakan suatu industri pembiayaan dan penjaminan yang sehat.
Sahabat Multifinance, katanya, telah dibekukan sebelumnya sampai akhirnya pada akhir bulan lalu izin usahanya dicabut.
"Mereka [Sahabat Multifinance] sebelumnya dibekukan dan per 31 Maret dicabut sebab secara sukarela mengembalikan izin usaha," katanya kemarin.
Adapun, pencabutan Primarindo Finance terjadi berdasarkan keputusan Menkeu No. Kep-04/KM.10/2009 tanggal 8 Januari 2009. Di sisi lain, pencabutan Inti Karya berlaku sejak 3 Februari.
Kepala Bagian Lembaga Pembiayaan Tattys Miranti Hedyana menambahkan sebelum izin usaha Inti Karya dicabut, otoritas telah mengirim tiga kali surat peringatan hingga akhirnya keputusan final dikeluarkan.
"Sudah kami berikan surat peringatan 1,2, dan 3, dan ini juga berlaku dengan yang lain," ujarnya.
Dia mengatakan multifinance yang telah dicabut tersebut dilarang melakukan kegiatan perusahaan pembiayaan pasca pencabutan izin usaha.
Satu perusahaan pembiayaan yakni PT Kalimaya Perkasa Finance kini masih dalam tahap pembekuan selama 3 bulan mulai 9 Februari.
Dalam masa pembekuan itu, Kalimaya dilarang melakukan kontrak pembiayaan baru.
Pembekuan tersebut akan dicairkan apabila Kalimaya telah memiliki modal sendiri minimal sebesar 50% dari modal disetor.
Lambatnya laporan
Ihsanuddin mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan pemetaan terhadap seluruh perusahaan pembiayaan yang terdaftar pada otoritas keuangan tersebut guna efektivitas pengawasan.
"Ini dilatarbelakangi oleh lambatnya laporan keuangan sejumlah perusahaan beberapa bulan terakhir ini. Selain laporan keuangan, laporan operasional pun mengalami keterlambatan sampai saat ini," ujarnya.
Data Bapepam-LK menunjukkan sebelum terjadi pembekuan, jumlah perusahaan pembiayaan hingga Februari mencapai 209 dengan pendapatan dari segmen pembiayaan konsumen pada Februari mencapai Rp81,3 triliun, turun dari Januari yakni Rp82,5 triliun. Data ini selaras dengan data statistik Bank Indonesia.
Selain lambatnya laporan multifinance, Tatys mengungkapkan pihaknya juga mengalami kesulitan dalam mengubah format data yang dilaporkan setiap multifinance kepada otoritas sehingga berimbas pada keterlambatan dalam laporan. (23) (redaksi@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 21 April 2009
Judul / Title : Izin 4 Multifinance Dicabut
Halaman / Page : 5
Rubrik / Column : Asuransi & Pembiayaan
Penulis / Writer : Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Multifinance Kurang Minati Bisnis Mobil Bekas
JAKARTA : Tingginya risiko bisnis pembiayaan mobil bekas dibandingkan dengan kredit mobil baru diperkirakan turut memengaruhi minat beberapa multifinance untuk masuk ke lini bisnis tersebut.
Direktur PT Verena Oto Finance Tbk Andi Harjono mengatakan segmen bisnis mobil bekas tidak semudah yang dibayangkan terutama berkaitan dengan risiko kredit yang dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan kendaraan baru.
"Sejumlah multifinance masih mempertimbangkan masuk ke bisnis ini. Namun, memang ada kecenderungan peralihan segmen bisnis tersebut. Ada beberapa perusahaan yang menambah porsi kredit mobil bekasnya," katanya kepada Bisnis, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Selain PT Astrido Pasific Finance yang menambah porsi pembiayaan mobil bekas, PT BCA Finance juga berusaha lebih fokus kepada segmen bisnis ini setelah pembiayaan mobil baru melemah.
Kenaikan harga mobil baru dinilai menjadi pendorong sebagian multifinance untuk bertahan di tengah krisis ekonomi global. Andi mengatakan krisis ekonomi dunia tidak hanya menaikkan harga mobil, tetapi juga menurunkan daya beli masyarakat.
Kenaikan harga mobil setidaknya terlihat dari data PT Honda Prospect Motor pada bulan ini. Data tersebut menunjukkan kenaikan empat tipe mobil di kisaran 2,1%-45% pada Januari-April dan data harga mobil baru PT Toyota Astra Motor untuk12 jenis naik dari 0,3%--57% pada Maret-April.
Dia memperkirakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing menyumbang sekitar 15%-30% kenaikan mobil baru.
Dia memberi contoh harga mobil bekas seperti Toyota Avanza turun 10% dari kondisi baru, sedangkan mobil bekas Eropa turun sekitar 30% dari harga baru.
Andi menuturkan fokus segmen mobil bekas masih terganjal penyesuaian harga mobil tersebut sesuai dengan kondisinya yang hampir berbeda pada saat menetapkan kredit harga mobil baru.
Selain itu, multifinance mobil bekas juga dihadapkan kepada masalah suku bunga yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan mobil baru.
Pertimbangan risiko yang tinggi menjadi penyebab beban bunga mobil bekas lebih tinggi dari kondisi baru.
Dia menjelaskan suku bunga mobil bekas Verena di kisaran 9%--11%, sementara bunga mobil baru antara 6%--8%. Sejumlah multifinance, kata Andi, bahkan menetapkan beban bunga sekitar 5%. (23)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 20 April 2009
Judul / Title : Multifinance Kurang Minati Bisnis Mobil Bekas
Halaman / Page : 5
Rubrik / Column : Asuransi & Pembiayaan
Penulis / Writer : Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pasar Sedan Anjlok
JAKARTA : Penjualan kendaraan sedan sepanjang kuartal I/2009 hanya 3.474 unit, anjlok 59,8% dibandingkan dengan periode yang sama 2008, akibat depresiasi kurs rupiah yang melambungkan harga mobil ini sehingga kurang kompetitif.
Berdasarkan data Gabungan Industri kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada kuartal I/2008, volume penjualan sedan mencapai 8.642 unit. Koreksi penjualan segmen ini lebih besar dibandingkan dengan segmen nonsedan, bahkan melampaui penurunan pasar otomotif nasional.
Di segmen nonsedan, permintaan mobil baru turun hanya 23,7%, dari 126.961 unit pada kuartal I/2008 menjadi 96.776 unit. Adapun total pasar mobil nasional turun 26%, dari 135.603 unit jadi 100.250 unit.
Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengatakan di pasar otomotif Indonesia, sedan selalu nomor dua karena tarif pajak kendaraan ini relatif lebih tinggi dibandingkan dengan segmen lain.
"Indonesia masih negara nonsedan. Pajak tinggi sekitar 30%, kenaikan kurs sangat memengaruhi harga kendaraan ini," katanya kepada Bisnis, kemarin.
Di pasar sedan (Januari-Maret), Honda meraih angka tertinggi yakni 1.040 unit dengan pangsa pasar 29,9%.
Deputi Direktur Pemasaran PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Teddy Irawan menilai penurunan penjualan sedan yang begitu dalam sangat dipengaruhi oleh menurunnya daya beli masyarakat, di samping karena selera konsumen memang lebih condong ke kendaraan multi purpose vehicle (MPV).
Pasar sedan, lanjutnya, memang sangat kecil, tidak pernah lebih dari 5% total pasar mobil nasional. Sementara di sisi lain, pemain di segmen sedan relatif banyak. Akibatnya, kompetisi di segmen ini menjadi begitu ketat. Karena kondisi ini, agen tunggal pemegang merek (ATPM) lebih tertarik bermain di segmen mobil komersial, terutama MPV, ketimbang berkompetisi di pasar sedan.
Berdasarkan data Gaikindo, mobil sedan merek Toyota mengalami penurunan paling drastis yakni 72,2%, dari 3.003 unit pada triwulan I tahun lalu menjadi hanya 834 unit.
"Pasar sedan kemungkinan turun 50%-60%, karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung sehingga konsumen lebih mencari mobil dengan harga terjangkau," ujar Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan, belum lama ini.
Sedan Premium
Namun, di sisi lain, ada beberapa merek yang justru mencatat kenaikan penjualan. BMW misalnya, meraih peningkatan 21% dari 117 unit pada triwulan I/2008 jadi 142 unit.
Direktur Komunikasi PT BMW Indonesia Helena Abidin berpendapat kenaikan penjualan mobil asal Jerman ini disebabkan oleh masih kuatnya daya beli masyarakat kelas atas yang menjadi konsumen sedan premium.
"Di samping itu, dukungan perusahaan multifinance dalam memberikan kredit mobil juga turut membantu kenaikan permintaan, meski hanya terbatas untuk pembelian BMW Seri 3." (siti.munawaroh@bisnis.co.id/afriyanto@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Jumat, 17 April 2009
Judul / Title : Pasar Sedan Anjlok
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh & Afriyanto, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Harga Mobil Berpotensi Naik Lagi
JAKARTA : Kalangan agen tunggal pemegang merek mengisyaratkan kenaikan harga mobil masih akan terjadi pada kuartal II tahun ini, kendati kurs rupiah menguat menjadi di bawah Rp11.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Sinyal kemungkinan naiknya harga mobil baru ini muncul dari pemimpin pasar mobil domestik, PT Toyota Astra Motor (TAM). Nilai tukar rupiah yang terdepresiasi lebih dari 30% dianggap menyulitkan produsen untuk menutup biaya produksi terutama untuk pembelian bahan baku, mengingat patokan kurs yang digunakan sekitar Rp11.500 per dolar AS.
Jodjana Jody, Kepala Divisi Penjualan PT TAM, agen tunggal pemegang merek (ATPM) Toyota di Indonesia mengatakan penyesuaian kurs rupiah saat ini belum mencapai kurs acuan perusahaan yakni Rp11.500 per dolar AS.
"Meski rupiah Rp10.500 per dolar AS, tidak serta-merta harga akan turun, karena adjustment belum sepenuhnya terjadi. Kami masih mencermati pergerakan kurs, tidak bisa sesaat dijadikan patokan, kalau stabil dalam sebulanan kami baru mulai menghitung," katanya kepada Bisnis, Selasa.
Dia menjelaskan depresiasi rupiah berdampak secara signifikan terhadap harga kendaraan impor yang diimpor secara utuh (completely built up/CBU), di mana koreksi harga untuk kelompok ini masih di kisaran Rp10.000-an. Selain itu, pelemahan nilai rupiah juga memicu penyesuaian harga untuk kendaraan yang dirakit di dalam negeri karena harga bahan baku impor melambung signifikan.
"Jadi peluang koreksi harga lagi masih ada, harga kendaraan sekarang belum merefleksikan nilai tukar sekarang."
Rudjojo Nirjana, Direktur Penjualan PT Suzuki Indomobil Sales menuturkan perusahaan lebih mencermati pergerakan nilai tukar rupiah terhadap yen Jepang, ketimbang dolar AS. Alasannya, sebagian besar bahan baku pembuatan mobil diimpor dari Negeri Sakura.
"Kami melihat nilai tukar rupiah terhadap yen agak membaik dibandingkan 1 atau 2 bulan lalu. Saat ini, kurs patokan kami mendekati Rp108 per yen-Rp110 per yen."
Secara kumulatif, sejak krisis ekonomi hingga saat ini, koreksi harga mobil Suzuki rata-rata sebesar 15%. Namun, kenaikan ini belum merefleksikan depresiasi rupiah terhadap yen.
Rudjojo mengharapkan nilai tukar rupiah terus menguat secara konsisten sehingga memberi sinyal positif yang mampu mendorong penjualan mobil.
"Selain yen yang sempat menguat, itu [penguatan rupiah] juga menjadi indikasi positif. Setelah pemilu legislatif ada sentimen positif, pasar saham membaik dan langkah Pemerintah AS untuk pemulihan ekonomi cukup baik," tambah Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy.
Mulai semester II
Di tempat terpisah, PT Garuda Mataram Motor (GMM), ATPM Volkswagen di Indonesia berencana menaikkan harga mulai semester II, setelah bertahan tidak mengoreksi harga dalam 5 bulan terakhir.
"VW sampai April ini belum ada kenaikan, penyesuaian harga terakhir kali pada September-Oktober 2008, maksimum sekitar 10%. Tentunya kami tidak dapat bertahan terus karena nilai tukar rupiah mengalami fluktuasi," kata Jonas Chendana, National Sales Manager PT GMM. (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 16 April 2009
Judul / Title : Harga Mobil Berpotensi Naik Lagi
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota Akan Pacu Produksi
JAKARTA : PT Toyota Astra Motor (TAM) berencana menaikkan produksi, paling lambat Mei karena stok beberapa model kendaraan mulai menipis.
Dengan penjualan ritel sebanyak 13.458 unit pada Maret, stok kendaraan hanya mampu memenuhi permintaan pasar selama 0,3 bulan (7 hari), padahal normalnya berkisar 0,6 bulan (15 hari).
Saat ini beberapa produk Toyota masih membukukan inden, terutama kendaraan serba guna (multi purpose vehicle/MPV low) Avanza, Kijang Innova hingga sedan Camry.
Kepala Divisi Penjualan PT TAM Jodjana Jody mengatakan sejak bulan lalu perusahaan telah melakukan negosiasi dengan pabrik agar produksi dapat ditingkatkan secara bertahap.
"Paling cepat bulan ini dinaikkan dan paling lambat bulan depan. Kenaikan yang kami minta masih memakai kapasitas yang ada, belum merekrut tenaga kerja baru. Utilisasi diharapkan bisa naik," katanya kepada Bisnis, baru-baru ini.
Saat ini, kata Jodjana, stok kendaraan MPV low Avanza relatif tipis yakni 0,1 bulan sehingga perusahaan tidak mampu memenuhi permintaan konsumen secara optimal. Permintaan produk Avanza saat ini berkisar 7.000 unit per bulan sedangkan kemampuan pasok TAM sekarang di level 6.000 unit per bulan.
Kondisi serupa terjadi untuk model Kijang Innova. TAM berharap dapat menaikkan suplai Innova dari 2.200-2.500 unit per bulan saat ini, menjadi 2.700-3.000 unit per bulan.
"Kami berharap suplai Avanza bisa dinaikkan di atas 7.000 unit dan Innova meningkat menjadi 2.700-3.000 unit per bulan. Namun, yang kami khawatirkan suplai komponen dari Thailand akan terganggu karena negara itu sedang mengalami krisis politik."
Akibat stok yang menipis, penjualan wholesales (pengiriman dari pabrik ke diler) Toyota di pasar domestik pada Maret turun tipis 7,2%, dari 12.032 unit di Februari menjadi 11.162 unit. Model Avanza dan Kijang Innova masih memberi kontribusi terbesar dengan volume masing-masing 7.603 unit dan 2.349 unit.
"Pasar perlu didukung pelonggaran likuiditas dan penyesuaian suku bunga kredit oleh lembaga pembiayaan. Pada kuartal II diperkirakan ada kenaikan tipis dan akan terus membaik hingga semester II."
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 16 April 2009
Judul / Title : Toyota Akan Pacu Produksi
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pembiayaan Konsumen Terkoreksi
JAKARTA : Penyaluran kredit konsumen multifinance pada Februari tahun ini hanya mencapai Rp81,3 triliun atau turun 5,1% dari pencapaian terbesar pada Oktober 2008 yakni Rp85,5 triliun.
Statistik Bank Indonesia menunjukkan posisi penyaluran pembiayaan konsumen tersebut juga lebih kecil dibandingkan dengan pencapaian pada awal tahun ini yakni Rp82,5 triliun atau terkoreksi 1,4%.
Namun, jika dibandingkan dengan Februari tahun lalu, penyaluran pembiayaan konsumen Februari tahun ini melonjak 17,3% dari Rp69,3 triliun menjadi Rp81,3 triliun.
Penurunan pembiayaan tersebut tidak selaras dengan kucuran pinjaman dari perbankan baik dalam maupun luar negeri yang justru melejit. Pinjaman dari perbankan luar negeri naik dari Rp44,1 triliun pada Januari menjadi Rp46,7 triliun pada Februari.
Direktur PT Austindo Nusantara Jaya Finance (ANJ Finance) Danusubroto Sugiarto mengatakan meskipun pinjaman dari perbankan sedikit naik, tidak diimbangi dengan peningkatan pembiayaan konsumen.
Dia menilai penurunan tersebut masih merupakan dampak dari krisis ekonomi dunia yang mengempaskan perekonomian negara berkembang dan menurunkan daya beli masyarakat. "Ini imbas krisis ekonomi yang masih terasa pada bulan kedua tahun ini," katanya kepada Bisnis, pekan ini.
Namun, dia mengatakan data BI tersebut adalah data keseluruhan dari multifinance sehingga tidak menggambarkan kondisi perusahaannya.
"Meskipun secara umum turun (pembiayaan konsumen), tapi dari perusahaan kami justru meningkat. Saya rasa dari BI tersebut secara global tetapi kami justru ada perbaikan," ujar Danusubroto.
Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Wiwie Kurnia mengungkapkan pemulihan penyaluran kredit pembiayaan secara umum akan pulih setidaknya pada kuartal III/2009 dengan melihat perkembangan perekonomian Tanah Air.
Leasing Naik
Di sisi lain, penyaluran sewa guna usaha (leasing) dan anjak piutang (factoring) multifinance pada Februari justru naik 0,3% dan 2,3% dibandingkan dengan Januari tahun ini.
Leasing naik tipis dari Rp52,3 triliun menjadi Rp52,5 triliun, sementara anjak piutang naik menjadi Rp2,2 triliun dari Rp2,1 triliun.
Pencapaian tertinggi leasing tahun lalu terjadi pada November yakni Rp53,4 triliun dan pada akhir tahun turun menjadi Rp50,6 triliun. (23) (redaksi@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Kamis, 16 April 2009
Judul / Title : Pembiayaan Konsumen Terkoreksi
Halaman / Page : 5
Rubrik / Column : Asuransi & Pembiayaan
Penulis / Writer : Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Impor Mobil Dari Thailand Tak Terganggu Demo
JAKARTA : Kekacauan yang terjadi di Thailand sejauh ini tidak mengganggu pasokan mobil ke Indonesia.
Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan Danusasmita mengatakan masih terlalu dini untuk memprediksi stabilitas domestik Thailand, apalagi dampaknya terhadap industri otomotif.
Sejauh ini kemelut yang terjadi masih terfokus pada masalah politik sehingga dia meyakini pengaruhnya terhadap pasokan kendaraan dari Thailand sangat kecil sekali.
"Saya kira pengaruhnya kecil sekali. Pabrik mobil di sana umumnya berdekatan dengan pelabuhan. Lagi pula, pendemo lebih fokus ke lokasi pemerintahan di kota," ujarnya kemarin.
Teddy Irawan, Deputi Direktur Pemasaran PT Nissan Motor Indonesia (NMI) juga berpendapat senada.
Menurut dia, kemelut di Thailand sama sekali tidak memengaruhi kegiatan ekspor mobil dari negara tersebut ke Tanah Air.
"Saya kira enggak ada pengaruh apa-apa," tuturnya seraya menambahkan NMI mengimpor mobil dari Thailand sekitar 100 unit per bulan.
Seperti diketahui, Thailand tengah dilanda krisis politik yang membuat stabilitas keamanan domestik terganggu, menyusul aksi demonstrasi antipemerintah dan menuntut mundur Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva.
Aksi protes tersebut telah menggagalkan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean+3 dan KTT Asia Timur, yang dijadwalkan berlangsung di Pattaya, akhir pekan lalu.
Baik Johnny maupun Teddy menegaskan bahwa hingga kini belum ada informasi apa pun dari pabrikan Toyota dan Nissan di Thailand terkait dengan dampak aksi demo besar-besaran yang masih terus berlangsung. "Jika ada gangguan, pasti mereka memberitahu kami," ujar Johnny.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), terdapat sejumlah merek dan model mobil yang diimpor dari Thailand dalam kondisi utuh (completely built-up/CBU).
Model-model kendaraan tersebut antara lain Optra dan Captiva (Chavrolet) dan Vios, Camry, Yaris, Hilux, dan Fortuner (Toyota).
Buka peluang
Secara terpisah, Presiden Komisaris PT Indomobil Sukses International Tbk Soebronto Laras mengatakan krisis politik yang melanda Thailand sebenarnya membuka peluang bagi Indonesia untuk secara perlahan menarik investasi yang ada di sana.
Untuk menarik investasi yang ada di Thailand, katanya, Indonesia harus berpikir cerdas dengan membenahi lebih dahulu berbagai kebijakan, infrastruktur dan mengubah pola pikir dalam birokrasi.
Karena itu, dia mengakui merebut investasi dari Thailand sulit dilakukan dalam jangka pendek mengingat pembenahan itu membutuhkan waktu cukup lama.
"Thailand terganggu oleh dampak krisis ekonomi global dan konflik politik. Kalau dua masalah ini teratasi, tidak ada masalah lagi. Pasar mobil mereka tahun lalu jatuh karena krisis tetapi masih lebih tinggi dari kita [Indonesia]," jelasnya.
Kondisi industri otomotif Thailand yang cukup tangguh dan lebih unggul dibandingkan dengan Indonesia, disebabkan oleh pendapatan perkapita penduduknya lebih tinggi, infrastruktur lebih baik, dan level suku bunga juga lebih rendah serta banyak insentif yang ditawarkan.
Untuk menarik investasi khususnya di sektor otomotif, ujar Soebronto, Indonesia perlu menurunkan tarif perpajakan, efisiensi ongkos produksi, menekan biaya ekonomi tinggi serta menyiapkan model-model yang diminati pasar ekspor, sebagaimana Thailand yang unggul dengan kendaraan pikap. (afriyanto@bisnis.co.id/siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Oleh Afriyanto & Siti Munawaroh
Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Suzuki akan terus andalkan model APV
JAKARTA : PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) masih akan terus mengandalkan model APV, kendaraan multiguna berkapasitas 1.500cc, sebagai tulang punggung penjualan setidaknya hingga 5 s/d 10 tahun mendatang
Hingga sekarang total volume produksi Suzuki APV, sejak pertama kali diluncurkan ke pasar domestic pada 2004, tercatat mencapai 150.000 unit.
Dari jumlah tersebut sebanyak 81.292 unit dipasarkan di dalam negri sedangkan 61.954 unit diexpor ke lebih 75 negara, jelas Endro Nugroho, Direktur pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), kemarin, disela-sela penyerahan bantuan mesin mobil Suzuki APV kepada Fakultas teknik Universitas Atmajaya, Jakarta
Menurut Endro, Suzuki menargetkan angka penjualan APV Luxury pada tahun ini sedikitnya 2.000 unit atau berkontribusi sekitar 13% dari total target model tersebut yang sekitar 14.000-15.000 unit. pasar yang kami sasar adalah segmen keluarga karena model ini masuk kelas MPV (multi purpose vehicle) dengan tujuh tempat duduk.
Di pasar dometik APV bersaing langsung dengan Mitsubishi Maven, Daihatsu Gran Max dan Luxio yang diluncurkan belum lama ini.
Terkait dengan penyerahan mesin APV kepada fakultas Teknik Universitas Atmajaya, Endro menjelaskan bantuan tersebut dimaksudkan untuk menjembatani kesenjangan perkembangan teknologi antara dunia usaha dan dunia pendidikan.
? Sumbangan mesin APV ini merupakan bagian dari program Suzuki Peduli Pendidikan. Pada tahun lalu program ini dilaksanakan dalam bentuk pemberian pelatihan kepada 500 orang guru SD, SMP dan SMU se-jabodetabek,? ungkapnya
Endro berharap mahasiswa dan dosen yang membina laboratorium teknik Universitas Atmajaya akan mampu menyempurnakan mesin APV tersebut.
Hadi Sutanto, Dekan Fakultas Teknik Atmajaya, mengatakan bantuan mesin tersebut bisa menjadi sarana untuk mengejar perkembangan teknologi yang begitu cepat
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 14 April 2009
Judul / Title : Suzuki akan terus andalkan model APV
Halaman / Page : i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Chamdan Purwoko, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Otomotif Butuh Insentif
JAKARTA : Pemerintah didesak memberikan insentif fiskal dan nonfiskal agar dapat menarik investasi yang lebih besar di sektor otomotif, menyusul rencana integrasi komunitas ekonomi Asean (Asean Economic Community/ AEC) pada 2015.
Industri otomotif merupakan satu dari 13 sektor prioritas yang akan diintegrasikan pada kerangka kerja sama AEC. Asean akan menjadi pasar tunggal dan basis produksi yang ditandai dengan peredaran barang, jasa, investasi, pekerja terampil, dan aliran modal yang lebih bebas.
Preskom PT Indomobil Sukses International Tbk Subronto Laras mengatakan pemerintah perlu memiliki keseragaman pandangan dan bahasa mengenai integrasi pasar Asean sehingga melihat kerja sama ini sebagai sebuah peluang yang perlu direbut.
"Tinggal sekarang siapa yang menjadi pemain. Ini yang perlu dibaca pemerintah, apakah kita bisa menjadi tuan rumah atau tidak. Untuk menjadi tuan rumah di Asean, perlu diberi insentif, beri kebijakan untuk mobil murah," katanya belum lama ini.
Dia menegaskan penegakan hukum juga menjadi salah satu insentif yang perlu dipertimbangan mengingat masalah lahan saat ini kerap menjadi kendala dalam pembangunan pabrik baru.
Menanggapi hal ini, Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Departemen Perindustrian (Deperin) Budi Darmadi mengatakan fasilitas pajak yang tertuang dalam PP No 1/2007 diharapkan dapat menjadi "pemanis" dalam menarik investasi.
"Selain bea masuk ditanggung pemerintah (BM DTP) dan fasilitas lainnya, tax credit ini bisa jadi pemanis karena dengan fasilitas ini taxable income akan dikurangi. Kami memberikan tax credit, bukan tax holiday," katanya.
Fasilitas tax credit ini berlaku untuk produsen mobil roda empat dan belum ada rencana perluasan untuk roda dua, mengingat pabrikan mobil melakukan penyegaran model setiap 7 tahun sekali.
Dalam PP 1/2007 Pasal 2 disebutkan pengurangan penghasilan neto 30% dari jumlah investasi diberikan selama 6 tahun dengan masing-masing pengurangan 5% tiap tahun. Investasi yang dimaksud, bisa penanaman modal baru ataupun perluasan usaha.
Selain kebijakan tersebut, sambung Budi, upaya perbaikan infrastruktur jalan dan kelistrikan yang dilakukan pemerintah saat ini diharapkan ikut mendukung peningkatan investasi otomotif.
Selaku koordinator percepatan integrasi AEC, lanjut Budi, Indonesia bersama negara-negara Asean terus berupaya menyelaraskan program otomotif melalui sejumlah langkah strategis.
Program itu a.l. harmonisasi standar produk otomotif dan komponen, peningkatan skill dan manajemen sumber daya manusia (SDM) dan penguatan jaringan informasi dan kerja sama.
"Ada lebih dari 100 group produk komponen dan otomotif, kami harmonisasi standar-nya supaya bisa terintegrasi antar negara Asean. Produk komponen dan otomotif ini dimanis, jadi standardisasi ini dilakukan secara kontinyu."
Beberapa aspek yang diperhitungkan dalam standar produk otomotif dan komponen ini di antaranya standar dimensi, petunjuk kerja, dan uji coba. Melalui langkah ini diharapkan terdapat keseragaman kekuatan produk antarnegara Asean.
Budi menuturkan integrasi komunitas ekonomi Asean di sektor otomotif akan menimbulkan konsekuensi pertukaran produk, penghapusan hambatan tarif, dan jasa. (siti.munawaroh@bisnis.co.id)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Rabu, 08 April 2009
Judul / Title : Otomotif Butuh Insentif
Halaman / Page :i 3
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Toyota-AXIC Kampanye Anti Bahu Jalan
Jakarta ? Masih seringnya para pengemudi kendaraan yang memakan bahu jalan, mendapat perhatian serius dari PT Toyota Astra Motor dan Avanza Xenia Indonesia Club (AXIC). Toyota-AXIC bersama-sama melakukan kampanye Anti Bahu Jalan.
Seperti diketahui bahu jalan diperuntukkan untuk keadaan darurat. Misalnya ambulan, patroli polisi, pemadam kebakaran maupun yang lain.
Jika bahu jalan masih sering digunakan untuk kepentingan kendaraan pribadi, dikhawatirkan akan menganggu ketika terjadi keadaan darurat. Bahkan yang lebih fatal sering terjadi kecelakaan, terutama di tol, karena banyak mobil yang mengambil bahu jalan hingga menabrak kendaraan yang parkir.
Toyota berharap dengan kampanye Anti Bahu Jalan dapat meningkatkan kesadaran para pemakai kendaraan, supaya dapat mengurangi faktor kecelakaan. Sebagai perusahaan otomotif yang peduli akan tingkat keselamatan yang tinggi, Toyota selalu senantiasa berupaya mengajak pihak-pihak terkait untuk lebih peduli.
Upaya menghindari pemakaian bahu jalan ini, mulai disosialisasikan Toyota-AXIC dengan memasang sticker ?Anti Bahu Jalan? yang ditempelkan di kaca belakang mobil. Dengan tulisan yang mudah terbaca diharapkan dapat mengingatkan para pengguna jalan raya untuk menghindari penggunaan bahu jalan.
Yang menarik Kampanye Anti Bahu Jalan pelaksanaannya bertepatan dengan puncak perayaan ulang tahun AXIC yang ke-5 pada acara Toyota- AXIC Fun Karting Rendezvous yang diadakan 5 april 2009 lalu di Redline Indoor Gokart Kelapa Gading.
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Ini Dia Mobil Paling Irit Di Dunia
New Toyota Prius versi Jepang berhasil menjadi mobil produksi massal paling efisien bahan bakarnya di dunia berdasarkan standar pengujian Japanese Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT). Pencapaian ini mewakili beragam upaya Toyota untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar mobil produksinya lewat pengembangan teknologi canggih.
New Prius yang rencananya di pasarkan di Jepang pada pertengahan Mei, memiliki efisiensi bahan bakar 38.0km/liter dengan emisi CO2 61g/km. Dengan hasil itu, new Prius sudah 25% lebih baik dari standari 2010. Berdasarkan siklus uji terbaru JC08 dari MLIT, new Prius memiliki efisiensi bahan bakar 32.6km/liter dengan emisi CO2 71g/km. Ini berarti new Prius sudah memenuhi standar nasional 2015.
Emisi nitrogen oksida dan hydrocarbon non metana juga turun, hingga level 75% dibawah standar 2005 berdasarkan sistem MLIT yang merupakan standar paling ketat di Jepang saat ini untuk emisi gas buang kendaraan. Berdasarkan hasil pengujian itu, New Prius berhak mendapat keringanan pajak untuk mobil ramah lingkungan.
Sebagai pembanding, mobil konvensional dengan mesin yang sama-sama berkapasitas 1.8 liter empat silinder membutuhkan bahan bakar lebih dari dua kali lipat untuk menempuh jarak yang sama. Demikian pula emisi CO2-nya.
Efisiensi bahan bakar New Prius juga didukung beragam teknologi baru yang inovatif, termasuk motor listrik yang sangat kuat, disain ekterior dinamis dengan coefficent of drag 0.24 -salah satu yang paling rendah didunia, dan penggunakan panel sel surya untuk membantu meringangkan kerja AC.
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
New Toyota Wish
Mobil keluarga Toyota Wish kini hadir lebih segar dengan tampilan lebih agresif dan lebih sporti. Generasi terbaru Wish ini diperkenalkan di Jepang akhir pekan lalu. Generasi mesin terbaru membuatnya 15% lebih efisien dari pendahulunya.
Minivan 7 penumpang ini dikagumi karena style yang sporti, serbaguna dan nyaman dikendarai. Total penjualannya sejak diluncurkan Januari 2003 lebih dari 500,000 unit.
Toyota Wish menggunakan generasi mesin terbaru yang dilengkapi "Valvematic" yang secara terus menerus mengubah tinggi bukaan katup dan lama bukaannya guna mendapatkan kombinasi peforma dan efisiensi terbaik. Mesin ini dipasangkan dengan Super Continuously Variable Transmission-intelligent (Super CVT-i) yang membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar Wish hingga 15% dibandingkann pendahulunya. Super CVT-i sendiri menghasilkan pengendaraan yang halus, stabil dan nyaman.
Teknologi baru yang diadopsi new Wish bukan itu saja. Masih ada Steering-assisted Vehicle Stability Control (S-VSC) dan Supplemental Restraint System (SRS) side dan curtain-shield airbags, menjadikan new Wish yang terbaik dalam melindungi penumpangnya.
Generasi mesin baru
Dua pilihan mesin masing-masing berkapasitas 1.8 liter dan 2.0 liter. Kombinasi beragam teknologi termasuk Valvematic, membuat efisiensi Wish 1.8 mencapai 16.0km/liter dan emisi CO2 145g/km. Sedangkan efisiensi mesin 2.0 liter tercatat 15.2 km/liter dengan emisi CO2 153g/km. Angka-angka itu didapat dari hasil pengujian berdasarkan standar Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) Jepang. Efisiensi mesin Wish melampaui standar 2010, sedangkan emisinya 75% lebih rendah dari standar 2005.
7-speed Sports Sequential Shiftmatic transmission jadi fitur standar di semua varian, memanjakan pengemudi dengan sensasi seperti transmisi manual yang mennyenangkan lewat aplikasi CVT Sport Mode dan Dynamic Sport Mode.
Eksterior-Interior
Disain eksteriornya dikembangkan dengan filosofi disain Vibrant Clarity. Secara keseluruhan terlihat dinamis dan sporty meskipun tetap terlihat lapang. Perubahan terlihat mencolok pada bumper depan dan lampu utama yang menyudut, center pilar berwarna hitam membangun kesan lapang serta lekukan dan cerukan tajam di sudut bumper, kap mesin serta lampu depan membuat terlihat kuat.
Penumpang dimanja dengan beragam teknologi baru. Wish Panoramic Live Sound System dengan 10 speaker yang diposisikan sedemikian rupa sehingga menghasilkan akustik bening dan menciptakan lingkungan suara surround. Seat cover dibuat anti alergi. Automatic AC dengan pollen-removal mode, jadi fitur standar di semua varian. AC ini juga mampu mengusir debu dan kotoran lain dari udara kabin, sedangkan teknologi Plasmacluster menyemprotkan udara segar dengan kombinasi ideal antara ion negatif dan positif yang membantu menghasilkan lingkungan kabin yang stress-free.
Standar keselamatan tertinggi
S-VSC system jadi piranti standar dii semua model, secara optimal menyeimbangkan driving power, kemudi dan rem untuk menghasilkan pengendaraan yang stabil disemua kondisi jalan. Wish dilengkapi pula dengan kantong udara samping dan tirai untuk melindungi seluruh penumpang. Kursi depan menggunakan konstruksi yang berbasis konsep whiplash injury lessening plus Active Headrests untuk mengurangi resiko akibat mobil ditabrak dari belakang.
Konstruksi body "Global Outstanding Assessment" yang disempurnakan, kini mampu menahan benturan hingga 55km/jam dari segala arah. Kerangka mobil efektif menyerap energi benturan dan menyebarkannya menjauh kompartemen penumpang. Mobil ini juga didisain untuk mengurangi resiko cidera pedestrian.
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Honda Ambil Alih Posisi Suzuki
JAKARTA : Di tengah pasar mobil pada Maret yang relatif stagnan, Honda berhasil menggeser Suzuki dari posisi keempat setelah berhasil membukukan kenaikan penjualan 10,4% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) yang diperoleh Bisnis, PT Honda Prospect Motor (HPM) pada bulan lalu berhasil melego 2.597 mobil. Pertumbuhan penjualan bulanan merek ini lebih besar dibandingkan dengan kenaikan pasar yang hanya 0,35%.
Pada saat yang sama, PT Suzuki Indomobil Sales hanya mampu menjual 2.435 unit atau turun 18,9% dibandingkan dengan realisasi penjualan pada Februari 3.001 unit. Penurunan penjualan juga dialami oleh PT Nissan Mobil Indonesia yaitu 9%.
Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT HPM menyatakan seiring dengan peningkatan permintaan produk Honda, pihaknya akan menjalankan pabriknya dalam 2 shift kerja untuk meningkatkan kapasitas produksi model Jazz dan CRV. Khusus model Jazz, HPM menaikkan produksi jadi 1.500-an unit per bulan.
Selain HPM, pabrikan mobil lain juga berhasil menaikkan penjualan pada bulan lalu. PT Toyota Astra Motor membukukan penjualan 13.458 unit, naik 11,8% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Avanza tercatat sebagai penyumbang terbesar yaitu 7.603 unit.
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors melego 5.116 mobil Mitsubishi dan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) membukukan pertumbuhan penjualan terbesar yaitu 13,4% dibandingkan dengan Februari menjadi 7.385 unit.
"Bahkan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penjualan Daihatsu naik 22% kendati pasar mobil nasional turun lebih dari 20%," ujar Direktur Pemasaran PT ADM Amelia Tjandra.
Rizwan Alamsyah, Direktur Pemasaran PT KTB, menyatakan pasar otomotif saat ini mulai menunjukkan kecenderungan kenaikan permintaan menyusul indikator makroekonomi yang lebih bagus dan suku bunga yang melandai.
Harga mobil
Kendati demikian, lanjutnya, secara umum pemulihan pasar otomotif saat ini masih terkendala oleh kenaikan bertahap harga mobil dan likuiditas yang belum sepenuhnya longgar.
Presdir PT BII Finance Center Alexander memperkirakan pasar mobil mobil pada Maret yang turun dibandingkan dengan Februari akan membuat penyaluran kredit multifinance turun sekitar 10% pada bulan ini.
"Pengaruhnya mungkin pada pembiayaan April, mungkin sekitar 10%," katanya, kemarin.
Edhi Moeljono, Presiden Direktur PT Astrido Finance menuturkan kondisi pasar mobil tahun ini tidak terlalu menggembirakan. Menurut dia, kondisi inilah yang menyebabkan sejumlah perusahaan pembiayaan kini berhati-hati dalam memperluas bisnis. (ahmad.muhibbuddin@bisnis.co.id)
Reportase: 23/Siti Munawaroh/ Hanna Prabandari
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 07 April 2009
Judul / Title : Honda Ambil Alih Posisi Suzuki
Halaman / Page :i 2
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Ahmad Muhibbuddin, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
2 Multifinance Kena Sanksi
JAKARTA : Departemen Keuangan mencabut dan membekukan izin usaha PT Inti Karya Megah Finance dan PT Kalimaya Perkasa Finance karena melakukan pelanggaran peraturan perusahaan pembiayaan.
Sekretaris Bapepam-LK Ngalim Sawega, dalam pernyataan resminya menyatakan pencabutan Inti Karya berlaku sejak 3 Februari. Dengan demikian sejak sanksi ini berlaku, maka perusahaan dilarang melakukan kegiatan pembiayaan.
Adapun pembekuan Kalimaya berlaku selama 3 bulan mulai 9 Februari. Dalam masa pembekuan ini, Kalimaya dilarang melakukan kontrak pembiayaan baru.
Pembekuan tersebut akan dicairkan apabila Kalimaya telah memiliki modal sendiri minimal sebesar 50% dari modal disetor. (Bisnis/23)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Selasa, 07 April 2009
Judul / Title : 2 Multifinance Kena Sanksi
Halaman / Page :5
Rubrik / Column : Keuangan, Portofolio
Penulis / Writer : Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Lexus Raih Order 50 RX350
JAKARTA: Lexus Indonesia mengantongi pesanan All New RX350 sebanyak 50 unit kendati model ini baru diluncurkan sekitar sebulan.
Johnny Darmawan, Principal Lexus Indonesia, mengatakan pemesan kendaraan yang didatangkan secara CBU dari Jepang ini harus menunggu sekitar 2 bulan.
Dia juga menegaskan The All New RX350 hanya dipasarkan di bawah merek Lexus dan Toyota tidak akan mengeluarkan produk yang serupa seperti generasi sebelumnya. Toyota Motor Corporation ingin menjadikan RX model utama dalam line up Lexus di dunia. (Bisnis/amu)
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 06 April 2009
Judul / Title : Lexus Raih Order 50 RX350
Halaman / Page :i 2
Rubrik / Column : Otomotif, Akselerasi
Penulis / Writer : Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Pasar Mobil Diprediksi Turun
JAKARTA : Penjualan mobil nasional pada Maret diperkirakan hanya 33.000 unit atau lebih kecil dibandingkan dengan realisasi pada Februari. Kenaikan harga dan pembiayaan yang belum longgar diduga menjadi penghambat.
Presdir PT Indomobil Sukses International Tbk Gunadi Sindhuwinata mengatakan pasar mobil pada Maret diperkirakan turun dari bulan sebelumnya karena kegiatan ekonomi yang menurun.
"Maret sedikit turun, titik nadir otomotif sudah lewat pada Desember dan Januari, lalu naik sedikit pada Februari. Semestinya semester II, pasar seharusnya akan meningkat," katanya, akhir pekan lalu.
Koreksi harga secara bertahap oleh kalangan ATPM menjadi salah satu faktor yang memperlambat pulihnya pasar otomotif. Hampir semua merek menaikkan harga jual kendaraannya untuk me-nyesuaikan dengan kenaikan nilai kurs rupiah terhadap mata uang asing, terutama yen dan dolar AS.
Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto memprediksi pasar mobil pada bulan lalu akan ditutup di level 33.000 unit.
Pada bulan lalu TAM berhasil melego 13.458 mobil atau naik 11,8% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Model Avanza tercatat sebagai penyumbang terbesar yaitu 7.603 unit, diikuti Kijang Innova 2.349 unit.
"Dengan kondisi ekonomi yang penuh tantangan karena dampak krisis global, kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik, baik produk maupun layanan kepada para pelanggan," ujar Johnny Darmawan Presdir PT TAM.
Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengatakan pasar mobil pada bulan lalu masih akan sama dengan Februari.
"Kalau dibilang recovery total industri memang belum terjadi. Total pasar secara bulanan masih di kisaran 30.000-35.000 unit, dan untuk Maret diperkirakan 34.000 unit. Kalau kami [Honda] ada sedikit kenaikan."
HPM bulan lalu berhasil menjual 2.597 mobil, naik 10,4% dibandingkan dengan Februari, 2.353 unit. Adapun pada Januari-Maret, penjualan Honda tercatat 6.989 unit.
CEO PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Suparno Djasmin sebelumnya mengatakan penurunan BI Rate belum berdampak terhadap koreksi lending rate.
Sumber :
MEDIA : Bisnis Indonesia
Tanggal / DATE : Senin, 06 April 2009
Judul / Title : Pasar Mobil Diprediksi Turun
Halaman / Page :i 2
Rubrik / Column : Otomotif
Penulis / Writer : Siti Munawaroh, Bisnis Indonesia
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
Warning: mktime() expects parameter 5 to be long, string given in /var/www/ecommerce_web/accnew/module/info/show-news.php on line 259
01 Jan' 70
Astra International Konsisten Menghadapi Krisis
Penurunan BI Rate dari 8,25% menjadi 7,75% pada 4 Maret merupakan langkah Bank Indonesia dalam mendukung penurunan bunga pinjaman, sehingga kredit otomotif dapat bergairah.
Harga minyak dunia yang cenderung menurun (sempat berada di bawah US$50/barel pada akhir Maret 2009) diharapkan bisa menekan tingkat inflasi.
Sepanjang Oktober 2008-Februari 2009, harga produk otomotif di Indonesia naik 25% yang disebabkan oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, mengingat sebagian besar suku cadang yang digunakan industri otomotif nasional adalah impor.
Salah satu pemain otomotif di Indonesia adalah PT Astra International Tbk (ASII). Penjualan mobil Astra International terdiri dari enam merek yaitu Toyota, Daihatsu, Isuzu, Nissan Diesel, BMW dan Peugeot.
Pendapatan bersih perusahaan itu hingga akhir 2008 disumbang oleh sektor otomotif 53,89%, alat berat 28,59%, perkebunan 8,36%, jasa keuangan 8,06%, teknologi informasi 1,05%, dan lain-lain 0,05%.
Hingga 31 Maret 2009, harga saham berkode ASII ditutup ke posisi Rp14.250 per saham. Pada 14 Januari 2008, saham ASII sempat berada pada level tertingginya yaitu